{"id":74768,"date":"2021-04-13T10:58:19","date_gmt":"2021-04-13T03:58:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"modified":"2021-04-13T10:58:19","modified_gmt":"2021-04-13T03:58:19","slug":"jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","title":{"rendered":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-24583 size-extra_large\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB-1500x486.png\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"486\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB-1500x486.png 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB-300x97.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB-1030x333.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB-768x249.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB-1536x497.png 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB-705x228.png 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.png 1989w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote><p>Benteng Prins Hendrik yang perpapasan ada di Jalan Benter kini wujudnya telah ada.\u00a0 Beberapa pakar sejarah mengatakan sisa benteng tersebut tak tersisa.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya<\/p>\n<p>BANGUNAN benteng dengan nama lain Citadel Prins Hendrik pada peta tahun 1866 masih terlihat bentuknya.\u00a0 Bangunan kokoh nan megah tersebut sebelumnya dibangun guna melindungi dan memenuhi kebutuhan militer kolonial waktu itu.<\/p>\n<p>Benteng tersebut juga sempat dijadikan penjara khusus wanita, kemudian beralih fungsi lagi menjadi gudang penyimpanan amunisi militer kolonial Belanda.\u00a0 Hingga akhirnya kawasan ini mulai ramai digunakan sebagai pemukiman warga sejak tahun 1930an.<\/p>\n<p>&#8220;Bangunan benteng sudah tidak ada. Saat itu tidak begitu banyak warga di sana. Namun lokasi ini menjadi kawasan multi etnis, kata Sejarahwan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.<\/p>\n<p>Menurut referensi, benteng ini terletak tidak jauh dari lokasi Jembatan Petekan Tepatnya di sisi timur sungai Kalimas. Benteng tersebut dihancurkan secara disengaja oleh pemerintahan kolonial Perkampungan Belanda di tahun 1930.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, penduduk di kawasan ini mulai ramai dan terdapat berbagai aktivitas.\u00a0 Salah satunya perniagaan.\u00a0 Lantara letak kawasan ini sangat strategis karena dekat dergan laut dan pelabuhan Tak ayal pula saat itu kawsan di kota ini dihuni pendatang baru.\u00a0 (bersambung \/ nur)<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Benteng Prins Hendrik yang perpapasan ada di Jalan Benter kini wujudnya telah ada.\u00a0 Beberapa pakar sejarah mengatakan sisa benteng tersebut tak tersisa. Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya BANGUNAN benteng dengan nama lain Citadel Prins Hendrik pada peta tahun 1866 masih terlihat bentuknya.\u00a0 Bangunan kokoh nan megah tersebut sebelumnya dibangun guna melindungi dan memenuhi kebutuhan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":63427,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5036,5168],"tags":[],"class_list":["post-74768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2021-en","category-uc-news-april-2021-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Benteng Prins Hendrik yang perpapasan ada di Jalan Benter kini wujudnya telah ada.\u00a0 Beberapa pakar sejarah mengatakan sisa benteng tersebut tak tersisa. Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya BANGUNAN benteng dengan nama lain Citadel Prins Hendrik pada peta tahun 1866 masih terlihat bentuknya.\u00a0 Bangunan kokoh nan megah tersebut sebelumnya dibangun guna melindungi dan memenuhi kebutuhan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-13T03:58:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1989\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"644\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB\",\"datePublished\":\"2021-04-13T03:58:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"},\"wordCount\":215,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2021\",\"UC News April 2021\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\",\"name\":\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-13T03:58:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg\",\"width\":647,\"height\":439},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB - Library","og_description":"Benteng Prins Hendrik yang perpapasan ada di Jalan Benter kini wujudnya telah ada.\u00a0 Beberapa pakar sejarah mengatakan sisa benteng tersebut tak tersisa. Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya BANGUNAN benteng dengan nama lain Citadel Prins Hendrik pada peta tahun 1866 masih terlihat bentuknya.\u00a0 Bangunan kokoh nan megah tersebut sebelumnya dibangun guna melindungi dan memenuhi kebutuhan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-04-13T03:58:19+00:00","og_image":[{"width":1989,"height":644,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB","datePublished":"2021-04-13T03:58:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"wordCount":215,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg","articleSection":["UC News 2021","UC News April 2021"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","name":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg","datePublished":"2021-04-13T03:58:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-2_Jadi-Tempat-Pertahanan-hingga-Perkampungan.-Radar-Surabaya.-5-April-2021.-Hal.3.-Chrisyandi.-LIB.gbr_.jpg","width":647,"height":439},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-2_jadi-tempat-pertahanan-hingga-perkampungan-radar-surabaya-5-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (2)_Jadi Tempat Pertahanan hingga Perkampungan. Radar Surabaya. 5 April 2021. Hal.3. Chrisyandi. LIB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74768"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74768\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}