{"id":7533,"date":"2017-06-12T09:54:29","date_gmt":"2017-06-12T02:54:29","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=7533"},"modified":"2017-06-13T17:45:51","modified_gmt":"2017-06-13T10:45:51","slug":"tanpa-otot-agar-tidak-alot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/","title":{"rendered":"Tanpa Otot agar Tidak Alot"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7534\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40.jpg\" alt=\"Tanpa Otot agar Tidak Alot. Tabloid Kontan. 17-23 Agustus 2015.Hal.40\" width=\"1157\" height=\"1692\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Menjajal keempukan sate domba di Dapur Mamihku.<\/strong><\/p>\n<p>Merlinda Riska<\/p>\n<p>Sate terbilang peganan khas negeri ini. Bisa jadi sate populer karena cara memasaknya yang sederhana. Namun dari proses yang relatif simple itu muncul banyak variasi sate.<\/p>\n<p>Diantara berbagai jenis sate itu, kebanyakan menggunakan daging ayam. Bahan kedua yang umum dipakai adalah daging kambing. Ada juga sate yang mengggunakan daging sapi, seperti sate pedang. Di beberapa daerah, dipakai daging hewan lain semacam kelinci untuk bahan baku sate.<\/p>\n<p>Nah, jika Anda ingin menjajal sate yang khas, dan sedang berada di Jakarta, Dapur Mamih Sateku layak dikunjung. Kedai yang berada di kawasan Melawai Jakarta Selatan ini menyajikan sate dari daging domba.<\/p>\n<p>Lokasi sentra kuliner Jakarta Selatan memudahkan kedai ini untuk dicari. Jangan heran bila kedai ini selalu ramai setiap jam makan. Begitu berada di lokasi, aroma sate yang mengunggah selera akan menyergap indra penciuman.<\/p>\n<p>Jika tak kuat dengan godaan aroma sate, masuk saja langsung ke gerai yang berkapasitas 90 orang ini. Ada dua menu yang ditawarkan begi penikmat sate, yaitu sateku celup dan sateku tegal domba. Kedua sate ini sama-sama memiliki teknik penyajian dicelup ke dalam bumbu khas gerai ini.<\/p>\n<p>Saat menunggu hidangan sate, pengunjung bisa menonton televisi atau berselancar ke dunia maya, memanfaatkan <em>Wi-Fi <\/em>gratis kedai. Jika datang pada Jumat malam, ada sajian musik akustik.<\/p>\n<p><strong>Rendah Kolesterol<\/strong><\/p>\n<p>Tak perlu waktu yang lama untuk menunggu, lima menit setelah memesan, sate akan terhidang. Satu porsi sate yang berisikan sembilan tusuk tersaji diatas <em>hotplate. <\/em>Sate yang baru setengah matang saat diangkat dari alat pembakaran, bakalan matang sepenuhnya saat sampai di meja pengunjung. Sate tersaji lengkap dengan sambal kecap yang berisi irisan bawang merah, tomat juga cabai ataupun sambal kacang.<\/p>\n<p>Segeralah cocol, sate yang asapnya masih mengepul ke sambal. Begitu di gigit, rasa manis, gurh dan nikmat langsung kumer di mulut karena daging yang disajikan sangat empuk. Kenikmatan mengunyah tidak terganggu bau daging domba.<\/p>\n<p>Buyung dan Deddy, dua sekawan yang mengelola daging domba agar empuk. Mereka pun tidak keberatan membagi rahasia dapurnya yaitu memilih domba yang usianya dibawah setahun. Untuk memastikan daging empuk, otot yang menempel didaging harus dibuang.<\/p>\n<p>Dua jenis sate yang dihidangkan disini punya keunikan. Sateku celup tampil dengan daging ebrwarna pucat. Sedangkan sateku tegal tampil bak sate kebanyakan dengan rasa gurih cenderung asin.<\/p>\n<p>Baik sateku tegal maupun sateku celup menawarkan dua pilihan daging semua, ataupun potongan yang mengandung lemak,\u201d tutur Buyung.<\/p>\n<p>Di kedai ini, Anda juga dapat melihat sederet nama beken yang pernah menyicipi sate tadi. Meski baru berusia dua tahun, kedai ini sudah disambangi petinggi negara, seperti Pramono Anung yang baru diangkat jadi Sekertaris Kabinet.<\/p>\n<p>Nama Dapur Mamihku, menurut Buyung, juga terangkat karena penuturan dari mulut ke mulut yang dilakukan pengunjungnya. Yang pasti, menurut si pengelola kedai, sate domba diminati banyak orang karena kadar kolesterolnya yang dianggap lebih rendah daripada kambing atau sapi.<\/p>\n<p>Tertarik menjajal? Harga sateku celup dan sateku tegal polos masing-masing Rp 68.000 perporsi. Sedangkan sateku celup lemak Rp 61.000 dan sateku tegal lemak Rp 68.000 per porsi<\/p>\n<p>Ada juga sate sineret yang harganya paling mahal, yaitu Rp 85000 per porsi. Inilah sate yang bahannya menggunakan daging uang lokasinya berada di bawah penggung domba. Dan, dari seekor domba, hanya bisa menghasilkan 5 tusuk sate sineret.<\/p>\n<p><strong>Sumber :<\/strong> Tabloid Kontan, 17-23 Agustus 2015. Hal 40<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjajal keempukan sate domba di Dapur Mamihku. Merlinda Riska Sate terbilang peganan khas negeri ini. Bisa jadi sate populer karena cara memasaknya yang sederhana. Namun dari proses yang relatif simple itu muncul banyak variasi sate. Diantara berbagai jenis sate itu, kebanyakan menggunakan daging ayam. Bahan kedua yang umum dipakai adalah daging kambing. Ada juga sate&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7534,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tanpa Otot agar Tidak Alot - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanpa Otot agar Tidak Alot - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menjajal keempukan sate domba di Dapur Mamihku. Merlinda Riska Sate terbilang peganan khas negeri ini. Bisa jadi sate populer karena cara memasaknya yang sederhana. Namun dari proses yang relatif simple itu muncul banyak variasi sate. Diantara berbagai jenis sate itu, kebanyakan menggunakan daging ayam. Bahan kedua yang umum dipakai adalah daging kambing. Ada juga sate...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-12T02:54:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-13T10:45:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"378\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"224\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Tanpa Otot agar Tidak Alot\",\"datePublished\":\"2017-06-12T02:54:29+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-13T10:45:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/\"},\"wordCount\":529,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/\",\"name\":\"Tanpa Otot agar Tidak Alot - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-12T02:54:29+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-13T10:45:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg\",\"width\":378,\"height\":224},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanpa Otot agar Tidak Alot\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanpa Otot agar Tidak Alot - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tanpa Otot agar Tidak Alot - Library","og_description":"Menjajal keempukan sate domba di Dapur Mamihku. Merlinda Riska Sate terbilang peganan khas negeri ini. Bisa jadi sate populer karena cara memasaknya yang sederhana. Namun dari proses yang relatif simple itu muncul banyak variasi sate. Diantara berbagai jenis sate itu, kebanyakan menggunakan daging ayam. Bahan kedua yang umum dipakai adalah daging kambing. Ada juga sate...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-12T02:54:29+00:00","article_modified_time":"2017-06-13T10:45:51+00:00","og_image":[{"width":378,"height":224,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Tanpa Otot agar Tidak Alot","datePublished":"2017-06-12T02:54:29+00:00","dateModified":"2017-06-13T10:45:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/"},"wordCount":529,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/","name":"Tanpa Otot agar Tidak Alot - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg","datePublished":"2017-06-12T02:54:29+00:00","dateModified":"2017-06-13T10:45:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Tanpa-Otot-agar-Tidak-Alot.-Tabloid-Kontan.-17-23-Agustus-2015.Hal_.40-e1497236056535.jpg","width":378,"height":224},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tanpa-otot-agar-tidak-alot\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanpa Otot agar Tidak Alot"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7533"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7723,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7533\/revisions\/7723"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}