{"id":7768,"date":"2017-06-15T11:36:52","date_gmt":"2017-06-15T04:36:52","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=7768"},"modified":"2017-12-14T15:58:05","modified_gmt":"2017-12-14T08:58:05","slug":"jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/","title":{"rendered":"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7769\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33.jpg\" alt=\"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok. Kompas. 9 April 2015.Hal.33\" width=\"1155\" height=\"817\" \/><\/a><\/p>\n<p>Di balik keindahan alamnya, Lombok juga memiliki sajian kuliner yang tak kalah menggoda. Sebut saja ayam taiwang yang kini mudah ditemui di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Cita rasa pedasnya membuat siapapun yang memakannya bersemangat, mau lagi dan lagi.<\/p>\n<p>Namun, tunggu dulu, makanan khas Lombok bukan hanya ayam talieang. Masih ada menu-menu lain yang tak kalah menggoda untuk dicoba.<\/p>\n<p>Perkenalan dengan menu-menu eksotok Lombok berawal daru perbincangan dengan tri sakti yogantoro (41). Yoga merupakan pemilik dari sate rembiga rawamangun. Meski bukan profesi sebagai koki, sejak 3 tahun belakang ini, yoga mendalami segala sajian kuliner khas Lombok.<\/p>\n<p>\u201cTiga tahun lalu, saya diindahkan kerja di Lombok ke Jakarta. Biasa pasti kan jadi suka kangen kampung halaman, terlebih lagi kulinernya. Saya cari-cari di Jakarta, selain ayam taliwang, agak susah menemukan kuliner khas Lombok di ibu kota. Hingga akhirnya, saya dan istri mencoba memasak sendiri di rumah,\u201dterangnya yoga.<\/p>\n<p>Sayangnya, ujar putra daerah sasak ini, cita rasa masakan Lombok yang dibuat oleh dirinya dan istri tidak sama seperti di Lombok. Akhirnya, yoga memutuskan untuk memesan beberapa bahan contohnya cabai dan terasi langsung dari Lombok. Ia pun rajin kepada para orang tua dari Lombok tentang resep dan cara mengolah kuliner Lombok.<\/p>\n<p>\u201cBanyak orang tua yang ahli memasak kuliner Lombok, benar-benar hafal di luar kepala, tetapi tidak pernah dicatat menjadi sebuah resep. Hal ini akhirnya menjadi tantangan bagi saya bagaimana mengolah masakan Lombok seautentik mungkin tanpa menggunakan resep. Saya coba sendiri, gagal, coba lagi hingga rasanya benar-benar bercita rasa khas Lombok,\u201dpapar yoga.<\/p>\n<p>Kepiawaian dan keseriusan yoga dalam mengolah dan mempromosikan kuliner Lombok di Jakarta ternyata mendapat apresiasi yang luar biasa. Sempat berkenalan dengan aku cinta masakan Indonesia (ACMI) yang didirikan oleh wiliam wongso dan santhi serad serta azanaya yang diprakarsai oleh lisa virgiano, yoga mendapatkan kesempatan lebih dalam untuk memperkenalkan dan mengeksplorasi kekayaan kuliner Lombok. Berikut ini beberapa menu kuliner Lombok yang perkenalkan oleh yoga kepada tim kompas klasika, jumat (27\/3)<\/p>\n<p>Sate pusut<\/p>\n<p>Sate pusut Lombok yang kala itu dibuat oleh yoga terdiri dari 2 jenis yaitu sate pusut tongkol dan sate pusut daging. Sate pusut tampak seperti sate lilit bali, tetapi memiliki rasa yang pedas dibandingkan dengan sate lilit bali yang terasa sedikit asin.<\/p>\n<p>Bumbu sate pusut terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan ketumbar secukupnya, dihaluskan. Cara membuat sate pusut daging atau ikan tongkol diriis tipis selebar sekitar tiga sentimeter dan kemudian diaduk dengan bumbu halus, santan, daun jeruk, garam dan lada sampai merata.<\/p>\n<p>Setelah didiamkan sekitar seperempat jam, daging ditusukkan ke tusukan sate. Tiap tusuk 3-4 potong. Jika sudah ditusukkan, daging sudah siap dibakar atau dipanggang sampai matang. Setelah matang, sate siap dihidangkan dengan nasi atau lalapan.<\/p>\n<p>Ayam pelalah<\/p>\n<p>Cita rasa ayam pelalah khas Lombok diperkaya dengan rempah-rempah. Rasa pedas sangat terasa bahkan bisa sampai membekas di bibir. Rasa pedasnya melebihi peda ayam taliwang. Namun, dari cita rasa pedasnya ini mampu membuat olahan ayam pelalah selalu terasa ngangenin. Kunci kenikmatan pada ayam pelalah terletak pada rasa yang pedas dan terasi berkualitas baik. jika ingin memasak sendiri, jagan lupajan untuk memakai terasi udang kualitas bagus atau terasi Lombok jika ada.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>OLAH-OLAH<\/p>\n<p>Sayuran khas Lombok ini terasa segar. Sayuran yang digunakan adalah pakis, tauge, kacang panjang, dan kecipir. Rasa gurih dan pedas menonjol pada sayuran ini. Rasa gurih yang terasa tidak hanya dari santan, tetapi juga terasi. Rasa pedasnya berasal dari cabai rawit. Biasanya olah-olah tidak dihidangkan sendiri. olah-olah biasa dihidangkan bersama dengan lontong atau ketupat, terlebih lagi saat lebaran tiba.<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas.-9-April-2015.Hal_.33<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik keindahan alamnya, Lombok juga memiliki sajian kuliner yang tak kalah menggoda. Sebut saja ayam taiwang yang kini mudah ditemui di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Cita rasa pedasnya membuat siapapun yang memakannya bersemangat, mau lagi dan lagi. Namun, tunggu dulu, makanan khas Lombok bukan hanya ayam talieang. Masih ada menu-menu lain yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7769,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di balik keindahan alamnya, Lombok juga memiliki sajian kuliner yang tak kalah menggoda. Sebut saja ayam taiwang yang kini mudah ditemui di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Cita rasa pedasnya membuat siapapun yang memakannya bersemangat, mau lagi dan lagi. Namun, tunggu dulu, makanan khas Lombok bukan hanya ayam talieang. Masih ada menu-menu lain yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-15T04:36:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-12-14T08:58:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"951\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"104\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok\",\"datePublished\":\"2017-06-15T04:36:52+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-14T08:58:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/\"},\"wordCount\":578,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/\",\"name\":\"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-15T04:36:52+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-14T08:58:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg\",\"width\":951,\"height\":104},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok - Library","og_description":"Di balik keindahan alamnya, Lombok juga memiliki sajian kuliner yang tak kalah menggoda. Sebut saja ayam taiwang yang kini mudah ditemui di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Cita rasa pedasnya membuat siapapun yang memakannya bersemangat, mau lagi dan lagi. Namun, tunggu dulu, makanan khas Lombok bukan hanya ayam talieang. Masih ada menu-menu lain yang...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-15T04:36:52+00:00","article_modified_time":"2017-12-14T08:58:05+00:00","og_image":[{"width":951,"height":104,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok","datePublished":"2017-06-15T04:36:52+00:00","dateModified":"2017-12-14T08:58:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/"},"wordCount":578,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/","name":"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg","datePublished":"2017-06-15T04:36:52+00:00","dateModified":"2017-12-14T08:58:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Jatuh-Cinta-dengan-Pedasnya-Kuliner-Lombok.-Kompas.-9-April-2015.Hal_.33-e1497501398842.jpg","width":951,"height":104},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jatuh-cinta-dengan-pedasnya-kuliner-lombok\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jatuh Cinta dengan Pedasnya Kuliner Lombok"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7768"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11030,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7768\/revisions\/11030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}