{"id":8837,"date":"2017-07-21T09:29:16","date_gmt":"2017-07-21T02:29:16","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=8837"},"modified":"2025-05-01T12:37:14","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:14","slug":"wajah-putih-untuk-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8838\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16.jpg\" alt=\"Wajah Putih untuk Kemanusiaan. Kompas. 3 Februari 2015.Hal.16\" width=\"822\" height=\"698\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Wanggi Hoediyatno (27) \u201cbersuara\u201d lantang meski tanpa riasan wajah putih di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (22\/1). Ia membawa payung dan mengenakan celana dan baju serba hitam, mata besarnya menatap tajam foto-foto aktivis Indonesia yang meninggal dan hilang tanpa kabar. Seperti ingin menggambarkan perjuangan untuk keadilan yang tidak pernah usai, hampir setengah menit Wanggi memutar tubuhnya dalam satu poros. <\/strong><\/p>\n<p><strong>Oleh Cornelius Helmy<\/strong><\/p>\n<p>Repertoar berjudul <em>Payung Hitam Melawan <\/em>itu seperti menandai kesetiaan Wanggi pada Kamisan di Bandung sejak 2013. Penghormatan pada ibu-ibu Kamisan di Jakarta yang masih menunggu jawaban atas nasib anggota keluarganya yang meninggal atau hilang sejak 2007.<\/p>\n<p>Wanggi mengatakan harapan ibu-ibu Kamisan di Jakarta selalu memberikan semangat baginya untuk ikut menanti keadilan. Semangat yang membuatnya tidak pernah absen setiap Kamis, walaupun kerap hadir seorang diri.<\/p>\n<p>\u201cSemuanya menjadi jawaban banyak pertanyaan, mengapa saya getol ikut Kamisan? Banyak orang memandang sebelah mata, mengatakan saya bahkan belum lahir saat peristiwa yang saya perjuangkan itu terjadi di Indonesia,\u201d kata Wanggi sembari memainkan kumis tebal yang jadi ciri khasnya.<\/p>\n<p>Kamisan yang pertama dilakukannya di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, pada 18 Juli 2014. Saat itu, Wanggi datang dengan riasan putih pucat. Ia juga membawa tas butut berisi informasi beragam pelanggar hak asasi manusia Indonesia. Foto korban dan mereka yang diduga pelaku utama ikut ditentengnya. Tepat pukul 16.00, di antara banyak orang lalu lalang menunggu waktu, Wanggi bersama empat temannya berdiri terdiam, terpaku.<\/p>\n<p>Aksi unik itu menarik perhatian. Beberapa warga melontarkan pertanyaan.<\/p>\n<p>\u201cApa ini?\u201d tanya seorang warga.<\/p>\n<p>\u201cKamisan\u201d jawab Wanggi.<\/p>\n<p>\u201cApa itu?\u201d tanya warga itu lagi.<\/p>\n<p>Ternyata, masih banyak orang yang belum mengetahui Kamisan itu. Ini yang membuat Wanggi kembali belajar. Banyak orang lupa atau tidak tahu tujuan dari Kamisan. Dari situ ia yakin aksinya tidak boleh dilakukan sekali lalu mati.<\/p>\n<p>\u201cBila tidak diingatkan, perjuangan untuk kemanusiaan ini mudah dilupakan. Mirip dengan apa yang selalu dikatakan seniman besar pantonim sejak dulu,\u201d kata Wanggi yang banyak belajar pada seniman Rahmat Koesnadi memainkan peran lewat pantomim.<\/p>\n<p><strong>Aksi<\/strong><\/p>\n<p>Salah satunya adalah ucapan Marcel Marceau, tokoh pantomime dunia. Marceau pernah mengatakan pantomime itu mengingat tentang seseorang, kemanusiaan, kehidupan, dan mereka memiliki sejarah.<\/p>\n<p>\u201cRiasan muka putih pantomime yang dipopulerkan Marceau juga sarat pesan kemanusiaan. Dia terinspirasi sekaligus prihatin saat melihat wajah putih pucat ayahnya yang meninggal akibat keganasan Perang Dunia II,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Charlie Chaplin, tokoh pantomime idolanya, juga membuat Wanggi banyak belajar. Chaplin kerap mengangkat isu kemanusiaan dalam filmnya. Dalam <em>The Great Dictator <\/em>(1940), Chaplin mengungkapkan manusia bukan robat yang seragam. Chaplin juga mengajarkan kepedulian terhadap sesame manusia ketika bermain sebagai gelandanga yang mengasuh anak yang dibuang dalam film <em>The Kids<\/em> (1921).<\/p>\n<p>Tidak sekadar kagum, Wanggi benar-benar mewujudkan pesan kemanusiaan para idolanya itu.<\/p>\n<p>Dengan langkah gontai, tubuh kurus Wanggi berjalan sendirian menyusuri aspal panas Kota Bandung, 10 Desember 2014. Gaun perempuan dan topi bulat membuatnya kepanasan. Tetes keringat mulai merusak riasan wajah putihnya.<\/p>\n<p>Mulai berjalan dari kawasan Buah Batu sekitar pukul 10.00, dia mengambil jalan memutar dan tiba di Institut Francais d\u2019Indonesia di Jalan Purnawarman , empat jam kemudian. Ratusan orang sudah menunggunya disana. Kedatangan Wanggi membuka pemutaran film <em>Senya<\/em> memperingati Hari HAM Sedunia.<\/p>\n<p>Isu ketidakadilan terhadap akses kesehatan masyarakat juga dilahapnya. Tanpa ragu, ia ikut mendampingi anak-anak autis di Cimahi. Ia menemukan fakta pantomime bisa menjadi jembatan bagi semua orang mengembangkan bakat dan kelebihannya.<\/p>\n<p>Ia juga terusik fakta masih banyak anak bungsu lapar di Nusantara. Ia ingin ambil bagian memerangi kelaparan di negeri subur dan kaya ini lewat pantomim.<\/p>\n<p>Pada 28 Februari 2012, ia menepati janjinya. Tiba di pelataran Gedung Sate, ia melumuri muka dengan riasan putih pucat. Membawa infus, roti, dan susu, Wanggi memainkan repertoar <em>Sehat Itu Milik Siapa?<\/em><\/p>\n<p>Aksinya ditanggapi beragam. Campur aduk. Penampilannya mengetuk hati donator. Sebanyak 100 bungkus roti dan susu berdatangan. Setelah dipilah masa kedaluwarsanya, semua donasi dikirim ke keluarga penderita busung lapar di Medan, Sumatera Utara, dan Sukabumi, Jawa Barat.<\/p>\n<p>\u201cDonasi itu semakin meyakinkan pilihan saya tidak keliru. Pantomim bisa menjembatani kepedulian antarmanusia\u201d katanya.<\/p>\n<p>Akan tetapi, ia dibuat tidak tenang sehari sesudah aksinya. Setiap tengah malam selama seminggu, telepon genggamnya selalu bordering. Wanggi tidak pernah tahu siapa yang mengancamnya.<\/p>\n<p>\u201cSaya diancam jangan ulangi aksi di hari gizi bila tidak mau menanggung akibatnya. Namun, saya tidak ambil pusing. Saya minta bertemu langsung, tapi tidak pernah ditanggapi,\u201d kenang Wanggi.<\/p>\n<p>Wanggi tidak ciut. Ia justru mengulangi lagi aksinya saat memperingati Hari Kesehatan Sedunia di Bandung, dua bulan kemudian. Ia membawakan repertoar <em>Sehat Itu Milik Siapa II? <\/em><\/p>\n<p>Penampilannya dalam Kamisan juga pernah mengundang protes. Akibat foto yang selalu diunggah ke media sosial, ia pernah diintimidasi.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih untuk mereka yang telah memberi semangat, bhaik mendukung atau mengancam. Mereka memberikan banyak inspirasi untuk setia di jalan ini,\u201d ujar Wanggi tersenyum lebar.<\/p>\n<p><strong>Kolaborasi<\/strong><\/p>\n<p>Kesetiaan itu juga yang membawa Wanggi pada sejumlah kolaborasi dengan artis beragam negara. Kerja sama dengan artis pantomim Malaysia, Syafiq Effendi Faliq, menghasilkan gelaran <em>Kolaborasi Pantomime 2 Negara<\/em> pada 2013. Wanggi juga pernah berkarya dengan kelompok seni kontemporer Kubilai Khan asal Perancis dalam Festival Constellation tahun 2014.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, ia juga diberi kesempatan memperkenalkan Indonseia ke beberapa negara. Selama Mei-Juni 2013, ia berkolaborasi dengan kelompok sirkus dari Perancis, Chabatz D\u2019entrar. Pentas bertema <em>Di Sini, Sekarang,<\/em> <em>dan Di Sana,<\/em> yang sarat pesan kemanusiaan dan budaya itu membawanya ke panggung di delapan kota di Indonesia (Medan, Makassar, Balikpapan, Surabaya, Malang, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta). Dua kota di Vietnam (Hanoi dan Ho Chi Minh) serta Dili di Timor Leste.<\/p>\n<p>Dari semua pergulatannya, Wanggi kini semakin paham. Ia yakin pantomime dan wajah putihnya bisa menjadi jembatan kemanusiaan yang harus selalu diperjuangkan.<\/p>\n<p><strong>Wanggi Hoediyatno<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Lahir : 24 Mei 1988<\/li>\n<li>Pendidikan :\n<ul>\n<li>SDN Palimanan IV Cirebon (Lulus 2000)<\/li>\n<li>SMPN Palimanan III Cirebon (Lulus 2003)<\/li>\n<li>SMA Muhammadiyah Cirebon (Lulus 2006)<\/li>\n<li>Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung (Lulus 2012)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas, Selasa, 3 Februari 2015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wanggi Hoediyatno (27) \u201cbersuara\u201d lantang meski tanpa riasan wajah putih di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (22\/1). Ia membawa payung dan mengenakan celana dan baju serba hitam, mata besarnya menatap tajam foto-foto aktivis Indonesia yang meninggal dan hilang tanpa kabar. Seperti ingin menggambarkan perjuangan untuk keadilan yang tidak pernah usai, hampir setengah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8838,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wanggi Hoediyatno (27) \u201cbersuara\u201d lantang meski tanpa riasan wajah putih di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (22\/1). Ia membawa payung dan mengenakan celana dan baju serba hitam, mata besarnya menatap tajam foto-foto aktivis Indonesia yang meninggal dan hilang tanpa kabar. Seperti ingin menggambarkan perjuangan untuk keadilan yang tidak pernah usai, hampir setengah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-21T02:29:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1274\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"722\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan\",\"datePublished\":\"2017-07-21T02:29:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/\"},\"wordCount\":922,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/\",\"name\":\"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-21T02:29:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg\",\"width\":1274,\"height\":722},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan - Library","og_description":"Wanggi Hoediyatno (27) \u201cbersuara\u201d lantang meski tanpa riasan wajah putih di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (22\/1). Ia membawa payung dan mengenakan celana dan baju serba hitam, mata besarnya menatap tajam foto-foto aktivis Indonesia yang meninggal dan hilang tanpa kabar. Seperti ingin menggambarkan perjuangan untuk keadilan yang tidak pernah usai, hampir setengah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-07-21T02:29:16+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:14+00:00","og_image":[{"width":1274,"height":722,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan","datePublished":"2017-07-21T02:29:16+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/"},"wordCount":922,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/","name":"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg","datePublished":"2017-07-21T02:29:16+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Wajah-Putih-untuk-Kemanusiaan.-Kompas.-3-Februari-2015.Hal_.16-e1500604136201.jpg","width":1274,"height":722},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wajah-putih-untuk-kemanusiaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wanggi Hoediyatno Wajah Putih untuk Kemanusiaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8837"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9302,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8837\/revisions\/9302"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}