{"id":8907,"date":"2017-07-21T10:31:30","date_gmt":"2017-07-21T03:31:30","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=8907"},"modified":"2025-05-01T12:37:14","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:14","slug":"kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/","title":{"rendered":"Kusyadi &#8211; Empu Alat Musik dari Namang"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8908\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-1500x1337.jpg\" alt=\"Empu Alat Musik dari Namang. Kompas. 5 Januari 2015.Hal.16\" width=\"823\" height=\"734\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Perajin lain menyerahkan penyelesaian pekerjaan mereka kepadanya. Pemusik dari sejumlah pulau pun tak ragu memintanya membuat alat musik sesuai keinginan mereka. Dari bengkel di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kusyadi (45) pun melayani pesanan-pesanan itu dengan keahliannya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>OLEH KRIS RAZIANTO MADA<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cI<\/strong>ni pesanan dari Riau dan Bengkulu. Ada juga dambus (gitar tradisional yang biasa dipergunakan dalam musik Melayu, Timur Tengah, dan Asia Selatan) separuh jadi dari perajin di tempat lain, dia minta setel ulang. Pemesannya tidak puas dengan setelah yang ada,\u201dujar ayah tiga anak itu sambil menunjukkan sebagian dari dambus yang belum selesai dikerjakan yang ada di bengkelnya.<\/p>\n<p>Pesanan ke bengkel Kusyadi tidak hanya datang dari Bangka dan Sumatera, tetapi juga dari Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi.<\/p>\n<p>Di seluruh Bangka, nama Kusyadi akan segera disebut jika ada yang bertanya tempat pembuatan alat musik tradisional. Dari bengkel yang dibuat di belakang rumah, Kusyadi melayani pembuatan dambus, gendang, dan tamtam (sejenis kolintang).<\/p>\n<p>Keahlian untuk membuat alat-alat musik tersebut dipelajari Kusyadi secara otodidak. Sejak kecil ia terbiasa mendengarkan ayahnya, Abusama, memainkan dambus. Pengalaman itulah yang menjadi bekal berharga bagi Kusyadi.<\/p>\n<p>\u201cWaktu kami tinggal di Belitung, hampir setiap hari ayah memainkan dambus,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Tidak heran jika Kusyadi juga mahir memainkan dambus. Bahkan, berkat kepiawaian memainkan dambus, pada 2008 ia mendapat penghargaan. \u201cSaya mendapat rekor MURI untuk bermain dambus selama 24 jam tanpa henti,\u201dtuturnya.<\/p>\n<p>Saat ini, sesekali Kusyadi ikut pentas bersama musisi tradisional di Bangka Belitung. Namun, kesibukan utamanya tetap di bengkel di Desa Namang.<\/p>\n<p><strong>Pilihan<\/strong><\/p>\n<p>Kusyadi fokus pada keahliannya untuk membuat alat musik tradisional itu sejak 2008. Sebelum itu, pembuatan alat musik tersebut hanya dikerjakannya sambil lalu. Waktunya lebih banyak dihabiskan sebagai pekerja pemborong aneka proyek pembuatan jalan dan saluran air di Bangka.<\/p>\n<p>\u201cLama-lama saya tidak tahan, terlalu banyak yang diurus. Pekerja yang kecelakaan, tender yang rumit, macam-macam urusannya. Bahkan, saya sering harus menombok banyak sekali,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Di tengah kejenuhan yang dialaminya akibat proyek itu, ia sering memainkan dambus. Sebagai orang yang dibesarkan serta akrab dengan musik Melayu dan Timur Tengah sejak kecil, Kusyadi pun bisa merasakan jika ada alat musik yang tidak pas nadanya. Karena itu, ia terkadang tidak puas dengan dambus milik orang lain yang didengarnya. Kepuasan itulah yang mendorongnya untuk mencoba membaut sendiri.<\/p>\n<p>\u201cDambus pertama yang saya buat masih tersimpan sampai sekarang,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Garapan tangannya itu ternyata memuaskan musisi lain di Bangka Belitung. Awalnya, mereka datang ke Kusyadi sekedar untuk menyetel ulang dambus milik mereka.<\/p>\n<p>\u201cLama-lama, ada di antara mereka yang meminta untuk dibuatkan yang baru. Dan, permintaan itu juga cukup banyak,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Akhirnyam Kusyadi memutuskan sepenuhnya sebagai pembuat alat musik tradisional. Bermula dari dambus, ia kemudian melayani pembuatan alat musik tradisional lainnya.<\/p>\n<p>\u201cSelama bahannya terbuat dari kayu dan saya bisa menyetelnya, akan saya buatkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Bahan baku memang tidak jadi masalah jika bahannya dari kayu. Pasalnya, hutan Desa Namang, tempat Kusyadi tinggal, masih menyediakan pasokan yang cukup banyak. Ia tinggal memilih kualitas kayu-kayu yang sesuai.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak perlu mencari bahan jauh-jauh. Jalan kaki sedikit, sudah sampai ke hutan desa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di hutan desa tersebut tersedia beragam jenis kayu. Kusyadi pun tinggal menyesuaikan jenis kayu apa yang cocok untuk dibuat alat musik tradisional sesuai permintaan.<\/p>\n<p>Kusyadi tidak sembarang menebang pohon dari hutan tersebut. Warga Desa Namang sudah punya kesepakatan untuk tidak menebang pohon-pohon yang menjadi tempat hinggap atau sumber bunga untuk lebah. Selain itu, pohon yang sudah menjadi inang jamur juga tidak boleh ditebang.<\/p>\n<p>Pasalnya, madu dan jamur memang menjadi andalan penghasilan bagi warga Desa Namang. Karena itu, warga desa membuat kesepakatan untuk tetap melestarikan hutan.<\/p>\n<p>\u201cKami hanya ambil kayu yang sudah roboh atau tidak dihinggapi lebah,\u201d ujar Kepala Desa Namang Zaiwan.<\/p>\n<p>Kusyadi dan beberapa perajin kayu di desa itu mematuhi kesepakatan tersebut. Karena itu, Kusyadi akan menolak pemesan yang meminta menggunakan kayu yang dilindungi kesepakatan desa.<\/p>\n<p>\u201cUntuk kayu, saya pakai dari hutan desa. Kalau untuk bahan lain, saya bisa pesan dari luar Bangka. Kulit untuk gendang kadang-kadang saya pesan dari Yogyakarta. Disana kulitnya sudah bagus, bunyinya tidak banyak berubah kalau dipasang di gendang,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><strong>Permintaan musisi<\/strong><\/p>\n<p>Hampir semua alat musik dari bengkel Kusyadi memang dibuat berdasarkan pesanan. Apalagi, setiap pemesan punya selera suara sendiri. \u201cMereka datang dan menyebutkan keinginannya tentang alat musik yang diinginkan. Kami <em>cakap-cakap<\/em> dulu biar pas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Salah seorang seniman tradisi Bangka, Wandasona Alhamd, mengaku sering berdiskusi dengan Kusyadi. Wanda yang tengah memesan sejumla alat dari Kusyadi pun mendapat masukan tentang alat musik yang di pesan dari perajin itu.<\/p>\n<p>\u201cDia piawai bermain musik, jadi mengerti apa kebutuhan seniman. Kalau di perajin lain, sekedar tahu cara pembuatan alat. Kadang selera seniman tidak bisa diterjemahkan,\u201d ujar Wanda.<\/p>\n<p>Musisi pemesan memang terkadang menemukan hasil yang berbeda dengan konsep yang mereka bawa ke bengkel Kusyadi.<\/p>\n<p>\u201cSaya selalu dengar teman-teman puas dengan buatan dia,\u201d ujar Wanda.<\/p>\n<p>Membuat alat musik sesuai dengan keinginan pemesan itu, menurut Kusyadi, sebetulnya cukup berisiko. Itu sebabnya, setiap bulan rata-rata ia hanya bisa membuat 6 dambus dan 3 gendang.<\/p>\n<p>\u201cAlat musik yang saya buat bukan untuk cendera mata. Kalau untuk cendera mata boleh asal bunyi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Standar itu diberitahukannya kepada pemesan. Karena itu, pemesan diminta maklum jika waktu pembuatan setiap alat musik paling sedikit enak hari. Hal tersebut dengan catatan kayu yang akan dipakai sudah kering dan siap diolah.<\/p>\n<p>\u201cAda pemesan yang harus menunggu sampai tiga bulan karena kayunya lambat kering. Tidak bisa dijemur di ruang terbuka karena serat kayu bisa rusak dan bunyinya jadi fals,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kusyadi memang tidak ingin menghasilkan alat musik berbunyi fals. Bagi dia, pembuatan alat musik tradisional bukan sekadar mencari nafkah.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak mau keluarga kami malu gara-gara dambus dari sini bersuara jelek,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><strong>KUSYADI<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u25aa<\/strong><strong> Lahir\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/strong> Belitung, 17 Agustus 1969<\/p>\n<p><strong>\u25aa<\/strong><strong> Penghargaan :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>2008 : pemain dambus 24 jam tanpa henti<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas.Senin.5 Januari 2015.Hal.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perajin lain menyerahkan penyelesaian pekerjaan mereka kepadanya. Pemusik dari sejumlah pulau pun tak ragu memintanya membuat alat musik sesuai keinginan mereka. Dari bengkel di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kusyadi (45) pun melayani pesanan-pesanan itu dengan keahliannya. OLEH KRIS RAZIANTO MADA \u201cIni pesanan dari Riau dan Bengkulu. Ada juga dambus (gitar tradisional yang biasa dipergunakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8908,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kusyadi - Empu Alat Musik dari Namang - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kusyadi - Empu Alat Musik dari Namang - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perajin lain menyerahkan penyelesaian pekerjaan mereka kepadanya. Pemusik dari sejumlah pulau pun tak ragu memintanya membuat alat musik sesuai keinginan mereka. Dari bengkel di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kusyadi (45) pun melayani pesanan-pesanan itu dengan keahliannya. OLEH KRIS RAZIANTO MADA \u201cIni pesanan dari Riau dan Bengkulu. Ada juga dambus (gitar tradisional yang biasa dipergunakan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-21T03:31:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"810\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"646\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Kusyadi &#8211; Empu Alat Musik dari Namang\",\"datePublished\":\"2017-07-21T03:31:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/\"},\"wordCount\":929,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/\",\"name\":\"Kusyadi - Empu Alat Musik dari Namang - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-21T03:31:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg\",\"width\":810,\"height\":646},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kusyadi &#8211; Empu Alat Musik dari Namang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kusyadi - Empu Alat Musik dari Namang - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kusyadi - Empu Alat Musik dari Namang - Library","og_description":"Perajin lain menyerahkan penyelesaian pekerjaan mereka kepadanya. Pemusik dari sejumlah pulau pun tak ragu memintanya membuat alat musik sesuai keinginan mereka. Dari bengkel di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kusyadi (45) pun melayani pesanan-pesanan itu dengan keahliannya. OLEH KRIS RAZIANTO MADA \u201cIni pesanan dari Riau dan Bengkulu. Ada juga dambus (gitar tradisional yang biasa dipergunakan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-07-21T03:31:30+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:14+00:00","og_image":[{"width":810,"height":646,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Kusyadi &#8211; Empu Alat Musik dari Namang","datePublished":"2017-07-21T03:31:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/"},"wordCount":929,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/","name":"Kusyadi - Empu Alat Musik dari Namang - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg","datePublished":"2017-07-21T03:31:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Empu-Alat-Musik-dari-Namang.-Kompas.-5-Januari-2015.Hal_.16-e1500607878430.jpg","width":810,"height":646},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kusyadi-empu-alat-musik-dari-namang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kusyadi &#8211; Empu Alat Musik dari Namang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8907"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9333,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8907\/revisions\/9333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}