{"id":908,"date":"2015-07-10T15:51:37","date_gmt":"2015-07-10T08:51:37","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=908"},"modified":"2025-05-01T12:33:16","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:16","slug":"ciptakan-kebaikan-dengan-bermain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/","title":{"rendered":"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-909\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33.jpg\" alt=\"Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33\" width=\"1500\" height=\"1196\" \/><\/a><\/p>\n<p>Fungsi bermain pada anak sebenarnya tak sekedar mengisi waktu luang. Fungsinya dapat digunakan lebih penting dari hal tersebut. Manfaat positif bermain pada anakpun tak hanya memberikan kesenangan pada anak, tetapi juga membantu anak untuk mengekspresikan siapa dirinya. Selain itu, bermain pada anak melatih mereka untuk dapat belajar bersosialisasi dengan orang lain dan memupuk daya kreativitas.<\/p>\n<p>Tak terbatas hal tersebut, bermain nyatanya digunakan sebagai alat terapi untuk dapat membimbing anak-anak berkebutuhan khusus, contohnya autis dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Bahkan, bermain juga dapat membentuk hubungan antara orang tua dan anak menjadi sehat dan lebih baik. Sayangnya, di Indondesia, belum banyak klinik yang secara khusus hadir dengan teknik terapi bermain. Teknik ini pun sudah sering diterapkan dan dikenal di luar negeri, khususnya di Amrika Serikat (AS) dan Negara-negara di Eropa. Banyak pula penelitian yang telah membahas tentang terapi bermain. Bahkan sejak, 1982 telah berdiri the association for play therapy (APT) di Clovis, California, AS.<\/p>\n<p>Menyadari hal tersebut, Rainbow Castle, sebuah klinik terapi bermain akhirnya dibentuk oleh Belinda Agustya MPsi Psikolog, Devi Raissa MPsi Psikolog dan Devi Sani MPsi Psikolog, Rainbow Castle bermula dari pengalaman mereka selama menjadi psikolog anak. Mereka melihat bagaimana bermain mempunyai kekuatan yang begitu besar untuk membantu seorang anak membentuk dirinya. \u201cAwal mulanya tercetus ide Rainbow Castle adalah kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa bermain itu bukan sekedar mengisi waktu luang. Masih banyak orang tua yang menganggap bahwa bermain itu bukan sekedar mengisi waktu luang. Masih banyak orang tua yang menganggap bahwa bermain itu tidak memberikan manfaat yang positif bagi anak. Padahal, bermain bagi anak usia sekolah atau dalam periode tumbuh kembang hingga usia 7 tahun misalnya, sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter mereka dan dapat memperbaiki hubungan antara orang tua-anak, \u201cterang Belinda\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kenali dari sendiri<\/p>\n<p>Terapi bermain yang diterapkan dalam Rainbow Castle terbagi menjadi tiga, yaitu terapi bermain, theraplay dan parent-child interaction therapy (PCIT). Terapi bermain lebih dimaksudkan untuk anak berusia 1-7 tahun. Pola terapi lebih ditujukan untuk pengembangan karakter anak dan data kreativitas anak. Oleh sang terapis, anak-anak akan diberikan kebebasan untuk bermain sesuai dengan selera mereka. Terapis hanya membimbing. Terapi Theraplay dan PC IT lebih ditujukan untuk memperbaiki hubungan orang tua dengan anak melalui media bermain. Media bermain pun disesuaikan dengan keperluan yag dibutuhkan. Perbedaannya, Theraplay merupakan suatu treatment untuk membina interaksi yang lebih sehat antara orang tua dan anak. Sementara itu,PC IT merupakan suatu treatment yang dikembangkan untuk mengajarkan orang tua cara-cara menerapkan gaya pengasuhan autoritatif terhadap anak mereka.<\/p>\n<p>Belinda, misalnya, pernah menangani seornag anak berusia 5 tahun 6 bulan yang mempunyai masalah dalam mengontrol emosinya. Di sekolah, anak tersebut pernah menggigit temannya. Bahkan dia juga sering menentang perkataan orang tuanya. Dia juga pernah mengeluarkan kata-kata kasar ketika sedang dinasehati oleh gurunya. Setelah diobservasi, ternyata perilaku anak tersebut sudah masuk ke dalam rentang klinis. Hal ini tentunya, harus ada tindakan selanjutnyadan masalah yang dihadapi oleh anak itu agar tak berkepanjangan sampai dewasa. Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis yang telah dilakuakan Belinda, ternyata hubungan sang anak dengan ibunya kurang sehat sejak awal kehidupan anak tersebut. Bermula dari sindrom baby blues yang dialami sng ibu akhirnya anaknya menjadi kurang kasih sayang. Elemen nature tidak berjalan dengan baik antara ibu dan anaknya. Padahal, teori dasar tentang hubungan orang tua dan anak harus terdapat 4 elemen yakni structure, engagement, nurture, dan challenge.<\/p>\n<p>\u201cSetelah diketahui, apa yang diperlakukan antara anak dan ibunya tersebut, dipilihlah terapi theraplay-nya lebih sering bermain dengan hal-hal yang mengandung elemen nurture. Contohnya, bermain suap-suapan makan. Orang tua pun tak lepas begitu saja, selama terapi selalu diberikan pekerjaan rumah untuk bermain dengan anaknya. Kami juga membimbing orang tua bagaimana meghadirkan permainan yang sesuai. Setelah 9 kali pertemuan, akhirnya hubungan ibu dan anak tersebut mulai lebih sehat dan baik. Sang anak tidak berperilaku buruk lagi di sekolah. Dia sudah bisa mnegontrol emosinya, \u201ckenang Belinda. (ACH).<\/p>\n<p>sumber: KOMPAS. 24 JUNI 2015 HAL 33<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Fungsi bermain pada anak sebenarnya tak sekedar mengisi waktu luang. Fungsinya dapat digunakan lebih penting dari hal tersebut. Manfaat positif bermain pada anakpun tak hanya memberikan kesenangan pada anak, tetapi juga membantu anak untuk mengekspresikan siapa dirinya. Selain itu, bermain pada anak melatih mereka untuk dapat belajar bersosialisasi dengan orang lain dan memupuk daya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":909,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-908","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ciptakan Kebaikan dengan Bermain - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Fungsi bermain pada anak sebenarnya tak sekedar mengisi waktu luang. Fungsinya dapat digunakan lebih penting dari hal tersebut. Manfaat positif bermain pada anakpun tak hanya memberikan kesenangan pada anak, tetapi juga membantu anak untuk mengekspresikan siapa dirinya. Selain itu, bermain pada anak melatih mereka untuk dapat belajar bersosialisasi dengan orang lain dan memupuk daya...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-10T08:51:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"127\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain\",\"datePublished\":\"2015-07-10T08:51:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/\"},\"wordCount\":631,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/\",\"name\":\"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-10T08:51:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg\",\"width\":720,\"height\":127},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain - Library","og_description":"&nbsp; Fungsi bermain pada anak sebenarnya tak sekedar mengisi waktu luang. Fungsinya dapat digunakan lebih penting dari hal tersebut. Manfaat positif bermain pada anakpun tak hanya memberikan kesenangan pada anak, tetapi juga membantu anak untuk mengekspresikan siapa dirinya. Selain itu, bermain pada anak melatih mereka untuk dapat belajar bersosialisasi dengan orang lain dan memupuk daya...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-07-10T08:51:37+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:16+00:00","og_image":[{"width":720,"height":127,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain","datePublished":"2015-07-10T08:51:37+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/"},"wordCount":631,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/","name":"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg","datePublished":"2015-07-10T08:51:37+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ciptakan-Kebaikan-dengan-Bermain.Kompas.-24-Juni-2015.-Hal.33-e1491466310241.jpg","width":720,"height":127},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-kebaikan-dengan-bermain\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciptakan Kebaikan dengan Bermain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=908"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/908\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5893,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/908\/revisions\/5893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}