{"id":9976,"date":"2017-08-08T14:07:32","date_gmt":"2017-08-08T07:07:32","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=9976"},"modified":"2025-05-01T12:20:32","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:32","slug":"hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/","title":{"rendered":"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-9977\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-872x1500.jpg\" alt=\"2. Belajar Hospital Tourism di Fuda Cancer Hospital Guangzhou, Tiongkok. Jawa Pos.23 Agustus 2014.Hal.1,19\" width=\"1112\" height=\"1913\" \/><\/a><\/p>\n<p>Vonis kanker stadium empat membuat sebagian pasien di Fuda Cancer Hospital Guangzhou seperti tidak punya harapan hidup lagi . Tapi , sebagian lainnya tetap terus berjuang melawan penyakit ganas itu . Tak sedikit yang akhirnya sembuh total . SITI AISYAH , Guangzhou WAJAH Hardi Mustakim Tjiong tam pak berseri &#8211; seri . Senyumnya terus mengembang kepada pembesuknya . Jika Hardi tak memakai baju rumah sakit ( RS ) dan tidak terlihat infus yang tertancap di tangan kanannya , orang bakal mengira pria 69 tahun itu baik baik saja.<\/p>\n<p><strong>Bersemangat setelah mendengar suara cucu harus hendak, penyakitnya bisa kambuh <\/strong><\/p>\n<p>Padahal , dia penderita kanker hati stadium empat . Hanya , dia kini merupakan survivor kanker yang berhasil bertahan dan mendekati sembuh . &#8221; Kalau sedang tidak diinfus , biasanya saya pakai jalan &#8211; jalan , &#8221; ujar Hardi , pasien asal Indonesia , ketika ditemui Jawa Pos di ruang perawatannya di lantai 4 Fuda Cancer Hospital Guangzhou , Tiongkok , Sabtu pekan lalu ( 16\/8 ) .<\/p>\n<p>Di rumah sakit khusus kanker itu terdapat pasien dari berbagai negara . Salah satunya dari Indonesia . Bahkan , pasien dari Indonesia terbilang paling banyak di antara pasien dari negara lain . Dalam setahun rata &#8211; rata ada 300-500 pasien dari Indonesia yang menjalani pengobatan di RS yang memberikan layanan.<\/p>\n<p>Hardi adalah salah seorang pasien yang Idni menjalani pengobatan intensif di Fuda Mengenakan apron antiradiasi , Hardi bercerita bahwa sebelumnya dirinya tidak pernah sakit parah . Sampai pada awal 2003 dia di- diagnosis menderita hepatitis C yang meng- akibatkan sirosis atau pengerasan hati . Namun , dengan pengobatan teratur , sirosis yang dia derita berhasil disembuhkan .<\/p>\n<p>Kondisi Hardi benar &#8211; benar sehat sampai awal Juni 2010 tiba &#8211; tiba dadanya sesak . Tak mau mengambil risiko , Hardi langsung pergi ke dokter untuk memeriksakan diri . Awalnya dia hanya di &#8211; USG ( ultrasonografi ) . Hasilnya . diketahui ada benjolan di area livernya . Tak puas , bapak tiga anak itu akhirnya mela kukan CT &#8211; scan . Hasilnya serupa , ada benjolan sebesar kurang lebih 10 sentimeter di livernya yang menekan paru &#8211; paru . Karena itulah , dia kerap merasa sesak . Salah seorang dokter yang memeriksanya menjelaskan bahwa pasien hepatitis C , meski sudah sembuh , harus menjaga pola makan dengan disiplin . dan berkembang menjadi kanker hati sepuluh tahun kemudian . &#8221; Mendengar penjelasan seperti itu , saya langsung shock &#8221; ungkap suami Maria Murniati tersebut .<\/p>\n<p>Hardi lantas mencari second opinion dari dokter lain , namun hasilnya sama . Bahkan , yang menambah kaget . seorang doktery yang memeriksanya menyatakan bahwa kanker yang diderita Hardi sudah masuk stadium 4B . Harapan kesembuhannya sangat tipis . Hanya mukjizat yang bisa membuatnya sembuh .<\/p>\n<p>&#8221; Saya divonis hanya mampu bertahan enam hati stadium 4B . Masih tahun 2010 tambah.<\/p>\n<p>Tapi , vonis dokter tersebut tak lantas membuat Hardi terpuruk . Dia tetap bersemangat men- jalani hidup . Bagi dia semangat merupakan 30 persen modal untuk bisa sembuh . Bersama anak &#8211; anaknya . Hardi lalu mencari RS yang bisa menyembuhkan kankemya . Baik itu lewat in- formasi dari kenalan maupun internet . Fasil- nya , Hardi dan keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan di Fuda Cancer Hos rusak pital . Sebab , di RS tersebut pengobatan kanker bisa dilakukan tanpa operasi .<\/p>\n<p>Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan , tim dokter di Fuda juga menyatakan bahwa kanker yang diderita Hardi sudah masuk stadium 4B Namun kanker itu belum menyebar Selama 2010 dia menjalani lima kali i cryosurgery dan tujuh kali kemoterapi dengan metode TACE di Fuda .<\/p>\n<p><em>\u00a0Cryosurgery<\/em> adalah metode untuk mematikan sel kanker dengan mendinginkannya , kemudian memanaskannya sehingga sel kanker dan menyusut . Sedangkan metode TACE merupakan kemoterapi yango gobatnya diberikan di area kanker saja dengan dosis lebih besar Hasilnya , kesembuhan lebih cepat dengan efek samping lebih ringan.<\/p>\n<p>Akhir 2010 Hardi dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke Indonesia . Dalam dua kali pemeriksaan rutin pada 2011 dan 2012 pun , tidak ditemuka tidak ditemukan sel kanker di tubuh Hardi . Dia begitu lega .<\/p>\n<p>Tapi , pada 2013 Hardi kembali shock . Pasal- nya ditemukan titik kanker baru di livefnya . Sel kanker tersebut ditemukan secara tidak sengaja . Saat itu Hardi mengikuti kegiatan pe ngobatan dan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan sebuah lembaga . Tak diduga , hasil pemeriksaan tersebut mengindikasikan sebuah titik yang bergerak . Setelah diteliti lebih jauh , itu ternyata sel kanker baru yang tumbuh lagi . Maka , pada akhir Desember 2013 Hardi kembali berobat ke Fuda di Guangzhou . Dia melakukan cryosurgery satu kali di RS internasional tersebut . Seminggu kemudian dia pulang ke Jakarta.<\/p>\n<p>Terakhir , Sabtu pekan lalu bapak murah se nyum itu datang untuk melakukan seed knife therapy . Yaitu terapi dengan menanam pisau halus yang berupa biji radioaktif iodine 125 di area sel kanker . Tubuh Hardi akan n mengeluar- kan n radiasi selama kurang lebih 59 hari . Karena iga itulah , dia harus memakai apron ke mana &#8211; mana Dia agar orang yang berada di dekatnya tetap 8 dung dari radiasi yang dipancarkan tubuhnya .<\/p>\n<p>Saking seringnya berobat ke Fuda kenal dengan banyak dokter dan perawat Pribadinya yang ramah hjuga membuatnya cepat in pasien lain . Kini , saat berobat . Har di pergi sendiri tanpa didampingi keluarga .<\/p>\n<p>Di Fuda Hospital Hardi juga dikenal karena kemurahan hatinya membantu pasien lain . Dia memiliki keahlian bahasa Mandarin . Maka saat staf penerjemah Mandarin &#8211; Indonesia di RS itu sudah pulang atau libur , Hardi dengan mau menjadi penerjemah bagi pasien Indonesia dan dokter atau perawat setempat .<\/p>\n<p>Pasien lain yang tak kalah Brahmana Silalahi , 67. Dia adalah mantan pejabat Pertamina yang divonis menderita kanker prostat pada 2009. Awalnya dia mengeluh saat buang air kecil . Badannya lemas dan sering berkeringat . Bahkan beberapa kali kencingnya mengeluarkan darah .<\/p>\n<p>Semula Brahmana berobat di sebuah RS swasta di Jakarta . Namun , dokter yang mera- ngani terkesan menggampangkan keluhan Saking seringnya ke Fuda , Hardi akrab dengan dan masuk kategori ganas turuti Brahmana . Kata dokter , hanya dengan mema sang kateter di saluran kencing , penyakit Brah mana sudah bisa sembuh .<\/p>\n<p>Tak puas dengan tindakan dokter RS itu , Brahmana kembali memeriksakan keluhannya di RS di Singapura . Dari situlah penyakitnya diketahui , yakni kanker prostat stadium tiga.<\/p>\n<p>Brahmana kaget bukan kepalang ketika divonis terkena kanker ganas . Dia langsung memutuskan pulang . Ayah seorang anak ter sebut lalu bersiap menjalani pengobatan lebih lanjut . Namun , sebelum itu , selama se tahun dia bertekad menyelesaikan hal &#8211; hal yang menurut dia harus dituntaskan . Di anta ranya menikahkan putri semata wayangnya serta menyelesaikan utang piutangnya . &#8221; Alham dulillah , semua bisa selesai dalam setahun . &#8221; ujar konsultan perminyakan tersebut .<\/p>\n<p>Brahmana lalu berobat selama 1,5 tahun di Singapura . Pada awal 2011 dia dinyatakan sem buh . Dia kemudian mulai sibuk dengan akti vitas seperti biasa . Namun , pada fuli 2011 dia kembali merasakan sakit , tapi pada tulang . tulang tubuhnya . Maka , dia pun pergi lagi ke Singapura untuk memeriksakan diri . Hasilnya , dokter menyatakan bahwa kanker yang diderita Brahmana ternyata telah menyebar dan sudah masuk stadium empat . Dia harus menjalani kemoterapi , tapi memilih pulang .<\/p>\n<p>Di tengah kegalauan Brahmana mencari pe ngobatan , Menteri BUMN Dahlan Iskan yang pemah menjalani operasi ganti hati di RS Tian jin , Tiongkok , lalu menyarankan dia berobat ke Negeri Panda itu . Saran tersebut dan pilihannya jatuh ke Puda Cancer Hospital . &#8221; Saya percaya kepada Pak Dahlan , &#8221; ujarnya .<\/p>\n<p>Di Fuda Brahmana melakukan positron emission tomography ( PET ) scan . Hasilnya , kanker di tubuhnya telah menyebar ke iga , leher , tulang panggul , dan tulang belakang . 8 kali TACE . &#8221; Pada 2012 saya kembali dinyatakan ujar suami Hariana Brahmana itu .<\/p>\n<p>Namun , kesembuhan tersebut tak berlangsung lama . Pada akhir 2013 kankemya kembali mun cul dit tempat yang sama , termasuk di prostat . Kini Brahmana kembali ke Puda Cancer Hos pital . Dia menjalani imunoterapi untuk me . ningkatkan sistem kekebalan tubuhnya . Dia juga berencana menjalani terapi stem cell .<\/p>\n<p>Selama Brahmana sakit keluarga menjadi penyokong utama semangatnya melawan penyakit ganas itu . Sang istri dengan setia terus mendampingi . Suara dari cucu saat ditelepon juga membuatnya kian bersemangat untuk kembali sehat .<\/p>\n<p>Brahmana mengakui , saat divonis menderita kanker ganas , dirinya sempat benar &#8211; benar down . Namun , hal itu tak berlangsung lama . Dia kini sudah bisa melupakan penyakitnya tersebut dan justru sering membagi pengalamannya menjadi pasten kanker kepada pasien &#8211; pasien lain . Banyak pasien yang datang ke rumahnya untuk bertanya seputar pengobatannya . &#8221; Saya selalu terbuka untuk sharing agar bisa mem bantu pasien lain , &#8221; pungkasnya . ( * \/ c9 \/ ari )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Jawa-Pos.23-Agustus-2014<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vonis kanker stadium empat membuat sebagian pasien di Fuda Cancer Hospital Guangzhou seperti tidak punya harapan hidup lagi . Tapi , sebagian lainnya tetap terus berjuang melawan penyakit ganas itu . Tak sedikit yang akhirnya sembuh total . SITI AISYAH , Guangzhou WAJAH Hardi Mustakim Tjiong tam pak berseri &#8211; seri . Senyumnya terus mengembang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9977,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-9976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Vonis kanker stadium empat membuat sebagian pasien di Fuda Cancer Hospital Guangzhou seperti tidak punya harapan hidup lagi . Tapi , sebagian lainnya tetap terus berjuang melawan penyakit ganas itu . Tak sedikit yang akhirnya sembuh total . SITI AISYAH , Guangzhou WAJAH Hardi Mustakim Tjiong tam pak berseri &#8211; seri . Senyumnya terus mengembang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-08T07:07:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain\",\"datePublished\":\"2017-08-08T07:07:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/\"},\"wordCount\":1265,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/\",\"name\":\"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-08T07:07:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg\",\"width\":1216,\"height\":536},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain - Library","og_description":"Vonis kanker stadium empat membuat sebagian pasien di Fuda Cancer Hospital Guangzhou seperti tidak punya harapan hidup lagi . Tapi , sebagian lainnya tetap terus berjuang melawan penyakit ganas itu . Tak sedikit yang akhirnya sembuh total . SITI AISYAH , Guangzhou WAJAH Hardi Mustakim Tjiong tam pak berseri &#8211; seri . Senyumnya terus mengembang...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-08-08T07:07:32+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:32+00:00","og_image":[{"width":1216,"height":536,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain","datePublished":"2017-08-08T07:07:32+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/"},"wordCount":1265,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/","name":"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg","datePublished":"2017-08-08T07:07:32+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/2.-Belajar-Hospital-Tourism-di-Fuda-Cancer-Hospital-Guangzhou-Tiongkok.-Jawa-Pos.23-Agustus-2014.Hal_.119-e1502176041878.jpg","width":1216,"height":536},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hardi-bak-di-rumah-sendiri-brahmana-jadi-jujukan-pasien-lain\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hardi bak di Rumah Sendiri, Brahmana Jadi Jujukan Pasien Lain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9976"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23100,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9976\/revisions\/23100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}