Sumber: Harian Disway

Xue Er Bu Yan

20 September 2025

PEPATAH Tiongkok kuno 学而不厌 (xué ér bù yàn) yang artinya tak pernah jemu belajar, menjadi pengingat pentingnya belajar sepanjang hayat. Pepatah ini terasa melekat dalam perjalanan hidup Irra sebagai dosen, penulis produktif, dan penggerak inovasi pendidikan di bidang kuliner dan bisnis.

Sebagai dosen di Program Studi Tourism, Culinary Business, Universitas Ciputra, Irra menghadirkan konsep pembelajaran yang membumi, menyentuh langsung realitas bisnis kuliner, dan berkolaborasi dengan industri, masyarakat, hingga media. Prinsip Xue Er Bu Yan mendorongnya untuk memperkaya diri dan membagikan ilmu kepada generasi muda.

Irra percaya bahwa dapur bukan hanya tempat memasak, melainkan laboratorium kehidupan. Dari dapur, seseorang bisa belajar disiplin, kreativitas, manajemen waktu, hingga kolaborasi tim. Filosofi ini yang ia terapkan dalam berbagai kelasnya. “Setiap resep adalah ilmu. Setiap kegagalan masakan adalah proses belajar. Dan setiap inovasi menu adalah wujud keberanian mengambil risiko,” ujarnya.

Meski sudah menulis hingga 50 buku, namun Irra tetap konsisten menulis. Sebab, baginya, menulis bukan sekadar menuangkan ide, tetapi juga sarana belajar ulang, mendalami topik, dan meninggalkan warisan pengetahuan. Setiap
judul bukunya, lahir dari riset, pengalaman lapangan, dan refleksi personal. “Menulis itu seperti memasak. Butuh bahan, resep, teknik, dan yang paling penting: cinta. Tanpa cinta, tulisan terasa hambar,” katanya.

Pepatah Tiongkok kuno menyebut, ‘Jika engkau merencanakan setahun, tanamlah padi. Jika engkau merencanakan sepuluh tahun, tanamlah pohon. Jika engkau merencanakan seumur hidup, didiklah manusia’ (-it, ₹如树谷; 十年之计,莫如树木; 终身之计,莫如树人). Irra memilih jalan ketiga: mendidik manusia. Melalui kelas, buku, seminar, dan karyanya, ia meninggalkan warisan yang akan terus hidup. Baginya, Xue Er Bu Yan bukan hanya prinsip pribadi, melainkan pesan universal bagi siapapun yang ingin bertumbuh. “Kalau saya bisa, berarti orang lain pun bisa. Yang penting jangan berhenti belajar, jangan berhenti mencoba. Ilmu itu akan selalu menemukan jalannya untuk bermanfaat,” katanya.

Dalam era yang serba cepat ini, teknologi bisa membuat orang terlena pada instan, pesan Xue Er Bu Yan kembali mengingatkan: tidak ada jalan pintas menuju keberhasilan. Hanya dengan belajar tanpa henti, kita bisa terus relevan, berdaya, dan memberi arti. Seperti Irra yang memilih menjadikan belajar sebagai gaya hidup, kita pun bisa menemukan makna dan jalan masing-masing. Pada akhirnya, belajar bukan sekadar proses akademis, melainkan perjalanan hidup yang tiada akhir.