Dengan Jaringan di 124 negara, bergabung di JCI chapter Jatim membuat para anggota mendapat kesempatan terbuka menggali berbagai potensi. Bukan hanya kalangan pengusaha yang bisa bergabung, profesional muda lintas profesi juga boleh.
Janice Kariyadi hanya kenal satu orang ketika kali pertama bergabung dengan Junior Chamber International (JCI) tiga tahun lalu: Jonathan Handoko, Jonathan pula yang mengenalkannya ke organisasi tersebut.
“Selain Ko Jojo, saya nggak kenal siapa-siapa waktu itu,” kenangnya.
Saat itu Janice masih menjadi mahasiswa semester tiga jurusan International Business Management Internasional (IBM-IC) di sebuah universitas di Surabaya. Dan dia telah aktif di beberapa organisasi, mulai himpunan mahasiswa hingga beberapa unit kegiatan mahasiswa. Namun dia merasa masih ada yang kurang.
Karena itu, dia curhat ke Jojo, CEO Mom Uung, karena merasa ingin punya jaringan yang lebih besar. Dari sanalah di akenal ICI Chapter Jawa Timur (Jatim). Yang membuatnya tertarik bergabung ke komunitas tersebut karena anggota JCI berada di rentang usia 18 – 40 tahun. Apalagi 80 persen dari anggota merupakan pengusaha.
“Saya merasa kalau bisa mengenal punya kenalan orang-orang ini, mungkin di masa depan saya bisa terbantu. Karena kampus juga menegaskan mahasiswanya untuk membuat usaha sendiri,” ungkap young ambasador JCI Chapter Jatim 2022 tersebut.
Dan, keinginan itu benar-benar terwujud. Saat ini, Janice mengelola production house yang berawal dari proyek kampus. Proyek-proyek awal yang dikerajakn pun datang dari komunitasnya. Itu kian meyakinkannya untuk semakin aktif berkiprah dalam organisasi tersebut.
Philip Pangestu, presiden JCI Chapter Jatim periode 2022 tahu benar manfaat dari komunitas tersebut. Saat chapter Jatim dibentuk pada 2015 dia merupakan angkatan yang pertama, “Awalnya kita melihat bahwa sejarah JCI ini sangat panjang. Secara global, JCI sudah berusia 106 tahun,” paparnya.
Dengan jaringan di 124 negara, dia mengaku bahwa potensi yang bisa digali organisasi tersebut sangat besar. Sebab organisasi yang menjadi rekanan PBB untuk sustainable development goals itu memang bertujuan memupuk generasi muda menjadi pemimpin. Mantan anggotanya, antara lain taipan Bill Gates, atlet NBA , Larry Bird, hingga Presden RI Jojko Widodo.
Karena itu, dia menegaskan bahwa bukan hanya pengusaha yang boleh bergabung dengan komunitasnya. Profesional muda seperti dokter akademisi juga bisa, “Jaringan kita ada di banyak negara. Banyak teman-teman yang pergi ke Korea Selatan atau Jepang dan bersua dengan teman satu organisasi,” katanya.
JCI Chapter Jatim, lanjut dia. Punya empat pilar. “Selain bisnis, sosial, dan individual, juga ada pilar internasional yang memberi tiap angggota kesempatan bertukar pengalaman dengan kawan di seberang sana, ” paparnya.
Sisa waktu Pangestu di komunitasnya memang tak lama lagi. Tahun depan dia bakal menginjak usia 40 tahun. Namun dia mengaku masih banyak belajar dari komunitas tersebut.
Sebagai salah satu yang tertua dia organisasi tersebut, dia mengaku justru mendapatkan ilmu dan wawasan baru dari para junior. Mulai tentang metaverse, token NFT, hingga teknologi lain.
“Jack, yang muda bergabung untuk belajar pengalaman kami. Tapi, kami yang senior juga belajar dari yang muda,” jelasnya.
Mizan Sulthon juga merasakan besar manfaat dari bergabung dengan JCI. Sebelumnya dia lebih dulu berkegiatan di sejumlah organisasi kepemudaan lain. Namun, dia merasa bahwa JCI. Sebelumnya dia lebih dulu berkegiatan di sejumlah organisasi kepemudaan lain. Namun, dia merasa bahwa JCI menawarkan networking (jejaring) yang berbeda dari lain.
Buntutnya, mata penerus jaringan laynan laboratorium Parahita itu terbuka lebar. Selain sering mendengarkan pemikiran pengusaha lain melalui CEO talk, lewat company visit (kunjungan ke tempat usaha), dia bisa melihat langsung bagaimana operasional berbagai perusahaan, baik nasional maupun global, “Banyak peluang kolaborasi dan kerjasama di dalam wadah ini,” imbuhnya.

