Perhatian, tema hari ini tidak halal ya. Buat teman teman muslim yang tidak menyantap daging babi, boleh di-skip saja. Tapi kalau ingin menambah wawasan, silakan. Menjelang Imlek, pasti daging babi bakal ada dalam salah satu menu jamuan di keluarga-keluarga Tionghoa. Dalam kesempatan ini, saya bagikan apa manfaat daging babi kesehatan kita.
DAGING babi adalah nama kuliner untuk daging yang diambi dari ternak (Sus scrofa domesticus). Daging paling umum dikonsumsi di seluruh dunia. Buktinya, peternakan babi sudah ada sejak zaman prasejarah. Daging babi bisa disantan dalam kondisi segar maupun setelah diawetkan. Ham, babi asap, gammon, bacon, dan sosis adalah contoh hasil awetan.
Hidangan yang terbuat dari babi tidak sebanyak hidangan hewani lainnya seperti ayam, sapi, bebek, kambing, dan sebagainya. Ini karena daging babi dilarang atau diharamkan dalam Islam. Meski begitu, secara nutrisi, daging babi mengandung banyak zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh. Misalnya vitamin, mineral, protein, dan berbagai zat lain.
Daging babi sangat populer di Barat dan di Eropa Tengah. Juga di Asia Timur dan Tenggara (Daratan Asia Tenggara, Filipina, Singapura, Timor Leste, dan Malaysia). Daging babi umum dijumpai dalam masakan Asia, terutama di Tiongkok. Karena kandungan lemak dan teksturnya.
Masakan Babi
- Lapchiong
Lapchiong atau lapcheong adalah sosis babi. Dibuat dari daging dan lemak yang dikeringkan. Teksturnya lebih keras dan kasar daripada sosis sapi atau ayam. Cita rasanya manis, dengan aroma bumbu yang khas. Biasanya lapchiong disajikan dalam nasi goreng, nasi campur, bihun goreng dan mie goreng. Saat dimasak, lapchiong dipotong-potong terlebih dahulu. Sosis ini lebih berminyak daripada sosis daging sapi.
- Samcan
Samcan merupakan daging babi yang terdiri dari lapisan daging dan lemak. Dikenal juga dengan istilah pork belly, karena berasal dari bagian perut. Samcan ini sering dianggap sebagai bagian babi yang paling enak. Cita rasanya sangat gurih, berasal dari lemak yang berlapis-lapis dengan daging. Samcan biasanya diolah dengan cara digoreng kering dan garing. Atau dibuat babi panggang renyah atau babi kecap.
- Ham
Ham adalah istilah dalam bahasa Inggris untuk menyebut bagian paha hewan secara umum. Namun, istilah ini lebih sering digunakan untuk menyebut paha babi. Ham babi seluruhnya berupa daging yang padat dan memiliki tekstur lembut. Umumnya ham diproses dengan cara diasapi dan diasinkan. Biasanya dipotong dadu atau diiris tipis untuk isian sandwich atau campuran masakan lainnya.
- Bacon
Istilah bacon sering dipakai untuk istilah daging babi yang diasap. Diambil dari bagian punggung atau perut. Dan berupa irisan tipis dengan lapisan daging dan lemak. Biasanya dipanggang hingga lemak meleleh dan kering. Dijadikan sebagai isian sandwich, burger atau topping telur goreng.
- Sekba
Sekba atau disebut juga bektim adalah hidangan yang terbuat dari jeroan babi khas Tiongkok Selatan. Jeroan (Mulai dari hati, babat, usus, paru-paru dan ada juga yang menambahkan telinga dan lidah) direbus dalam kuah sup yang dibumbui kecap, rempah dan bawang. Mirip semur. Berkuah kecokelatan dengan aroma bunga lawang yang harum. Rasanya manis, gurih, dan asin.
- Bakut
Bakut adalah sebutan untuk iga babi. Umumnya diolah menjadi sup. Dikenal dengan nama bakut teh. Sajian ini populer di Singapura. Seperti sup, kuahnya sedikit keruh dengan potongan iga babi yang empuk gurih. Di Indonesia, bakut biasa dimasak kuah dengan sayur asin. Yang dipakai daging iga babi potongan pendek (short ribs) dan yang panjang. Rasanya jadi asam gurih dan segar, karena tambahan sayur asin.
- Char siu
Char siu merupakan istilah untuk menyebut daging babi panggang dengan bumbu merah khas Kanton. Hidangan ini dikenal juga dengan sebutan barbecue manis. Biasanya dipanggang kering dalam bentuk potongan. Dijual sebagai potongan utuh atau dipotong tipis menjadi lauk wajib nasi campur.
- Lard
Ini adalah istilah untuk menyebut lemak babi. Kualitas terbaik dari lard biasanya diperoleh dari bagian ginjal, sementara kualitas terendah dari bagian usus. Lard biasanya digunakan sebagai minyak atau campuran dalam masakan. Umumnya digunakan untuk pastry untuk meningkatkan teksturnya.
Manfaat Daging Babi
- Kandungan energi yang tinggi
Babi yang diternakkan memiliki tingkat energi yang tinggi, karena mereka banyak makan dan tidak banyak melakukan aktivitas. Daging babi yang diternak menawarkan 457 kalori per 100 gram.
- Protein tinggi
Seporsi berisi 100 gram daging mengandung 11,9 gram protein. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk massa otot, meluruhkan lemak, dan menjaga kekuatan dan kekebalan tubuh. Meskipun kadar proteinnya tinggi, jangan lupa bahwa lemaknya juga terlalu tinggi. Penderita obesitas tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi daging babi.
- Menyediakan kalsium
Daging babi yang dibudidayakan atau liar masing-masing memiliki 7 mg kalsium per 100 gram. Seperti yang kita ketahui, bahwa kalsium sangat penting bagi tubuh untuk menjaga kesehatan tulang. Jadi konsumsi daging babi memberikan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang, mencegah osteoporosis, dan membantu pertumbuhan bagi mereka yang berada di usia pertumbuhan.
- Fosfor
Seratus gram daging babi mengandung 117 mg fosfor. Fosfor diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, mencegah osteoporosis, dan memperkuat tulang. Fosfor juga dapat ditemukan pada -sayuran, udang dan daging merah.
- Mencegah Risiko Anemia
Daging babi juga bermanfaat untuk menyembuhkan anemia. Seperti sapi, babi memiliki kandungan selenium yang merupakan ekstrak yang digunakan untuk mencegah anemia. Anemia ada ah kondisi di mana tubuh yang kekurangan plasma darah merah. Sehingga penderita merasa pusing, lemas, tidak sehat, dan mudah terserang penyakit.
- Melindungi Massa Otot
Kandungan protein yang tinggi pada babi sekaligus berfungsi melindungi massa otot. 7. Pembentukan Sel Darah Merah Daging babi kaya tiamin dan vitamin B yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi tubuh. Kandungannya lebih tinggi daripada daging merah lainnya, seperti daging sapi dan domba. Daging babi juga mengandung vitamin B6 dan B12, yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi otak. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia dan kerusakan neuron. Daging babi juga mengandung niacin, atau vitamin B3, yang memiliki fungsi penting dalam tubuh, baik untuk pertumbuhan dan metabolisme. 8. Sumber Zat Besi dan Zinc
Sebenarnya, daging babi mengandung lebih sedikit zat besi daripada daging domba atau sapi. Namun, ia juga mengandung zinc yang menjadi mineral penting untuk tubuh. Zinc sangat penting untuk otak yang sehat dan sistem kekebalan tubuh.
Risiko Daging Babi
Rasanya gurih dan banyak diolah menjadi berbagai masakan, tentu banyak yang sangat menyukai daging babi. Namun, tetap ada ia mengandung risiko kesehatan. Risiko itu dapat terjadi jika mengonsumsi daging babi secara berlebihan atau cara pengolahannya yang tidak tepat. Berikut beberapa di antaranya.
- Tinggi kandungan garam dan lemak jenuh
- Dapat menyebabkan reaksi alergi
- Dapat mengandung parasit
Seperti halnya daging sapi, daging babi juga jadi santapan sehari-hari masyarakat dunia. Kedua jenis daging hewan ini sama-sama bernutrisi. Secara keseluruhan juga tak jauh berbeda nutrisinya. Tentu semua masakan yang enak mengandung positif dan negatifnya. Tinggal Anda memilih mana yang bermanfaat dan tidak. (Retna Christa-“)
Sumber: Harian Disway.12 Januari 2022. Hal. 36-37

