{"id":10473,"date":"2017-10-20T14:14:56","date_gmt":"2017-10-20T07:14:56","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=10473"},"modified":"2025-05-01T12:37:13","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:13","slug":"ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/","title":{"rendered":"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-10478\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-1500x1016.jpg\" alt=\"ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001\" width=\"1500\" height=\"1016\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Aktifitas tambang batu alam pernah memberikan kesejahteraan bagi keluarga besar Ujang Sahla (59). Namun, sejak 18 tahun lalu, Ujang memutuskan untuk berhenti. Dia ingin menyelamatkan alam dari kehancuran akibat penambangan batu dan beralih menggarap pariwisata.<\/strong><\/p>\n<p><strong>OLEH SAMUEL OKTORA<\/strong><\/p>\n<p>Langit Bandung masih terang, Minggu (30\/7) sore, saat Ujang Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. seharian menghadiri acara pernikahan keponakannya di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, hatinya tak nyaman.<\/p>\n<p>Di kediamannya, ujang tengah kedatangan tamu dari dalam dan luar negri yang datang ke Ajang Bandung International Arts Festival (BIAF) 2017 yang digelar disana pada 28-30 Juli. Total ada 66 seniman dari 10 negara serta 11 kabupaten dan kota di Indonesia yang meramaikan acara itu. Curung Batu Templek, yang lokasinya berada di lahan milik Ujang, jadi tempat penutup dan pembuka acara.<\/p>\n<p>Pemilihan Curung Batu Templek tak sembarangan. Lahan bekas tambang itu memang sedap di pandang. Punya air terjun setinggi 40 meter, dengan dinding-dinding batu-batu alam hitam besar. Pernah dikeruk habis-habisan, Curung Batu Templek kini jadi duta bangsa.<\/p>\n<p>Berada 12 kilometer dari pusat Kota Bandung. Ujang memperoleh hak pengelolaan Curung Batu Templek dari almarhum ayahnya, Edi Umar Ma\u2019soem. Luasnya sekitar 3 hektar. Kaya potensi batu alam, Batu Templek di jadikan areal penambangan sejak 1940-an. Ujang adalah generasi ketujuh yang mengelolah kawasan itu. Hasilnya pernah menjanjikan. Dalam sebulan, ia bisa mendapat puluhan juta rupiah dari penambang batu.<\/p>\n<p>Akan tetapi, banyak uang membuat hati Ujang terus tidak tenang. Dia sadar penambang batu secara tradisional yang ia lakukan tak ramah lingkungan. Pada 1999, ia menghentikan kegiatan tambang di sana meski potensi tambang batu masih terpendam di sana dalam jumlah besar. \u201cAyah memberikan amanat agar lahan warisan itu dapat dikelola sebaik-baiknya untuk anak cucu. Apabila terus di tambang sembarangan saya khawatir amanat itu tak bisa di jaga. Lewat wisata, harapan itu tumbuh,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Pernah gagal<\/strong><\/p>\n<p>Bukan pekara mudah bagi Ujang untuk memulai hidup baru. Dengan berat hati, ia memutuskan hubungan kerja 40 pekerjanya. Beragam usaha dicoba, tetapi ia gagal total.<\/p>\n<p>Usaha ternak lele yang ia kerjakan pada 2006 gugur di tengah jalan. Ajakan seorang rekannya membuka ternak lele dengan modal Rp 45 juta tak berhasil. Kolam yang terlanjur dibuat pun tak terpakai.<\/p>\n<p>Usaha pemancing di bekas lubang galian tambang yag di rintis pada 2008 juga tak berhasil. Banyak pengunjung, umumnya warga sekitar Cikadut, kerap tak membayar penuh. Ujung-ujungnya Ujang sulit mendapat keuntungan.<\/p>\n<p>Dia kapok. Hanya bertahan sebentar, pemancingan di hentikan. Kolam ikan akhirnya hanya digunakan untuk acara tertentu, seperti lomba memancing ikan antar warga.<\/p>\n<p>\u201cikannya di bawa sediri oleh penyelenggara lomba. Saya hanya sedia tempat. Bayar seikhlasnya,\u201d kata Ujang.<\/p>\n<p>Meski beberapa kali gagal, semangatnya tak kendur. Ketika rupiah masih sulit di dapat, sikap sosialnya pantang mati. Salah satunya menjaga mata air Balimbing yang ada dalam area tanah miliknya.<\/p>\n<p>Ujang mengatakan, mata air itu sangat vital untuk masyarakat setempat. Total ada 400 rumah tangga di tiga kampung di Desa Cikadut yang memanfaatkan sumber airnya, yakini Centeng, Pasir Impun Bawah, dan Cibentar.<\/p>\n<p>Untung pemeliharaan air yang di gunakan untuk mandi, minum, dan mengairi sawah itu, Ujang menetapkan tarif Rp 30.000 per rumah tangga per bulan. Puluhan pohon di tanam untuk menjaga debit air.<\/p>\n<p>Ujang tidak serakah. Ada sekitar 100 rumah tangga kurang mampu ia bebaskan dari biaya pemanfaatan air. Khusus untuk fasilitas mandi, cuci, kukus umum, Ujang juga memberikan airnya geratis, ada juga dua sekolah dasar dan dua madrasah yang mendapat keistimewaan serupa.<\/p>\n<p>Dia juga menyisihkan penghasilannya untuk pembangunan desa. Setelah di potong untuk pembayaran lima karyawan yang mengelolah mata air, uangnya disumbangkan untuk membangun jalan kampung. Ujang jadi donatur tetap setiap ada acara bersama warga, seperti peringatan hari kemerdekaan RI, di Cikadut.<\/p>\n<p>Sikap sosialnya membawa berkah. Tak pernah berpromsi, Curung Batu Templek dikunjungi banyak orang. Kawasan itu menjadi tempat anayar swafoto yang kini menjadi tren.<\/p>\n<p>Beragam acara di gelar di sana, salah satunya menjadi rumah ajang BIAF sejak 2016. Dengan tarif masuk Rp 10.000 untuk umum dan Rp 5.000 untuk anak sekolah, ratusan orang datang ke Curung Batu Templek setiap bulan.<\/p>\n<p>Ketua Badan Permusyawaratan Desa Cikadut\u2019 Ansor mengatakan, peran ujang masih butuh dukungan banyak pihak. Indah air terjun kerap di ganggu erosi, limbah, dan sampah dari kawasan hulu di atasnya. Akibatnya, air yang di bawah Sungai Cisanggarung itu kerap keruh, terutama pada musim hujan.<\/p>\n<p>\u201cmasyarakat di hulu masih banyak yang tidak mempunyai jamban sehingga mereka kalau buang air besar langsung ke sungai. Kami berharap pemerintah daerah peduli dengan hal ini juga, \u201cucap Ansor.<\/p>\n<p><strong>Kerja sama<\/strong><\/p>\n<p>Ke depannya, Ujang punya mimpi besar. Apabila sekarang Curung Batu Templek masih dinikmati sekedar keindahan alamnya, dia ingin membangun beragam fasilitas tambahan lainnya kelak. Mulai dari panjat tebing di dinding batu hingga bumi perkemahan. \u201c sekarang belum ada modalnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ujang sebenearnya telah membuka ruang bagi investor utuk bekerja sama. Pada tahun ini ada tiga investor dari Jakarta, Bandung, dan Kalimantan Timur yang tertarik. Akan tetapi tawaran dari ketiga investor itu ia tolak semuanya. Alasannya, semua investor itu cenderung ingin membeli lahan milik Ujang.<\/p>\n<p>Ada investor yang sudah menawar Rp 1,5 miliar dan akan di bayar tunai. Tawaran itu langsung saya tolak. Kalau lahan di sini dikuasai investor, saya khawatir manfaat tempat ini tidak akan dinikmati masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pilihan Ujang meninggalkan bisnis tambang dengan beralih pada pengembangan usaha di sektor wisata alam yang ramah lingkungan sudah tepat. Masa depan lebih menjanjikan dan kecil risiko terjadinya kerusakan lingkungan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas 10 Agustus 2017. Hal. 16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktifitas tambang batu alam pernah memberikan kesejahteraan bagi keluarga besar Ujang Sahla (59). Namun, sejak 18 tahun lalu, Ujang memutuskan untuk berhenti. Dia ingin menyelamatkan alam dari kehancuran akibat penambangan batu dan beralih menggarap pariwisata. OLEH SAMUEL OKTORA Langit Bandung masih terang, Minggu (30\/7) sore, saat Ujang Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. seharian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10478,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aktifitas tambang batu alam pernah memberikan kesejahteraan bagi keluarga besar Ujang Sahla (59). Namun, sejak 18 tahun lalu, Ujang memutuskan untuk berhenti. Dia ingin menyelamatkan alam dari kehancuran akibat penambangan batu dan beralih menggarap pariwisata. OLEH SAMUEL OKTORA Langit Bandung masih terang, Minggu (30\/7) sore, saat Ujang Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. seharian...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-20T07:14:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1488\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"961\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam\",\"datePublished\":\"2017-10-20T07:14:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/\"},\"wordCount\":862,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/\",\"name\":\"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-20T07:14:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg\",\"width\":1488,\"height\":961},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam - Library","og_description":"Aktifitas tambang batu alam pernah memberikan kesejahteraan bagi keluarga besar Ujang Sahla (59). Namun, sejak 18 tahun lalu, Ujang memutuskan untuk berhenti. Dia ingin menyelamatkan alam dari kehancuran akibat penambangan batu dan beralih menggarap pariwisata. OLEH SAMUEL OKTORA Langit Bandung masih terang, Minggu (30\/7) sore, saat Ujang Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. seharian...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-10-20T07:14:56+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:13+00:00","og_image":[{"width":1488,"height":961,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam","datePublished":"2017-10-20T07:14:56+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/"},"wordCount":862,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/","name":"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg","datePublished":"2017-10-20T07:14:56+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/ujang_saha_tinggalkan_tambang_selamatkan_alamkompas10_agustus_2017_hal_16_001-page-001-e1508483672965.jpg","width":1488,"height":961},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ujang-sahla-tinggalkan-tambang-selamatkan-alam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ujang Sahla Tinggalkan Tambang, Selamatkan Alam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10473"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14376,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10473\/revisions\/14376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}