{"id":10552,"date":"2017-10-20T15:27:13","date_gmt":"2017-10-20T08:27:13","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=10552"},"modified":"2018-03-01T08:28:31","modified_gmt":"2018-03-01T01:28:31","slug":"mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/","title":{"rendered":"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-10556\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001-963x1500.jpg\" alt=\"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi.Tabloid Kontan.10 Juli-16 Juli 2017.Hal 40 001-page-001\" width=\"963\" height=\"1500\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001-963x1500.jpg 963w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001-193x300.jpg 193w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001-661x1030.jpg 661w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001-453x705.jpg 453w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001-450x701.jpg 450w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-40-001-page-001.jpg 1445w\" sizes=\"auto, (max-width: 963px) 100vw, 963px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Oleh: Marantina Napitu<\/p>\n<p>Menjajal sajian sate kambing di Warung Solo Kalibata.<\/p>\n<p>Aroma bakaran daging kambing selalu menggiurkan untuk dicoba. Bahkan, tak jarang orang\u00a0 yang punya pantangan memakan daging ini, nekad menyantapnya karena tergoda wangi daging kambing.<\/p>\n<p>Daging kambing yang diolah menjadi sate, gulai, tengkleng atau tongseng memang tampak nikmat. Tak heran kalau kuliner ini banyak penggemarnya. Hampir di setiap kota, ada penjual kuliner berbahan daging kambing ini.<\/p>\n<p>Nah, salah satu warung sate kambing di Ibukota yang layak dicoba adalah Warung Solo milik Wartono yang berada di Kalibata, Jakarta Selatan. Selain menyajikan sate kambing, Wartono juga menyediakan tongseng dan gulai kambing.<\/p>\n<p>Warung Solo ini hampir setiap hari dipadati pembeli. Sekitar 30 kursi yang tersedia yak pernah sepi dari pengunjung yang ingin mengudap daging hewan berdarah panas ini.<\/p>\n<p>Lokasi kedai berada persis di belakang kampus Universitas Trilogi atau yang dulu dikenal dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan (STEKPI). Tak heran bila orang-orang sekitar lebih akrab dengan sebutan sate stekpi atau tongseng stekpi.<\/p>\n<p>Untuk mencapai lokasi kedai, arahkan kendaraan ke Jalan Duren Tiga Timur. Lalu belokkan kendaraan ke samping kampus Universitas Trilogi, anda akan menemukan lapak-lapak di ujung lain. Dus, Anda bisa parkir dulu kendaraan di dekat lapak.<\/p>\n<p>Sebelum duduk, sampaikan pesanan pada Wartono atau istrinya yang sudah siap di dapur kecil. Dapur ini dibatasi tembok jadi pengunjung tak perlu takut terganggu asap dari proses bakar daging sate.<\/p>\n<p>Di kedai ini ada lima meja panjang dengan enam kursi di masing-masing meja. Seluruh tempat duduk yang tersedia bisa menampung 30 pengunjungsekaligus. Selain itu, ia juga menyediakan dua bangku panjang terbuat dari kayu untuk diduduki pengunjung yang mengantre atau pesanan untuk dibawa pulang.<\/p>\n<p>Warung ni hanya buka pada pukul 10.00 sampai pukul 15.00. Kalau Anda datang saat waktu makan siang, harap bersabar. Soalnya, kemungkinan besar, Anda harus mengantre.<\/p>\n<p>Menurut Wartono, kebanyakan pengunjung warungnya ialah dosen STEKPI dan karyawan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta pegawai kantor pajak di kawasan Kalibata.<\/p>\n<p>Di Warung Solo, sajian paling laris ialah sate kambing dan tongseng kambinng. Untuk menikmatinya, pengunjung harus menunggu cukup lama. Paling tidak 20 menit masa tunggunya. Sebab Wartono biaasnya hanya membakar paing banyak 50 tusuk sate sekaligus.<\/p>\n<p>Sebelum dibakar, potongan daging dilumuri dulu dengan bumbu. \u201cBumbunya gampang, kok. Bawang merahh dan bawang putih diulek, lalu ditumis dicampur air dan asam jawa supaya tidak gosong,\u201d beber Wartono.<\/p>\n<p><strong>Tak lebih lima kilo<\/strong><\/p>\n<p>Seporsi sate kambing terdiri dari 10 tusuk, lengkap dengan irisan tomat, kol, dan cabe rawit. Bumbu kecap yang kental menambah kelezatan sate ini. Apalai, ketika tiba di meja, asap lembut menyebarkan aroma sedap yang benar-benar menggoda selera.<\/p>\n<p>Langsung saja cocol sate dengan bumbu kecap. Pada tiap tusuk sate, ada tiga hingga empat potongan daging yang tergolong kecil. Tapi itu tidak mengurangi kelezatan sate bikinan Wartono.<\/p>\n<p>Begitu digigit, rasa daging yang empuk langsung memenuhi mulut. Lumatan daging pun menyebar rasa gurih di lidah. Manis, gurih, dan pedas bercampur di mulur bikin lidah bergoyang dan ketagihan. Yang asyik, sate kambing ini bebas dari bau amis kok.<\/p>\n<p>Kalau mau sajian berkuah, Anda bisa pesan tongseng kambing yang tak kalah sedapnya di sini. Kuahnya yang kental dan gurih benar-benar juara. Walupun kental kuah tongseng tidak bikin eneg. Supaya unik, Wartono tdak menyajikan tongseng di mangkok, tetapi di piring. \u201cBiar beda dengan tongseng di tempat lain,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Bila tak ingin makan daging kambing, pria kelahirann Gunung Kidul, Yogyakarta ini menyiapkan menu lain, seperti sate ayam dan tongseng ayam.<\/p>\n<p>Kunci kelezatan satenya, tutur Wartono, dimulai dari pemilihan bahan baku. Setiap beli daging kambing di pasar, Wartono sangat selektif. Ia memilih kambing yang dagingnya hanya sekitar lima kilogram ketika ditimbang. \u201cKalau daginnya di atas lima kilogram, sudah pasri keras,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk bahan baku, Wartono membelinya di Pasar Minggu. Hampir setiap hari, dia belanja pada pukul empat pagi. Biasanya jam 10 pagi, ia sudah menyipakan peralatan membakar sate di dapur.<\/p>\n<p>Dalam sehari, Wartono menghabiskan tujuh kilogram daging kambing untuk membuat 350 tusuk sate. Selain itu, ia juga membeli tiga kilogram daging ayam per hari untuk membuat 150 tusuk sate ayam. \u201cYang pesan sate atau tongseng ayam tidak terlalu banyak, jadi saya juga tidak siiapkan dalam porsi banyak,\u201d lanjut dia,<\/p>\n<p>Anda tertarik mencicipi masakan Wartono? Kalau mau membeli dalam porsi banyak, jangan lupa dipesan dulu. Karena bisa saja kehabisan. Wartono bilang, pelanggaan pasti telepon dulu sehari sebelumnya kalau mau pesan. Untuk orderan di atas 30 porsi, pemesanan bahkan harus dilakukan dua hari sebelum pesanan diambil.<\/p>\n<p>Seporsi sate kambing di sini harganya Rp55.000. Sementara, harga seporsi tongseng dan gulai kambing Rp25000. Jika ingin menjajal sate ayam, Anda perlu menebusnya dengan uang Rp45.000 per porsi.<\/p>\n<p><strong>Survei Resep Sampai Setahun<\/strong><\/p>\n<p>Tak pernah terbersit di benak Wartono, usaha sate kambingnya bisa bertahan selama ini. Ketika mengadu nasib keJakarta pada 1989, Wartono hanya berniat memperbaiki hdupnya. Iapun sempat bergabung dala proyek pembangunan beberapa gedung di kawasan Kalibata selama dua tahun. Baru setelah itu, ia merintis usaha kulinernya.<\/p>\n<p>Sebelum memulai usaha, Wartono tidak punya banyak keahlian selain memasak. Dus, ia melakukan survey terlebih dahulu. Caranya, ia mencicipi berbagai makanan, seperti gudeg, pecel, tongseng, dan sate. Ia membandingkan rasa dari masakan dari satu kedai dengan kedai lainnya.<\/p>\n<p>Tak tanggung-tanggung, surveinya tak hanya dilakukan di Ibukota. Ia sempat bolak-balik e Solo dan Yogyakarta untuk mendapat resep yang ia mau. \u201cSurvei sampai setahun, lalu saya bikin resep sendiri dari hasil survei,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tadinya, selain warung di belakang kampus Universitas Trilogi atau yang dulu dikenal dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan (STEKPI), Wartono juga bejualan di gerobak di seberang Taman Makam Pahlawan Kalibata. Lantaran dilarang berjualan oleh petugas ketertiban, ia pun fokus mengelola warung saja.<\/p>\n<p>Kini Wartono bisa bersyukur dari satu kedainya dia bisa mengaku bisa mengaku bisa meraup omzet Rp 20 juta \u2013 Rp25 juta per bulan. Selain itu warung yang sekaligus menempel dengan rumahnya itu dulu ia kontrak, sudah bisa menjadi hak miliknya sejak 1998.<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid Kontan. 10-16 Juli 2017. Hal 40.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Marantina Napitu Menjajal sajian sate kambing di Warung Solo Kalibata. Aroma bakaran daging kambing selalu menggiurkan untuk dicoba. Bahkan, tak jarang orang\u00a0 yang punya pantangan memakan daging ini, nekad menyantapnya karena tergoda wangi daging kambing. Daging kambing yang diolah menjadi sate, gulai, tengkleng atau tongseng memang tampak nikmat. Tak heran kalau kuliner ini banyak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10553,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10552","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Marantina Napitu Menjajal sajian sate kambing di Warung Solo Kalibata. Aroma bakaran daging kambing selalu menggiurkan untuk dicoba. Bahkan, tak jarang orang\u00a0 yang punya pantangan memakan daging ini, nekad menyantapnya karena tergoda wangi daging kambing. Daging kambing yang diolah menjadi sate, gulai, tengkleng atau tongseng memang tampak nikmat. Tak heran kalau kuliner ini banyak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-20T08:27:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-03-01T01:28:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1215\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"388\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi\",\"datePublished\":\"2017-10-20T08:27:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-03-01T01:28:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/\"},\"wordCount\":955,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/\",\"name\":\"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-20T08:27:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-03-01T01:28:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg\",\"width\":1215,\"height\":388},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi - Library","og_description":"Oleh: Marantina Napitu Menjajal sajian sate kambing di Warung Solo Kalibata. Aroma bakaran daging kambing selalu menggiurkan untuk dicoba. Bahkan, tak jarang orang\u00a0 yang punya pantangan memakan daging ini, nekad menyantapnya karena tergoda wangi daging kambing. Daging kambing yang diolah menjadi sate, gulai, tengkleng atau tongseng memang tampak nikmat. Tak heran kalau kuliner ini banyak...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-10-20T08:27:13+00:00","article_modified_time":"2018-03-01T01:28:31+00:00","og_image":[{"width":1215,"height":388,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi","datePublished":"2017-10-20T08:27:13+00:00","dateModified":"2018-03-01T01:28:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/"},"wordCount":955,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/","name":"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg","datePublished":"2017-10-20T08:27:13+00:00","dateModified":"2018-03-01T01:28:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mencicipi-Sate-Stekpi-yang-Tak-Pernah-Sepi.-Tabloid-Kontan.-10-Juli-16-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508488016889.jpg","width":1215,"height":388},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mencicipi-sate-stekpi-yang-tak-pernah-sepi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mencicipi Sate Stekpi yang Tak Pernah Sepi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10552"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10552\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13184,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10552\/revisions\/13184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}