{"id":10717,"date":"2017-10-28T11:26:06","date_gmt":"2017-10-28T04:26:06","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=10717"},"modified":"2021-03-12T14:51:10","modified_gmt":"2021-03-12T07:51:10","slug":"sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/","title":{"rendered":"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-10718\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-972x1500.jpg\" alt=\"Sensasi Ketupat Diguyur Bumbu Pical. Tabloid Kontan. 2-8 Oktober 2017. Hal. 40 001-page-001\" width=\"972\" height=\"1500\" \/><\/a><\/p>\n<p>Menikmati ketupat sayur berpadu bumbu kacang di Lapau Bukittinggi-Minangkabau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Chritofarus Ristianto<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hujan gerimis masih membasahi wilayah Jakarta Rabu (27\/9), malam. Hujan yang berlangsung seharian itu membuat hawa udara terasa dingin. Namun, hawa dingin tidak lagi merasuk begitu saya memasuki Lapau Bukittinggi-Minangkabau.<\/p>\n<p>Sedapnya aroma masakan khas Minang memberikan sensasi hangat dan wangi. Suasana resto juga cukup nyaman buat pengunjung. Tempat makan yang berlokasi di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini tampak biasa dari sisi depan.<\/p>\n<p>Namun, begitu masuk ke dalam, pengunjung disambut suguhan mural yang minimalis dan elegan. Dengan desain yang menggambarkan <em>landscape<\/em> jam gadang khas Kota Bukittinggi,<\/p>\n<p>membuat suasana resto terasa nyaman dan santai.<\/p>\n<p>Selain untuk menambah keindahan interior, di dalam mural tersebut diselipkan aneka pantun khas Minang. Untuk konsep ruang makannya sendiri ada yang dilengkapi meja kursi dan ada yang lesehan.<\/p>\n<p>Selain tempatnya asik, ternyata resto ini menawarkan aneka makanan khas Minang yang menggugah selera. Seperti nasi goreng, soto padang, pisang panggang kuah santan, dan katupek gulai paku.<\/p>\n<p>Ada juga aneka olahan mi, seperti MieNas khas Minangkabau, mi tahu dan martabak mi. Dari ragam menu tersebut, Lapau ini punya sajian istimewa, yaitu katupek pical. Makanan ini menjadi favorit dan acap di pesan pengunjung. Makanan ini merupakan gabungan dari ketupat sayur dan kuah pecel.<\/p>\n<p>Yang menjadikannya spesial, ketupat sayur nangka ini dilengkapi aneka <em>toping<\/em> sayuran di atasnya, seperti kol, daun singkong rebus, pakis, dan mi kuning. <em>Toping <\/em>sayuran ini lalu disiram bumbu kacang. Sentuhan terakhir ada taburan kerupuk merah yang menjadi ciri khas kerupuk Minang.<\/p>\n<p>Kala disantap, benar-benar menimbulkan sensasi yang berbeda dari makanan Sumatra Barat lainnya. Sensasi pedas sudah pasti ditemukan seperti umumnya citarasa masakan Padang. Yang membuatnya agak berbeda saat lidah bertemu dengan bumbu kacang.<\/p>\n<p>Digiling menggunakan gula aren, membuat ada rasa manis di kuah sayur nangka yang bercita rasa pedas. Mi kuning yang bertekstur tebal dan kenyal pun enak disantap.<\/p>\n<p>\u201cMakanan ini kuat di bumbunya yang dibuat secara turun-temurun dari keluarga dan otentik dari Bukittinggi,\u201d kata Putrasio Berlianda, pemilik Lapau Bukittinggi-Minangkabau.<\/p>\n<p>Katupek pical ini biasanya dipadu padankan dengan teh talua. Teh tersebut kerap diminum orang Minang selepas bekerja maupun salat. Bagi orang Minang, teh ini merupakan minuman penambah stamina.<\/p>\n<p>\u201cIni yang sering diminum pas magrib. Bahan-bahannya itu kuning telur ayam dan bumbu khusus dari Minang. Kemudia disiram dengan teh yang mendidih yang dipanaskan di atas kompor,\u201d jelas pria yang akrab disapa Rian ini.<\/p>\n<p>Teh tahlu merupakan minuman favorit karena meningkatkan energi yang diperoleh dari kuning telur tersebut. Supaya teh tidak meninggalkan aroma amis telur, Rian menggunakan bumbu \u201crahasia\u201d dari Minang sebagai penghilang aroma amis.<\/p>\n<p>Saat diseruput, tak jejak amis pada teh talua racikan Rian. Rasanya manis seperti teh tarik yang dijajakan di pusat perbelanjaan. Dengan bantuan sugesti, teh ini memberikan rangsangan energi mantap. \u201cKalau saya sering minumnnya itu sebelum main futsal. Mungkin sugesti juga berpengaruh jika percaya. Tapi secara logika memang kuning telur memiliki protein yang tinggi dan membuat semangat seetelah letih bekerja seharian,\u201d jelas Rian.<\/p>\n<p>Satu porsi katupek pical dibanderol Rp 15.000. Adapun teh talua di harganya Rp 9.000 per gelas. Sementara, menu makanan lain dihargai mulai Rp 13.000 sampai Rp 20.000 per porsi. Ada minuman mulai Rp 5.000 sampai Rp 12.000 per gelas.<\/p>\n<p>Menurut Rian, ragam makanan yang dijual di lapau (warung) miliknya bisa memberikan kesan rindu akan kampung halaman. Guna menumbuhkan ingatan akan kampung halaman itu pula, Lapau yang berdiri 1 April 2016 ini sengaja tidak mengubah nama asli makanan daerahnya meskipun dijual di Jakarta.<\/p>\n<p><strong>Lestarikan rasa<\/strong><\/p>\n<p>Dengan konsep tersebut, tak heran bila kebanyakan pengunjung resto ini orang asli Minang. \u201cSekitar 85% pengunjung kami adalah orang Minang, sedangkan 15%nya adalah orang yang kebetulan lewat. Orang Minang target pasar kami,\u201d ujar Rian.<\/p>\n<p>Sebagai tempat berkumpulnya orang Minang. Rian pun sangat menjaga citarasa makanannya. Untuk mendapatkan citarasa khas daerahnya, ia pun konsisten menggunakan cara tradisional dalam mengolah masakan. \u201cSelain menjaga citarasa, ini juga misi pribadi kami lestarikan budaya Minang dengan kuliner,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Penyajian makanan juga ada yang menggunakan cara tradisional, seperti menyajikan minuman dengan batok kelapa. Untuk urusan meracik menu, Rian mengajak tantenya yang sangat paham kuliner khas Kota Gadang tersebut.<\/p>\n<p>Bahkan terkadang, ibunya juga turut membantu demi mempertajam citarasa makanan. Rian mengaku, keluarga besarnya memang memiliki keahlian di bidang kuliner dan suka masak-memasak.<\/p>\n<p>Demi mempertahankan citarasa itu pula, sebagian besar bahan makanan dan rempah juga didatangkan langsung dari Sumatra Barat. \u201cSekitar 80% bahan makanan dan rempah didapatkan langsung dari Bukittinggi,\u201d ujarnya. Contohnya nasi goreng, menggunakan beras asli Padang yang dinamakan bareh kuriak kusulk. Beras ini memang sudah sangat populer di lidah orang Minang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tempat Berkumpul Orang Minang<\/strong><\/p>\n<p>Selain citarasa makanan, Rian sangat memperhatikan kenyamanan resto miliknya. Dalam hal desain interior, ia sengaja menambahkan mural dinding yang diselipi aneka pantung khas Minang.<\/p>\n<p>Menurut Rian, orang Minang memang akrab dengan pelbagai pantun yang kaya makna di dalamnya. \u201cAda pantunnya, biar jadi lebih hidup dan menarik pengunjung. Pantun-pantung itu memiliki makna atau pelajaran yang bisa diambil,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, ada pantun yang berbunyi \u201cMari kita ramaikan surau atau mesjid, tempat kita mengaji dan sembahyang\u201d. Selain itu, ada juga pantun candaan, seperti \u201cTong kosong <em>nyariang <\/em>bunyinya. <em>Paruik <\/em>kosong litak rasanya\u201d.<\/p>\n<p>Dengan desain resto yang dipenuhi mural pantun, ditambah citarasa makanan yang enak di lidah, membuat banyak orang betah nongkrong lama di kedai ini. Sebagian besar pengunjung juga orang asli Minang.<\/p>\n<p>Bahkan, banyak komunitas orang Minangkabau menjadikan tempat ini sebagai lokasi berkumpul. Beberapa di antaranya adalah kelompok anak rantau Minang, komunitas vespa Minang, dan sebagainya. Mereka kerap datang ke Lapau pada akhir pekan. \u201cBiasanya mereka datang sambil ngobrol dan kulineran seperti di kampung,\u201d ujar Rian.<\/p>\n<p>Ia bersyukur hingga sekarang respons pengunjung cukup positif. Bahkan, banyak pengunjung yang kerap mengajak teman-teman mereka yang bukan orang Minang untuk datang dan bersantap di Lapau. Sayangnya, lahan parkir di tempat makan ini tidak terlalu luas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Lapau Bukittinggi-Minangkabau<\/strong><\/p>\n<p>Jalan Isa No.18; Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, RT. 8\/RW. 3, Jakarta Barat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid Kontan, 2-8 Oktober 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menikmati ketupat sayur berpadu bumbu kacang di Lapau Bukittinggi-Minangkabau. &nbsp; Chritofarus Ristianto &nbsp; Hujan gerimis masih membasahi wilayah Jakarta Rabu (27\/9), malam. Hujan yang berlangsung seharian itu membuat hawa udara terasa dingin. Namun, hawa dingin tidak lagi merasuk begitu saya memasuki Lapau Bukittinggi-Minangkabau. Sedapnya aroma masakan khas Minang memberikan sensasi hangat dan wangi. Suasana resto&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10718,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menikmati ketupat sayur berpadu bumbu kacang di Lapau Bukittinggi-Minangkabau. &nbsp; Chritofarus Ristianto &nbsp; Hujan gerimis masih membasahi wilayah Jakarta Rabu (27\/9), malam. Hujan yang berlangsung seharian itu membuat hawa udara terasa dingin. Namun, hawa dingin tidak lagi merasuk begitu saya memasuki Lapau Bukittinggi-Minangkabau. Sedapnya aroma masakan khas Minang memberikan sensasi hangat dan wangi. Suasana resto...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-28T04:26:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-03-12T07:51:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"540\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"433\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical\",\"datePublished\":\"2017-10-28T04:26:06+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-12T07:51:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/\"},\"wordCount\":959,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/\",\"name\":\"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-28T04:26:06+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-12T07:51:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg\",\"width\":540,\"height\":433},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical - Library","og_description":"Menikmati ketupat sayur berpadu bumbu kacang di Lapau Bukittinggi-Minangkabau. &nbsp; Chritofarus Ristianto &nbsp; Hujan gerimis masih membasahi wilayah Jakarta Rabu (27\/9), malam. Hujan yang berlangsung seharian itu membuat hawa udara terasa dingin. Namun, hawa dingin tidak lagi merasuk begitu saya memasuki Lapau Bukittinggi-Minangkabau. Sedapnya aroma masakan khas Minang memberikan sensasi hangat dan wangi. Suasana resto...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-10-28T04:26:06+00:00","article_modified_time":"2021-03-12T07:51:10+00:00","og_image":[{"width":540,"height":433,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical","datePublished":"2017-10-28T04:26:06+00:00","dateModified":"2021-03-12T07:51:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/"},"wordCount":959,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/","name":"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg","datePublished":"2017-10-28T04:26:06+00:00","dateModified":"2021-03-12T07:51:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sensasi-Ketupat-Diguyur-Bumbu-Pical.-Tabloid-Kontan.-2-8-Oktober-2017.-Hal.-40-001-page-001-e1509164740266.jpg","width":540,"height":433},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sensasi-ketupat-sayur-diguyur-bumbu-pical\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sensasi Ketupat Sayur Diguyur Bumbu Pical"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10717"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24144,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10717\/revisions\/24144"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}