{"id":10736,"date":"2017-10-28T11:41:48","date_gmt":"2017-10-28T04:41:48","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=10736"},"modified":"2025-05-01T12:37:13","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:13","slug":"gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/","title":{"rendered":"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-10737\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-1500x1228.jpg\" alt=\"GKR Hayu_Kawinkan Ti dan Budaya Keraton.Kompas.7 Oktober 2017.Hal.16 001-page-001\" width=\"1500\" height=\"1228\" \/><\/a><\/p>\n<p>Gusti Kanjeng Ratu Hayu (33), putri keempat Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, punya ambisi mengangkat dan mengenalkan tradisi keraton ke seluruh dunia. Salah satu cara mewujudkan ambisinya tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi.<\/p>\n<p>OLEH DIMAS WARADITYA NUGRAHA<\/p>\n<p>Terlahir sebagai putri keraton, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, yang bernama kecil Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurabra Juwita, tumbuh dewasa dengan cara melanglaang buana. Mengenyam pendidikan formal di sejumlah negara, mulai dari Australia, Singapura, Amerika Serikat, hingga Inggris, memaksanya untuk hidup mandiri, jauh dari fasilitas keraton.<\/p>\n<p>Keserderhanaan dan sikap rendah hati Hayu terasa saat dia menerima kunjungan <em>Kompas<\/em> di kediamannya yang hijau dan asri di Keraton Kilen, Yogyakarta, Selasa (8\/8). \u201cPanggil Mbak saja,\u201d kata Hayu ketika kamu beberapa kali memanggilnya dengan sebutan Kanjeng Ratu.<\/p>\n<p>Sambil menyesap <em>expresso<\/em> yang dipadu dengan es dan susu, Hayu menuturkan kesehariannya kini diisi dengan tanggung jawab sebagai <em>penghageng<\/em> atau Kepala Tepas Tandha Yekti (Divisi Dokumentasi dan Teknologi Informasi) Keraton Yogyakarta.<\/p>\n<p>Tugas utama divisi ini adalah mengangkat budaya dan tradisi Keraton Yogyakarta ke lingkungan luar keraton. Di sampung itu, divisi ini juga bertanggung jawab atas pengembangan dan penggunaan teknologi informasi dalam lingkup internal keraton.<\/p>\n<p>Intinya, Hayu bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan dokumentasi dan upaya pemanfaatan serta pengembangan teknologi informasi di Keraton Yogyakarta.<\/p>\n<p>Sebelum Tepas Tandha Yekti dibentuk pada 2012, tanggung jawab doemban sejumlah abdi dalem. Namun, karena tidak terkoordinasi dengan baik, hasil dokumentasi berupa berkas, catatan, dan foto malah tercecer di banyak tempat.<\/p>\n<p>Selain dibantu enam abdi dalem, Hayu juga merekrut sekitas 20 tenaga lepas profesional untuk membantunya mengemas informasi terkair keraton. \u201cMereka ini menjadi satu-satunya tim dokumentasi resmi di keraton dan mengemas konten untuk dibagikan kepada masyarakat,\u201d kata Hayu.<\/p>\n<p>Pada pertengahan 2015, Keraton Yogyakarta meluncurkan akun resmi Facebook mereka dengan nama Keraton Jogja serta akun resmi Twitter dan Instagram dengan akun @kratonjogja. Lalu dua tahun berselang, Keraton Yogyakarta meluncurkan situs resmi bernama kratonjogja.id.<\/p>\n<p><strong>Verifikasi konten<\/strong><\/p>\n<p>Secara daring, Tepas Tandha Yekti menyasar generasi muda pengguna media sosila untuk mencintai budaya Jawa. Seluruh konten disampaikan lewat situs resmi, dan akun media sosial telah terverifikasih oleh akademisi ahli kebudayaan Jawa dan para sesepuh abdi dalem.<\/p>\n<p>\u201cLewat jalur ini, kami membagikan informasi soal budaya Jawa secara umum dan tradisi keraton secara khusus. Kami juga dapat berinteraksi untuk meluruskan beberapa persepsi keliru soal tradisi dan budaya keraton yang ada di tengah masyarakat,\u201d kata penggemar berat aneka gim ini.<\/p>\n<p>Terkait pengembangan dan manfaatan teknologi informasi dalam internal keraton, Hayu telah menyiapkan target jangka panjang untuk mengintegrasikan setiap divisi dalam keraton dalam sebuah sistem <em>e-go-vernance<\/em>.<\/p>\n<p>Hayu membayangkan, suatu saat Sultan Hamengku Buwono X dapat memeriksa data terbaru terkait Keraton Yogyakarta, menggunakan telepon pintar atau sabak digital. Begitu juga dengan masyarakat yang membutuhkan layanan, misalnya untuk mengurus serat kekancingan atau sertifikat silsilah asal-usul keluarga.<\/p>\n<p>\u201cSuatu saat data dari setiap departemen di Keraton Yogyakarta menjadi tidak terpisah-pisah dan terperbarui serta terintegrasi dengan komputer. Perlahan tetapi pasti, keraton sedang bertransisi ke arah sana,\u201d tutur Hayu.<\/p>\n<p>Sejak belia, istri dari Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro ini memang sudah akrab dengan internet. Namun, berdasarkan pengalamannya, dia mengaku kesulitan mendapatkan informasi terkait keraton di luar negeri. Dari sanalah ide menghadirkan Keraton Yogyakarta ke dunia maya muncul. Dengan demikian, informasi soal keraton dapat diakses dari seluruh belahan dunia.<\/p>\n<p>Agar mudah dipahami, informasi terkair tradisi yang dibagikan akun media sosial Twitter @kratonjogja dibuat dengan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Ke depan, konten dalam situs resmi kratonjogja.id juga akan disampaikan dengan dua bahasa. \u201cSaat pengelolaan situs sudah mapan, kamu akan buat juga konten berbahasa Inggris,\u201d ujar Hayu.<\/p>\n<p>Hayu hidup berpindah-pindah sejak duduk di bangku SMP. Ia menjalani pendidikan SMP di SMP Stella Duce I Yogyakarta dan Brisbane Adventist College, Australia, Masa SMA pun dia jalani di dua negara, yakni di SMA Negeri 3 Yogyakarta dan International School of Singapore, Singapura. Saat sekolah di Singapura, ia secara ototidak mulai mempelajari HTML dan CSS.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya sebagai seorang ahli komputer, Hayu memutuskan melanjutkan jenjang S-1 di jurusan Computer Science. Stevens Institute of Technology, New Jersey, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Selama satu tahun menjalani perkuliahan, Hayu menyadari bahwa antusiasme utamanya ada di bidang teknologi sistem informasi. Tidak ada kata terlambat baginya, Hayu pun pindah ke jurusan Information System Management di Bournemouth University, Inggris.<\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan studi di Inggris, 2007, Hayu magang di Microsoft Indonesia untuk mengisi posisi sektor publik. Setahun berselang 2008, Hayu hijrah ke industri perangkat lunak pengembang aplikasi perbankan bernama Aprisma Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSebagai <em>project manager<\/em> saat itu, saya berhubungan langsung dengan klien yang kebanyakan adalah bank BUMN. Kadang kalau ada proyek kejar tayang, saya dan tim bisa sampai tidur di tempat klien untuk menyelesaikan proyek,\u201d ujar Hayu.<\/p>\n<p>Pada 2013, Hayu memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan melanjutkan studi S-2. Sambil mencari beasiswa, dia bekerja di Gameloft Indonesia yang berkantor di Yogyakarta. Pada saat itu, Hayu mulai mengelola dan mempelajari Tepas Tandha Yekti.<\/p>\n<p>Meski sudah ditunjuk sebagai <em>penghageng<\/em> sejak 2012, Hayu baru dapat fokus penuh mengelola Tepas Tandha Yekti pada akhir 2015, atau tepat setelah menyelesaikan S-2 jurusan Business Administration Leadership and IT Policy, Fordham University, New York, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Hayu mengikuti kata hatinya, mencurahkan segenap ilmu dan pengalamannya untuk kemajuan Keraton Yogyakarta. Konsekuensi dari pilihannya ini, ia harus ikhlas terpisah jarak ribuan kilometer dengan suaminya yang kini menjabat Kepala Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Regional Samoa, Tokelau, dan Kepulauan Cook.<\/p>\n<p>Semua Hayu lakukan demi mengejad ambisinya mengangkat dan mengenalkan tradisi keraton ke seluruh dunia.<\/p>\n<p><strong>Gusti Kanjeng Ratu Hayu<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Lahir: Yogyakarta, 24 Desember 1983<\/li>\n<li>Pendidikan<\/li>\n<li>SD Marsudirini Yogyakarta<\/li>\n<li>SMP Stella Duce I Yogyakarta<\/li>\n<li>Brisbane Adventist College, Australia<\/li>\n<li>SMA Negeri 3 Yogyakarta<\/li>\n<li>Singapore International School, Singapura<\/li>\n<li>Computer Science Department, Stevens Institute of Technology, New Jersey, Amerika Serikat<\/li>\n<li>Information System Management, Bournemouth University, Inggris<\/li>\n<li>Master of Business Administration Leadership and IT Policy, Fordham University, New York, Amerika Serikat<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, Sabtu, 7 Oktober 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gusti Kanjeng Ratu Hayu (33), putri keempat Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, punya ambisi mengangkat dan mengenalkan tradisi keraton ke seluruh dunia. Salah satu cara mewujudkan ambisinya tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi. OLEH DIMAS WARADITYA NUGRAHA Terlahir sebagai putri keraton, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, yang bernama kecil Gusti Raden Ajeng (GRAj)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10737,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gusti Kanjeng Ratu Hayu (33), putri keempat Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, punya ambisi mengangkat dan mengenalkan tradisi keraton ke seluruh dunia. Salah satu cara mewujudkan ambisinya tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi. OLEH DIMAS WARADITYA NUGRAHA Terlahir sebagai putri keraton, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, yang bernama kecil Gusti Raden Ajeng (GRAj)...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-28T04:41:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1209\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"845\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton\",\"datePublished\":\"2017-10-28T04:41:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/\"},\"wordCount\":942,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/\",\"name\":\"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-28T04:41:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg\",\"width\":1209,\"height\":845},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton - Library","og_description":"Gusti Kanjeng Ratu Hayu (33), putri keempat Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, punya ambisi mengangkat dan mengenalkan tradisi keraton ke seluruh dunia. Salah satu cara mewujudkan ambisinya tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi. OLEH DIMAS WARADITYA NUGRAHA Terlahir sebagai putri keraton, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, yang bernama kecil Gusti Raden Ajeng (GRAj)...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-10-28T04:41:48+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:13+00:00","og_image":[{"width":1209,"height":845,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton","datePublished":"2017-10-28T04:41:48+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/"},"wordCount":942,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/","name":"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg","datePublished":"2017-10-28T04:41:48+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/GKR-Hayu_Kawinkan-Ti-dan-Budaya-Keraton.Kompas.7-Oktober-2017.Hal_.16-001-page-001-e1509165691380.jpg","width":1209,"height":845},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/gkr-hayu-kawinkan-ti-dan-budaya-keraton\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10736"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13265,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10736\/revisions\/13265"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}