{"id":11152,"date":"2018-01-22T09:24:17","date_gmt":"2018-01-22T02:24:17","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11152"},"modified":"2025-05-01T10:57:25","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:25","slug":"semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/","title":{"rendered":"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11153\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-1500x974.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"974\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-1500x974.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-300x195.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-768x498.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-1030x668.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-705x458.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-450x292.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>Sekitar 75% dari generasi milenial bersedia membayar lebih mahal untuk produk dan jasa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Merekalah generasi konsumen masa depan yang mesti ditangkap sejak sekarang. Saatnya Anda semakin mengakrabi bisnis hijau.<\/p>\n<p>Harmanto Edy Djatmiko<\/p>\n<p><strong>RISET: <\/strong>ARMIADI MURDIANSAH DAN HENDI PRADIKA<\/p>\n<p>Sejumlah temuan baru semakin memperlihatkan bahwa di berbagai negara di seluruh dunia., kepedulian konsumen terhadap kelestarian lingkungan terus meningkat. Lembaga riset Nielsen, yang melakukan survei global secara <em>online <\/em>pada 2015, misalnya, menemukan, sekitar 75% dari generasi milenial &#8211; biasa disebut juga generasiZ- bersedia membayar harga lebih mahal untuk produk atau layanan yang peduli terhadap aspek keberlanjutan bumi (<em>sustainable offerings<\/em>). Persentase ini meningkat dibanding tahun sebelumnya (2014) yang mencapai sekitar 50%. Kelompok meilenial ini tak peduli pada kenyataan bahwa mereka hidup di zaman ketika perekonomian dunia mengalami iklim paling sulit selama 100 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Selain itu, persentase kesediaan responden berusia 15-20 tahun tersebut untuk membayar lebih mahal produk dan jasa yang dihasilkan perusahan-perusahan yang beromitmen memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan lingkungan juga meningkat tajam-dari 55% pada 2014 menjadi 72% pada 2015<\/p>\n<p>\u201cmerek-merek yang membangun reputasi penatalayanan lingkungan (<em>environmental stewardship<\/em>) di mata konsumen muda saat ini memiliki peluang tidak hanya untuk menumbuhkan pangsa pasar, tetapi juga loyalitas di kalangan generasi milenial sebagai pasar terbesar di masa depan, \u201ckata Grace Faraj, <em>Senior Vice President Public Development &amp; Sustainability, <\/em>Nielsen.<\/p>\n<p>Ternyata, bukan Cuma generasi milenial yang punya kesadaran tinggi terhadap masa depan bumi. Survei tersebut juga menemukan, 51% dari generasi <em>baby boomer <\/em>(usia 50-64 tahun) bersedia membayar lebih mahal untuk produk dan jasa yang peduli lingkungan. Angka ini naik 7% dibanding tahun sebelumnya (2014) yang besarnya 44%. Segmen ini tetap merupakan pasar yang penting dan bergairah pada dasarwarsa mendatang untuk produk-produj tertentu darri berbagai merek yang memilki reputasi bagus terkait <em>sustainability.<\/em><\/p>\n<p>Survei Nielsen di atas dilakukan pada 23 Februari-13 Maret 2015 terhadap lebih dari 30.000 responden\/konsumen dari 60 negara di kawasan Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah\/Afrika, serta Amerika Utara.<\/p>\n<p>Melihat semakin kuatnya kecendurungan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat global yang kian peduli pada kelestarian lingkungan seperti dipaparkan di atas, jelas tak ada waktu lagi bagi para pemilik perusahaan untuk berpikir perlu-tidaknya perusahaan terlibat aktif menjaga kelestarian lingkunga. Kini dan di masa depan, bisnis hijau sudah menjadi keharusan.<\/p>\n<p>Pesan di balik fenomena global itu sagat jelas: kalau ingin tetap eksis (bahkan berkembang) di industri atau bisnis dan tidak digilas perusahaan, perusahaan-perusahaan masa kini dan mendatang wajib peduli dan terlihat aktif dalam pengelolahan kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Di antara berbagi entilitas yang hidup di masyarakat, entitas indsutri dan bisnis memang merupakan penyumbang terbesar terhadap penurunan daya dukung bumi. Terlebih buat industri yang seusai dengan \u201ckodratnya\u201d, berpotensi merusak lingkungan: industri pertambangan (minyak dan gas, batu bara, nikel, timah, emas, dan sebagainya), semen, kimia, otomotif, transportasi, perkayuan, dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p>Sebetulnya, sejak awal dekade 1990-an sejumlah pemikir masalah lingkungan sudah mengingatkan dan memberi panduan cukup bagus dan representatif bagi perusahaan untuk mengelola perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Yang paling terkenal tentuunya pemikiran <em>Triple Bottom Line<\/em> yang dicetruskan John Elkington pada 1994. Pemikiran yang belakangan populer dengan konsep 3P \u2013 <em>People, Planet, Profit<\/em> \u2013 ini memadukan aspek sosial (<em>people<\/em>), lingkungan (<em>planet<\/em>), dan ekonomi (<em>profit<\/em>).<\/p>\n<p><em>People <\/em>mengacu pada praktik-praktik bisnis yang fair dan saling menguntungkan terhadapa tenaga kerja serta masyarakat dan daerah tempat sutu perusahaan menjalankan bisnisnya. Tercakup di sini memebrikan upah yang layak, menyediakan lingkungan kerja yang aman dan jam kerja yang bisa ditoleransi, serta melindungi tenaga kerja dengan tidak memperkejakan anak di bawah umur. Juga, memebrikan perhatian pada aspek kesehatan dan pendidikan tenga kerja.<\/p>\n<p><em>Planet <\/em>menekankan pada mendesaknya penggunaan energi secara lebih efisien, terutama untuk sumber daya aalm yang tidak dapat diperbahrui. Langkah-langkah konret yang bisa ditempuh misalnya melakukan efisiensi pemakaian energi, meminimilkan hasil limbah produksi, mengurangi emisi karbon dioksida (CO2), serta mengolah kembali limbah menjadi bahan lain yang aman bagi lingkunga.<\/p>\n<p><em>Profit <\/em>dalam pengertian konsep ini tidak sekadar mencari laba sebesar-besarnya demi keberlangsungan perusahaan, tetapi merujuk pada terciptanya hubungan bisnis yang saling menguntungkan dan beretika.<\/p>\n<p>Ketiga pilar dalam konsep 3P meniscayakan bisnis di bidang apa pun beroperasi secara berkelanjutan. Ketiga pilar ini pulalh yang seharusnya digunakan semua isntitusi ketiak menilai keberhasilan suatu perusahaan.<\/p>\n<p>Di tingkat operasional, perusahaan bisa menerapkan konsep yang dikembangkan Boston Consulting Group bahwa perusahaan hijau beroperasi di atas pijakan 4 P: prinsip, proses, prosuk, dan promosi. Pertaman, prinsip, artinya perusahaan memilki visi enjadi perusahaan yang ramah lingkungan atau memnimilkan dampak buruk terhadap alam, yang kemudia dijabarkan dalam kebijakan dan strategi bisnis yang prolingkungan. Keuda, proses, yakni menyangkut proses bisnis dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, beroperasi di tempat yang ramah lingkungan, serta proses bisnis lain yang tidak merusak lingkungan: bahkan, memanfaatkan energi terbarukan, menekan konsumsi energi , mengurangi emisi, dan menggunakan bahan daur ulang.<\/p>\n<p>Ketiga, produk, yakni menghasilkan produk atau jasa yang tidak merusak alam; bila mungkin =, mengashikan produk,yakni secara konsisten telah dijalankan.<\/p>\n<p>Membangun tatanan bisnis hijau memang buth tekad dan komitmen penuh =, serta melalui proses yang panjang. Maka, sekecil dan sesimpel apapun inisiatif para pelaku bisnis untuk membangun perusahaan hijau, sudah selayaknya diapresiasi dna didorong keberlanjutannya.<\/p>\n<p>Sumber: SWA. Edisi 10.10-23 Mei 2017. Hal 20-21<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekitar 75% dari generasi milenial bersedia membayar lebih mahal untuk produk dan jasa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Merekalah generasi konsumen masa depan yang mesti ditangkap sejak sekarang. Saatnya Anda semakin mengakrabi bisnis hijau. Harmanto Edy Djatmiko RISET: ARMIADI MURDIANSAH DAN HENDI PRADIKA Sejumlah temuan baru semakin memperlihatkan bahwa di berbagai negara di seluruh dunia.,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11154,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sekitar 75% dari generasi milenial bersedia membayar lebih mahal untuk produk dan jasa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Merekalah generasi konsumen masa depan yang mesti ditangkap sejak sekarang. Saatnya Anda semakin mengakrabi bisnis hijau. Harmanto Edy Djatmiko RISET: ARMIADI MURDIANSAH DAN HENDI PRADIKA Sejumlah temuan baru semakin memperlihatkan bahwa di berbagai negara di seluruh dunia.,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-22T02:24:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2577\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2551\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21\",\"datePublished\":\"2018-01-22T02:24:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/\"},\"wordCount\":827,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/\",\"name\":\"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-22T02:24:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg\",\"width\":2577,\"height\":2551},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21 - Library","og_description":"Sekitar 75% dari generasi milenial bersedia membayar lebih mahal untuk produk dan jasa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Merekalah generasi konsumen masa depan yang mesti ditangkap sejak sekarang. Saatnya Anda semakin mengakrabi bisnis hijau. Harmanto Edy Djatmiko RISET: ARMIADI MURDIANSAH DAN HENDI PRADIKA Sejumlah temuan baru semakin memperlihatkan bahwa di berbagai negara di seluruh dunia.,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-22T02:24:17+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:25+00:00","og_image":[{"width":2577,"height":2551,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21","datePublished":"2018-01-22T02:24:17+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/"},"wordCount":827,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/","name":"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg","datePublished":"2018-01-22T02:24:17+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Semakin-Akrab-dengan-Bisnis-Hijau.-SWA.-Edisi-10.-10-23-Mei-2017.-Hal-20-21-F.jpg","width":2577,"height":2551},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/semakin-akrab-dengan-bisnis-hijau-swa-edisi-10-10-23-mei-2017-hal-20-21\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Semakin Akrab dengan Bisnis Hijau. SWA. Edisi 10. 10-23 Mei 2017. Hal 20-21"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11152"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12540,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11152\/revisions\/12540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}