{"id":11672,"date":"2018-01-23T16:09:02","date_gmt":"2018-01-23T09:09:02","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11672"},"modified":"2025-05-01T12:37:11","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:11","slug":"budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/","title":{"rendered":"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11673\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/5a66fac15062b-5a66fac15063bBudianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16.jpg-1500x1088.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1088\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/5a66fac15062b-5a66fac15063bBudianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16.jpg-1500x1088.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/5a66fac15062b-5a66fac15063bBudianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16.jpg-300x218.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/5a66fac15062b-5a66fac15063bBudianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16.jpg-768x557.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/5a66fac15062b-5a66fac15063bBudianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16.jpg-1030x747.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/5a66fac15062b-5a66fac15063bBudianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16.jpg-705x511.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/5a66fac15062b-5a66fac15063bBudianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16.jpg-450x326.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>Penemuan lukisan tangan di langit &#8211; langit goa karts berusia 40.000 tahun di Leang ( Goa ) Timpuseng , Maros , Sulawesi Selatan , tahun 2014 , sontak mengubah pandangan dunia tentang peradaban , terutama soal lukisan prasejarah . Lukisan tangan tertua bukan terdapat di Spanyol , melainkan di Indonesia .<\/p>\n<p>OLEH RENY SRI AYU \/ ST SULARTO<\/p>\n<p>Sebelumnya , selama 100 tahun Eropa mengdaim sebagai wila purta tertua dengan lukisan tangan berusia 38.000 tahun di Spanyol . In donesia tentu patut berbangsa , ter lebih temuan lakisan ini termasuk salah satu dari 10 penelitian terbaik dunia tahun 2014. Bersama kebiasaan masyarakat Tana Toraja , sejak bebe tapa tahun lalu , lukisan cadasini didaftarkan ke Organisasi Pendidik an Pengetahuan dan Kebudayaan PBB ( UNESCO ) na menyeroleh pengakuan sebagai world memory be ritage.<\/p>\n<p>Di balik tuntuan yang simpat menghebohkan jagut arkeologi dan sejarah dunia ini , ada Budianto Ha- Idim ( 5.3 ) . peneliti senior Baloi Arkeo log Sulsel , yang punya peran penting Budi yang pertama kali mencetuskan Ide mendata usia lukisan tangan ter- sebut.<\/p>\n<p>&#8221; Saat itu penelitian yang kamu l- kukan di Marus , bekerja sama dengan peneliti dan arkeolog Australin , selitian benarnyu fokus pada pencarian ma- nusia purba . Penelitian pada lukisan tangan hanya untuk mencari jejak DNA yang mungkin tertinggal . Saya memberi ide untuk melakukan dating pada lukisan tersebut karena selama ini umumnya usia lukisan cap tangan hanya ditentukan berdasarkan hasil penggalian , &#8221; kata Budi .<\/p>\n<p>Temuan spektakuler ini tak mem- buat Budi dan peneliti lain puas . Mereka kembali ke tujuan utama mencari Jejak manusia purba . Na mun , belum lagi manusia purba di temukan tahun 2016 mereka mene mukan perhiasan berusia 30.000 t hun Lap &#8211; lagi ini jadi teman penting karena menjadi perhiasan manusia purha tertua yang pernah ditemukan di Indonesia hinga saat ini .<\/p>\n<p>Lukisan tangan maupun perhiasan hanya sedikit dari sejumlah pene selitian sejarah dan arkeologi penting di mana Budi punya peran strategis Budi , misalnya , menjadi penghubung antara peneliti luar dan dalam negeri yang melakukan penelitian terutama di sebagian wilayah Sulawesi . Pada sebagian besar penelitian , Budi juga menentukan lokasi ekskavas Acap kali dia pula yang turut melakukan pendekatan pada warga yang lahan atau wilayahnya menjadi lokasi penelitian.<\/p>\n<p><strong>Temuan penting <\/strong><\/p>\n<p>Perkenalan bapak dua anak ini pe- da sejarah dan arkeologi dimulai saat masih duduk di bangku sekolah dasar di Parepare . Saat itu , kedua orang- tuanya yang guru sering membawa bahan bacaan ke rumah . Budi selalu tertarik membaca buku &#8211; buku sejarah Budi yang memiliki jiwa petualang melihat dalam sejarah dan arkeologiangupan ada kisah nyata dan petualangan yang berpadu.<\/p>\n<p>Setamat SMA . pacia 1984 , Budi me- milih Jurusan Arkeologi di Univer ensitas Hasanuddin Keterlihatannya pada berbagai penelitian arkeologi sudah dimulai sejak masih kuliah . Pertama kali ikut penelitian , Budi membantu David Bulbeck yang me nyusun disertasi tentang Sejarah dan Prasejarah Sulsel Selepas penelitian ini , sejumlah peneliti lainnya meng- ikutkan Budi dalam penelitian atau elaskavasi mereka.<\/p>\n<p>Pada 1998-2000 , Budi juga terlibat dalam Oxis Project , sebuah penelitian tentang kerajaan tun di Sulsel yang dilakukan di wilayah Lawu Bone Soppeng dan Waja Penelitian ini tidak hanya menguak ihwal kerajaan tua , tetapi juga lokasi awal kerajaan.<\/p>\n<p>Pada Kedatuan Lawu di Sulsel misalnya penelitian mengungkap fakta baru bahwa lokasi awal Kera- waan Luwu adalah Malangke . Lawu Utara . Temuan ini seketika meng- ubah pendapat yang melekat selama ini bahwa lokasi kerajaan adalah di Kota Palopo Begitu pula pada kera- jaan Bone , Soppent dan Wajo.<\/p>\n<p>Penelitian demi penelitian maupun ekskavasi membawa Budi berkenalan dengan Adam Brumm , arkeolog dari Universitas Griffith , Australia Perkenalan pada tahun 2005 kemudian berlanjut dengan memulai penelitian bersama pada 201L Tujuannya , men cari manusia purba Sulawesi . Penelitian mereka menemukan lukisan tangan tertua dan perhiasan tertua.<\/p>\n<p>Budi optimistis pencarian manusia purba akan berakhir dengan kabar baik Berdasarkan jejak arkeologi dan pelan di wilayah ini . Sulawesi merupakan tempat transit sekaligus tujuan migrasi . Jia selama ini ada arkeologiangupan manusia purba di Jawa tak bermigrasi ke Sulawesi , sebenarnya tidak seperti itu . Tapi , itu akan terja wab jelas jika manusia purba Sulawesi kami terulan katanya .<\/p>\n<p>Menurut Budi , hal ini sekaligus akan membalikdan fakta yang selarna ini menyebut bahwa Indonesia adalah bangsa penirs\u0131 &#8221; Fisa jadi jika kami menemukan manusia purba itu , In cinesia juga akan bertanda bahwa bangsa ini punya peradaban yang jauh letrih tua dibandingkan sejumlah ne- gara lain , &#8221; katanya .<\/p>\n<p><strong>Kehilangan momen <\/strong><\/p>\n<p>Berkeliling dari satu lokasi pene litian dan ekskawasi ke lokasi lainnya . berpindah satu goa ke goa lainnya , diakui Budi membuatnya acap kali kehilangan banyak momen penting dalam perjalanan hidupnya . Pernah selama enam tahun ia hidup berpisah dengan keluaranya , saat Budi ber tugas di Jakarta dan berkeliling mengikuti penelitian . Sementara &#8211; trinya yang bekerja di salah satu bank swasta di Makassar juga tak bisa pindah Dia mengaku banyak kehi langan momen penting dalam fase pertumbuhan kedua anakny.<\/p>\n<p>Bagii Budi , penelitian arkeologo dan berbagai penggalian yang dilakukan nya . betapupun acap dipandang se belah mata , punya nilai penting Se tiap lapisan tanah yang dia gali de ngan hati &#8211; hati adalah kotak hitam peradaban . Lapisan tanah ini me nyimpan fakta dari masa ke masa tentang peradaban bangsa ini . Menguak masa lalu , juga memberi gam baran seperti apa leluhur kita .<\/p>\n<p>&#8221; Kami menemukan banyak fakta yang menunjukkan bahwa pendahulu dan peradaban kita justru lebih maju dibandingkan dengan banyak negara lain . Setidaknya temuan seperti ini bisa mengangkut derajat bangsa ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Budi , menali masa lalu adalah salah satu cara menjawab ma sa depan dan menjelaskan banyak hal . &#8221; Ingat bagaimana bangsa Arta memu suhi Polandia hanya karena temuan satu keping gerabah bertambang Na &#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya , Buti belum lelah untuk terus melakukan penelitian dan menghabiskan banyak waktu da Iam hidupnya , berpindah dari satu goa ke yon lain . Dia bahkan bertekad terus mencari hinga menemukan manusia purba Sulawesi yang jejak nya sudah mulai tampak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas. 14 November 2017. Hal. 16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penemuan lukisan tangan di langit &#8211; langit goa karts berusia 40.000 tahun di Leang ( Goa ) Timpuseng , Maros , Sulawesi Selatan , tahun 2014 , sontak mengubah pandangan dunia tentang peradaban , terutama soal lukisan prasejarah . Lukisan tangan tertua bukan terdapat di Spanyol , melainkan di Indonesia . OLEH RENY SRI AYU&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11674,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penemuan lukisan tangan di langit &#8211; langit goa karts berusia 40.000 tahun di Leang ( Goa ) Timpuseng , Maros , Sulawesi Selatan , tahun 2014 , sontak mengubah pandangan dunia tentang peradaban , terutama soal lukisan prasejarah . Lukisan tangan tertua bukan terdapat di Spanyol , melainkan di Indonesia . OLEH RENY SRI AYU...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-23T09:09:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1593\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2361\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16\",\"datePublished\":\"2018-01-23T09:09:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":920,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/\",\"name\":\"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-23T09:09:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg\",\"width\":1593,\"height\":2361},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16 - Library","og_description":"Penemuan lukisan tangan di langit &#8211; langit goa karts berusia 40.000 tahun di Leang ( Goa ) Timpuseng , Maros , Sulawesi Selatan , tahun 2014 , sontak mengubah pandangan dunia tentang peradaban , terutama soal lukisan prasejarah . Lukisan tangan tertua bukan terdapat di Spanyol , melainkan di Indonesia . OLEH RENY SRI AYU...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-23T09:09:02+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:11+00:00","og_image":[{"width":1593,"height":2361,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16","datePublished":"2018-01-23T09:09:02+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/"},"wordCount":920,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/","name":"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg","datePublished":"2018-01-23T09:09:02+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/5a66fb6b0e9b4-5a66fb6b0e9c4Budianto-Hakim_Menggali-Masa-Lalu-Menjawab-Masa-Depan.-Kompas.-14-November-2017.-Hal.-16-F.jpg.jpg","width":1593,"height":2361},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/budianto-hakim_menggali-masa-lalu-menjawab-masa-depan-kompas-14-november-2017-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Budianto Hakim_Menggali Masa Lalu, Menjawab Masa Depan. Kompas. 14 November 2017. Hal. 16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11672"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23175,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11672\/revisions\/23175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}