{"id":11892,"date":"2018-01-24T14:18:05","date_gmt":"2018-01-24T07:18:05","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11892"},"modified":"2025-05-01T12:37:10","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:10","slug":"misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/","title":{"rendered":"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11893\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-1500x1242.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1242\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-1500x1242.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-300x248.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-768x636.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-1030x853.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-705x584.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-450x373.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>Kisah cokelat dan kopi begitu erat mewarnai setengah perjalanan hidup Misnawi (61), seorang peneliti pascapanen. Sejak memulainya 33 tahun silam, bergabung di Pusat Peneliti Kopi dan Kakao Jember, Misnawi bagai tak pernah puas. Puluhan riset tentang kopi dan cokelat telah dipecahkan, tetapi ia terus bergegas meriset beragam produk lainnya.<\/p>\n<p>AB Angger Putranto\/Siwi Yunita Cahyaningrum\/Irma Tambunan<\/p>\n<p>Ketidakpuasan itu didasari obsesi sederhana. \u201cSaya ingin mengolaborasukan riset dan masyarakat serta dunia usaha,\u201d ujar Misnawi, Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), akhir November lalu.<\/p>\n<p>Sudah umum ada anggapan dunia riset di dalam negeri masih eksklusif. Banyak ilmuwan tenggelam di belakang meja atau dalam ruang laboratorium. Kenyataanya, hasil-hasil riset itu menjadi karya <em>laboral<\/em> yang tersia-siakan.<\/p>\n<p>Misnawi tak mau Puslitkoka berjalan di jalur tersebut. Ia selalu menekankan, setiap peneliti harus punya sikap kreatif dan inovatif. Terlebih lagi peneliti harus melebur. Sikap itulah yang ia contohkan kepada rekan-rekan peneliti.<\/p>\n<p>Dengan semangat itulah dia mempertemukan riset dengan dunia usaha. Salah satu leburan riset dengan dunia usaha yang sudah berhasil ia lakukan adalah cokelat. Selama ini, cokelat hanya dimanfaatkan sebagai camilan dan bahan minuman. Cara pengolahannya pun konvensional. Di tangan timnya, biji cokelat hingga limbahnya pun bisa dimanfaatkan.<\/p>\n<p>Hasil penelitian yang dimulai 18 tahun lalu mengungkap begitu banyak manfaat cokelat. Banyak orang, hanya memanfaatkan bijinya untuk difermentasi, disangrai, lalu diolah jadi bubuk dan batangan cokelat.<\/p>\n<p>Dengan pemanfaatan seperti itu, kulit, kandungan minyak, dan beragam senyawa penting pada kakao akan terbuang begitu saja. Penelitian Misnawi menghasilkan bawah kulit kakao dapat dimanfaatkan sebagai bahan permen karet. Kandungan gula pada kulit buah kakao juga dapat dimanfaatkan sebagai produk minuman. Dia juga menemukan kulit halus yang meliputi biji cokelat memiliki kandungan serat tinggi. Kandungan itu sangat diperlukan tubuh dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran es krim.<\/p>\n<p>Misnawi juga menemukan kandungan lemak pada biji kakao yang tidak difermentasi sehingga bisa diolah menjadi <em>virgin coco butter<\/em>. \u201cLemak cokelat ini rupanya sangat bermanfaat untuk produk kecantikan, mulai dari sabun, <em>scrub<\/em>, hingga bahan kosmetik lainnya,\u201d kata Misnawi.<\/p>\n<p>Penelitian masih berlanjut. Ia menemukan biji cokelat yang telah diambil lemaknya, mengandung <em>folifenol<\/em> (<em>polyphenol<\/em>) tinggi. <em>Folifenol <\/em>ditemukan secara alami pada tumbuhan dan memiliki beragam manfaat, seperti antioksidan yang berkhasiat meningkatkan kemampuan anti-inflamasi dan kekebalan tubuh. \u201cBahan-bahan yang semula terbuang akibat proses fermentasi biji cokelat kini bisa dimanfaatkan dengan sangat beragam, termasuk untuk dunia kedokteran dan kecantikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana dengan sisa kakao yang telah habis dimanfaatkan <em>folifenol<\/em> dan lemak cokelatnya? Menurut Misnawi, ampas kakao masih bisa diolah menjadi bahan cokelat batangan dan bubuk melalui teknologi penyangraian.<\/p>\n<p><strong>Dimanfaatkan<\/strong><\/p>\n<p>Meski penelitian tentang kakao masih berjalan hingga sekarang, sejumlah hasil riset telah dimanfaatkan dunia usaha. Sejumlah kalangan memanfaatkan lemak cokelat hasil penelitiannya untuk mengembangkan industry kosmetik. Sisanya dimanfaatkan untuk memproduksi cokelat batangan, cokelat bubuk, sabun berbahan dasar cokelat, hingga berbagai penganan lain dari cokelat. Produk-produk itu dikomersialisasi. Selebihnya diolah menjadi beragam produk bermerek Vicco (Village Cocoa Company) yang dikelola Koperasi Sekar Arum, milih Puslitkoka. Pemasarannya memanfaatkan outlet Coco Park. Lokasinya terletak di area wisata berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan tak jauh dari laboratorium Puslitkoka.<\/p>\n<p>Misnawi membuka Puslitkoka untuk umum lewat Coco Park. Setiap orang bisa berkunjung dan melihat budidaya dan pengolahan cokelat dan kopi. Area ini juga memanjakan pengunjung yang ingin tahu keberagaman kakao dan kopi.<\/p>\n<p>Puslitkoka juga mengenalkan dan memproduksi produk hilir cokelat dan kopi mulai dari makanan, produk sabun, hingga minyak untuk kosmetik. Semuanya dengan harga terjangkau dengan kualitas baik. Misnawi memang ingin menyampaikan bahwa tanah ini adalah penghasil produk yang berkualitas tinggi dan tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk memperolehnya karena kita hidup di tengah-tengahnya.<\/p>\n<p>Misnawi bertekad mengungkap lebih banyak lagi nilai tambah yang bisa dihasilkan dari sebuah komoditas. Tak hanya cokelat, pengembangan serupa dilakukan pada kopi. Tujuannya, agar harga komoditas lebih terjamin. \u201cAgar tidak mudah dipermainkan pemain besar, kita harus bisa membuat produk-produk alternatif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia pun mendorong 40 peneliti di Puslitkoka untuk mengembangkan upaya serupa dalam menjalankan penelitian. \u201cRisetnya harus strategis dan bisa dimanfaatkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Tak sampai di situ, Misnawi mendorong Puslitkoka lebih terbuka pada petani dan pelaku usaha kecil. Salah satunya dengan membuka kelas-kelas produksi bagi calon pengusaha cokelat, pengusaha kopi, dan kalangan pembudidaya.<\/p>\n<p>Mulai tahun depan, Puslitkoka membuka pusat inkubasi dan bisnis yang disebut Pondok Teknopreneur bagi calon wirausaha kopi dan kakao. \u201cKami siapkan beasiswa bagi calon-calon pengusaha,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Berkat penelitian menyeluruhnya tentang kakao, Misnawi pada Desember lalu menjadi satu-satunya peneliti dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan Fraunhofer-DAAD (The German Academic Exchange Service) Technopreneur 2017. Penghargaan itu diberikan Pemerintah Jerman kepada periset Indonesia.<\/p>\n<p>Dari sebuah penelitian, Misnawi tak hanya mengangkat nilai kakao. Ia juga turut memberi harapan petani, pengusaha kecil, serta industry cokelat dan kopi Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Misnawi<\/strong><\/p>\n<p>Istri: Fatimah<\/p>\n<p>Anak:<\/p>\n<ul>\n<li>Miftalia Aisah<\/li>\n<li>Fahmilia Rahmanita<\/li>\n<li>Fahmiandi A Ahsan<\/li>\n<li>Arafah Fahmi Azi<\/li>\n<li>Arafi Fahmi Azi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pendidikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Post doctoral, Faculty of Science and Biotechnology Universiti Putra Malaysia, 2003-2004<\/li>\n<li>Strata 3, disiplin ilmu Food Chemistry and Biochemistry, Faculty of Food Science and Biotechnology Universiti Putra Malaysia 1999-2003<\/li>\n<li>Strata 2, disiplin ilmu Food Chemistry and Biochemistry, Faculty of Food Science and Biotechnology Universiti Putra Malaysia 1999-2001 (konversi ke Strata 3)<\/li>\n<li>Strata 1, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember, 1985-1990<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pengalaman kerja (antara lain):<\/p>\n<ul>\n<li>Kepala Balai Penelitian Kakao\/Kepala Bidang Penelitian Kakao, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (2013-2015)<\/li>\n<li>Ketua Kelti Pasca-Panen Juli 2007-Oktober 2012<\/li>\n<\/ul>\n<p>Peneliti pascapanen:<\/p>\n<ul>\n<li>Juli 2004-sekarang<\/li>\n<\/ul>\n<p>Teknisi pascapanen:<\/p>\n<ul>\n<li>Juni 1984-Juni 2004<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jabatan:<\/p>\n<ul>\n<li>Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber: Kompas, 2 Januari 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kisah cokelat dan kopi begitu erat mewarnai setengah perjalanan hidup Misnawi (61), seorang peneliti pascapanen. Sejak memulainya 33 tahun silam, bergabung di Pusat Peneliti Kopi dan Kakao Jember, Misnawi bagai tak pernah puas. Puluhan riset tentang kopi dan cokelat telah dipecahkan, tetapi ia terus bergegas meriset beragam produk lainnya. AB Angger Putranto\/Siwi Yunita Cahyaningrum\/Irma Tambunan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11894,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kisah cokelat dan kopi begitu erat mewarnai setengah perjalanan hidup Misnawi (61), seorang peneliti pascapanen. Sejak memulainya 33 tahun silam, bergabung di Pusat Peneliti Kopi dan Kakao Jember, Misnawi bagai tak pernah puas. Puluhan riset tentang kopi dan cokelat telah dipecahkan, tetapi ia terus bergegas meriset beragam produk lainnya. AB Angger Putranto\/Siwi Yunita Cahyaningrum\/Irma Tambunan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-24T07:18:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1181\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1498\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16\",\"datePublished\":\"2018-01-24T07:18:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":873,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/\",\"name\":\"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-24T07:18:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg\",\"width\":1181,\"height\":1498},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16 - Library","og_description":"Kisah cokelat dan kopi begitu erat mewarnai setengah perjalanan hidup Misnawi (61), seorang peneliti pascapanen. Sejak memulainya 33 tahun silam, bergabung di Pusat Peneliti Kopi dan Kakao Jember, Misnawi bagai tak pernah puas. Puluhan riset tentang kopi dan cokelat telah dipecahkan, tetapi ia terus bergegas meriset beragam produk lainnya. AB Angger Putranto\/Siwi Yunita Cahyaningrum\/Irma Tambunan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-24T07:18:05+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:10+00:00","og_image":[{"width":1181,"height":1498,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16","datePublished":"2018-01-24T07:18:05+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/"},"wordCount":873,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/","name":"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg","datePublished":"2018-01-24T07:18:05+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Misnawi_Pengabdian-Riset-yang-Melebur.Kompas.2-Januari-2018.Hal_.16-F.jpg","width":1181,"height":1498},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/misnawi_pengabdian-riset-yang-melebur-kompas-2-januari-2018-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Misnawi_Pengabdian Riset yang Melebur.Kompas.2 Januari 2018.Hal.16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11892"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24500,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11892\/revisions\/24500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}