{"id":12087,"date":"2018-01-31T11:19:58","date_gmt":"2018-01-31T04:19:58","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12087"},"modified":"2025-05-01T12:37:10","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:10","slug":"m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/","title":{"rendered":"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12088\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372068283-1500x1249.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1249\" \/><\/p>\n<p>Mekongga adalah kerajaan di Kolaka , Sulawesi Tenggara , pada masa lampau . Namun , kisah tentang kerajaan itu tak banyak tersimpan dalam catatan tertulis kecuali dari penuturan keturunan raja , tokoh adat dan para tetua . M Aliansi ( 44 ) mencoba mengabadikan sebagian jejak sejarah itu dalam lembaran &#8211; lembaran kain tenun .<\/p>\n<p>Reny Sri Ayu<\/p>\n<p>Lelaki yang akrab disapa Ali ini se- benarnya bukan putra asli kelahiran Kabupaten Kolaka . Dia adalah peran tau asal Sengkang daerah yang juga Sulawesi Selatan . Pada sejarah , adat , tradisi , dan segala hal yang terkait masa lalu . Ali punya ketertarikan besar . Karena itu , sejak 2009 , dia memilih &#8221; menenun &#8221; sejarah Me- kongga dalam lembaran lain .<\/p>\n<p>Pada lembar &#8211; lembar kain tenun- annya , orang bisa melihat bagaimana bentuk tikar yang dipakai raja dan pemangku adat Mekongga dahulu Ada pula kain tenun bermotif perisai yang dipakai pasukan kerajaan , or namen dan seni bangunan , perhi- asan , hingga kisah cinta antara dua suku yang diberi nama tenun Bunga Cinta . Dalam sebuah pameran dan lomba di Jakarta , tenun Bunga Cinta merebut gelar juara .<\/p>\n<p>Pilihannya menenun bermotif se- jarah , tradisi , serta kehidupan sosial dan keseharian masyarakat Kolaka bukan hanya membuat kabupaten itu kini punya oleh &#8211; oleh khas . Ali juga bisa menghidupi banyak petenun dan menginspirasi petenun lainnya untuk lebih kreatif . Kain tenun yang dahulu tak terlalu dilirik dan nyaris diting galkan , kini diminati , termasuk oleh generasi muda.<\/p>\n<p>Awalnya langkah Ali itu mendapat kritik dan banyak yang beranggapan dia bukan orang asli setempat se hingga tak pantas membuat sesuatu yang terkait sejarah daerah ini . &#8221; Pro duk saya sempat tak diterima hinga hampir dua tahun . Namun , saya tak putus asa . Saya datangi para tetua dan tokoh adat untuk menjelaskan mak sud saya . Akhirnya mereka bisa me nerima dan memberi izin , &#8221; katanya di Kolaka , beberapa waktu lalu .<\/p>\n<p>Namun , izin tak diberikan begitu saja , tetapi melalui sebuah syarat . Ali diminta menenun kain yang motif nya meniru kain tua peni alan keluarga Kerajaan Mekongga . Kabar nya , sudah beberapa petenun yang diminta membuat replika tenunan itu , tetapi tak ada yang berhasil .<\/p>\n<p>&#8221; Alhamdulillah , saya bisa mem buat kain yang sangat mirip . Ini membuat keturunan keluarga kera- jaan dan tokoh adat memberi saya izin membuat tenunan dengan mengambil motif dari benda &#8211; benda ataupun kisah kerajaan dahulu , &#8221; ka tanya.<\/p>\n<p><strong>Menggali sejarah <\/strong><\/p>\n<p>Ali kemudian tekun menggali se- yang jarah dan tradisi Mekongga melalui para tetua , tokoh adat , dan keturunan keluarga Kerajaan Mekongga , la ma- suk &#8211; keluar kampung menggali cerita , menyimak , dan memperhatikan se- gala hal , baik yang terkait sejarah maupun tradisi . Hal itu dia lakukan karena tak banyak catatan sejarah Mekongga dalam bentuk tertulis yang tersisa di Kolaka . benda.<\/p>\n<p>Segala informasi yang dia peroleh . kemudian ditenun menjadi motif motif unik dalam lembaran kain . Ke pada pembeli , dia tak sekadar men jual , tetapi juga menceritakan apa se- yang tergambar pada kain .<\/p>\n<p>&#8221; Saya melakukan itu agar orang tak salah menjahit kain . Agar motif tak terbalik atau cerita dan kisah pada tenunan tak berubah makna . Saya ingin agar orang yang memakai kain tenun dari tempat saya memahami cerita pada kain mereka , &#8221; kata bapak tiga anak ini.<\/p>\n<p>Untuk menjaga nama Mekongga dan sejarah yang ditenunnya . Ali jugari konsisten pada kualitas . Kerapatan tenunan , pemilihan bahan benang hingga proses pewarnaan , menjadi syarat utama dalam proses pembu- atan tenun di tempat usahanya.<\/p>\n<p>&#8221; Apa yang saya buat banyak ditiru oleh petenun atau usuha tenun lain Sebenarnya , hal itu tak masalah . Ha- nya saja banyak yang membuat de- ngan kualitas yang kurang bagus katanya.<\/p>\n<p>Kreativitas Ali dan komitmennya menjaga kualitas juga membuatnya mendapat izin menggunakan nama Mantiq Sangea pada usahanya yang berarti sarung raja .<\/p>\n<p><strong>\u00a0Merenung<\/strong><\/p>\n<p>Capaian Ali saat ini dirintis lewat usaha keras . Bertahun &#8211; tahun meran- tau dan bekerja serabutan sudah dia jalani . Tamat sekolah di Sengkang tahun 1988 , dia berkeliling merantau ke beberapa daerah<\/p>\n<p>Saat tiba di Kolaka tahun 1994 , dia bekerja dari berdagang keliling hing- ga membantu beberapa usaha milik orang lain . Tahun 1996 , dia menikah lalu membantu mertuanya menenun . Usaha tenun mertuanya pas dengan keterampilan yang dimiliki Ali karena keluarganya di Sengkang menggeluti usaha ini .<\/p>\n<p>Namun , usaha tenunnya sempat tidak jalan karena sepi peminat . Lalu Ali beralih membuat kerajinan dari kayu dan kertas . Usaha ini sempat berjalan bagus sebelum akhirnya kembali mandek akibat modal usaha yang pas &#8211; pasan ,<\/p>\n<p>&#8221; Suatu ketika saya merenung ten tang nasib usaha saya , tiba &#8211; tiba ter pikir membuat kain tenun dengan mengangkat motif berdasarkan se jarah dan tradisi Mekongga . Saya akhirnya berbicara dengan beberapa tokoh adat tentang rencana itu , &#8221; tu . turnya .<\/p>\n<p>Walaupun sempat diprotes warga setempat , kegigihan dan kualitas te runannya membuat masyarakat akhirnya bisa menerima . Beberapa motif yang dibuat , di antaranya sorume , talunia , wasabanggali , dan kine . Setiap motif memiliki makna berbeda . Awalnya , dia hanya ment buat tenun untuk keperluan hajatan warga sekitar . Sesekali menjadi oleh &#8211; oleh bagi kerabat yang datang.<\/p>\n<p>Usahanya berkembang setelah mendapat kredit usaha kecil dari PT Antam , perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kecamatan Por malaa , Kolaka . Ali memberanikan di meminjam dengan menjaminkan tempat usahanya .<\/p>\n<p>&#8221; Saya dapat pinjaman uang Rp 35 juta yang saya gunakan untuk me mesan kotak suvenir tenunan saya , Kotak itu saya pesan dari Bandung Saya berpikir dengan dikemas dalam Kotak , kain tenun ini bisa punya nilai lebih dan bisa menjadi oleh &#8211; oleh bagi siapa saja , &#8221; katanya .<\/p>\n<p>Pilihannya tak salah karena sejak dikemas dalam kotak kertas berpe nampilan menarik , kain buatannya bukan hanya Inku saat ada hajatan atau pesta , melainkan juga menjadi oleh &#8211; oleh khas Kolaka . Bahlan , per mintaan juga datang dari berbagai toko penjual oleh &#8211; oleh di Kendari dan Wakatobi.<\/p>\n<p>Usahanya kini berkembang dengan penghasilan hingga puluhan juta rupiah per bulan . Namun , se jarah , adat dan tradisi tetap yang utama . Ada banyak yang bisa digali dan dikembangkan atau dimodifikasi agar motifnya tak monoton dan lebih menarik . Intinya , setiap lain akan tetap punya cerita , &#8221; kata Ali .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, Sabtu, 20 Januari 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mekongga adalah kerajaan di Kolaka , Sulawesi Tenggara , pada masa lampau . Namun , kisah tentang kerajaan itu tak banyak tersimpan dalam catatan tertulis kecuali dari penuturan keturunan raja , tokoh adat dan para tetua . M Aliansi ( 44 ) mencoba mengabadikan sebagian jejak sejarah itu dalam lembaran &#8211; lembaran kain tenun &#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12088,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mekongga adalah kerajaan di Kolaka , Sulawesi Tenggara , pada masa lampau . Namun , kisah tentang kerajaan itu tak banyak tersimpan dalam catatan tertulis kecuali dari penuturan keturunan raja , tokoh adat dan para tetua . M Aliansi ( 44 ) mencoba mengabadikan sebagian jejak sejarah itu dalam lembaran &#8211; lembaran kain tenun ....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-31T04:19:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1179\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1922\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga\",\"datePublished\":\"2018-01-31T04:19:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/\"},\"wordCount\":946,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/\",\"name\":\"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-31T04:19:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg\",\"width\":1179,\"height\":1922},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga - Library","og_description":"Mekongga adalah kerajaan di Kolaka , Sulawesi Tenggara , pada masa lampau . Namun , kisah tentang kerajaan itu tak banyak tersimpan dalam catatan tertulis kecuali dari penuturan keturunan raja , tokoh adat dan para tetua . M Aliansi ( 44 ) mencoba mengabadikan sebagian jejak sejarah itu dalam lembaran &#8211; lembaran kain tenun ....","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-31T04:19:58+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:10+00:00","og_image":[{"width":1179,"height":1922,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga","datePublished":"2018-01-31T04:19:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/"},"wordCount":946,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/","name":"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg","datePublished":"2018-01-31T04:19:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/M-Aliansi_Menenun-Sejarah-Mekongga.Kompas.20-Januari-2018.Hal_.16-001-e1517372304779.jpg","width":1179,"height":1922},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/m-aliansi_menenun-sejarah-mekongga\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"M Aliansi_Menenun Sejarah Mekongga"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12087"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12087\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23159,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12087\/revisions\/23159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}