{"id":12313,"date":"2018-02-02T13:47:49","date_gmt":"2018-02-02T06:47:49","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12313"},"modified":"2025-05-01T12:33:14","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:14","slug":"narasi-dan-haluan-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/","title":{"rendered":"Narasi dan Haluan Desa"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12301\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001-624x1500.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"1500\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001-624x1500.jpg 624w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001-125x300.jpg 125w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001-768x1847.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001-428x1030.jpg 428w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001-293x705.jpg 293w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001-415x999.jpg 415w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Narasi-dan-Haluan-Desa.Tabloid-Kontan.10-Juli-16-Juli-2017.Hal-31-001-page-001.jpg 936w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p>Oleh Jony Eko Yulianto, Dosen Psikologi Sosial Universitas Ciputra Surabaya.<\/p>\n<p>Liburan lebaran telah usai. Semua pemudik sudah balik ke kota dan berkarya kembali. Tetapi sebelum kembali hanyut dalam rutinitas profesional, mari kita merenungkan sebuah pertanyaan penting tentang esensi mudik melalui pertanyan evaluatif ini: \u201cApa elemen terpenting mudik yang diterima oleh desa melalui adanya fenomena mudik?\u201d<\/p>\n<p>Mayoritas pengamat menyebut elemen terpenting yang diterima desa adalah faktor ekonomi, yakni kenaikan perputaran uang. Pandangan ini menilai mudik Idul Fitri merupakan peluang bagi desa untuk menerima perputaran dana besar yang dibelanjakan oleh pemudik. Indonesia Development and Islamic Studies mengestimasi perputaran uang dari para pemudik di tahun ini mencapai Rp205,8 triliun atau setara dengan 9,9% total APBN.<\/p>\n<p>Namun pandangan ekonomi-sentris ini tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya pilar dalam membangun desa secara berkelanjutan. Menempatkan modalitas finansial sebagai poros utama pembangunan desa sangat beresiko diintepretasikan secara keliru: Perekonomian desa seolah-olah baru berkembang jika ada cukup aliran uang seperti saat Lebaran tiba.<\/p>\n<p>Penulis berargumen, terdapat pula faktor lain, yakni faktor non-ekonomi yang juga menentukan haluan perkembangan desa, yakni narasi cerita pemudik. Saat tiba di kampung halaman, mereka akan menceritakan narasi-narasi fenomenologis yang mereka rasakan tentang kota yang mereka kunjungi.<\/p>\n<p>Selain itu, pemudik mendengar dari warga lokal tentang desa dan pertanyaan tentang kota. Interaksi sosial terjadi. Sayang, narasi cerita jarang dibahas dalam perspektf pembangunan desa.<\/p>\n<p>Setidaknya ada dua jenis narasi cerita yang kerap muncul dan relevan untuk dibahas dengan perspektif pembangunan desa. <em>Pertama, <\/em>cerita inspiratif tentang bagaimana denyut nadi kota bekerja. Jenis cerita ini menstimulasi masyarakat desa untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan modal finansial dikelola.<\/p>\n<p>Banyak pelaku-pelaku usaha di kota yang penuh dengan kreativitas dan inovasi, yang memungkinkan sebuah rintisan usaha (<em>start-up) <\/em>terjadi. Ide-ide segar tentang pengembangan usaha ini, pada titik tertentu dapat pula diimplementasikan di desa.<\/p>\n<p>Tentu, yang dimaksud implementasi di sini bukanlah meniru mentah, tetapi tetap memerlukan penyesuaian yang kontekstual. Tetapi melalui diskursus ini, poin terpentingnya: Narasi cerita tentang ide rintisan usaha di kota akan menstimulasi pelaku-pelaku usaha di desa untuk mengembangkan <em>business model canvas, <\/em>dari cara yang konvensional menjadi progresif dan inovatif.<\/p>\n<p><strong>Menyadari potensi<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Narasi\u00a0 cerita tentang kehidupan kota adalah topik yang penting, relevan, dan diperlukan masyarakat yang tinggal di desa karena jenis cerita ini berpeluang memberikan keberanian pada segenap masyarakat desa untuk menggarap potensi-potensi yang ada di desanya. Mengapa keberanian menjadi elemen penting?<\/p>\n<p><strong>Desa punya kekuatan financial berupa dana otonomi minimal Rp 1 miliar per tahun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Desa sebenarnya telah memiliki\u00a0 potensi yang bisa diaktifkan untuk berkembang. Dari segi finansial, desa memiliki kekuatan melalui dana otonomi desa yang besarnya bisa lebih dari Rp 1 miliar per tahun. Yang sebenarnya diperlukan adalah faktor psikologis berupa keyakinan dan gambaraan konkret tentang bagaimana eksekusi pembangunan dilakukan melalui <em>best practice<\/em> tentang pembangunan di kota.<\/p>\n<p><em>Kedua, <\/em>jenis cerita tentang keunikan desa itu sendiri. Para pemudik sangat mungkin mengeksplorasi cerita tentang apa yang menjadi kekuatan dari sebuah desa. Fenomena mudik memungkinkan golongan masyarakat dari desa dan kota bertukar pikiran. Terutama untuk memberikan penegasan ke masyarakat desa tentang potensi desa yang dimilikinya. Kerap kali ditemukan, desa sebenarnya memiliki potensi wisata yang sangat prospektif, namun tidak tergarap dengan baik. Masyarakat desa kerap tidak memiliki ide pengembangan karena keterbatasan model atau mentahnya ide dasar. Bahkan di beberapa kawasan tertentu, masyarakat desa belum sadar bahwa desanya memiliki potensi yang bisa dikembangkan.<\/p>\n<p>Masyarakat si daerah pesisir utara jalan trans-Sulawesi, misalnya secara natural memiliki pantai-pantai indah yang belum tergarap. Sampah ada di sepanjang pantai. Banyak lahan-lahan pertanahan di pinggir pantai tak termanfaatkan. Kalaupun ada usaha, hanya satu atau dua sehingga terjadi monopoli.<\/p>\n<p>Di sisi lain, masyarakat setempat lebih fokus menjadi buruh pemanjat pohon kelapa dengan gaji per satuan pohon. Hal ini menunjukkan bahwa peluang untuk mengembangkan desa agar perekonomian masyarakat lokal meningkat adalah topik yang masih sangat relevan untuk dieksekusi.<\/p>\n<p>Jadi, fenomena mudik Lebaran sebenarnya juga memiliki peran penting yang dapat menentukan haluan pembangunan desa melalui narasi cerita lokal. Para penulis dunia seperti Sigmund Freud, Bruno Bettleheim, Joseph Campbell, Ernest Bloch dan Clarissa Etses menegaskan bahwa lewat cerita, keraguan-keraguan, ketakutan, dan kecemasan tentang kemungkinan sebuah ide terlaksana atau tidak, dapat diminimalisir.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, manusia adalah mahluk naratif. Dalam pandangan psikologi evolusioner, sejak ratusan tahun lalu telah ditemukan bahwa manusia menggunakan cerita sebagai upaya untuk mengkomunikasikan ide atau sekadar bergosip. Cerita memiliki kekuatan untuk membangkitkan sisi emosional dalam individu.<\/p>\n<p>Evaluasi fenomena mudik setidaknya memberikan dua poin refleksi. <em>Pertama, <\/em>mari kita menjadikan setiap pengalaman profesional kita sebagai pengalaman profesional kita sebagai sarana untuk berkarya sebaik mungkin. Karya-karya kita maupun orang-orang di sekeliling kita akan menjadi narasi cerita yang berharga untuk di bagikan ke sanak saudara maupun masyarakat sekitar saat mudik tahun depan. Cerita ini akan menjadi pemantik inspirasi untuk dikembangkan dalam versi masyarakat desa.<\/p>\n<p><em>Kedua, <\/em>fenomena mudik juga merupakan kesempatan untuk merumuskan mekanisme pengembangan desa yang lebih konkret dan inovatif. Berkembangnya modalitas financial di desa melalu dana otonomi desan perlu dipadu-padankan dengan kekuatan lokal desa tersebut.<\/p>\n<p>Pada gilirannya, desa yang progresif akan menjadi tempat berinvestasi yang baik. Pada titik ini, kekuatan perekonomian masyarakat setempat akan naik. Konsep ini akan mempercepat sistem desentralisasi pembangunan hingga kualitas pembangunan menjadi lebih cepat merata.<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid Kontan. 10-16 Juli 2017.Hal.31<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Jony Eko Yulianto, Dosen Psikologi Sosial Universitas Ciputra Surabaya. Liburan lebaran telah usai. Semua pemudik sudah balik ke kota dan berkarya kembali. Tetapi sebelum kembali hanyut dalam rutinitas profesional, mari kita merenungkan sebuah pertanyaan penting tentang esensi mudik melalui pertanyan evaluatif ini: \u201cApa elemen terpenting mudik yang diterima oleh desa melalui adanya fenomena mudik?\u201d&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12298,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Narasi dan Haluan Desa - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Narasi dan Haluan Desa - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Jony Eko Yulianto, Dosen Psikologi Sosial Universitas Ciputra Surabaya. Liburan lebaran telah usai. Semua pemudik sudah balik ke kota dan berkarya kembali. Tetapi sebelum kembali hanyut dalam rutinitas profesional, mari kita merenungkan sebuah pertanyaan penting tentang esensi mudik melalui pertanyan evaluatif ini: \u201cApa elemen terpenting mudik yang diterima oleh desa melalui adanya fenomena mudik?\u201d...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-02T06:47:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"184\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"214\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Narasi dan Haluan Desa\",\"datePublished\":\"2018-02-02T06:47:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/\"},\"wordCount\":837,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/\",\"name\":\"Narasi dan Haluan Desa - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-02T06:47:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg\",\"width\":184,\"height\":214},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/narasi-dan-haluan-desa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Narasi dan Haluan Desa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Narasi dan Haluan Desa - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Narasi dan Haluan Desa - Library","og_description":"Oleh Jony Eko Yulianto, Dosen Psikologi Sosial Universitas Ciputra Surabaya. Liburan lebaran telah usai. Semua pemudik sudah balik ke kota dan berkarya kembali. Tetapi sebelum kembali hanyut dalam rutinitas profesional, mari kita merenungkan sebuah pertanyaan penting tentang esensi mudik melalui pertanyan evaluatif ini: \u201cApa elemen terpenting mudik yang diterima oleh desa melalui adanya fenomena mudik?\u201d...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-02T06:47:49+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:14+00:00","og_image":[{"width":184,"height":214,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Narasi dan Haluan Desa","datePublished":"2018-02-02T06:47:49+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/"},"wordCount":837,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/","name":"Narasi dan Haluan Desa - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg","datePublished":"2018-02-02T06:47:49+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Jony-Eko-Yulianto_Amarah-Kita-ke-Malaysia.Tabloid-Kontan.4-September-10-September-2017.Hal-31-001-page-001-e1517553852566.jpg","width":184,"height":214},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/narasi-dan-haluan-desa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Narasi dan Haluan Desa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12313"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12673,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12313\/revisions\/12673"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}