{"id":12372,"date":"2018-02-02T15:25:13","date_gmt":"2018-02-02T08:25:13","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12372"},"modified":"2025-05-01T12:33:14","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:14","slug":"mengapa-bunuh-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/","title":{"rendered":"Mengapa Bunuh Diri ?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12375\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-1144x1500.jpg\" alt=\"\" width=\"1144\" height=\"1500\" \/><\/p>\n<p><strong>ARVAN PRADIANSYAH (<\/strong>Motivator Nasional di bidang <em>Leadership &amp; Happiness)<\/em><\/p>\n<p>Tanggal 10 September diperingati dunia sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional. Ini merupakan sebuah sinyal keprihatinan dunia menyikapi banyaknya kasus bunuh diri di berbagai belahan dunia belakangan ini. Betapa tidak, setiap 40 detik terjadi satu peristiwa bunuh diri. Ini tentu saja luar biasa memprihatinkan. Di Indonesia angkanya memang tidak setinggi itu. tetapi sudah lebih dari cukup untuk membuat kita prihatin: setiap 52 menit terjadi satu kasus bunuh diri. Di Bandung dua wanita kakak-beradik melompat dari apartemennya di lantai 5. Masih di Bandung juga, seorang pria melompat dari <em>flyover <\/em>Pasupati dan tewas seketika. Ini hanya contoh kecil kasus bunuh diri yang makin sering kita dengar akhir-akhir ini.<\/p>\n<p>Apa penyebab bunuh diri? Banyak orang yang beranggapan faktor ekonomilah penyebabnya. Anggapan itu sungguh tidak tepat dan seharusnya sudah gugurdengan berbagai kasus bunuh diri yang terjadi di dunia, salah satunya yang terjadi pada Chester Bennington. vokalis Linkin Part yang tewas gantung diri di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat. Bennington adalah seorang penyanyi yang sungguh kaya dan terkenal. Bahkan. sehari sebelum kematiannya ia masih sempat meluncurkan video klip terbarunya yang berjudul <em>Talking to Myself.<\/em><\/p>\n<p>Melihat cara kematian Bennington, ingatan kita pasti akan tertuju pada peristiwa bunuh diri sebelumnya yang dilakukan oleh Chris Cornell, vokalis Soundgarden dan Audioslave yang merupakan sahabat karib Bennington. Keduanya memang sering berkolaborasi di atas panggung. Cornell langsung gantung diri segera setelah penampilannya di hadapan lebih dari 5.000 penggemarnya. la tidak melakukannya di rumahnya, tetapi langsung di hotel tempatnya menginap. Kedua sahabat ini menambah deretan kasus bunuh diri yang dilakukan para pesohor dunia sebelumnya seperti Tommy Page, Robin Williams, Michael Jackson, dan Whitney Houston.<\/p>\n<p>Saya menuliskan kasus ini sekadar untuk membatalkan anggapan bahwa bunuh diri itu disebabkan kemiskinan dan tekanan ekonorni.<\/p>\n<p>Bunuh diri sesungguhnya tidaklah berkaitan dengan segala kesulitan yang kita alami dalarn hidup. Semuatekanan dan masalah itu hanyalah stimulus. Cara kita memandang stimulus itulah kunci segala sesuatunya.<\/p>\n<p>Penyebab bunuh diri sesungguhnya adalah paradigma kita yang memaknai segala sesuatu secara negatif. seolah-olah pintu kebaikan di bumi dan di langit telah tertutup rapat untuk kita.<\/p>\n<p>Ada empat perasaan yang dihasilkan oleh cara pandang yang negatif tersebut. Hanya bila keempatnya hadir bersama-samalah, bunuh diri itu akan terjadi. Maksud saya. bila satu faktor saja tidak ada, orang tidak akan jadi melakukan bunuh diri.<\/p>\n<p>Pertama. merasa <em>hopeless. Hopelessada<\/em>lah merasa bahwa semua jalan telah tertutup. <em>Hopeless <\/em>adalah seperti menunggu sesuatu yang tak akan pernah terjadi. Yang harus kita ingat adalah <em>hopelessitu <\/em>tidak melekat pada kejadiannya. tetapi pada respons kitaterhadap kejadian itu. <em>There are no hopeless situations, only people who think hopelessly.<\/em><\/p>\n<p>Orang yang merasa <em>hopeless <\/em>sesungguhnya adalah orang yang melihat dirinya terbatas. la lupa bahwa ia punya sesuatu yang tak terbatas. yang mernbuat sesuatu yang tak mungkin jadi mungkin. dan itu adalah Tuhan. Karena itu, orang yang <em>hopeless sesungguh nya\u00a0 bukanlah orang yang beriman. <\/em>Orang yang beriman tak akan pernah merasa putus asa karena ia tahu bahwa tak ada hal yang tak mungkin bagi Tuhan. Bukankah la dipanggil Tuhan karena kemampuan-Nya membuat yang tak mungkin jadi mungkin?<\/p>\n<p>Kedua. merasa <em>meaningless. <\/em>Orang yang <em>rneaningless <\/em>merasa hidupnya tak berguna lagi. la merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. la merasa tak mampu berkontribusi dan memberikan apa pun kepada dunia ini. <em>Meaningless <\/em>sesungguhnya hanyalah sebuah perasaan. Anda <em>merasa <\/em>tak bermakna. Kalimat ini sama sekali tidak berarti bahwa Anda memang tidak berarti bagi dunia ini. Anda hanya <em>merasa <\/em>tidak berarti. Di sini telah terjadi kesalahan persepsi. Karena, sesungguhnya setiap orang sangat berarti bagi dunia dan segala isinya.<\/p>\n<p>Bukankah kita hadir di dunia ini karena skenario Tuhan? Lantas, mengapa Tuhan mengirimkan kita ke dunia? Kalau kita merenungkan pertanyaan ini dalam-dalam, kita pasti akan menemukan bahwa Tuhan mengirimkan kita ke dunia ini dengan satu maksud. yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang. Karena kalau tidak bermanfaat. buat apa Tuhan mengirim kita ke dunia? Analoginya adalah seperti orang yang berada dalam sebuah perusahaan. Mengapa seseorang ada di sebuah perusahaan? Pasti orang itu direkrut karena dibutuhkan. bukan? Tak ada satu orang pun di perusahaan yang tidak dibutuhkan. Tak ada seorang pun di dunia yang tidak dibutuhkan dunia. Tuhan hanya mengirim kita ke dunia karena dunia membutuhkan kita.<\/p>\n<p>Ketiga, merasa <em>lonely. <\/em>Orang tidak akan bunuh diri kecuali kalau ia tidak bisa lagi menemukan orang yang bisa diajaknya berbagi. Yang menarik, <em>feeling lonely <\/em>tidaklah sama dengan <em>being alone. Being alone <\/em>itu artinya: sendirian (secara sengaja), tetapi orang yang sendirian tidak serta- merta merasa kesepian. Justru banyak orang yang kesepian di tengah keramaian. Inilah mungkin yang dialami Chris Cornell yang merasa sepi, padahal ada begitu banyak orang yang memujanya. Jadi. kesepian itu lebih kepada persepsi pribadi yang bisa berbeda dari fakta dan kondisi yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Keempat, <em>fearless. <\/em>Orang yang bunuh diri adalah orang yang tidak merasa takut untuk menyakiti dirinya sendiri. Ini sesungguhnya bertentangan dengan hukum alam. Yang normal. setiap orang mestinya justru takut untuk menyakiti diri sendiri. Bukankah fitrah setiap orang adalah mengejar kesenangan dan menghindari kesakitan? Maka. orang yang menyakiti dirinya sesungguhnya sudah tidak normal karena sudah keluar dari sifat dasar kemanusiaan itu sendiri. Bukankah manusia diciptakan Tuhan untuk bisa bertahan hidup? Dan, bukankah yang dilakukan manusia selama berabad-abad adalah mempertahankan hidupnya di dunia dengan semaksimal mungkin?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: SWA_.31-Agustus-13-September-2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ARVAN PRADIANSYAH (Motivator Nasional di bidang Leadership &amp; Happiness) Tanggal 10 September diperingati dunia sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional. Ini merupakan sebuah sinyal keprihatinan dunia menyikapi banyaknya kasus bunuh diri di berbagai belahan dunia belakangan ini. Betapa tidak, setiap 40 detik terjadi satu peristiwa bunuh diri. Ini tentu saja luar biasa memprihatinkan. Di Indonesia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12375,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Bunuh Diri ? - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Bunuh Diri ? - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ARVAN PRADIANSYAH (Motivator Nasional di bidang Leadership &amp; Happiness) Tanggal 10 September diperingati dunia sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional. Ini merupakan sebuah sinyal keprihatinan dunia menyikapi banyaknya kasus bunuh diri di berbagai belahan dunia belakangan ini. Betapa tidak, setiap 40 detik terjadi satu peristiwa bunuh diri. Ini tentu saja luar biasa memprihatinkan. Di Indonesia...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-02T08:25:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"436\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"368\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Mengapa Bunuh Diri ?\",\"datePublished\":\"2018-02-02T08:25:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/\"},\"wordCount\":855,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/\",\"name\":\"Mengapa Bunuh Diri ? - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-02T08:25:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg\",\"width\":436,\"height\":368},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengapa-bunuh-diri\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Bunuh Diri ?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Bunuh Diri ? - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengapa Bunuh Diri ? - Library","og_description":"ARVAN PRADIANSYAH (Motivator Nasional di bidang Leadership &amp; Happiness) Tanggal 10 September diperingati dunia sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional. Ini merupakan sebuah sinyal keprihatinan dunia menyikapi banyaknya kasus bunuh diri di berbagai belahan dunia belakangan ini. Betapa tidak, setiap 40 detik terjadi satu peristiwa bunuh diri. Ini tentu saja luar biasa memprihatinkan. Di Indonesia...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-02T08:25:13+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:14+00:00","og_image":[{"width":436,"height":368,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Mengapa Bunuh Diri ?","datePublished":"2018-02-02T08:25:13+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/"},"wordCount":855,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/","name":"Mengapa Bunuh Diri ? - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg","datePublished":"2018-02-02T08:25:13+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Mengapa-Bunuh-Diri.SWA_.31-Agustus-13-September-2017.Hal_.82-001-e1517559869632.jpg","width":436,"height":368},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengapa-bunuh-diri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Bunuh Diri ?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12372"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21876,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12372\/revisions\/21876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}