{"id":12431,"date":"2018-02-05T15:06:58","date_gmt":"2018-02-05T08:06:58","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12431"},"modified":"2025-05-01T12:33:14","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:14","slug":"anak-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/","title":{"rendered":"Anak Kecil"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12432\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-1500x635.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"635\" \/><\/p>\n<h2>SAMUEL MULIA<\/h2>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Di kursi di rumah ibadah, saya merasa kesal. Tentu kekesalan itu saya pendam di dalam hati. Saking kesalnya, saya nyaris memutuskan meninggalkan kebaktian itu. Tetapi, nurani saya mengatakan untuk belajar sabar di tengah situasi yang paling mengesalkan.<\/p>\n<h2>Tua itu pasti, dewasa itu pilihan<\/h2>\n<p>Mengapa saya menjadi kesal? Kekesalan itu timbul karena cara sang pendeta menyampaikan khotbah, termasuk intonasi suara dan kontennya, seperti sedang menyampaikan pelajaran kepada anak kecil. Tentu saya tak menganggap saya begitu dewasanya karena, katanya, orang kalau bertambah tua malah menjadi semakin seperti anak kecil. Bahkan, mungkin tak usah menunggu sampai tua, acap kali kedewasaan bukan milik semua orang yang sudah berumur. Mungkin saja pendeta itu berpikir demikian. Ia mungkin sangat peka melihat bahwa orang itu hanya tua, tetapi belum tentu dewasa.<\/p>\n<p>Kalau tidak salah, beberapa tahun lalu, sebuah iklan rokok pernah memasang papan reklame dengan cogan yang mengatakana begini. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Nah, sekarang saya ingin bertanya kepada anda yang tentunya sudah tergolong tua. Apakah anda seorang manusia tua yang telah dewasa?<\/p>\n<p>Kalau jawabannya, ya, apakah kedewasaan itu adalah pilihan yang anda buat? Atau anda menyadari kalau anda hanya bertambah umur menjadi tua, tetapi belum dewasa-dewasa juga? Saya tak tahu apakah anda pernah mendengar dalam percakapan sehari-hari di antara teman-teman kantor, atau di dalam pergaulan sosial, yang mengatakan bahwa laki-laki itu sampai kapan pun tak pernah dewasa. Laki-laki itu seperti anak kecil.<\/p>\n<p>Saya pernah mendengar soal pendapat itu dan melihat dengan nyata ketika mereka sedang sakit. Contoh yang paling dekat dengan saya adalah beberapa teman saya. Mereka begitu gagah perkasa, mencari uang tiada lelah, berani menghadapi tantangan, tetapi ketika mereka ambruk hanya karena masuk angin saja, dan badan menjadi lemas, mereka tampak seperti anak-anak. Mereka terlihat tak berdaya, kekuatan sehari-hari yang mereka tunjukkan hilang seketika. Tentu saya tak bisa menganggap beberapa contoh itu untuk dijadikan pedoman bahwa semua laki-laki seperti itu. Kalau kembali pada cogan iklan rokok itu, berarti bertambahnya usia tidak berbanding lurus dengan bertambahnya kedewasaan, bukan?<\/p>\n<h2>Anak kecil yang tua<\/h2>\n<p>Nah, buat anda, apa kira-kira yang menyebabkan anda tak dewasa? Atau apa yang membuat anda memilih untuk menjadi dewasa? Baru saja selesai menulis kalimat di atas dengan kata dewasa, nurani saya langsung nyeletuk. \u201cEmang kamu sendiri tahu apa arti dewasa?\u201d. Saya terdiam dan menyadari bahwa sesungguhnya saya sendiri tidak tahu apa arti dewasa itu. Setelah merasa tersindir, saya mencari arti dewasa dalam kamus bahasa Indonesia. Maka, dewasa dijelaskan seperti berikut<em>. Dewasa<\/em>, dalam <em>Kamus Bahasa Indonesia<\/em>, berarti bukan anak-anak atau remaja lagi, telah mencapai kematangan kelamin, artinya menghasilkan sperma atau sel telur, matang tentang pikiran, pandangan dan sebagainya.<\/p>\n<p>Kalau artinya bukan seperti anak-anak atau remaja lagi, berarti kalau saya dan anda mengaku sudah dewasa, artinya tidak boleh lagi berpikir, berperilaku seperti waktu masih anak-anak atau remaja. Apa-apa saja yang saya dan anda ingat waktu masih anak-anak dan remaja agar menjadi pengingat untuk tidak menjadi anak dan remaja lagi?<\/p>\n<p>Waktu masih anak-anak saya tidak bisa mandi sendiri, makan disuapi. Eh&#8230; ternyata sudah tua dan tak berdaya karena sakit, misalnya, saya juga dibantu untuk dimandikan dan disuapi. Waktu masih anak-anak, saya menggerutu dan kadang pura-pura tidur. Di beberapa kesempatan saya bandel, malam bermain dengan anak-anak di lingkungan rumah. Waktu sudah besar dan berusia setengah abad lebih, saya juga menggerutu kalau lagi berada di jalan yang macet dan disuruh membayar pajak, tetapi tetap bandel untuk beli mobil dan barang-barang berharga.<\/p>\n<p>Sampai sekarang saya masih suka pura-pura. Pura-pura baik kalau bertemu dengan teman atau klien, padahal kesalnya setengah mati. Bandel waktu anak-anak dan remaja juga ternyata tak surut dimakan waktu. Dilarang merokok, malah makin merokok. Dilarang buang sampah sembarangan, makin membuang sampah sembarangan. Dilarang selingkuh, selingkuh jalan terus. Dilarang korupsi, korupsi jalan terus.<\/p>\n<p>Pada masa anak-anak dan remaja, selain berani membolos, juga melihat beberapa teman berani berkelahi, bahkan dengan kakak kelas pun tak jadi masalah. Nah, sekarang sudah tua tetap berkelahi. Saya melihat ada pejabat yang saling adu jotos. Kalau soal membolos? Paling mudah adalah melihat betapa banyaknya saya membolos datang ke rumah ibadah. Ada saja alasan untuk itu.<\/p>\n<p>Tiba-tiba, kok, saya merasa bahwa saya ini hanya tua semata. Saya jadi malu kalau sudah kesal di rumah ibadah. Saya pikir pendetanya benar untuk memperlakukan saya demikian, <em>that wrong<\/em> saya ini sudah tua saja, ternyata masih seperti anak-anak dan remaja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 4 Februari 2018.Hal.20<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMUEL MULIA \u00a0 Di kursi di rumah ibadah, saya merasa kesal. Tentu kekesalan itu saya pendam di dalam hati. Saking kesalnya, saya nyaris memutuskan meninggalkan kebaktian itu. Tetapi, nurani saya mengatakan untuk belajar sabar di tengah situasi yang paling mengesalkan. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan Mengapa saya menjadi kesal? Kekesalan itu timbul karena cara&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12432,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Anak Kecil - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Kecil - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SAMUEL MULIA \u00a0 Di kursi di rumah ibadah, saya merasa kesal. Tentu kekesalan itu saya pendam di dalam hati. Saking kesalnya, saya nyaris memutuskan meninggalkan kebaktian itu. Tetapi, nurani saya mengatakan untuk belajar sabar di tengah situasi yang paling mengesalkan. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan Mengapa saya menjadi kesal? Kekesalan itu timbul karena cara...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-05T08:06:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"984\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Anak Kecil\",\"datePublished\":\"2018-02-05T08:06:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/\"},\"wordCount\":714,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/\",\"name\":\"Anak Kecil - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-05T08:06:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg\",\"width\":984,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-kecil\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anak Kecil\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anak Kecil - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Anak Kecil - Library","og_description":"SAMUEL MULIA \u00a0 Di kursi di rumah ibadah, saya merasa kesal. Tentu kekesalan itu saya pendam di dalam hati. Saking kesalnya, saya nyaris memutuskan meninggalkan kebaktian itu. Tetapi, nurani saya mengatakan untuk belajar sabar di tengah situasi yang paling mengesalkan. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan Mengapa saya menjadi kesal? Kekesalan itu timbul karena cara...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-05T08:06:58+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:14+00:00","og_image":[{"width":984,"height":896,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Anak Kecil","datePublished":"2018-02-05T08:06:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/"},"wordCount":714,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/","name":"Anak Kecil - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg","datePublished":"2018-02-05T08:06:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Anak-Kecil.Kompas.4-Februari-2018.Hal_.20-001-e1517817919428.jpg","width":984,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-kecil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anak Kecil"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12431"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17491,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12431\/revisions\/17491"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}