{"id":12968,"date":"2018-02-23T12:06:18","date_gmt":"2018-02-23T05:06:18","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12968"},"modified":"2025-05-01T12:37:09","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:09","slug":"darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/","title":{"rendered":"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12962\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-1500x1199.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1199\" \/><\/p>\n<p>Namanya Darmawan Ahmad Mukharror. Namun, ia akrab disapa Gharonk. Sebuah sapaan yang terdengar seram karena kata gharonk atau garong di Jawa berarti perampok atau begal. Kegiatan Gharonk memang terdengar seram bagi kebanyakan orang: bergaul dengan hiu. Namun, sosok Gharonk jauh dari kesan seram.<\/p>\n<p>Ichwan Susanto<\/p>\n<p>Gharonk kerap mengenakan kain sarung dalam berbagai kesempatan. Bahkan, kain sarung tetap dikenakannya saat diundang membawakan presentasi di banyak kegiatan.<\/p>\n<p>Di dunia selam, selama dua tahun terakhir, Namanya sering diperbincangkan karena pendekatannya pada hiu dan wisata hiu. Berbicara soal hiu, insinyur pertambangan minyak dan gas dari Institut Teknologi Bandung ini punya lisensi profesi yang mumpuni.<\/p>\n<p>Ia satu-satunya orang Indonesia yang memiliki sertifikat PADI AWARE Shark Conservation Diver Instructor atau instruktur selam spesialis konservasi hiu. Di Lombok, ada satu orang pemegang lisensi ini, tetapi warga negara Australia. Gharonk mendapatkan lisensi ini tahun 2014.<\/p>\n<p>Ia tertarik menekuni aktivitas sebagai instruktur \u201clahan kering\u201d ini karena ingin total mengenal hiu. Selain itu, istrinya \u2013 murid pertama Gharonk setelah menjadi instruktur selam \u2013 menyarankan agar ia menekuni hiu. Hal lain yang memotivasinya adalah ia ingin memberikan pengetahuan lain dari yang selama ini orang awam kenal dan persepsikan tentang hiu sebagai hewan laut buas dan penuh kengerian.<\/p>\n<p>Berbagai film seperti <em>Jaws<\/em> memperlihatkan adegan yang bikin bulu kuduk merinding seperti hiu putih raksasa menyerang kapal dan membinasakn penumpangnya. Gharonk tak menampik bahwa hiu memang hewan buas dan menjadi predator ekosistem dan samudera. \u201cNamun, mengapa hanya kengeriannya saja yang diangkat,\u201d kata Gharonk, Sabtu (10\/2).<\/p>\n<p>Pencitraan hiu sebagai hewan yang mengerikan, menurut Gharonk, akan menguatkan pembenaran akan praktik perburuan sirip hiu (<em>shark finning<\/em>). Praktik sadis dan tak berkelanjutan ini membuat populasi berbagai jenis hiu di dunia, termasuk di Indonesia, turun drastis. Padahal, hiu berperan sebagai penjaga kelestarian ekosistem itu.<\/p>\n<p>Hiu hanya makan ikan-ikan lemah dan sakit. Tanpa kehadiran hiu, populasi ikan yang menjadi santapan hiu akan melonjak sehingga keseimbangan rantai makanan terganggu. Akibatnya, bisa merugikan kesehatan ekosistem terumbu karang.<\/p>\n<p><strong>Dokumentasi hiu<\/strong><\/p>\n<p>Penjelasan tentang fungsi hiu untuk ekosistem harus ditunjang oleh pengetahuan berbasis riset. Dengan begitu, hiu tidak hanya dipahami lewat citranya yang seram. Untuk meriset hiu, peneliti mau tidak mau harus menyelam dan berinteraksi dengan hiu di habitatnya.<\/p>\n<p>Hati Gharonk miris saat membuka berbagai pustaka yang menjelaskan perilaku hiu. Ternyata peneliti hiu di perairan Indonesia umumnya orang asing. Penelitian-penelitian yang dilakukan ahli hiu dari Indonesia kebanyakan berdasarkan survey dan mempelajari hiu mati yang didaratkan nelayan di pasar.<\/p>\n<p>Tak heran, topik pembahasan riset pada hiu hanya seputar biologi fisik hiu dan pakan hiu. Penelitian karakter hiu tak tersentuh peneliti Indonesia. Karena itu, sekembali bekerja di bidang keselamatan pertambangan di Afrika tahun 2013, ia membangun jasa wisata selam di Morotai (Maluku Utara) dan Dermawan di Kabupaten Berau (Kaltim).<\/p>\n<p>Gharonk berkomitmen jasa wisata itu tak sekedar mendapatkan keuntungan. Ia ingin jasa wisata yang dioperasikan juga berkontribusi pada ilmu pengetahuan. Saat menyelam, ia mendokumentasikan secara rinci setiap kegiatan pemberian pakan hiu (<em>feeding<\/em>).<\/p>\n<p>Dari ratusan rekaman video yang ia buat, orang bisa mempelajari karakter hiu dari berbagai sisi dan tema. Gharonk menggandeng seorang ilmuwan kelautan untuk membantunya melakukan riset bidang lain seperti karang, manta, dan mobula.<\/p>\n<p>Saat ini riset baru dilakukan di Morotai karena ketersediaan personel yang tertarik mempelajari hiu terbatas. Namun, Gharonk juga berupaya melakukan riset ekosistem serupa pada cabangnya di Derawan. Di Morotai, perusahaan jasa wisatanya itu membawa tuju mahasiswa universitas Diponegoro (Semarang) dan Universitas Padjadjaran (Bandung) yang mengambil skripsi soal hiu.<\/p>\n<p>\u201cMahasiswa akhir yang tertarik mengambil skripsi bisa mengajukan proposal ke kami, nanti diseleksi,\u201d ujarnya. Mahasiswa yang lulus seleksi mendapat biaya hidup selama mengerjakan penelitian, menyelam gratis, dan level selam ditingkatkan satu tingkat. Sebuah tawaran yang seharusnya menjadikan mahasiswa memperebutkannya. \u201cNamun, saat ini baru mahasiswa Undip dan Unpad saja yang tertarik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gharonk mengidolakan sosok Jeremiah Sullivan, seorang \u201c<em>sharkman<\/em>\u201d atau penyelam bersama hiu pertama dari Amerika Serikat. Selain itu, sederet peneliti kawakan \u201c<em>sharkman<\/em>\u201d, seperti Colin Simpfendorfer, Neill Hammerschlag, dan Leonard Compagno, diakuinya memberi banyak ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p>\u201cMereka benar-benar memiliki minat karena selama puluhan tahun mempelajari hiu,\u201d ujarnya. Selain itu, mereka juga tidak pernah menghakimi dalam konteks pro-kontra praktik <em>feeding<\/em> saat menyelam dan berinteraksi bersama hiu. Pihak kontra beralasan pemberian pakan akan mengubah perilaku hiu. Sementara pihak pro berargumen perilaku hiu tak signifikan berubah akibat praktik <em>feeding<\/em>.<\/p>\n<p>Bagaimana posisi Gharonk? Ia mengaku tetap menggunakan <em>feeding<\/em> sebagai sarana \u201cmemanggil\u201d hiu. \u201cNamun, kalau ada teknologi atau cara lain yang efektif memanggil hiu, saya pasti ikut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebagai upaya menengahi pro-kontra ini, ia memberlakukan pemberian pakan yang selektif. Ia membatasi pemberian pakan hiu yang datang berkelompok pada individu. Ia juga membatasi jumlah makanan untuk setiap hiu. Gharonk dan orang kepercayaannya bisa membedakan individu hiu. Mereka akan menolak hiu yang telah mendapatkan makanan.<\/p>\n<p>Selama menyelam bersama hiu, ia tak pernah mengalami traumatis meski pernah berjumpa dengan jenis hiu yang dikenal agresif. Pernah, ia bertemu hiu macan di sekitar Pulau Maetra (terletak di antara Ternate dan Tidore, Maluku Utara) dan <em>bullshark<\/em> di sekitar Loloda, Halmahera Utara. Maluku Utara.<\/p>\n<p>Rekor perjumpaan dengan hiu tertinggi yang dicapainya adalah menyelam bersama 24 individu hiu di satu titik penyelaman. Di Morotai, kini perjumpaan dengan hiu berkisar 7-8 ekor hiu dalam sekali penyelaman. Di awal-awal membuka jasa wisata di sana, ia bisa menjumpai jenis hiu abu-abu, tanda putih (<em>white tip<\/em>), dan tanda hitam (<em>black tip<\/em>) secara bersama-sama. Namun, kini yang muncul hanya hiu jenis <em>blacktip<\/em> (<em>Carcharhinus melanopterus<\/em>).<\/p>\n<p>Gharonk bercita-cita agar virus pengenalan yang akan hiu ini menular ke banyak orang di Indonesia. Ia mengingatkan perairan Indonesia memiliki potensi tinggi wisata bersama hiu karena menjadi tempat hidup berbagai jenis hiu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Darmawan Ahmad Mukharror<\/p>\n<p>Panggilan: Gharonk<\/p>\n<p>Isteri: Adolfine Malianne Rondonuwu<\/p>\n<p>Anak:<\/p>\n<ul>\n<li>Sore Sairara<\/li>\n<li>Udara Aru<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lahir: Pasuruan, Jawa Timur, 25 Januari 1974<\/p>\n<p>Lisensi selam: PADI IDC Staff Diving Instructor (2014-kini)<\/p>\n<p>Pekerjaan: Pendiri PT Selam Konservasi Hiu (2013-kini) yang memiliki brand Shark Diving Indonesia dan Manta Diving Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.17 Februari 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Namanya Darmawan Ahmad Mukharror. Namun, ia akrab disapa Gharonk. Sebuah sapaan yang terdengar seram karena kata gharonk atau garong di Jawa berarti perampok atau begal. Kegiatan Gharonk memang terdengar seram bagi kebanyakan orang: bergaul dengan hiu. Namun, sosok Gharonk jauh dari kesan seram. Ichwan Susanto Gharonk kerap mengenakan kain sarung dalam berbagai kesempatan. Bahkan, kain&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12962,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Namanya Darmawan Ahmad Mukharror. Namun, ia akrab disapa Gharonk. Sebuah sapaan yang terdengar seram karena kata gharonk atau garong di Jawa berarti perampok atau begal. Kegiatan Gharonk memang terdengar seram bagi kebanyakan orang: bergaul dengan hiu. Namun, sosok Gharonk jauh dari kesan seram. Ichwan Susanto Gharonk kerap mengenakan kain sarung dalam berbagai kesempatan. Bahkan, kain...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-23T05:06:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1170\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu\",\"datePublished\":\"2018-02-23T05:06:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/\"},\"wordCount\":952,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/\",\"name\":\"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-23T05:06:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg\",\"width\":1170,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu - Library","og_description":"Namanya Darmawan Ahmad Mukharror. Namun, ia akrab disapa Gharonk. Sebuah sapaan yang terdengar seram karena kata gharonk atau garong di Jawa berarti perampok atau begal. Kegiatan Gharonk memang terdengar seram bagi kebanyakan orang: bergaul dengan hiu. Namun, sosok Gharonk jauh dari kesan seram. Ichwan Susanto Gharonk kerap mengenakan kain sarung dalam berbagai kesempatan. Bahkan, kain...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-23T05:06:18+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:09+00:00","og_image":[{"width":1170,"height":1200,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu","datePublished":"2018-02-23T05:06:18+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/"},"wordCount":952,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/","name":"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg","datePublished":"2018-02-23T05:06:18+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Darmawan-Ahmad-Mukharror_Penyelam-dan-Sahabat-Hiu.Kompas.17-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519362329552.jpg","width":1170,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/darmawan-ahmad-mukharror_penyelam-dan-sahabat-hiu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Darmawan Ahmad Mukharror_Penyelam dan Sahabat Hiu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12968"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15177,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12968\/revisions\/15177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}