{"id":12999,"date":"2018-02-23T13:06:00","date_gmt":"2018-02-23T06:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12999"},"modified":"2025-05-01T12:37:09","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:09","slug":"nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/","title":{"rendered":"Nina Nuraniyah_Kisah &#8220;Paktori&#8221; Sampah"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13003\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-1500x1260.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1260\" \/><\/p>\n<p>Nina Nuraniyah (34) memulai gerakan pengelolaan sampah di sebuah kampung di Cisalopa, Kabupaten Bogor. Dia menghimpun ibu-ibu untuk membersihkan lingkungan, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka. Pusat kegiatan pengolahan sampah itu mereka lakukan di sebuah tempat yang mereka sebut \u201cpaktori\u201d.<\/p>\n<p>Saiful Rijal Yunus<\/p>\n<p>Nunung, Tati, dan Eli duduk lesehan di ruang tamu yang juga dijadikan Sekretariat Yayasan Greenna. Ketiganya asyik melipat plastic bungkus mi instan, kopi, dan makanan ringan, lalu merangkainya satu demi satu. Sembari bekerja, mereka asyik mengobrol. \u201c<em>Gimana<\/em> tuh Bu Nunung, pengalaman waktu naik pesawat ke Bengkulu,\u201d pancing bu Tati.<\/p>\n<p>\u201cSaya <em>teh gemeteran<\/em>, Baca (Surah) Yasin melulu. Orang <em>mah<\/em> pertama kali naik pesawat ke bandara <em>aja<\/em> bingung, lari-lari,\u201d jawab Bu Nunung.<\/p>\n<p>\u201cNaik pesawat karena apa, Bu?\u201d potong Bu Eli.<\/p>\n<p>\u201cKarena sampah. Semua karena sampah, ha-ha-ha,\u201d kata Bu Nunung.<\/p>\n<p>Semuanya tertawa, memeriahkan pagi di Kampung Cisalopa, Desa Pasir Buncir, Caringin, Kabupaten Bogor, Kamis (18\/1). Nina (34) ikut tertawa. Sambil mencatat administrasi dan berbagai keperluan serta rencana ke depan, ikut bergabung.<\/p>\n<p>Kampung Cisalopa berjarak sekitar 30 kilometer dari Kabupaten dan Kota Bogor. Kampung yang sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai petani dan buruh itu berlokasi sekitar 1 kilometer dari jalan raya Bogor-Sukabumi. Arus lalu lintas yang melintasi kampung ini selalu ramai dengan truk penuh muatan, seperti galon dan dus.<\/p>\n<p>Nina, perempuan yang pernah masuk dalam 200 Perempuan Inspiratif dari majalah <em>Kartini<\/em> pada 2011 ini adalah pendiri Yayasan Greenna. Greenna adalah sebuah Lembaga yang bergerak di bidang pengolahan sampah, mulai bank sampah, daur ulang sampah, hingga berbagai pemanfaatan sampah lainnya.<\/p>\n<p>Ibu-ibu tadi adalah bagian dari 15 anggota yang aktif dalam kegiatan yayasan. Mereka mengumpulkan sampah dan merangkai sampah menjadi barang berdaya guna, seperti tempat pensil, dompet, dan tas ramah lingkungan. Setiap bulan mereka mendapatkan hasil dari kerajinan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cDesember lalu dapat pesanan 350 buah. Ibu-ibu ini dapat hasil berbeda-beda. Ada yang Rp 200.000, ada juga yang Rp 2 juta,\u201d kata Nina. Itu adalah pesanan terbanyak kedua mereka. Sebelumnnya, mereka pernah mendapat pesanan 500 buah. \u201cSaya cuma memfasilitasi mereka. Bahkan, mereka mulai berkreasi dan hasil kerajinannya bagus,\u201d ucap Nina.<\/p>\n<p><strong>Membeli sampah<\/strong><\/p>\n<p>Nina, bungsu dari tujuh bersaudara, mulai menggagas kegiatan pengolahan sampah sejak 2009. Saat itu, dia baru pulang ke rumah setelah beberapa tahun menjadi relawan penyelamat hewan yang bermarkas di Gunung Halimun-Salak. Nina juga sudah lama tergabung dalam organisasi lingkungan.<\/p>\n<p>Setelah berada di rumahnya, Nina tergugah melihat lingkungan sekitarnya. \u201cDulu lihat ibu (almarhum) sendiri buang sampah di belakang rumah, terus sampahnya dibakar. Lihat tetangga juga sama. Kenapa saya jauh-jauh <em>ngurusi<\/em> banyak hal kalau di sekitar saya masih kayak gini?\u201d terang Nina.<\/p>\n<p>Dia pun mulai bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui pengajian yang rutin diadakan di kampung, Nina berusaha menggaet minat ibu-ibu untuk turut serta. Di pengajian, dia meminta waktu barang beberapa menit untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang sampah.<\/p>\n<p>Awalnya, Nina bergerak melalui Komunitas Green Earth yang melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Dia rutin mengunjungi berbagai sekolah dan mengerjakan berbagai bentuk pemanfaatan sampah. Komunitas ini lalu bertransformasi menjadi Yayasan Greenna, seiring kegiatannya yang cukup luas.<\/p>\n<p>Dari situ, penerima Ashoka Youth Change Maker pada 2009 ini lalu mendirikan bank sampah sekaligus pengolahannya. Setiap Senin dan Kamis dilakukan pembelian sampah dari masyarakat. Sampah yang bisa diolah lalu dibersihkan dan disiapkan untuk dibentuk menjadi berbagai macam barang yang berdaya guna.<\/p>\n<p>Untuk sampah botol, tutup botol, dan plastic lain dibawa ke paktori. Apa itu paktori? Itu sebutan ibu-ibu dan warga Cisalopa untuk kata <em>factory<\/em> (pabrik). Karena sebagian orang Sunda melafalkan huruf \u201cf\u201d menjadi \u201cp\u201d, maka kata <em>factory<\/em> dilafalkan menjadi paktori.<\/p>\n<p>\u201cMaksudnya <em>factory<\/em>. Biassa <em>mah<\/em>, orang Sunda, menyebutnya paktori. Itu semacam pabrik pengolahan plastik. Ada mesin pencacah dan pembersih,\u201d kata Nina.<\/p>\n<p>Lokasi \u201cpaktori\u201d itu 1 kilometer dari Sekretariat Greenna. Untuk mencapainya, kita harus berjalan kaki sekitar 300 meter karena kendaraan roda empat tidak bisa mencapainya. Di \u201cpaktori\u201d itu sampah plastik menggunung. Setelah dicacah dan mencapai berat 1 ton, baru dibawa ke pengepul.<\/p>\n<p>Neneng adalah penanggung jawab \u201cpaktori\u201d. Menurut dia, penjualan sampah yang telah diolah biasanya dilakukan sekali dalam dua bulan. Hal itu untuk menunggu sampai jumlah sampah yang dihasilkan minimal mencapai 1 ton. Dari situ, dan penjualan akan dimasukkan ke dalam kas yayasan.<\/p>\n<p>\u201cLumayan, ada penghasilan setiap bulan. Dulu cuma ibu rumah tangga. Sekarang juga beberapa kali bawa materi <em>gitu<\/em>. Ke UI, ke Medan, saya <em>mah <\/em>pernah,\u201d cerita Neneng. Maksudnya, Neneng sering diminta untuk memberikan materi tentang pengolahan sampah.<\/p>\n<p><strong>Berkembang <\/strong><\/p>\n<p>Nina, yang selalu mau belajar banyak hal ini, ingin gerakan yang ia inisiasi bisa berkembang jauh. Sejak beberapa tahun lalu, dia dan sejumlah ibu-ibu aktif memberikan berbagai penyuluhan tentang pengolahan sampah di kampung-kampung.<\/p>\n<p>Sepanjang tahun lalu dia mengadakan penyuluhan di 12 desa di kawasanCisarua, bogor. Sosialisasi tentang sampah, juga pelatihan kerajinan, menjadi andalan untuk disebarluaskan di sejumlah tempat tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKalau saya bagaimana menyadarkan dulu, lalu mencari agen yang bisa membantu. Dari situ dilakukan pemetaan, permasalahan, dan potensi yang dilakukan. Pokoknya, semua pintu masuknya adalah dari sampah,\u201d kata Nina.<\/p>\n<p>Mulai Agustus 2017, dengan memanfaatkan dana CSR perusahaan, dia mendampingi sebuah wilayah di Kabupaten Bekasi yang berbatasan dengan wilayah Jakarta Utara. Di lokasi tersebut dia berusaha meyakinkan masyarakat untuk membersihkan lingkungan dan mendapat manfaat dari sampah.<\/p>\n<p>Meskin demikian, itu baru langkah awal. Nina ingin menyebarluaskan semangat pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Dia ingin agar tumbuh Greenna-Greenna lain di banyak tempat.<\/p>\n<p>Namun, dia juga sadar masih banyak hal yang harus dipelajari dan diperbaiki untuk bisa berkembang dan memberikan inspirasi kepada banyak orang. Salah satunya, terus melakukan kaderisasi serta menciptakan agen-agen yang memiliki visi dan pemahaman sama. Terpenting adalah memiliki semangat dan militansi yang tinggi.<\/p>\n<p>\u201cIntinya, bagaimana agar pengelolaan sampah dan lingungan bisa semakin baik. Pokoknya, pinyu masuknya adalah sampah,\u201d terang perempuang yang tidak ingin riwayat pendidikannya dicantumkan ini. Menurut dia, semua orang bisa mengolah dan mengelola sampah tanpa harus terpaku pada lembar ijazah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nina Nuraniyah<\/p>\n<p>Lahir: Bogor, 10 Desember 1983<\/p>\n<p>Pekerjaan: Pendiri Yayasan Greenna<\/p>\n<p>Penghargaan:<\/p>\n<ul>\n<li>Tupperware She Can Awards Kategori Lingkungan (2015)<\/li>\n<li>Penghargaan Raksha Pradasha dari Gubernur Jawa Barat (2012)<\/li>\n<li>Climate Generation British Council (2010)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.14 Februari 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nina Nuraniyah (34) memulai gerakan pengelolaan sampah di sebuah kampung di Cisalopa, Kabupaten Bogor. Dia menghimpun ibu-ibu untuk membersihkan lingkungan, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka. Pusat kegiatan pengolahan sampah itu mereka lakukan di sebuah tempat yang mereka sebut \u201cpaktori\u201d. Saiful Rijal Yunus Nunung, Tati, dan Eli duduk lesehan di ruang tamu yang juga dijadikan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13003,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nina Nuraniyah_Kisah &quot;Paktori&quot; Sampah - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nina Nuraniyah_Kisah &quot;Paktori&quot; Sampah - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nina Nuraniyah (34) memulai gerakan pengelolaan sampah di sebuah kampung di Cisalopa, Kabupaten Bogor. Dia menghimpun ibu-ibu untuk membersihkan lingkungan, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka. Pusat kegiatan pengolahan sampah itu mereka lakukan di sebuah tempat yang mereka sebut \u201cpaktori\u201d. Saiful Rijal Yunus Nunung, Tati, dan Eli duduk lesehan di ruang tamu yang juga dijadikan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-23T06:06:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1706\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1077\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Nina Nuraniyah_Kisah &#8220;Paktori&#8221; Sampah\",\"datePublished\":\"2018-02-23T06:06:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/\"},\"wordCount\":963,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/\",\"name\":\"Nina Nuraniyah_Kisah \\\"Paktori\\\" Sampah - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-23T06:06:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg\",\"width\":1706,\"height\":1077},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nina Nuraniyah_Kisah &#8220;Paktori&#8221; Sampah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nina Nuraniyah_Kisah \"Paktori\" Sampah - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nina Nuraniyah_Kisah \"Paktori\" Sampah - Library","og_description":"Nina Nuraniyah (34) memulai gerakan pengelolaan sampah di sebuah kampung di Cisalopa, Kabupaten Bogor. Dia menghimpun ibu-ibu untuk membersihkan lingkungan, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka. Pusat kegiatan pengolahan sampah itu mereka lakukan di sebuah tempat yang mereka sebut \u201cpaktori\u201d. Saiful Rijal Yunus Nunung, Tati, dan Eli duduk lesehan di ruang tamu yang juga dijadikan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-23T06:06:00+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:09+00:00","og_image":[{"width":1706,"height":1077,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Nina Nuraniyah_Kisah &#8220;Paktori&#8221; Sampah","datePublished":"2018-02-23T06:06:00+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/"},"wordCount":963,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/","name":"Nina Nuraniyah_Kisah \"Paktori\" Sampah - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg","datePublished":"2018-02-23T06:06:00+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Nina-Nuraniyah_Kisah-Paktori-Sampah.Kompas.14-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519365911963.jpg","width":1706,"height":1077},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-nuraniyah_kisah-paktori-sampah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nina Nuraniyah_Kisah &#8220;Paktori&#8221; Sampah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12999"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15162,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12999\/revisions\/15162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}