{"id":13055,"date":"2018-02-23T14:26:24","date_gmt":"2018-02-23T07:26:24","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13055"},"modified":"2025-05-01T12:37:09","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:09","slug":"yoto-supriadi_sang-penolong-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/","title":{"rendered":"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13052\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-1500x1199.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1199\" \/><\/p>\n<p>Meski tergolong paling tua, Yoto Supriadi (66) tak kalah trengginas dibandingkan dengan para pemuda desa saat membantu warga yang ditimpa bencana. Usia lanjut tak menghalanginya untuk menjaga Keselamatan warga dan wisatawan di Desa Sawarna, Lebak, Banten.<\/p>\n<p>Dwi Bayu Radius<\/p>\n<p>Yoto menembus hujan deras dengan sepeda motornya. Sudah sekitar pukul 19.00 saat sebagian besar warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, beristirahat dengan nyaman di rumah masing-masing. Yoto masih saja berpatroli untuk mengecek kondisi desa setelah gempa berkekuatan M 6,1 mengguncang Kabupaten Lebak, Selasa (23\/1) di tengah hari bolong.<\/p>\n<p>\u201cSaya harus memeriksa apakah ada warga yang perlu bantuan. Sudah dari kemarinsaya belum tidur,\u201d kata Yoto dengan suara parau, Rabu (24\/1). Yoto yang sesekali terbatuk berteduh di rumah warga.<\/p>\n<p>Gempa berkekuatan M 6,1 tersebut merusak 1.118 rumah, termasuk 174 rumah di Desa Sawarna. Desa itu porak poranda. Warga berlarian keluar rumah dengan wajah pucat dan panik. Banyak perempuan mengucapkan doa sambil menangis. Hujan deras dan angina kencang membuat suasana semakin mencekam. Saat itu, Yoto baru selesai berpatroli. Yoto hendak mandi saat dia terperanjat melihat air dalam bak bergoyang-goyang hingga tumpah. Goyangan hebat membuat rumah Yoto berderak-derak.<\/p>\n<p>Dia langsung berlari keluar rumah bersama kedua anak dan isterinya. Seusai getaran gempa mereda, Yoto tak berlama-lama berdiam diri. Dia langsung memberi tahu istrinya akan berpatroli lagi. Tujuan pertama adalah pantai karena Yoto khawatir gempa bisa menimbulkan tsunami.<\/p>\n<p>Hujan tak dihiraukan sehingga pakaian Yoto basah kuyup. Dia juga mengecek kemungkinan warung-warung yang roboh dan menimpa warga. \u201cAlhamdulillah, tidak ada warung yang ambruk. Saya mau memperingatkan warga mengenai tsunami, tapi kondisi lau ternyata normal,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sambil mengecek terus ponselnya jika muncul informasi mengenai tsunami, Yoto mengingatkan warga untuk tetap waspada. Dia bersyukur gelombang dahsyat itu tak terjadi. Di sela menyusuri pantai, ponsel Yoto tak henti berdering. Pria itu memang akrab dengan banyak warga Desa Sawarna.<\/p>\n<p>Dia dikenal ringan tangan sehingga mereka menyimpan nomor ponselnya. Yoto bergegas menuju permukiman saat tubuh rentanya yang tak usai diterpa angina, mulai menggigil. \u201cDingin. Tangan saya yang memegang setang sepeda motor mulai mati rasa,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Yoto terus berkeliling hingga keesokan harinya tanpa tidur. Dia tetap terjaga agar siap jika warga membutuhkan bantuannya sewaktu-waktu. Yoto dengan cekatan menolong warga membersihkan reruntuhan dan memindahkannya ke samping rumah mereka.<\/p>\n<p>Dia termasuk pemangku kepentingan yang paling awal <em>blusukan<\/em> ke permukiman untuk mencari korban meninggal atau luka akibat gempa. Yoto berteriak-teriak di sepanjang jalan hingga gang sempit untuk mengecek kemungkinan rumah yang ambruk dan meminta warga waspada.<\/p>\n<p>Yoto bersama polisi, TNI, dan Taruna Siaga Bencana Kabupaten Lebak yang kemudian tiba di Desa Sawarna bahu-membahu membantu warga. Dia bersyukur jatuhnya korban tewas karena tertimpa puing dapat dicegah. Bahkan tak ada warga Desa Sawarna yang cedera.<\/p>\n<p><strong>Menjaga pantai<\/strong><\/p>\n<p>Kiprah Yoto membantu warga tidak hanya dilakukannya saat terjadi gempa. Dia kerap berkeliling desa untuk menjaga keamanan. Desa Sawarna adalah tujuan wisata ternama di Banten. Dikenal keindahannya karena pantai, karang menjulang, dan goa, desa wisata tersebut juga mengandung bahaya yang harus diwaspadai.<\/p>\n<p>Ombak laut selatan Jawa yang bergukung-gulung dan berarus kuat bisa menyeret perenang yang teledor. Warga setempat sudah memasang batas dan rambu larangan berenang di sejumlah lokasi. Beberapa wisatawan tenggelam lantaran tak menghiraukan peringatan itu.<\/p>\n<p>Yoto kerap memforsir fisiknya untuk mencari wisatawan yang hanyut. Dia mengabaikan letih dan kantuk yang menyergapnya. Saat seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) asal kabupaten Bogor, Jawa Barat, hilang ditelan gelombang pada akhir tahun 2017, misalnya Yoto terus begadang.<\/p>\n<p>\u201cSejak wisatawan itu tenggelam, saya enggak ingat makan. Paling, saya hanya <em>ngopi<\/em>. Setelah tiga hari pencarian, jenazah korban ditemukan,\u201d katanya. Dia selalu membawa peluit di tasnya untuk mengingatkan wisatawan agar tak berenang terlalu jauh dari pantai.<\/p>\n<p>Radio panggil pun selalu tersandang di bahu Yoto. Informasi terbaru selalu dipantau dan Yoto tak bergantung pada ponsel jika hubungan telekomunikasi terputus. Dia juga sering berjalan di pantai untuk meminta para turis memperhatikan keselamatan.<\/p>\n<p><strong>Pemecah batu<\/strong><\/p>\n<p>Kepedulian tersebut berawal dengan kegeraman Yoto terhadap pencurian uang yang dialami adik iparnya pada 2014. \u201cAdik ipar saya sedang ke kebun sayur. Pintu rumah sudah terkunci. Saat kembali ke rumah, dia terkejut mendapati lemarinya sudah dibongkar,\u201d kata Yoto.<\/p>\n<p>Tabungan Rp 4 juta hasil jerih payah selama 4 tahun raib. Adik ipar Yoto yang juga warga Desa Sawarna bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Bogor, Jawa Barat. Uang untuk membeli pakaian anak, membantu orangtua, dan jalan-jaln pun amblas.<\/p>\n<p>Yoto lantas memutuskan menjadi petugas jaga desa meski penghasilannya tak menentu. Sebelumnya, dia sempat bekerja serabutan, antara lain sebagai pemecah batu, makelar tanah, dan mandor bangunan. Saat menjadi pemecah batu, misalnya, Yoto bisa mendapatkan bayaran hingga Rp 100.000 per hari.<\/p>\n<p>Kini, dia hanya mendapatkan honor dari sumbangan para pegawai kantor Desa Sawarna sekitar Rp 100.000 per minggu. Kadang, teman Yoto berbaik hati mengiriminya uang. \u201cBesarnya tak tentu, bisa Rp 100.000 atau Rp 150.000. Kirimnya bisa dua minggu sekali, bisa sebulan sekali,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, Yoto menanam sayur-mayur seperti pare, cabai, dan tomat. Dia juga memelihara beberapa jenis ikan, seperti lele, nila, dan mujair. \u201cHanya untuk dikonsumsi sendiri. Malah saya suka kasih ikan untuk teman atau tetangga,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Antusiasmenya membantu warga tak terhalang usia senja yang membuat Yoto sesekali terserang pilek, pusing, dan tenggorokan serak. Dia tidak keberatan dengan kecilnya honor yang ia terima. Buat dia, rezeki bisa diperoleh dari mana saja asalkan halal. Yang penting, dia bisa terus terlibat menjaga warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yoto Supriadi<\/p>\n<p>Lahir: Kudus, Jawa Tengah, 1 Januari 1952<\/p>\n<p>Istri: Cicin (40)<\/p>\n<p>Anak:<\/p>\n<ul>\n<li>Dwi Ningsih (16)<\/li>\n<li>Triyanti (11)<\/li>\n<li>Satriyanto (5)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pendidikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Sekolah Dasar Undaan Tengah, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah<\/li>\n<li>Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah<\/li>\n<li>Sekolah Teknik Menengah Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.10 Februari 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski tergolong paling tua, Yoto Supriadi (66) tak kalah trengginas dibandingkan dengan para pemuda desa saat membantu warga yang ditimpa bencana. Usia lanjut tak menghalanginya untuk menjaga Keselamatan warga dan wisatawan di Desa Sawarna, Lebak, Banten. Dwi Bayu Radius Yoto menembus hujan deras dengan sepeda motornya. Sudah sekitar pukul 19.00 saat sebagian besar warga Desa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13052,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13055","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Meski tergolong paling tua, Yoto Supriadi (66) tak kalah trengginas dibandingkan dengan para pemuda desa saat membantu warga yang ditimpa bencana. Usia lanjut tak menghalanginya untuk menjaga Keselamatan warga dan wisatawan di Desa Sawarna, Lebak, Banten. Dwi Bayu Radius Yoto menembus hujan deras dengan sepeda motornya. Sudah sekitar pukul 19.00 saat sebagian besar warga Desa...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-23T07:26:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1124\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1726\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga\",\"datePublished\":\"2018-02-23T07:26:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/\"},\"wordCount\":899,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/\",\"name\":\"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-23T07:26:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg\",\"width\":1124,\"height\":1726},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga - Library","og_description":"Meski tergolong paling tua, Yoto Supriadi (66) tak kalah trengginas dibandingkan dengan para pemuda desa saat membantu warga yang ditimpa bencana. Usia lanjut tak menghalanginya untuk menjaga Keselamatan warga dan wisatawan di Desa Sawarna, Lebak, Banten. Dwi Bayu Radius Yoto menembus hujan deras dengan sepeda motornya. Sudah sekitar pukul 19.00 saat sebagian besar warga Desa...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-23T07:26:24+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:09+00:00","og_image":[{"width":1124,"height":1726,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga","datePublished":"2018-02-23T07:26:24+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/"},"wordCount":899,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/","name":"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg","datePublished":"2018-02-23T07:26:24+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Yoto-Supriadi_Sang-Penolomg-Warga.Kompas.10-Februari-2018.Hal_.16-001-e1519370718336.jpg","width":1124,"height":1726},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yoto-supriadi_sang-penolong-warga\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yoto Supriadi_Sang Penolong Warga"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13055"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15160,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13055\/revisions\/15160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}