{"id":13148,"date":"2018-02-27T17:21:01","date_gmt":"2018-02-27T10:21:01","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13148"},"modified":"2025-05-01T12:37:09","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:09","slug":"rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/","title":{"rendered":"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13141\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-1500x1207.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1207\" \/><\/p>\n<p>Mata Rita Tila (33) berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana dirinya mengenal nada. Semua dimulai dari sebuah dapur sederhana dan berlanjut di sekitar terminal bus. Dari situ, Rita \u201cmentas\u201d dan menjelma menjadi Sinden Sunda yang melanglang buana.<\/p>\n<p>Cornelius Helmy<\/p>\n<p>Hidup kami dulu tidak mudah. Namun, banyak pelajaran yang di dapatkan,\u201d kata penyanyi dan sinden Sunda ini pada satu pagi di Bandung, akhir Januari.<\/p>\n<p>Rita mengatakan sejak kecil terbiasa bangun pagi untuk membantu kakek, almarhum Oting, dan neneknya membuat gorengan di dapur sederhana di belakang rumah di Sukabumi. Di antara asap kayu bakar itulah, dia kerap mendengar suara merdu keluar dari mulut kakeknya. \u201cBiasanya beliau bernyanyi menghibur nenek,\u201d kenang Rita.<\/p>\n<p>Rita, yang saat itu masih duduk di bangku SD, masih ingat siara kakeknya sangat tinggi. Sang kakek adalah seniman beluk, kesenian Tarik suara khas Sunda yang awalnya kerap disuarakan petani di ladang. Rita kecil diam-diam menyimak suara sang kakek. Ia coba menirukan dan membuat kakeknya jatuh hati.<\/p>\n<p>Selain olah vokal, Rita belajar menari mengikuti irama lagu Sunda yang banyak diperdengarkan di radio kala itu. Ia melatih kemampuannya di sela-sela kegiatan menjajakan gorengan buatan neneknya di Terminal Nagrak, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia melatih rasa percaya dirinya dengan tampil di hadapan banyak orang.<\/p>\n<p>Mendengar suara Rita yang merdu, banyak pelanggan terpukau. Belakangan, mereka meminta Rita menyanyi dan menari.<\/p>\n<p>Ibu Rita, Iis Rohyati, juga punya peran besar di balik kemampuan Rita. Iis adalah sinden tenar di jabar. Julukannya \u201cSi Jangkrik\u201d karena piawai menyinden sembari memainkan jurus pencak silat. Berikutnya, ia belajar dari sang ibu dan akhirnya bisa tampil satu panggung. Tak jarang ia ikut menyanyi hingga berganti hari.<\/p>\n<p>\u201cSubuh selesai manggung, ibu biasanya minta air panas ke rumah yang dekat pementasan. Airnya untuk saya mandi sebelum pergi ke sekolah. Nah, di sekolah ini perjuangannya lebih berat. Mengantuknya luar biasa,\u201d katanya tertawa.<\/p>\n<p><strong>Melanglang buana<\/strong><\/p>\n<p>Perlahan nama Rita dikenal sebagai sinden dan penari cilik. Dari awalnya tampil gratis, Rita dibayar Rp 1500 untuk sekali pentas. Jumlah itu dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan uang bayaran bulanan untuk sekolah tingkat SD ketika itu.<\/p>\n<p>Selepas Rita lulus Smp, tawaran menarik datang dari pamannya. Dia ditawari melanjutkan sekolah di SMKN 10 Bandung. Dari situ kemampuan berkeseniannya terus di asah. Ia kemudian masuk jurusan musik Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung (kini Institut Seni Budaya Indoneisa), dilanjutkan di Universitas Pendidikan Indonesia.<\/p>\n<p>Pengalamannya semakin luas. Selain banyak menjuarai kejuaraan menyanyi tradisi dan pop Sunda, dia bertemu banyak musisi Sunda senior. \u201cSaya punya banyak panutan. Ada penembang Euis Komariah dan Neneng Dinar, pesinden Nunung Nurmalasari dan idjah Hadijah, hingga juru kawih Ida Rosida,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga bergabung bersama kelompok music Samba Sunda pimpinan Ismet Ruhimat. Ia tertarik bergabung karena saat itu banyak kelompok yang berani memadukan musik tradisi dan modern jadi satu karya indah. \u201cPenampilan bukan hanya di dalam negeri melainkan juga ke banyak negara,\u201d kata Rita yang pernah menyanyikan lagu berbahasa Sunda di Belanda dan Jerman.<\/p>\n<p>Rita juga sempat menjadi dosen luar biasa di Amerika Serikat pada 2008. Ia datang atas undangan pakar etnomusiklogi dunia Andrew Weintraub. Rita berkeliling ke beberapa kampus di Pittsburgh, Ohio, Washington DC, hingga Atlanta.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu momen yang tak pernah dilupakan saat diminta memberikan nama untuk gamelan Sunda di Emory University Atlanta. Namanya Nyi Mas Mandalasari. Harapannya menjadi gamelan yang terus memberikan beragam ilmu bagi semua orang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Akan tetapi, bukan pengakuan dari luar negeri yang membuat Rita meneguhkan kesetiannya pada seni vokal tradisi, melainkan pertunjukan \u201cSinden Republik\u201d di Jakarta tahun 2016. Saat itu, ia tampil bersama pesinden lainnya, seperti Waljinah dan Soimah. Rita adalah satu-satunya sinden Sunda yang tampil di sana. \u201cMelihat apresiasi banyak orang yang datang, saya yakin seni tradisi masih dinanti dan tidak akan mati,\u201d kata Rita.<\/p>\n<p>Rita membuktikannya dengan terus berkarya, mendirikan rumah produksi RT Pro dan kelompok musik Kacapi Inovatif. Ia juga terus berkreasi. Garapan teranyarnya adalah lagu \u201cSabeulah Panon\u201d. Musik dan aransemen lagunya penuh warna tradisi dan kekinian. Video klipnya penuh variasi gambar, tata lampu, dan busana elegan. Rita ingin musik Sunda tak dipandang <em>sabeulah panon<\/em> alias sebelah mata.<\/p>\n<p>Saat ini, \u201cSabeulah Panon\u201d melengkapi ratusan lagu dalam 24 album miliknya. Genrenya beragam, mulai dari jaipong, kacapian, kliningan, hingga pop Sunda. Ia kerap dijuluki \u201cSinden Gandrung Gumiwang\u201d karena teknik menyanyi yang mendekati sempurna.<\/p>\n<p>Di luar album, banyak lagu tunggal juga ia telurkan. Bentuknya bervariasi, baik solo maupun duet, dengan musisi dan kelompok musik lainnya. \u201cSulit menolak yang minta duet. Banyak yang sengaja digratiskan. Ketimbang memikirkan biaya, saya ingin lebih banyak melihat eksistensi musisi Sunda,\u201d kata Rita yang pernah berduet dengan beberapa musis di Norwegia.<\/p>\n<p>Ia juga tak ingin menjadi kacang lupa kulitnya. Rita meluangkan waktu untuk mengajar di ISBI Bandung untuk mata kuliah vokal tradisi dan vokal Barat. Dia memilih tidak dibayar dengan alasan belum memiliki kemampuan yang mumpuni. Semuanya dijalani sembari menyelesaikan studi pascasarjana di tempat yang sama. Ada sekitar 200 mahasiswa yang menjadi muridnya. \u2018Saya ingin berbagi ilmu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Hari semakin siang saat telepon genggam Rita berdering. Jeong Tae-Seong (52), mahasiswa S-2 dari Universitas Pendidikan Indonesia asal Korea Selatan, yang ditunggu pun datang. Tae-Seong menjadikan Rita sebagai aktor utama untuk tesisnya bertema perkembangan musik tradisi Sunda.<\/p>\n<p>Kepada tae-Seong, Rita tak sekedar menuturkan teori bernyanyi, tapi juga mempraktikannya. Suaranya tinggi dibalut beragam teknik vokal, seperti dongkari untuk memecah suara dan vibra yang kaya resonansi.<\/p>\n<p>Tae-Seong pun terkesima. \u201cKalau dia lahir di Jepang atau Amerika, pasti sudah dikenal dunia. Rita punya segalanya, mulai dari vokal hingga cara berkomunikasi dengan penikmat suaranya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Mendengar itu, wajah Rita kembali haru. Ia teringat pada masa lalu saat pertama memulai mengenal nada. Mimpinya jauh dari ambisi ketenaran. Dia hanya ingin menyanyi dengan bahagia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rita Tila<\/p>\n<p>Lahir: Sukabumi, 16 Desember 1984<\/p>\n<p>Suami: Reza Fendrizian (37)<\/p>\n<p>Pendidikan:<\/p>\n<ul>\n<li>SD Negeri Nagrak 5, Sukabumi (lulus 1996)<\/li>\n<li>SMP Negeri 1 Warung Kawung, Sukabumi (lulus 1999)<\/li>\n<li>SMK Negeri 10 Bandung, Bandung (lulus 2002)<\/li>\n<li>Diploma 3 Jurusan Karawitan STSI Bandung (lulus 2004)<\/li>\n<li>Strata 1 Jurusan Musik Universitas Pendidikan Indonesia (lulus 2014)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penghargaan:<\/p>\n<ul>\n<li>Penyanyi Pop Sunda Berprestasi dari Gubernur Jabar (2005)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.24 Februari 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mata Rita Tila (33) berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana dirinya mengenal nada. Semua dimulai dari sebuah dapur sederhana dan berlanjut di sekitar terminal bus. Dari situ, Rita \u201cmentas\u201d dan menjelma menjadi Sinden Sunda yang melanglang buana. Cornelius Helmy Hidup kami dulu tidak mudah. Namun, banyak pelajaran yang di dapatkan,\u201d kata penyanyi dan sinden Sunda ini pada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13141,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mata Rita Tila (33) berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana dirinya mengenal nada. Semua dimulai dari sebuah dapur sederhana dan berlanjut di sekitar terminal bus. Dari situ, Rita \u201cmentas\u201d dan menjelma menjadi Sinden Sunda yang melanglang buana. Cornelius Helmy Hidup kami dulu tidak mudah. Namun, banyak pelajaran yang di dapatkan,\u201d kata penyanyi dan sinden Sunda ini pada...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-27T10:21:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1082\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1446\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia\",\"datePublished\":\"2018-02-27T10:21:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/\"},\"wordCount\":967,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/\",\"name\":\"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-27T10:21:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg\",\"width\":1082,\"height\":1446},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia - Library","og_description":"Mata Rita Tila (33) berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana dirinya mengenal nada. Semua dimulai dari sebuah dapur sederhana dan berlanjut di sekitar terminal bus. Dari situ, Rita \u201cmentas\u201d dan menjelma menjadi Sinden Sunda yang melanglang buana. Cornelius Helmy Hidup kami dulu tidak mudah. Namun, banyak pelajaran yang di dapatkan,\u201d kata penyanyi dan sinden Sunda ini pada...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-27T10:21:01+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:09+00:00","og_image":[{"width":1082,"height":1446,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia","datePublished":"2018-02-27T10:21:01+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/"},"wordCount":967,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/","name":"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg","datePublished":"2018-02-27T10:21:01+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Rita-Tila_Sinden-Sunda-yang-Bahagia.Kompas.24-Februari-2018.Hal16-e1519726819753.jpg","width":1082,"height":1446},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/rita-tila_sinden-sunda-yang-bahagia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rita Tila_Sinden Sunda yang Bahagia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13148"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15132,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13148\/revisions\/15132"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}