{"id":13536,"date":"2018-04-13T15:07:54","date_gmt":"2018-04-13T08:07:54","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13536"},"modified":"2025-05-01T12:33:13","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:13","slug":"anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/","title":{"rendered":"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka &#8220;Jatuh&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13531\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-1500x1328.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1328\" \/><\/p>\n<p>Oleh Yoseph Pencawan<\/p>\n<p>Anak yang diadop si, secara psikologis, mengalami kecendrungan mengalami peri- laku yang sebenarnya yang terjadi setelah alarm yang.\u00a0\u00a0Namun tidak semua, banyak juga anak atau orang dewasa yang tetap bisa tumbuh dan hidup dengan normal atau tidak mengalami permasalahan perilaku setelah tahu dia diadopsi.<\/p>\n<p>Setiap manusia yang lahir memiliki kecenderungan merasakan kelekatan dengan keluarga.\u00a0\u00a0Hal ini menjadi psikologis sejak lahir hingga meninggal, hanya saja bentuknya berubah-ubah.<\/p>\n<p>Kelekatan saat masih bayi dan anak-anak biasanya kepada orang tua, khususnya ibu.\u00a0\u00a0Namun setelah remaja, kelekatan itu berubah dalam bentuk lain, seperti mencurahkan perasaan hati dan sebagainya.<\/p>\n<p>Setelah dewasa, orang yang mempunyai pasangan hidup dan bahkan anak itu sendiri, kelekatan tersebut juga akan berubah dan bisa berubah.\u00a0\u00a0Misalnya, lebih lekat dengan anak atau cucu.<\/p>\n<p>Namun dari semua perubahan bentuk tersebut, kelekatan yang paling Penting adalah kelekatan pada saat masih bayi dan anak-anak.\u00a0\u00a0Di mana pada fase tersebut, bayi dan anak- anak lebih membutuhkan kelekatan untuk merasa aman dan nyaman dari orang tuanya.<\/p>\n<p>&#8220;Sayangnya, tidak semua manusia mendapatkan kelekatan yang sempur- na dari orang tuanya, misalnya karena dibuang, diterlantarkan, diadopsi oleh orang lain dan sebagainya,&#8221; kata psi- kolog Ihsan Gumilar.<\/p>\n<p>Dalam perjalanannya, setelah tahu bahwa orang tua yang selama ini bersamanya ternyata bukan orang tua kandungnya, akan menjadi suatu loncatan yang luar biasa bagi seorang anak.\u00a0\u00a0Terjadi penyesuaian psikologis atau perubahan kondisi psikologis, biasanya karena sesuatu yang tidak memberikan rasa nyaman.<\/p>\n<p>Dalam kondisi ini biasanya anak yang tidak siap bisa mengalami stres, menjadi agresif dan sebagainya.\u00a0\u00a0Kon- disi itu akan menjadi pergolakan batin yang luar biasa pada anak.\u00a0\u00a0Ketidak- siapan ini juga dapat mengakibatkan anak menjadi antipati atau tidak suka dengan orang tua angkatnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, dia juga akan sangat berhubungan dengan orang tua kan- dungnya karena merasa menjadi anak yang tidak diinginkan, kecuali memang orang tua kandungnya sudah meninggal.\u00a0\u00a0Dia pun kejadian melampiaskan upaya kepa- da teman-teman atau bahkan pada tindakan-tindakan negatif lain seperti mengonsumsi narkoba.<\/p>\n<p>&#8220;Di sini kadang letak sulitnya menyesali anak. Orang tua yang mengangkat harus benar-benar menyiapkan anak agar mampu menerima kenyataan bahwa mereka bukan orang tua kandung dari anak.&#8221;<\/p>\n<p>Menurut Ihsan, sangat sulit bagi orang tua mengungkapkan kebenaran tersebut kepada anak yang diadposi, tetapi jauh lebih sulit lagi bagi si anak setelah tanggap itu.\u00a0\u00a0Apalagi bila fakta itu dideteksi dari orang lain, dampaknya akan lebih besar dibandingkan dengan melihat langsung dari orang tua angkatnya.<\/p>\n<p>Orang tua yang akan memberitahukan hal yang sebenarnya kepada anak angkat tentu sudah mempersiapkan dengan matang dan biasanya akan didampingi pihak keluarga yang lain dan ikut menenangkan.\u00a0\u00a0Namun jika fakta itu diketahuinya dari pihak luar, anak akan langsung merasa di tempat tinggalnya selama ini.\u00a0\u00a0&#8220;Itu kenapa mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar.&#8221;<\/p>\n<p>Kondisi itu sebenarnya mampu dihadapi oleh mereka yang dapat me- muarakannya ke hal-hal yang positif, seperti kegiatan keagamaan, sosial, atau setidaknya curhat dengan teman akrab. Namun, kemampuan itu biasa- nya dimiliki oleh mereka yang sudah dewasa dan lebih sedikit dimiliki oleh anak-anak dan usia remaja. Kemam- puan ini juga akan lebih dipengaruhi oleh apa yang selama ini dididik oleh keluarganya.<\/p>\n<p>Perubahan perilaku anak angkat seperti itu lebih mungkin terjadi dari orang tua yang tidak mempersiapkannya sejak awal.\u00a0\u00a0Anak angkat akan mengalami perubahan tingkah laku karena merasa dirinya berubah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>REAKSI ALAM<\/p>\n<p>Dari sudut pandang Tanti Diniyanti, psikolog RSIA Kemang, ketika terjadi perubahan perilaku, orang tua harus memperhatikan detail reaksi anak.<\/p>\n<p>Orang tua harus menerima pembayaran terlebih dahulu dari kondisi yang terjadi pada anak, bukan lantas memberi jaminan panjang lebar dan menjamin semuanya akan baik-baik saja.\u00a0\u00a0Orang tua harus menerima dampak psikolo- gis terdekat, seperti reaksi emosional, termasuk dijauhi oleh anak angkat- nya.<\/p>\n<p>Itu reaksi alamiah, si anak akan mengambil jarak dulu.\u00a0\u00a0Kalau dia sih anak-anak, dampaknya malah bisa sampai panas, demam, karena terlalu keras mengukurnya. &#8221;<\/p>\n<p>Jarak dengan orang tua biasanya lebih cenderung dila- kukan oleh mereka yang masih usia remaja.\u00a0\u00a0Orang tua harus menerima perasaan marah, sedih dan kecewa yang angkat berat anak agar si anak saya tetap waspada oleh orang tuanya.\u00a0\u00a0Setelah berjalannya waktu dan mereda, barulah tahap demi ta- hap orang tua membahasnya kembali dengan anak angkatnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kapan saat yang tepat memberita- hukan yang sebenarnya kepada anak angkat? Itu sama saja dengan mem- pertanyakan, kapan saat yang tepat memberitahukan kepada anak kalau orang orang tuanya akan bercerai.&#8221;<\/p>\n<p>Yang terpenting bukan kapan saat yang tepat, melainkan apa yang sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi yang dapat terjadi.\u00a0\u00a0Yakni per- siapan agar anak bisa lebih menerima yang ada dan tidak meng- alami perubahan perilaku yang drastis atau bahkan menyimpang.<\/p>\n<p>Misalnya, sejak kecil menceritakan dongeng tentang orang tua angkat atau memberi didikan mental yang lain dengan memperhatikan pemeliharaan psikologis si anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Yoseph Pencawan Anak yang diadop si, secara psikologis, mengalami kecendrungan mengalami peri- laku yang sebenarnya yang terjadi setelah alarm yang.\u00a0\u00a0Namun tidak semua, banyak juga anak atau orang dewasa yang tetap bisa tumbuh dan hidup dengan normal atau tidak mengalami permasalahan perilaku setelah tahu dia diadopsi. Setiap manusia yang lahir memiliki kecenderungan merasakan kelekatan dengan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13531,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka &quot;Jatuh&quot; - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka &quot;Jatuh&quot; - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Yoseph Pencawan Anak yang diadop si, secara psikologis, mengalami kecendrungan mengalami peri- laku yang sebenarnya yang terjadi setelah alarm yang.\u00a0\u00a0Namun tidak semua, banyak juga anak atau orang dewasa yang tetap bisa tumbuh dan hidup dengan normal atau tidak mengalami permasalahan perilaku setelah tahu dia diadopsi. Setiap manusia yang lahir memiliki kecenderungan merasakan kelekatan dengan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-13T08:07:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1176\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1239\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka &#8220;Jatuh&#8221;\",\"datePublished\":\"2018-04-13T08:07:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/\"},\"wordCount\":771,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/\",\"name\":\"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka \\\"Jatuh\\\" - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-13T08:07:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg\",\"width\":1176,\"height\":1239},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka &#8220;Jatuh&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka \"Jatuh\" - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka \"Jatuh\" - Library","og_description":"Oleh Yoseph Pencawan Anak yang diadop si, secara psikologis, mengalami kecendrungan mengalami peri- laku yang sebenarnya yang terjadi setelah alarm yang.\u00a0\u00a0Namun tidak semua, banyak juga anak atau orang dewasa yang tetap bisa tumbuh dan hidup dengan normal atau tidak mengalami permasalahan perilaku setelah tahu dia diadopsi. Setiap manusia yang lahir memiliki kecenderungan merasakan kelekatan dengan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-04-13T08:07:54+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:13+00:00","og_image":[{"width":1176,"height":1239,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka &#8220;Jatuh&#8221;","datePublished":"2018-04-13T08:07:54+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/"},"wordCount":771,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/","name":"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka \"Jatuh\" - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg","datePublished":"2018-04-13T08:07:54+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Anak-Adopsi-Jangan-Biarkan-Mereka-Jatuh.Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.4-001-e1523606831284.jpg","width":1176,"height":1239},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-adopsi-jangan-biarkan-mereka-jatuh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anak Adopsi Jangan Biarkan Mereka &#8220;Jatuh&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13536"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22942,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13536\/revisions\/22942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}