{"id":13620,"date":"2018-04-16T14:18:45","date_gmt":"2018-04-16T07:18:45","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13620"},"modified":"2025-05-01T12:20:29","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:29","slug":"melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/","title":{"rendered":"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13621\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-1301x1500.jpg\" alt=\"\" width=\"1301\" height=\"1500\" \/><\/p>\n<p><strong>Selalu ada sisi menarik dari alam Puncak yang, kalau lancar, hanya 1-2 jam perjalanan dari Jakarta. Kali ini, coba pacu adrenalin dengan menjajal terbang paralayang, menembus kebun teh, hutan,demi mencapai telaga dan curug yang indah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>Ratih P Sudarsono<\/strong><\/p>\n<p><strong>H<\/strong>ujan sudah tidak terlalu sering mengguyur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun, dingin dan kabut masih tetap sangat terasa. Suasana inilah yang selalu dirindui dari alam pegunungan Puncak. Kali ini, bermain-main yang membuat adrenalin meningkat sepertinya bakal membuat liburan makin berwarna.<\/p>\n<p>Berwisata ke Kawasan Puncak di Cisarua, Kabupaten Bogor, tidak lengkap kalau belum menikmati kawasan itu dari udara. Melayang-layang di udara terbuka di atas lembah-lembah Pegunungan Gede- Pangaro\u00a0 harus dicoba. Adrenalin terpacu ditengah deg \u2013 degan dan terselip sedikit takut. Namun, sensasinya dahsyat. Menyatu dengan angin dingin, sesekali menyentuh awan tipis.<\/p>\n<p>Jadi tujuan pertama wisata kali ini ke bukit Paralayang, yang jalan masuknya sebelah kiri sebelum Rindu Alam dari arah Masjid Atta\u2019awun. Parkir kendaraan, lalu jalan kakilah ke atas bukit yang tidak terlalu jauh, ke titik start paralayang atau gantole. Di sana ada kantor sekretariat koordinator operator yang menyediakan fasilitas bagi pengunjung yang ingin terbang melayang di kawasan puncak.<\/p>\n<p>\u201cWisatawan yang menikmati terbang di sini kebanyakan turis asing, yang terbanyak turis asal Timur Tengah,\u201d kata Robby Gantole, salah seorang master tandem untuk gantole.<\/p>\n<p>Menurut Robby, ada 10 lebih master yang dapat membawa kita terbang secara tandem dengan biaya sekali terbang Rp 400.000, dengan waktu terbang sedikitnya 15 menit tergantung angin saat kita melayang.<\/p>\n<p>Saat melayang jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan pemandangan yang menakjubkan. Selesai itu, master tandem akan mengarahkan pesawat ke titik pendaratan di kaki bukit. Ada mobil yang siap menjemput kembali ke bukit Paralayang.<\/p>\n<p>Di lokasoi titik terbang itu, kalau hendak melanjutkan petualangan mengenal dan menembus alam Puncak, carilah Jimmy Puncak Community (JPC), salah satu komunitas masyarakat Puncak yang bergerak di jasa kepariwisataan. \u201cPaling enak <em>reservasi <\/em>dulu di nomor 085210024224 agar lebih mudah mengatur jadwal. Sebab, kendaraan <em>off road-<\/em>nya dibatasi mengingat rutenya alam, yang kelestariaannya harus kita jaga,\u201d kata Iman Sukarya dari JPC.<\/p>\n<p>JPC mempunyai beberapa paket wisata melihat dari dekat kebun teh, hutan, danau, dan air terjun di kawasan Puncak dalam satu perjalanan. Biayanya Rp 600.000-Rp 700.000 per kendaraan, yang bisa dinaiki 4-5 penumpang. Lama perjalanan 1-2 jam.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan mobil <em>off road, <\/em>wisatawan dibawa turun dari bukit Paralayang masuk ke Perkebunan Teh Ciliwung. Nikmati keindahan kebun teh dalam perjalanan menuju Telaga Saat, salah satu telaga yang menjadi sumber air Sungai Ciliwung. Telaga Saat sedang direvitalisasi dengan mengeruk endapannya. Upaya ini dimotori Korem 061\/Suryakancana.<\/p>\n<p>Dari situ, perjalanan dilanjutkan ke kaki Gunung Kencana. Setelah mobil diparkir, petualangan dilanjutkan dengan berjalan kaki naik ke gunung, ,menelusuri jalan setapak, menikmati suasana dan harum khas pohon-pohon hutan gunung.<\/p>\n<p>Setelah <em>tracking <\/em>Gunung Kencana, kembali mengendarai mobil, menelusuri lintasan jalan bagi mobil <em>off road, <\/em>untuk menuju Curug Cikoneng. Air terjun ini tingginya sekitar 12 meter.<\/p>\n<p>Segarnya berendam di kolam di bawah air terjun itu. Namun, jangan lupa bawa baju ganti dan pastikan kekuatan fisik. \u201cSebab, airnya dingin sekali,\u201d kata Iman.<\/p>\n<p>Kalau malas naik gunung tetapi tetap ingin menikmati kebun teh, hutan, dan berendam di kolam air terjun, ambil paket ke Curug (air terjun) Asmaradana. Air terjun ini dikenal juga dengan nama Curug Cikembar, karena air terjun itu ada dua, saling berdekatan, yang berada di lereng Gunung Pangrango. Tinggi air terjun ini hanya sekitar 8 meter.<\/p>\n<p>Sebelum menuju Cikembar, akan melintasi perkebunan teh Ciliwung. Aktivitas pekerja perkebunan, semisal saat menimbang daun teh, bisa diamati.<\/p>\n<p>Yang paling asyik dari paket wisata ini adalah jalan <em>off road-<\/em>nya, yang menantang tetapi tetap aman. \u201cIstilahnya, guncangan saat <em>off road <\/em>ini membuat kita bisa berteriak sekencang-kencangnya, yang sekaligus terapi melepaskan kesumpekan pikiran. Lapang rasanya dada setelah itu,\u201d ujar Iman.<\/p>\n<p>Oh, iya, biaya paket wisata ini tidak termasuk makan-minum. Jadi, jika berminat, selain bawa baju ganti dan mengenakan alas kaki yang nyaman, bawalah bekal makan-minum. Kalau malas, bisa berkomunikasi dengan JPC sehingga mereka bisa menyiapkan dengan biaya tambahan, sesuai menu yang kita pilih.<\/p>\n<p>Jika ingin bermalam, JPC dapat mengantar wisatawan ke rumah penduduk atau <em>homestay <\/em>yang dekat dengan lokasi wisata.<\/p>\n<p>Kalau ingin bermalam betul-betul di kawasan kebun teh, setelah terbang dengan pesawat paralayang atau gantole, turun saja ke Agrowisata Perkebunan Gunung Mas. Di situ tersedia pondok-pondok, berupa kamar sewa atau bungalo dengan tarif mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 1.850.000 per malam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kampung Batik<\/strong><\/p>\n<p>Di lokasi wisata perkebunan teh ada lokasi baru untuk berfoto, yaitu Kampung Batik, yang dilewati kalau ikut <em>tea walk. <\/em>Tiap satu rombongan, dengan membayar Rp. 25.000, akan didampingi seorang pemandu selama <em>tea walk. <\/em>Pemandu akan menuturkan sejarah perkebunan teh milik PTP VIII tersebut.<\/p>\n<p>Pemandu tidak akan lupa mengajak rombongan mampir ke perumahan karyawan perkebunan yang kini juga tengah direnovasi. Nantinya, perumahan karyawan ini akan menjadi Kampung Budaya Gunung Mas. Di sini diingatkan bagaimana seharusnya warga memelihara lingkungan tempat tinggalnya.<\/p>\n<p>Saat ini ada 250 rumah karyawan dihiasi mural bermotif batik, baik motif batik klasik maupun kontemporer. \u201cBatik itu akronim dari bersih, aman, tertib, indah, dan kreatif. Saat ini, kami bersama karyawan juga tengah mencoba menciptakan motif batik asli Gunung Mas yang terinspirasi dari keberadaan pondokan bekas ditinggali Bung Karno di Riung Gunung, motif batik yang juga ada tampilan gunung dan daun teh,\u201d tutur Himat Agustian, Manajer Perkebunan Gunung Mas.<\/p>\n<p>Penginapan lain yang bisa dipilih adalah Naya Rainforest Resort di kawasan wisata Telaga Warna. Penginapan bertarif Rp 2 juta per malam ini menyajikan keindahan dan ketenangan air Danau Telaga Warna langsung di depan teras penginapan. Ada sembilan unit pondok yang masing-masing bisa diisi empat sampai delapan orang. Harga itu sudah termasuk pajak dan makan pagi.<\/p>\n<p>Selain menikmati keheningan alam, juga sergapan kabut dan dingin yang bisa masuk bebas ke penginapan. Jika tidak kuat menahan hawa dingin, ada fasilitas penghangat ruangan. Di dalam penginapan pun tetap dapat menikmati panorama danau karena jendela-jendela kacanya yang lebar.<\/p>\n<p>Kalau tidak mau menginap, cukup mampir di gedung bekas kantor informasi pariwisata di sini. Bekas kantor ini dibangun cukup megah menjadi restoran dan ruang pertemuan yang bisa menampung 100-200 orang.<\/p>\n<p>\u201cSemua bangunan dan pengolahan limbahnya dibangun sesuai kaidah keselarasan dan keberlangsungan lingkungan hidup. Harga-harga makanan-minumannya Rp 20.000 sampai Rp 60.000 per porsi,\u201d kata Arif Rahman, salah seorang manajer resor itu.<\/p>\n<p>Di restonya tersedia sop kambing dan sapi lada hitam, juga <em>fish n chips, <\/em>kentang goreng, singkong goreng, pisang goreng, dan roti bakar. Ada pula aneka minuman hangat dari bahan herbal segar.<\/p>\n<p>Nah, setelah melayang dan <em>blusukan <\/em>di alam terbuka di kawasan Puncak, silahkan menghangatkan badan sebelum akhirnya meringkuk di tempat tidur. Puas tiada tara itu pasti. Pun badan kembali bugar, pikiran kembali jernih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selalu ada sisi menarik dari alam Puncak yang, kalau lancar, hanya 1-2 jam perjalanan dari Jakarta. Kali ini, coba pacu adrenalin dengan menjajal terbang paralayang, menembus kebun teh, hutan,demi mencapai telaga dan curug yang indah. \u00a0Ratih P Sudarsono Hujan sudah tidak terlalu sering mengguyur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun, dingin dan kabut masih tetap sangat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13621,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selalu ada sisi menarik dari alam Puncak yang, kalau lancar, hanya 1-2 jam perjalanan dari Jakarta. Kali ini, coba pacu adrenalin dengan menjajal terbang paralayang, menembus kebun teh, hutan,demi mencapai telaga dan curug yang indah. \u00a0Ratih P Sudarsono Hujan sudah tidak terlalu sering mengguyur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun, dingin dan kabut masih tetap sangat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-16T07:18:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2101\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1643\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna\",\"datePublished\":\"2018-04-16T07:18:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/\"},\"wordCount\":1076,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/\",\"name\":\"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-16T07:18:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg\",\"width\":2101,\"height\":1643},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna - Library","og_description":"Selalu ada sisi menarik dari alam Puncak yang, kalau lancar, hanya 1-2 jam perjalanan dari Jakarta. Kali ini, coba pacu adrenalin dengan menjajal terbang paralayang, menembus kebun teh, hutan,demi mencapai telaga dan curug yang indah. \u00a0Ratih P Sudarsono Hujan sudah tidak terlalu sering mengguyur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun, dingin dan kabut masih tetap sangat...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-04-16T07:18:45+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:29+00:00","og_image":[{"width":2101,"height":1643,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna","datePublished":"2018-04-16T07:18:45+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/"},"wordCount":1076,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/","name":"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg","datePublished":"2018-04-16T07:18:45+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/5ad44d1258604-5ad44d1258612Melayang-di-Udara-Nikmati-Telaga-Warna.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.28.jpg-e1523863078454.jpg","width":2101,"height":1643},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/melayang-di-udara-nikmati-telaga-warna\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Melayang di Udara, Nikmati Telaga Warna"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13620"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15552,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13620\/revisions\/15552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}