{"id":13944,"date":"2018-05-08T14:51:36","date_gmt":"2018-05-08T07:51:36","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13944"},"modified":"2025-05-01T12:37:08","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:08","slug":"daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/","title":{"rendered":"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13938\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/05\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-1500x1070.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1070\" \/><\/p>\n<p>Keseharian hidup Daniel Dan (69) sebagian besar dijalani di areal seluas 4 hektar.\u00a0 Di atas lahan Kelurahan Wehulir, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, seluas 5.000 meter persegi di antaranya dimanfaatkan untuk pusat pembibitan anakan kakao.\u00a0 Selebihnya di lahan 3,5 hektar dipadati pohon kelapa, pisang, umbian, dan jagung.\u00a0 Setiap tiga bulan sekitar 55.000 anakan kakao keluar dari lahan 5.000 meter persegi itu dan dibagi ke 21 kecamatan di Sikka dan kabupaten tetangga.<\/p>\n<p>Kornelis Kewa Ama<\/p>\n<p>Jumat (16\/2) pukul 10.20 Wita.\u00a0 Di tengah guyuran hujan lebat, diselimuti kabut tebal, Daniel Dan masih memanjat pohon kelapa dengan ke tinggian bervariasi, 5-20 meter.\u00a0 Sebelumnya, dia baru selesai merapikan jumlah anakan kakao yang dipajang berjajar mengikuti panjang lahan.\u00a0 Dia menjatuhkan buah dan daun-daun kelapa tua sebelum jatuh menimpa anakan kakao.<\/p>\n<p>&#8220;Usia saya 69 tahun, tetapi saya tetap memanjat pohon kelapa. Kalau saya tidak kerja, termasuk memanjat kelapa, mudah terserang penyakit. Pekerjaan saya sehari-hari menyiapkan polybag\u00a0 , menanam bibit kakao sebanyak mungkin, kemudian dijual ke pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat, &#8220;kata Daniel. la memulai usaha pembibitan anakan kakao sejak 1998 atas inisiatif tangkan dari Jember, Jawa Timur, bunan Sikka.\u00a0 Saat itu ia mendapatkan 1 kilogram kakao, sekitar 200 biji, dengan harga Rp 150.000.\u00a0 biji di itu dibudidayakan di segi.\u00a0 Namun, tidak semua tumbuh dan menghasilkan.\u00a0 Tanaman kakao yang berhasil tumbuh dan menghasilkan sebanyak 41 pohon, &#8220;Tahun 2002\/2003 tanaman itu berbuah,&#8221; katanya.\u00a0 sendiri.\u00a0 Bibit kakao waktu itu dida- melalui Dinas Pertanian.<\/p>\n<p>Dari 200 biji anakan kakao ini, 50 sekeliling pekarangan rumah, termasuuk di areal seluas 5.000 Permeter<\/p>\n<p>Daniel memetik buah kakao yang sudah matang dan menjemurnya.\u00a0 Duabit unggul dalam polybag untuk pembibitan anakan.\u00a0 Sementara biji kakao yang kurang bagus untuk dibibitkan, Daniel manfaatkannya untuk kebutuhan pribadi atau dijual di pasar.<\/p>\n<p>Tahun 2005, ia menjual sekitar 32.000 anakan kakao ke Pemerintah Kabupaten Sikka melalui mitra kerja pemda.\u00a0 Saat itu satu anakan dijual dengan harga Rp 1.500, tetapi kepada masyarakat dijual Rp L000 per anakan.\u00a0 Saat itu tanaman kakao termasuk langka di kalangan masyarakat Sikka.\u00a0 Sementara itu, antusiasme petani Sikka membudidayakan anakan kakao sa ngat tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Saat itu hanya saya yang menye- diakan bibit anakan kakao di Sikka,&#8221; katanya.\u00a0 Bahkan, pada 2001, orang menyebut Daniel sebagai raja anakan kakao.\u00a0 Masyarakat lokal memberikan julukan tersebut karena menganggap dia sebagai orang pertama yang melakukan pembibitan kakao di Sikka tahun 1998.<\/p>\n<p>&#8220;Saya dikenal di seantero Sikka. Namun, slowlahan, bibit kakao juga dibudidayakan orang di sekitar setelah usaha melihat saya ini berhasil, &#8220;kata Daniel.<\/p>\n<p><strong>\u00a0Mengganti bibit <\/strong><\/p>\n<p>Rupanya masyarakat lebih suka datang ke tempat Daniel yang sudah dikenal luas sebagai penyedia bibit anakan kakao, Orang mengenal bibit anakan kakao dari Daniel sebagai bibit yang bagus karena jika ditanam selalu berhasil tumbuh dengan baik hingga berbuah.\u00a0 Selain itu, Daniel juga berani mengganti bibit anakan kakao yang gagal tumbuh.\u00a0 Pengganbuh itu pun tanpa biaya.\u00a0 Pelanggan hanya cukup melaporkan kegagalan tumbuh-tumbuhan kakao yang gagal tumbuh-tumbuhan anakan kakao untuk pria mendapatkan penggantian bibit.\u00a0 beli lima bidang tanah di wilayah pegunungan, yakni Desa Baomekot.<\/p>\n<p>Berkat kemampuan usaha pembibitan anakan kakao, Daniel memhektar.\u00a0 Sebagian tanah sudah dita- Kecamatan Hewokloang, 30 kilometer arah timur Maumere yang luasnya 2-7 hektar.<\/p>\n<p>&#8220;Total lima bidang tanah itu 21 nami kakao, cengkeh, vanila, kemiri, pisang, dan kopi. Tanaman ini dikelola oleh anak saya yang pertanma,&#8221; SMP melaporkan sendiri dengan harga Rp 250 per biji.\u00a0 Bibit kakao yang dijual beli Daniel.\u00a0 kakao, tetapi juga bibit kakao. la tidak hanya menjual sebuahakan diambil dari biji terbaik.<\/p>\n<p>Anakan kakao milik Daniel tidak hanya diminati di Sikka, tetapi juga dibeli oleh pengusaha dari Flores Timur dan Ende.\u00a0 Kini kakao di dua kabupaten itu berkembang cukup bagus.\u00a0 Lahan kakao di Sikla terluas di NTT, yakni 22.520 hektar, urutan kedua Kabupaten Ende 16.521 hektar, dan Flores Timur 16.321 hektar.\u00a0 Tahun 2016, Pemkab Flores Timur melalui mitra kerja mengambil 45.000 anakan dengan harga Rp 5.000 per anakan.<\/p>\n<p>Semua anakan yang disiaplkan Daniel selalu laku terjual.\u00a0 Ada beberapa anakan yang patah atau kerdil tidak diminati pembeli.\u00a0 Anakan ini biasa-biasa saja cuma-cuma kepada masyarakat yang datang ke tempat itu.<\/p>\n<p>Daniel mengaku mendapat kete- rampilan tambahan dari petugas penyuluh pertanian dan perkebunan Pemkab Sikka, seperti cara menyi-apkan tanah di polybag, memasukkan bibit kakao ke dalam polybag, menyiram, dan membasmi hama atau kutu putih yang sering menye- rang anakan\u00a0 kakao.\u00a0 &#8220;Kakao mudah terserang hama kalau tidak dirawat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Daniel, dia kesulitan air jika musim kemarau.\u00a0 Padahal, jika jarang disiram, anakan kakao mudah terserang hama.\u00a0 Untuk itu dia membeli air dengan harga Rp 70000 per tangki.\u00a0 &#8220;Setiap hari saya butuh dua mobil tangki khusus untuk menyi- ram anakan kakao. Belum ada udara dari perusahaan daerah masuk di wilayah ini. Kalau ada pun, saat muisim kemarau selalu mengering&#8221; kata Daniel.<\/p>\n<p>Daniel juga mengajak anak usia sekolah dasar dan menengah di lingkungannya untuk menanam ka- kao.\u00a0 Ia biasa membagi gratis tanaman kakao kepada setiap anak yang datang ke tempat pembibitan atau lewat di jalan.\u00a0 Setiap siswa diberi 10-15 batang anakan kakan pada usia tujuh tahun, memasuki.<\/p>\n<p>Kepada anak-anak, Daniel berpesan agar mereka wajih menanam dan merawat tanaman itu sampai dewasa.\u00a0 Jika mereka menanam 11-12 tahun, kakao sudah dapat me reka panen.<\/p>\n<p>&#8220;Ternyata sukses, Beberapa siswa SMP dan SMA datang ke tempat ini melaporkan bahwa mereka sudah bisa memanen kakao yang saya bagi- kan 3-4 tahun lalu, Mereka bercerita dengan semangat penuh. Saya pun bangga karena mereka sudah bisa memanen apa yang mereka tanam sendiri\u00a0 , &#8220;kata Daniel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keseharian hidup Daniel Dan (69) sebagian besar dijalani di areal seluas 4 hektar.\u00a0 Di atas lahan Kelurahan Wehulir, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, seluas 5.000 meter persegi di antaranya dimanfaatkan untuk pusat pembibitan anakan kakao.\u00a0 Selebihnya di lahan 3,5 hektar dipadati pohon kelapa, pisang, umbian, dan jagung.\u00a0 Setiap tiga bulan sekitar 55.000 anakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13938,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Keseharian hidup Daniel Dan (69) sebagian besar dijalani di areal seluas 4 hektar.\u00a0 Di atas lahan Kelurahan Wehulir, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, seluas 5.000 meter persegi di antaranya dimanfaatkan untuk pusat pembibitan anakan kakao.\u00a0 Selebihnya di lahan 3,5 hektar dipadati pohon kelapa, pisang, umbian, dan jagung.\u00a0 Setiap tiga bulan sekitar 55.000 anakan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-05-08T07:51:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"782\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka\",\"datePublished\":\"2018-05-08T07:51:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/\"},\"wordCount\":856,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/\",\"name\":\"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg\",\"datePublished\":\"2018-05-08T07:51:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg\",\"width\":853,\"height\":782},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka - Library","og_description":"Keseharian hidup Daniel Dan (69) sebagian besar dijalani di areal seluas 4 hektar.\u00a0 Di atas lahan Kelurahan Wehulir, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, seluas 5.000 meter persegi di antaranya dimanfaatkan untuk pusat pembibitan anakan kakao.\u00a0 Selebihnya di lahan 3,5 hektar dipadati pohon kelapa, pisang, umbian, dan jagung.\u00a0 Setiap tiga bulan sekitar 55.000 anakan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-05-08T07:51:36+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:08+00:00","og_image":[{"width":853,"height":782,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka","datePublished":"2018-05-08T07:51:36+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/"},"wordCount":856,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/","name":"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg","datePublished":"2018-05-08T07:51:36+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Daniel-Dan_Raja-Anakan-Kakao-Sikka.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.16-e1525765856309.jpg","width":853,"height":782},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/daniel-dan_raja-anakan-kakao-sikka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Daniel Dan_Raja Anakan Kakao Sikka"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13944"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24044,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13944\/revisions\/24044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}