{"id":1400,"date":"2015-11-26T14:09:10","date_gmt":"2015-11-26T07:09:10","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=1400"},"modified":"2015-11-27T15:28:23","modified_gmt":"2015-11-27T08:28:23","slug":"perubahan-wajah-pustakawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/","title":{"rendered":"Perubahan Wajah Pustakawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Begitu dahsyatnya revolusi digital sehingga arus informasi mengalir tak terbendung. Menyaring dan mencari informasi di antara jutaan data memerlukan keahlian tersendiri. Pustakawan pada era digital bukan lagi penjaga buku, melainkan lebih berperan sebagai <em>information provider<\/em> yang membantu memudahkan pengambilan keputusan secara cerdas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Jurusan ilmu perpustakaan pun dalam perkembangannya berevolusi\u00a0menjadi jurusan\u00a0Information Science, sebab informasi tidak hanya meliputi cetak, tetapi juga dalam bentuk digital dan data visual.\u00a0Jadi, Information Science memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada ilmu perpustakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Ida Fajar Priyanto adalah mahasiswa Indonesia yang saat ini menjalani program doktoralnya di UNT di bidang Interdisciplinary Information Science.\u00a0Setidaknya ada empat mata kuliah\u00a0menarik yang menunjukkan penekanan pada kata &#8220;informasi&#8221; di bidang ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Pertama, pada mata kuliah Media Theory and Design, mahasiswa harus membuat 4 proyek. Salah satu proyek yang digarap Ida adalah &#8220;Games and Gaming Facilities in the Libraries&#8221;. Di sini Ida meneliti efektivitas dan efisiensi fasilitas <em>game<\/em> di perpustakaan akademis yang mulai bermunculan beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Pada proyek lain, mahasiswa diminta membuat film pendek <em>(short movie)<\/em> terkait kegiatan di kampus. Ida dan rekannya dari Taiwan membuat film tentang pentingnya menanamkan pengetahuan hemat energi mulai dari usia dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Terlihat jelas, tugas pustakawan tidak hanya pasif mencarikan buku atau informasi saat diminta, tetapi juga aktif mengomunikasikan informasi kepada publik melalui media yang menarik, yaitu film. Ini tentu berbeda dengan persepsi kita tentang tugas pustakawan selama ini yang hanya berkutat dengan buku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Butuh kreativitas<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Selain film, <em>game<\/em> bisa dijadikan sarana penyampaian\u00a0informasi. Dalam proyek lain, Ida dan teman-temannya membuat <em>game<\/em> interaktif berjudul Health Choice! <em>Game<\/em> ini dibuat untuk mengukur tingkat pengetahuan nutrisi di kalangan mahasiswa. Di sini juga terbukti kreativitas diperlukan oleh pustakawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Mata kuliah menarik lainnya adalah Communication and Use of Information. Mahasiswa belajar tentang perilaku para pencari informasi, yang ternyata pada satu budaya bisa berbeda dengan budaya yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Pada mata kuliah yang\u00a0Human-Computer Interaction, mahasiswa mengkaji perkembangan interaksi antara manusia dan computer, yang diawali dengan penggunaan <em>keyboard<\/em>, lalu <em>stylus-pen<\/em>, diikuti layar sentuh sampai <em>voice-generated<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Uniknya, ada kajian atas film <em>The Bird<\/em> karya Alfred Hitchock dalam mata kuliah Communication and Information Measurement. Mereka belajar mengukur informasi yang terdapat dalam gambar bergerak, <em>image<\/em> dan teks. Tujuannya, memahami cara manusia menyerap informasi yang bukan hanya dari judul, abstrak atau sinopsis seperti yang dipelajari ilmu perpustakaan masa prainternet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Dengan derasnya arus hiburan massal lewat TV, bioskop, dan internet, pustakawan mesti berusaha lebih keras untuk menarik perhatian agar informasi berguna tetap mendapat mendapat tempat di hati masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Selama belajar di Amerika, Ida melihat ada beberapa mata kuliah yang belum dikembangkan di Indonesia, seperti Information Behaviour, Information Measurement, Philosophy of information, Human-Computer Interaction, dan Digital Curation. Ilmu-ilmu ini mutlak dibutuhkan di era informasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Mesti diakui, banyak situs web belum <em>user friendly<\/em>. Contohnya, halaman utama situs web beberapa universitas di Indonesia banyak memajang berita atau foto kegiatan yang mungkin hanya relevan bagi &#8220;orang dalam&#8221;, tetapi malah miskin info program dan akademik yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya calon mahasiswa. Navigasi di dalam situs web masih menyulitkan pengunjung. Ini menunjukkan bahwa penyebaran informasi yang efektif perlu ditangani ahli <em>information science<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Bandingkan dengan situs web kebanyakan yang universitas negara lain. Halaman utama langsung menyajikan kategori isinya tanpa gambar atau teks yang tidak relevan. Informasi akademik pun bukan hanya menampilkan kurikulum tiap jurusan. Tiap mata kuliahnya dilampiri <em>course description<\/em>, lengkap dengan daftar buku pegangan dan kriteria kelulusannya. Bahkan, untuk informasi lebih lanjut, alamat <em>e-mail<\/em> untuk <em>contact person<\/em>-nya lengkap dan mudah dihubungi dari belahan bumi manapun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menutup kekurangan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Saat ini, Ida masih tercatat sebagai Sekjen Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) dan Ketua Dewan Perpustakaan Propinsi DIY. Rencananya, sekembalinya ke Indonesia kelak, ia ingin mengembangkan ilmu informasi dan perpustakaan di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Kalau menilik besarnya kebutuhan, Indonesia masih sangat kekurangan ahli informasi dan perpustakaan, terutama di tingkay S-2 dan S-3. Saat ini, hanya ada beberapa orang yang bergelar S-3, itu pun sebagian sudah pensiun. Tak pelak, dakam\u00a0berbagai event internasional, sangat sedikit orang Indonesia yang hadir. Akibatnya, representasi\u00a0Indonesia hamper tidak terdengar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Apabila kebutuhan akan keahlian ini tidak segera diisi oleh generasi muda kita, tidak mustahil setelah ebrlakunya AFTA (ASEAN Free Trade Area), kita akan kebanjiran tenaga ahli informasi dari mancanegara. Kita percaya bahwa &#8220;information is power&#8221;. Jadi jangan samapai &#8220;power&#8221; di negeri kita tercinta ini kelak jatuh ke dalam genggaman para &#8220;information manager&#8221; pendatang.*<strong><em>Ina Liem. Author and CEO Jurusanku. Kompas. 7 Februari 2014.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0\u00a0\u00a0 Begitu dahsyatnya revolusi digital sehingga arus informasi mengalir tak terbendung. Menyaring dan mencari informasi di antara jutaan data memerlukan keahlian tersendiri. Pustakawan pada era digital bukan lagi penjaga buku, melainkan lebih berperan sebagai information provider yang membantu memudahkan pengambilan keputusan secara cerdas. \u00a0\u00a0\u00a0 Jurusan ilmu perpustakaan pun dalam perkembangannya berevolusi\u00a0menjadi jurusan\u00a0Information Science, sebab informasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[100],"tags":[108,107,106,109],"class_list":["post-1400","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-library-info","tag-facilities-in-the-libraries","tag-libraries","tag-pustakawan-kreatif","tag-pustakawan-unik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perubahan Wajah Pustakawan - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perubahan Wajah Pustakawan - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0\u00a0\u00a0 Begitu dahsyatnya revolusi digital sehingga arus informasi mengalir tak terbendung. Menyaring dan mencari informasi di antara jutaan data memerlukan keahlian tersendiri. Pustakawan pada era digital bukan lagi penjaga buku, melainkan lebih berperan sebagai information provider yang membantu memudahkan pengambilan keputusan secara cerdas. \u00a0\u00a0\u00a0 Jurusan ilmu perpustakaan pun dalam perkembangannya berevolusi\u00a0menjadi jurusan\u00a0Information Science, sebab informasi...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-11-26T07:09:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-11-27T08:28:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Perubahan Wajah Pustakawan\",\"datePublished\":\"2015-11-26T07:09:10+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-27T08:28:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/\"},\"wordCount\":714,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"facilities in the libraries\",\"libraries\",\"pustakawan kreatif\",\"pustakawan unik\"],\"articleSection\":[\"Library Info\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/\",\"name\":\"Perubahan Wajah Pustakawan - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2015-11-26T07:09:10+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-27T08:28:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perubahan-wajah-pustakawan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perubahan Wajah Pustakawan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perubahan Wajah Pustakawan - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perubahan Wajah Pustakawan - Library","og_description":"\u00a0\u00a0\u00a0 Begitu dahsyatnya revolusi digital sehingga arus informasi mengalir tak terbendung. Menyaring dan mencari informasi di antara jutaan data memerlukan keahlian tersendiri. Pustakawan pada era digital bukan lagi penjaga buku, melainkan lebih berperan sebagai information provider yang membantu memudahkan pengambilan keputusan secara cerdas. \u00a0\u00a0\u00a0 Jurusan ilmu perpustakaan pun dalam perkembangannya berevolusi\u00a0menjadi jurusan\u00a0Information Science, sebab informasi...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-11-26T07:09:10+00:00","article_modified_time":"2015-11-27T08:28:23+00:00","author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Perubahan Wajah Pustakawan","datePublished":"2015-11-26T07:09:10+00:00","dateModified":"2015-11-27T08:28:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/"},"wordCount":714,"commentCount":0,"keywords":["facilities in the libraries","libraries","pustakawan kreatif","pustakawan unik"],"articleSection":["Library Info"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/","name":"Perubahan Wajah Pustakawan - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"datePublished":"2015-11-26T07:09:10+00:00","dateModified":"2015-11-27T08:28:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perubahan-wajah-pustakawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perubahan Wajah Pustakawan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1400"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1437,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1400\/revisions\/1437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}