{"id":14019,"date":"2018-05-08T16:29:04","date_gmt":"2018-05-08T09:29:04","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=14019"},"modified":"2025-05-01T12:37:08","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:08","slug":"yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/","title":{"rendered":"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-14015\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/05\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-1500x1086.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1086\" \/><\/p>\n<p>Persoalan petani di negeri agraris ini belum pernah dituntaskan.\u00a0 Begitu pandangan Yunita Triwardani Winarto yang meneliti kehidupan petani. Untuk itu, guru besar antropologi Universitas Indonesia setia mendampingi pahlawan pangan tersebut.<\/p>\n<p>Abdullah Fikri Ashri<\/p>\n<p>Akhir Januari lalu, sejumlah petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, &#8220;menahan&#8221; Yunita.\u00a0 la tidak diperbolehkan segera pulang.\u00a0 Padahal, tiket keretanya menuju Jakarta tinggal dua jam lagi.\u00a0 Dibonceng sepeda motor tua, Yunita menyanggupi ajakan ke rumah seorang petani.<\/p>\n<p>Siang itu, di pinggir saluran irigasi teknis Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Yunita berdiskusi dengan petani yang beberapa tahun terakhir ia dampingi.\u00a0 Pagi harinya, ia menyiapkan materi yang terkait dengan petani dalam musyawarah Gerakan Petani Nusantara (GPN).<\/p>\n<p>Nama doktor jebolan Australian 1National University ini memang tidak ada lagi di kalangan petani Indramayu.\u00a0 Kiprahnya pun demikian.\u00a0 Sa- lah satunya ia menginisiasi pembina Klub Pengukur Curah Hujan (KPCH) yang anggotanya terkenal di sejumlah desa di Indramayu, terma suk Desa Nunuk.<\/p>\n<p>KPCH merupakan wadah bagi petani untuk membaca perubahan iklim beserta dampak ikutannya, seperti kemunculan hama.\u00a0 Dengan mengetahui curah hujan, misalnya, petani dapat menentukan waktu menanam.<\/p>\n<p>Jangan sampai masa tanam dimulai saat hari-hari tanpa hujan sehingga sawah, apalagi tadah hujan, kekeringan.\u00a0 Laporan cuaca BMKG tidak cukup.\u00a0 Sebab, dalam satu kecamatan di Indramayu saja, curah hujan dan jenis tanahnya bisa berbeda.<\/p>\n<p>KPCH Indramayu yang dibentuk sejak 2009 saat perubahan iklim tera sa.\u00a0 Pranata mangsa yang menjadi panduan petani menanam padi tidak lagi seirama dengan perubahan alam.\u00a0 Kemarau dan hujan tak lagi jelas.<\/p>\n<p>Tani diajak mengukur curah hujan, &#8220;Yogyakarta. la didampingi seorang profesor meteorologi asal Belanda. Aw\u00e1lnya, ada 10 alat yang dioperasikan dengan harga sekitar 10 dollar AS per garis. Petani menamainya omplong, di kaleng. berapa kolom, seperti jumlah curah hujan, dampak pada\u00a0 tanah, dan hagus berdiskusi dengan petani Setiap iklim yang terkait dari Prof Sue Walker asal &#8220;Saat itu, tidak ada yang memberi tahu petani tentang iklim.\u00a0 Mulailah rekan kerja Yunita yang ikut sekolah lapang iklim di Gunung Kidul.<\/p>\n<p>Alat yang digunakan kerahasiaan curah hujan adalah ombrometer.\u00a0 satuan.\u00a0 Belakangan, seorang petani membuat alat serupa dari bahan sederhana berbentuk silinder dan peng- seperti bunyi rintik hujan yang jatuh.<\/p>\n<p>&#8220;Kini, alat itu terpasang di tengah sawah petani yang terkenal di 50 titik di Indramayu. Setidaknya 100 petani ikut belajar di KPCH,&#8221;\u00a0 katanya.\u00a0 Siapa pun bisa ikut KPCH.\u00a0 Gratis.<\/p>\n<p>Saban pagi, antara pukul 07.00 dan 07.30, mereka ke sawah mengukur curah hujan.\u00a0 Hasil temuan di dalam buku besar yang terdiri atas musuh dan musuh alaminya.<\/p>\n<p>Jika curah hujan tinggi, misalnya, hama padi adal alaminya adalah katak.\u00a0 Membasmi katak sama saja ledakan ledakan hama keong.\u00a0 Begitu petani mengartikan pengukuran curah hujan.<\/p>\n<p>Seperti petani yang sabar mencatat, demikian juga Yunita.\u00a0 la kerap ke Indramayu untuk suku sekalikeong.\u00a0 Musuh bulan ia mengirimkan terjemahan pesan Afrika Selatan kepada petani Indramayu.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya, sih, masih pusing karena harus mencatat setiap hari.\u00a0 Namun, pengaruh dari mengukur curah hujan luar biasa, &#8220;ujar Abbas Kartam (50), Yunita. Abbas kini menjadi rujukan petani asal Sukra, Indramayu, yang mendapatkan pendampingan dari bagi petani lokal untuk menentukan masa tanam.<\/p>\n<p>Ini penting. Sebab, pemerintah\u00a0 menggencarkan tanam padi tiga kali, Padahal, intensifikasi tanam dapat ledakan ledakan hama dan penyakit.\u00a0 Persentuhan Yunita dengan pada 1984, untuk tesisnya, ia meneliti.<\/p>\n<p><strong>\u00a0Bisa &#8220;dewek&#8221; <\/strong><\/p>\n<p>Persentuhan yunits dengan petani bukan terjadi kemarin sore, Wonogiri, Jawa Tengah, terhadap petani.\u00a0 Pada tahun 1990, Yunita kembali- dampak Bendung Gajah Mungkur, neliti cara petani mengendalikan hama di pantura Jabar.<\/p>\n<p>Penelitian itu berlandaskan pertanyaan sederhana Yunita.\u00a0 Berulang kali menggunakan pestisida dan pupuk kimia, pengetahuan apa yang petani dapatkan?\u00a0 Bagaimana mereka menghadapi perubahan alam?\u00a0 pranata umumnya tidak tahu kandungan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya penasaran soal ini. Petani berisiko pestisida kimia. Namun, barang tersebut tetap digunakan,&#8221; ujar Yunita yang telah membuat lebih dari 30 penelitian, termasuk riset bersama lembaga internasional seperti FAO.<\/p>\n<p>Menurut dia, sebagian besar petani asuransi pada pestisida dan pupuk dompet mereka.\u00a0 Petani menyebut pestisida dengan istilah &#8220;obat&#8221; kimia yang dapat menguras habis isi dahal, itu sebenarnya racun.\u00a0 Tidak hanya membunuh wereng, tetapi juga musuh alaminya.\u00a0 Akhirnya, ledakan hama terjadi.<\/p>\n<p>Namun, Yunita tidak buru-buru menyalahkan seorang petani.\u00a0 Sebab, mereka hanya terjebak dalam sesat pikir soal pertanian yang terbangun sejak.<\/p>\n<p>Pada saat bersamaan, varietas padi 1970-an saat penerapan Revolusi Hijau, \u201dujarnya.\u00a0 lokal tersingkir.\u00a0 Petani perlahan-lahan menjadi &#8220;pasar&#8221; penjualan benih hingga pestisida.\u00a0 Yunita tidak lantas berhenti pada jalan-jalan.\u00a0 la ikut pada 1990an.\u00a0 Di sana, ia menemukan bebaskan diri dari candu pestisida.<\/p>\n<p>Kisah tangguh petani asal Indramayu tersebut ia dokumenter yang mendampingi buku dan film dokumenter yang mendampingi sekolah pengawas hama terpadu (SLPHT) segelintir petani yang berhasil memdan memupuk kimia,\u00a0 tetapi melestarikan varietas lokal.\u00a0 judul Bisa Dewek: Kisah Perjuangan Petani Pemulia Tanaman di Indra- mayu (2011).\u00a0 Bisa dewek berarti diri sendiri.\u00a0 Aktor film itu juga petani.<\/p>\n<p>&#8220;Waktu membuat film, ada tekanan dari pemerintah daerah kepada karyawan, tetapi kami tetap jalan,&#8221; ujar Yunita yang dibantu mahasiswanya dalam pembuatan film.\u00a0 Varietas padi lokal yang dikembangkan oleh petani tempat ancaman bagi perusahaan perbenihan.\u00a0 Padahal, jika varietas lokal hilang, pengetahuan petani turut lenyap.<\/p>\n<p>Kini, varietas di sebagian besar petani hampir sama demi peningkatan produktivitas.\u00a0 Padahal, belum tentu cocok untuk semua daerah.\u00a0 Itu benar-benar pendapat Yunita, kearifan lokal, termasuk varietas lokal, menjadi jalan keluar untuk memanipulasi petani.<\/p>\n<p>Ia juga mengkritik pemerintah yang menguasai abai soal itu.\u00a0 Pada 2012, ia bersama beberapa orang menemui Ketua Dewan Pertimbangan Presiden saat itu, Emil Salim.\u00a0 Mereka memaparkan hasil kajian di lapangan bahwa ledakan hama wereng sepanjang 2009-2011 salah satu penyebabnya adalah penggunaan pestisida berlebihan dan pemilihan varietas.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak pernah ada ancaman. Na- mun, dulu saya dilarang hadir dalam sebuah forum padahal sudah diundang,&#8221; ujarnya tersenyum.<\/p>\n<p>Secara garis darah, anak ketiga dari tujuh bersaudara ini tidak punya hubungan dengan petani.\u00a0 &#8220;Kakek saya dulu pedagang beras. Bapak sayaneruskan usaha itu,&#8221; ujarnya.\u00a0 Kedua orangtuanya tidak mencicipi bangku kuliah karena harus bekerja.<\/p>\n<p>Namun, berkat kegigihannya, Yu- nita mampu menjadi guru besar.\u00a0 Bahkan, ia menjadi ilmuwan pertama di Indonesia yang mendapatkan gelar akademi profesor dari Academy Professorship Indonesia (API) dan The Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW) pada 2010.<\/p>\n<p>Lalu, mengapa di usia ke-67 tahun, ibu\u00a0 tiga anak ini tetap setia mendampingi petani?\u00a0 &#8220;Saya belajar dasar dari petani. Mereka sebenarnya adalah peneliti, pembelajar,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persoalan petani di negeri agraris ini belum pernah dituntaskan.\u00a0 Begitu pandangan Yunita Triwardani Winarto yang meneliti kehidupan petani. Untuk itu, guru besar antropologi Universitas Indonesia setia mendampingi pahlawan pangan tersebut. Abdullah Fikri Ashri Akhir Januari lalu, sejumlah petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, &#8220;menahan&#8221; Yunita.\u00a0 la tidak diperbolehkan segera pulang.\u00a0 Padahal, tiket keretanya menuju Jakarta&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14015,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-14019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Persoalan petani di negeri agraris ini belum pernah dituntaskan.\u00a0 Begitu pandangan Yunita Triwardani Winarto yang meneliti kehidupan petani. Untuk itu, guru besar antropologi Universitas Indonesia setia mendampingi pahlawan pangan tersebut. Abdullah Fikri Ashri Akhir Januari lalu, sejumlah petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, &#8220;menahan&#8221; Yunita.\u00a0 la tidak diperbolehkan segera pulang.\u00a0 Padahal, tiket keretanya menuju Jakarta...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-05-08T09:29:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1139\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1079\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani\",\"datePublished\":\"2018-05-08T09:29:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/\"},\"wordCount\":993,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/\",\"name\":\"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg\",\"datePublished\":\"2018-05-08T09:29:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg\",\"width\":1139,\"height\":1079},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani - Library","og_description":"Persoalan petani di negeri agraris ini belum pernah dituntaskan.\u00a0 Begitu pandangan Yunita Triwardani Winarto yang meneliti kehidupan petani. Untuk itu, guru besar antropologi Universitas Indonesia setia mendampingi pahlawan pangan tersebut. Abdullah Fikri Ashri Akhir Januari lalu, sejumlah petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, &#8220;menahan&#8221; Yunita.\u00a0 la tidak diperbolehkan segera pulang.\u00a0 Padahal, tiket keretanya menuju Jakarta...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-05-08T09:29:04+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:08+00:00","og_image":[{"width":1139,"height":1079,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani","datePublished":"2018-05-08T09:29:04+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/"},"wordCount":993,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/","name":"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg","datePublished":"2018-05-08T09:29:04+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Yunita-Triwardani-W_Guru-Besar-Pendamping-Petani.Kompas.22-Maret-2018.Hal_.16-e1525771705616.jpg","width":1139,"height":1079},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yunita-triwardani-w_-guru-besar-pendamping-petani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yunita Triwardani W_ Guru Besar Pendamping Petani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14019"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14019\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24056,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14019\/revisions\/24056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}