{"id":1581,"date":"2015-12-02T13:36:09","date_gmt":"2015-12-02T06:36:09","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=1581"},"modified":"2025-05-01T12:37:26","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:26","slug":"berselancar-dengan-hasrat-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/","title":{"rendered":"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1583\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16.jpg\" alt=\"Berselancar dengan Hasrat Jiwa. Kompas. 2 Desember 2015.Hal.16\" width=\"2000\" height=\"1652\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>\u201cI don\u2019t need an easy, i just need a possible.\u201d Begitu kata Bethany Hamilton, peselancar profesional asal Hanelai (Kauai, Hawaii), November 2003, sebulan setelah lengan kirinya harus diamputasi karena diserang hiu macan sepanjang 14 meter. Dengan satu lengan , banyak orang meragukan dia. Namun, perempuan yang meraih gelar juara pertama pada kompetisi selancar Quicksilver saat usia delapan tahun itu tidak ragu kembali berselancar. Dua tahun kemudian, Bethany meraih juara US National Under-18 Surf Championship yang diselenggarakan National Scholastic Surfing Association.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Oleh Mediana<\/strong><\/p>\n<p>Selang satu tahun kemudian, beratus ratus ribu kilometer dari Hawaii, tsunami menimpa Aceh. Tak terkecuali di Pulau Simeulue, \u201cterpaksa\u00a0 kehilangan\u201d, mimpinya sejenak membangun resor wisata bagi peselancar. Modal berupa tanah dan properti resornya hancur diterjang tsunami.<\/p>\n<p>Simeulue, pulau yang dikenal dunia akan ombak pantai terbaik bagi peselancar tersebut, sempat sepi dari kunjungan wisatawan. Trauma tsunami begitu kuat. Setelah kejadian itu, dia mencoba bekerja di berbagai bidang, mulai aktivis lembaga swadaya masyarakat hingga asisten di perusahaan logistik.<\/p>\n<p>Perjalanan hidup Ranu ibarat ombak laut dan selancar yang tidak jauh dari kehidupannya. Ia jatuh bangun menekuni wirausaha di bidang pariwisata. Tapi dia selalu menggapai papan selancarnya berdiri kembali di atas papan , dan \u201cberselancar\u201d dalam lautan kehidupan.<\/p>\n<p><strong>Keluarga Pedagang<\/strong><\/p>\n<p>Orangtua Ranu berlatar belakang budaya Minangkabau, Sumatera Barat. Pada 1965, mereka merantau ke Simeulue sebagai pedagang cengkeh. Kala itu, Simeulue terkenal sebagai tanah emas.<\/p>\n<p>\u201csemua warga bermata pencarian di rantai perdagangan cengkeh. Hasil perkebunan ini menjadi primadona. Harga pasarannya setinggi emas,\u201dkata Ranu.<\/p>\n<p>Pada awal 1980-an, harga per kilogram cengkeh mencapai Rp.25.000 atau hampir mendekati harga emas seberat 3,3 gram yakni Rp.28.000<\/p>\n<p>Kemakmuran dan kebahagiaan dirasakan keluarga Ranu. Keluarganya pun akrab dengan pantai sebagai tempat piknik keluarga. Ia pun mulai berkenalan dengan papan selancar.<\/p>\n<p>Sayangnya, keceriaan itu tidak berlangsung lama. Harga cengkeh di pasaran turun drastis. Situs perekonomian di Simeulue memburuk. Saat Ranu berusia empat tahun, orangtuanya memboyong dia dan saudaranya merantau ke Medan, Sumatera Utara. Orangtuan Ranu beralih jadi pedagang makanan khas Sumatera.<\/p>\n<p>\u201ctentu hal ini tidak mudah. Kami harus mulai membangun ekonomi keluarga dari nol. Anak dilibatkan penuh dalam usaha ini, misalnya saya yang masih kecil membantu di dapur,\u201d kata Ranu. Dari situlah dia belajar memasak.<\/p>\n<p><strong>Pariwisata<\/strong><\/p>\n<p>Hasrat menekuni bidang pariwisata tumbuh secara tidak sengaja. Saat duduk di bangku SMP, dia sering melihat pengayuh becak dan becak motor (bentor) mengantar turis asing berkeliling ke berbagai tempat wisata di Medan.<\/p>\n<p>Kemudian, dia berkenalan dengan kelompok tikang becak dan pengemudi bentor wisata. Dari kelompok itu, Ranu mempraktikkan ilmu pengetahuan tentang Medan, Bahsa Inggris, dan kepiawaiaanya menjalin komunikasi.<\/p>\n<p>\u201csepulang sekolah, saya berganti baju seragam ke pakaian biasa. Kemudian , pergi ke motel, losmen, dan hotel populer tempat turis mancanegara biasa menginap. Saya menawarkan diri sebagai pelajar yang ingin belajar bahasa Inggris dan memandu turis ke tempat wisata di Medan. \u201c katanya sambil tertawa.<\/p>\n<p>Karena hanya berniat belajar, awalnya dia tidak memperoleh upah. Namun, lambat laun ia mulai mendapatkan bayaran seiring meningkatnya jam terbang memandu turis. Uang hasil bekerja digunakan untuk membantu keuangan keluarga.<\/p>\n<p>\u201cSaya memakai sisa uang untuk mengambil kursus bahasa Inggris. Di samping itu, saya juga belajar bahasa Jepang. Saya yakin, bahasa akan sangat berguna bagi pekerja pariwisata,\u201d tutur Ranu.<\/p>\n<p>Lulus SMP pada 1995, dia mantap belajar di SMK pariwisata. Jurusan yang diambil adalah tur dan perjalanan. Profesi pemandu wisata lepas pun masih ia lakoni.<\/p>\n<p>Lapangan memang \u201csekolah\u201d terbaik. Dari turis asing, dia mengeksplorasi kemampuan, menimbun pengetahuan tren pelesir, dan menjalin relasi. Bali dan Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) sempat menjadi daerah perantauannya selama kurun waktu 2000-2003.<\/p>\n<p>\u201csaya menyukai pantai, ombak, dan selancar. Di kedua destinasi wisata unggulan itu, saya merasakan sulitnya bekerja sebagai pemandu wisata. Kompetisinya cukup sengit sehingga sering menyebabkan keuangan pribadi terganggu.\u201d Ujar Ranu.<\/p>\n<p>Dia sempat berpindah pindah tempat tinggal. Tapi, kondisi tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangatnya. Dia bahkan membuka relasi luas dengan koki hotel, kelompok pemandu wisata, dan investor. Jaringan pertemanan dengan warga negara asing semakin membuatnya berani mengumpulkan modal untuk membuka usaha resor atau tempat penginapan khusus peselancar di Simeulue.<\/p>\n<p>\u201cBagi saya, Simeulue adalah tanah kelahiran dan nadi kehidupan. Saya memang pernah menyaksikan keindahan kegiatan selancar di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Namun tidak ada yang senikmat dan sebahagia di kampung halaman,\u201d jawab Ranu saat ditanya alasan dia kembali ke Simeulue pada 2004. Enam tahun setelah tsunami Aceh , kehidupan pulau berangsur membaik. Investor asing berdatangan ke Simeulue. Dia pub pernah diajak kerjasama dengan seorang warga negara Australia selama 2010-2011. Mereka merintis Aura Surf Camp. Aura merupakan kepanjangan Aundrew dan Ranu.<\/p>\n<p>Kehidupan Simeulue marak wisatawan Nusantara dan mancanegara yang menyukai wisata air, seperti selancar.<\/p>\n<p>\u201clalu saya memutuskanberdiri sendiri dengan mendirikan Ranu Surf Camp,\u201d kata Ranu yang kemudian mendirikan resor dan warung makan di Desa Matanurung.<\/p>\n<p>\u201csaya berupaya mengembangkan end to end bisnis pariwisata dengan mengikutsertakan masyarakat lokal\u2019\u201d ujar bapak dua anak ini.<\/p>\n<p>Soal warung makan, misalnya, segala kebutuhan bahan baku memasak dibeli dari warga setempat , mulai dari sayuran, ikan, hingga daging kerbau. Dia bercerita tentang sop kabau, salah satu menu andalan di Ranu Surf Camp, \u201cKabau\u201d merupakan istilah untuk Kerbau. Daging segar disuplai oleh pengusaha daging kerbau. Begitu pula lobster,dia beli langsung dari temannya, pemiliki budidaya lobster laut.<\/p>\n<p>Lebih dari lima karyawan resor merupakan warga setempat. Ranu pun membekali mereka dengan pengetahuan wisata dan memasak makanan untuk tamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Kompas, Rabu 02 Desember 2015<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cI don\u2019t need an easy, i just need a possible.\u201d Begitu kata Bethany Hamilton, peselancar profesional asal Hanelai (Kauai, Hawaii), November 2003, sebulan setelah lengan kirinya harus diamputasi karena diserang hiu macan sepanjang 14 meter. Dengan satu lengan , banyak orang meragukan dia. Namun, perempuan yang meraih gelar juara pertama pada kompetisi selancar Quicksilver saat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1583,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[158,156,157,159],"class_list":["post-1581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bisnis-pariwisata","tag-jiwa","tag-pariwisata-selancar","tag-sosok"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cI don\u2019t need an easy, i just need a possible.\u201d Begitu kata Bethany Hamilton, peselancar profesional asal Hanelai (Kauai, Hawaii), November 2003, sebulan setelah lengan kirinya harus diamputasi karena diserang hiu macan sepanjang 14 meter. Dengan satu lengan , banyak orang meragukan dia. Namun, perempuan yang meraih gelar juara pertama pada kompetisi selancar Quicksilver saat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-12-02T06:36:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"875\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"580\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa\",\"datePublished\":\"2015-12-02T06:36:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/\"},\"wordCount\":863,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg\",\"keywords\":[\"bisnis pariwisata\",\"jiwa\",\"pariwisata selancar\",\"sosok\"],\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/\",\"name\":\"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg\",\"datePublished\":\"2015-12-02T06:36:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg\",\"width\":875,\"height\":580},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa - Library","og_description":"\u201cI don\u2019t need an easy, i just need a possible.\u201d Begitu kata Bethany Hamilton, peselancar profesional asal Hanelai (Kauai, Hawaii), November 2003, sebulan setelah lengan kirinya harus diamputasi karena diserang hiu macan sepanjang 14 meter. Dengan satu lengan , banyak orang meragukan dia. Namun, perempuan yang meraih gelar juara pertama pada kompetisi selancar Quicksilver saat...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-12-02T06:36:09+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:26+00:00","og_image":[{"width":875,"height":580,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa","datePublished":"2015-12-02T06:36:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/"},"wordCount":863,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg","keywords":["bisnis pariwisata","jiwa","pariwisata selancar","sosok"],"articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/","name":"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg","datePublished":"2015-12-02T06:36:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Berselancar-dengan-Hasrat-Jiwa.-Kompas.-2-Desember-2015.Hal_.16-e1487062590497.jpg","width":875,"height":580},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berselancar-dengan-hasrat-jiwa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ranu Amilus Berselancar dengan Hasrat Jiwa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1581"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1585,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions\/1585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}