{"id":19591,"date":"2020-07-07T11:14:16","date_gmt":"2020-07-07T04:14:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=19591"},"modified":"2020-10-26T09:54:41","modified_gmt":"2020-10-26T02:54:41","slug":"menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/","title":{"rendered":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-19592\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-1500x387.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"387\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-1500x387.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-300x77.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-1030x266.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-768x198.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-1536x396.jpg 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-2048x528.jpg 2048w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-11_UU-Wijkenstelsel-Membagi-Kawasan-Kota-Menjadi-Dua.-Radar-Surabaya.-2-Juli-2020.-Hal.7.-Chrisyandi.-Library-705x182.jpg 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>\u201cDalam undang-undang (UU) Wijkenstelsel tahun 1843, kawasan Kota Surabaya saat itu dibagi menjadi dua wilayah pemukiman. Pemukiman orang Eropa yang berada di sisi barat Jembatan Merah dan pemukiman masyarakat timur asing (Vreemde Oosterlingen) berada di sisi timur yang terdiri dari Kampung Pecinan, Kampung Arab dan Melayu,\u201d Mus Purmadani<\/p>\n<p>KAWASAN kota saat itu ini dikelilingi oleh benteng dan kanal. Penduduk pribumi kebanyakan bermukim di luar benteng. &#8220;Selain itu, UU <em>Wijkenstelsel <\/em>bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan pada setiap etnis. Pemerintah kolonial Belanda benar-benar memperhatikan tingkatan sosial, serta fasilitas yang diberikan bagi setiap golongan penduduk yang ada,&#8221; kata Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.<\/p>\n<p>Di balik UU <em>Wijkenstelsel <\/em>pemerintah kolonial Belanda memang mempunyai maksud dan tujuan tersendiri, khususnya dalam mengatur dan membatasi pergerakan penduduk pribumi dan bangsa non-Eropa. Oleh karena itu pada saat itu banyak yang tak sepaham dengan UU yang mengkotak-kotakkan kota tersebut.<\/p>\n<p>Kawasan Eropa ini disebut Kota Bawah <em>(Benedenstad) <\/em>yang dibatasi oleh tembok kota yang melingkar dari utara, tepatnya di sebelah selatan Jembatan Petekan <em>(Ophaal Brug) <\/em>melebar ke barat hingga selatan (Pesapen) terus ke selatan (Krembangan) ke timur (Bibis dan Cantian), kemudian ke utara (Srengganan -Tonggomong- Njamplungan) dan kembali menyambung ketitik awal di selatan Jembatan Petekan, Jalan Jakarta (Batavia Weg) sebelah Timur sungai Kalimas.<\/p>\n<p>&#8220;Kawasan ini memiliki dua jalan utama. Dari sisi barat timur sampai balai kota pertama (Jembatan Merah) yaitu <em>Heerenstraat <\/em>(Jalan Rajawali) kemudian jalan Yang sejajar dengan Kalimas dari utara selatan, yaitu <em>Willemskade <\/em>(Jalan Jembatan Merah dan Jalan Veteran),&#8221; ujarnya<\/p>\n<p>Pemerhati sejarah Kota Surabaya ini mengatakan, tanggal 19 April 1871 benteng-benteng mulai dihancurkan. Perkembangan <strong>kota <\/strong>mulai berkembang ke arah selatan, yaitu daerah Pemuda, Kayoon dan perurnahan elit Belanda di Darmo dan Kupang. <strong>(bersambung\/nur)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal. 7<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDalam undang-undang (UU) Wijkenstelsel tahun 1843, kawasan Kota Surabaya saat itu dibagi menjadi dua wilayah pemukiman. Pemukiman orang Eropa yang berada di sisi barat Jembatan Merah dan pemukiman masyarakat timur asing (Vreemde Oosterlingen) berada di sisi timur yang terdiri dari Kampung Pecinan, Kampung Arab dan Melayu,\u201d Mus Purmadani KAWASAN kota saat itu ini dikelilingi oleh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19593,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4151,4160],"tags":[],"class_list":["post-19591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2020","category-uc-news-juli-2020"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cDalam undang-undang (UU) Wijkenstelsel tahun 1843, kawasan Kota Surabaya saat itu dibagi menjadi dua wilayah pemukiman. Pemukiman orang Eropa yang berada di sisi barat Jembatan Merah dan pemukiman masyarakat timur asing (Vreemde Oosterlingen) berada di sisi timur yang terdiri dari Kampung Pecinan, Kampung Arab dan Melayu,\u201d Mus Purmadani KAWASAN kota saat itu ini dikelilingi oleh...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-07T04:14:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-26T02:54:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"713\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"493\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library\",\"datePublished\":\"2020-07-07T04:14:16+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-26T02:54:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/\"},\"wordCount\":304,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2020\",\"UC News Juli 2020\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/\",\"name\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"datePublished\":\"2020-07-07T04:14:16+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-26T02:54:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"width\":713,\"height\":493},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library - Library","og_description":"\u201cDalam undang-undang (UU) Wijkenstelsel tahun 1843, kawasan Kota Surabaya saat itu dibagi menjadi dua wilayah pemukiman. Pemukiman orang Eropa yang berada di sisi barat Jembatan Merah dan pemukiman masyarakat timur asing (Vreemde Oosterlingen) berada di sisi timur yang terdiri dari Kampung Pecinan, Kampung Arab dan Melayu,\u201d Mus Purmadani KAWASAN kota saat itu ini dikelilingi oleh...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2020-07-07T04:14:16+00:00","article_modified_time":"2020-10-26T02:54:41+00:00","og_image":[{"width":713,"height":493,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library","datePublished":"2020-07-07T04:14:16+00:00","dateModified":"2020-10-26T02:54:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/"},"wordCount":304,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","articleSection":["UC News 2020","UC News Juli 2020"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/","name":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","datePublished":"2020-07-07T04:14:16+00:00","dateModified":"2020-10-26T02:54:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","width":713,"height":493},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-11_uu-wijkenstelsel-membagi-kawasan-kota-menjadi-dua-radar-surabaya-2-juli-2020-hal-7-chrisyandi-library\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (11)_UU Wijkenstelsel Membagi Kawasan Kota Menjadi Dua. Radar Surabaya. 2 Juli 2020. Hal.7. Chrisyandi. Library"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19591"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20915,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19591\/revisions\/20915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}