{"id":19611,"date":"2020-07-07T14:13:13","date_gmt":"2020-07-07T07:13:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=19611"},"modified":"2020-10-09T09:09:31","modified_gmt":"2020-10-09T02:09:31","slug":"menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","title":{"rendered":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-19614\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1500x289.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"289\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1500x289.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-300x58.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1030x199.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-768x148.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1536x296.jpg 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-2048x395.jpg 2048w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-6_Mewahnya-Pemukiman-Eropa-dan-Kumuhnya-Pemukiman-Pribumi.-Radar-Surabaya.-26-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-705x136.jpg 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>\u201cPemandangan kontras memang terjadi saat bangsa Eropa mendirikan pemukiman di Surabaya (Hibdia-Belanda saat itu). Di balik megahnya bangunan pemukiman bangsa Eropa terdapat pemukiman kumuh milik warga pribumi,\u201d Mus Purmadini.<\/p>\n<p>Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saatbitu rumah-rumah milik warga pribumi ini dibangun dengan bahan seadanya, seperti kayu maupun bambu. Lingkungan kumuh ini tidak tersentuh oleh pemerintah kolonial hingga tahun 1920-an. \u201cNamun sejak Surabaya ditetapkan sebagai <em>gementee <\/em>tahun 1960, kota ini mengalami perkembangan begitu pesat,\u201d Katanya kepada Radar Surabaya.<\/p>\n<p>Pria yang juga pemerhati sejarah Kota Surabaya mengalami perluasan wilayah ke arah selatan. Ini akhibat pertumbujan penduduk yang sangat tinggi. \u201cDalam jangka waktu 23 tahun mulai 1960 hingga 1930 jumlah penduduk melonjak dua kali lipat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Jika pada 1906 jumlah penduduk hanya 150,188 orang, namun pada 1930 bertambah menjadi 331,509 orang. Pertumbuhan jumlah penduduk ini didominasi oleh bangsa Eropa.<\/p>\n<p>\u201cTahun 1906 bangsa Eropa di Surabaya hanya 8.663 orang dan tahun 1930 bertambah menjadi 26.376 orang. Bertambah menjadi tiga kali lipat, tuturnya.<\/p>\n<p>Lonjakan penduduk ini disebabkan okeh arus urbanisasi dan industrialisasi di kota ini. Kota Surabaya yang telah berkembang pesat sejak liberalisasi ekonomi pada 1870 telah menjadi tujuan utama para pendatang dari pedesaan.<\/p>\n<p>Termasuk pendatang dari bangsa asing seperti Eropa sendiri, dimana mereka banyak yang ditugaskan di sini, baik dari kalangan pemerintahan maupun swasta. termasuk para pebisnis dan pedagang yang turut berdatangan, seiring kian berkembangnya perekonomian, industri dan perdagangan di Kota, Surabaya kala itu.<\/p>\n<p>\u201cDan kawasan di sekitar pusat bisnis dan pemerintahan, seperti kawasan sekitar Jembatan Merah, meliputi Rajawali, Gemblongam hingga Krembangan pun turut menjadi lokasi bisnis dan pemukiman bangsa Eropa,\u201d tukasnya. <strong>(bersambung\/nur)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Sumber: Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal. 3,7<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cPemandangan kontras memang terjadi saat bangsa Eropa mendirikan pemukiman di Surabaya (Hibdia-Belanda saat itu). Di balik megahnya bangunan pemukiman bangsa Eropa terdapat pemukiman kumuh milik warga pribumi,\u201d Mus Purmadini. Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saatbitu rumah-rumah milik warga pribumi ini dibangun dengan bahan seadanya, seperti kayu maupun bambu. Lingkungan kumuh ini tidak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19613,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4159],"tags":[],"class_list":["post-19611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-juni-2020"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cPemandangan kontras memang terjadi saat bangsa Eropa mendirikan pemukiman di Surabaya (Hibdia-Belanda saat itu). Di balik megahnya bangunan pemukiman bangsa Eropa terdapat pemukiman kumuh milik warga pribumi,\u201d Mus Purmadini. Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saatbitu rumah-rumah milik warga pribumi ini dibangun dengan bahan seadanya, seperti kayu maupun bambu. Lingkungan kumuh ini tidak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-07T07:13:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-09T02:09:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"717\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"495\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library\",\"datePublished\":\"2020-07-07T07:13:13+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-09T02:09:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\"},\"wordCount\":276,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News Juni 2020\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\",\"name\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"datePublished\":\"2020-07-07T07:13:13+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-09T02:09:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"width\":717,\"height\":495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library","og_description":"\u201cPemandangan kontras memang terjadi saat bangsa Eropa mendirikan pemukiman di Surabaya (Hibdia-Belanda saat itu). Di balik megahnya bangunan pemukiman bangsa Eropa terdapat pemukiman kumuh milik warga pribumi,\u201d Mus Purmadini. Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saatbitu rumah-rumah milik warga pribumi ini dibangun dengan bahan seadanya, seperti kayu maupun bambu. Lingkungan kumuh ini tidak...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2020-07-07T07:13:13+00:00","article_modified_time":"2020-10-09T02:09:31+00:00","og_image":[{"width":717,"height":495,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library","datePublished":"2020-07-07T07:13:13+00:00","dateModified":"2020-10-09T02:09:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/"},"wordCount":276,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","articleSection":["UC News Juni 2020"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","name":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","datePublished":"2020-07-07T07:13:13+00:00","dateModified":"2020-10-09T02:09:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","width":717,"height":495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-6_mewahnya-pemukiman-eropa-dan-kumuhnya-pemukiman-pribumi-radar-surabaya-25-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19611"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19611\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20668,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19611\/revisions\/20668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}