{"id":2052,"date":"2016-08-16T11:38:02","date_gmt":"2016-08-16T04:38:02","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2052"},"modified":"2025-05-01T10:57:28","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:28","slug":"berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/","title":{"rendered":"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-2026\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111.jpg\" alt=\"14 Februari 2016. Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya_Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah. Jawa Pos. 14 Februari 2016.Hal.1,11\" width=\"1142\" height=\"990\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111.jpg 5278w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111-300x260.jpg 300w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111-1030x892.jpg 1030w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111-1500x1300.jpg 1500w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111-705x611.jpg 705w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.111-450x390.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1142px) 100vw, 1142px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Meskipun tidak termasuk industri utama, kosmetik tidak bisa dipandang sebelah mata. Kebutuhan akan produk tersebut tidak pernah surut.<\/p>\n<p>SEBAGAI pelaku utama di bisnis kosmetik, Putri Kuswisnu Wardani, presiden direktur Mustika Ratu, menilai industrinya masih kurang dilindungi regulasi yang berpihak.<\/p>\n<p>\u201cKosmetik impor bisa masuk tanpa melalui proses verifikasi. Sementara\u00a0 sektor lain harus melalui proses itu,\u201d kata Putri kepada <em>Jawa Pos<\/em> di Sultan Hotel, Jakarta, Jumat (12\/2).<\/p>\n<p>Hal tersebut berdampak besar pada industri kosmetik nasional. Bayangkan saja, dari seluruh kosmetik yang beredar di atas air, hanya 30 persen yang merupakan produk asli Indonesia. Sisanya merupakan barang impor. Baik yang legal maupun selundupan. Hal itu berdampak langsung bukan hanya pada para pelaku industri, tapi juga pemerintah dan konsumen.<\/p>\n<p>Pelaku industri kosmetik nasional sudah pasti dirugikan. Produk mereka dipandang sebelah mata karena konsumen cenderung lebih percaya pada produk impor. Pemerintah pun dirugikan karena tidak semua kosmetik impor masuk melalui jalur yang benar. \u201cKerugian pajak pasti dialami pemerintah,\u201d tutur ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia tersebut.<\/p>\n<p>Dengan masuknya kosmetik tanpa verifikasi, jaminan keamanan dan keselamatan konsumen pun menjadi tidak ada. Izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menjadi acuan keamanan produk pun belum tentu tercantum dalam kosmetik-kosmetik tersebut. Akibatnya, tidak sedikit konsumen yang menjadi korban.<\/p>\n<p>Perempuan yang menjabat ketua bidang ekonomi kreatif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu mengatakan pernah mendapat laporan dari seorang dokter kulit yang menangani pasien korban\u00a0 kosmetik impor. Pasien tersebut terpaksa dirawat inap karena mendadak sesak napas setelah menggunakan produk pemutih impor yang dibelinya secara online.<\/p>\n<p>\u201cAda beberapa kandungan kosmetik tertentu yang memang terlalu besar. Tidak ada izin BPOM juga,\u201d cerita putri BRA Mooryati Soedibyo, pendiri Mustika Ratu, itu.<\/p>\n<p>Jika kondisi tersebut terus-menerus dibiarkan, bukan tidak mungkin industri kosmetik Indonesia bisa luluh lantak tergilas serbuah produk impor. Kondisi itu sangat jauh berbeda dnegan ketika Putri kali pertama turut terjun ke industri kosmetik. Kala itu, pada 1985, kosmetik dalam negeri masih bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dia mengatakan, waktu itu hanya ada Viva dan Mustika Ratu. Viva menjangkau pasar menengah ke bawah, sedangkan Mustika Ratu di pasar menengah ke atas.<\/p>\n<p>\u201cSementara itu, jumlah kosmetik impor masih bisa dihitung jari. Tapi, sekarang ini semuanya justru berbalik karena kita sudah mulai masuk pasar bebas. Dan kita harus berusaha keras untuk bisa bersaing,\u201d ungkap lulusan Master Of Business Administration National University Inglewood, California, Amerika Serikat, tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai pelaku, Putri tentu tidak tinggal diam. Dia pun mulai merancang strategi. Budaya dijadikan Putri sebagai filosofi dalam menghadapi tantangan. Putri memang terlahir di keluarga yang memegang teguh budaya Jawa. Nilai-nilai itu juga akhirnya diturunkan ke Putri sebagai penerima tongkat estafet dalam menjalankan perusahaan. \u201c<em>Niti, niru, nambah<\/em>. 3N yang paling saya ingat. Itu luar biasa sekali,\u201d ucap dia bersemangat.<\/p>\n<p>Menurut Putri, filosofi yang sudah ada sejak 1700 atau 1800 tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan dalam bisnis hingga sekarang. <em>Niti atau niteni<\/em> berarti mengamati. Melihat apa yang jadi keunggulan yang lain untuk kemudian dipelajari.<\/p>\n<p><em>Niru<\/em> atau meniru adalah langkah selanjutnya. Produk tentu tidak melulu 100 persen hasil penemuan. Bisa juga hasil inspirasi produk lain. Jika memang <em>packaging<\/em> dan cara komunikasi menjadikan produk pesaing sukses, cara tersebut tentu saja bisa ditiru. \u201cNamun, kita tetap harus <em>nambah<\/em>. Harus ada nilai tambah yang akan membuat produk kita lebih unggul daripada produk pesaing,\u201d jelas sekretaris Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu.<\/p>\n<p>Putri melanjutkan, itu juga yang dilakukan Jepang dan Korea. Tiga puluh tahun lalu, mobil Jepang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mobil Eropa. Putri mengatakan, kala itu mobil Jepang diketok pun bisa penyok seperti kaleng. \u201cSekarang coba lihat. Jepang punya banyak mobil mewah sekarang. Enggak kalah dengan Eropa. Korea juga mulai muncul sekarang dengan produk elektroniknya,\u201d ungkap peremuan kelahiran Jakarta, 20 September 1959, tersebut.<\/p>\n<p>Dengan filosofi Jawa itu, Putri yakin industri kosmetik Indonesia bisa maju dan bersaing dengan produk impor sekalipun. Dia juga terus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa produk dalam negeri tidak kalah dengan produk impor. \u201cSetiap ada kesempatan untuk berbicara, saya pasti akan terus mengampanyekan itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Putri juga mencoba mengenalkan produk kosmetik buatan Mustika Ratu ke pasar global melalui Yayasan Puteri Indonesia. Puteri Indonesia yang bertugas ke luar negeri akan dibekali kosmetik dari Mustika Ratu. Di sana secara tidak langsung mereka juga akan mempromosikan produk Indonesia ke teman=teman sesama ratu kecantikan. Dengan begitu, orang \u2013 orang di luar sana akan makan <em>aware<\/em> dengan produk kosmetik Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKami juga secara konsisten sudah melakukan ekspor produk ke 20 negara. <em>Kan<\/em> selain hanrus <em>defense<\/em> dari serangan luar, kita harus<em> offense<\/em>. Salah satunya dengan cara invansi ke luar negeri,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Namun, lanjut Putri, kesuksesan produk Indonesia bersaing dengan produk impor rtidak akan bisa terwujud jika tidak ada sinergi antara para pelaku bisnis, akademisi, dan pemerintah. Tiga unsur yang dikenal dengan istila ABG (<em>academics-business-government<\/em>) itu harus bekerja sama. Dengan adanya pengembangan produk dari para akademisi, strategi dari para pelaku bisnis, dan regulasi yang mendukung dari pemerintah, bukan tidak mungkin Indonesisa bisa jadi <em>the next<\/em> Jepang atau Korea.<\/p>\n<p>\u201cEnggak apa-apa kita telat. Yang penting masih bisa eksis nantinya,\u201d ucap wakil ketua umum bidang industri tradisional berbasis budaya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu. <strong>(and\/c9\/sof)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jawa Pos 14 Februari 2016<\/p>\n<p>UC Lib-Collect<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun tidak termasuk industri utama, kosmetik tidak bisa dipandang sebelah mata. Kebutuhan akan produk tersebut tidak pernah surut. SEBAGAI pelaku utama di bisnis kosmetik, Putri Kuswisnu Wardani, presiden direktur Mustika Ratu, menilai industrinya masih kurang dilindungi regulasi yang berpihak. \u201cKosmetik impor bisa masuk tanpa melalui proses verifikasi. Sementara\u00a0 sektor lain harus melalui proses itu,\u201d kata&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4489,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2052","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Meskipun tidak termasuk industri utama, kosmetik tidak bisa dipandang sebelah mata. Kebutuhan akan produk tersebut tidak pernah surut. SEBAGAI pelaku utama di bisnis kosmetik, Putri Kuswisnu Wardani, presiden direktur Mustika Ratu, menilai industrinya masih kurang dilindungi regulasi yang berpihak. \u201cKosmetik impor bisa masuk tanpa melalui proses verifikasi. Sementara\u00a0 sektor lain harus melalui proses itu,\u201d kata...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T04:38:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1062\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1965\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah\",\"datePublished\":\"2016-08-16T04:38:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/\"},\"wordCount\":846,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/\",\"name\":\"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T04:38:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"width\":1062,\"height\":1965},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah - Library","og_description":"Meskipun tidak termasuk industri utama, kosmetik tidak bisa dipandang sebelah mata. Kebutuhan akan produk tersebut tidak pernah surut. SEBAGAI pelaku utama di bisnis kosmetik, Putri Kuswisnu Wardani, presiden direktur Mustika Ratu, menilai industrinya masih kurang dilindungi regulasi yang berpihak. \u201cKosmetik impor bisa masuk tanpa melalui proses verifikasi. Sementara\u00a0 sektor lain harus melalui proses itu,\u201d kata...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T04:38:02+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:28+00:00","og_image":[{"width":1062,"height":1965,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah","datePublished":"2016-08-16T04:38:02+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/"},"wordCount":846,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/","name":"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","datePublished":"2016-08-16T04:38:02+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/14-Februari-2016.-Putri-Kuswisnu-Wardani-tentang-Industri-Berbasis-Budaya_Berdaya-Saing-dengan-Niti-Niru-dan-Nambah.-Jawa-Pos.-14-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","width":1062,"height":1965},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdaya-saing-dengan-niti-niru-dan-nambah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Putri Kuswisnu Wardani tentang Industri Berbasis Budaya Berdaya Saing dengan Niti, Niru, dan Nambah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2052","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2052"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2052\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8209,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2052\/revisions\/8209"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2052"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2052"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2052"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}