{"id":2118,"date":"2016-08-16T12:27:49","date_gmt":"2016-08-16T05:27:49","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2118"},"modified":"2025-09-17T08:49:00","modified_gmt":"2025-09-17T01:49:00","slug":"tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/","title":{"rendered":"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Tiga-Mahasiswa-UC-Ciptakan-Imoveon-Tong-Sampah-untuk-Menampung-Keluhan-Mantan_Siap-Layani-Curhat-hingga-Bantu-Jual-Hadiah-Mantan.-Jawa-Pos.-29-Januari-2016.Hal_.2539.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2097\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Tiga-Mahasiswa-UC-Ciptakan-Imoveon-Tong-Sampah-untuk-Menampung-Keluhan-Mantan_Siap-Layani-Curhat-hingga-Bantu-Jual-Hadiah-Mantan.-Jawa-Pos.-29-Januari-2016.Hal_.2539.jpg\" alt=\"Tiga Mahasiswa UC Ciptakan Imoveon, Tong Sampah untuk Menampung Keluhan Mantan_Siap Layani Curhat hingga Bantu Jual Hadiah Mantan. Jawa Pos. 29 Januari 2016.Hal.25,39\" width=\"5397\" height=\"7664\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berdasar hasil riset, mayoritas kasus bunuh diri remaja disebabkan patah hati. Tidak ingin kasus itu terus terulang, tiga mahaiswa Universitas Ciputra (UC) menciptakan \u201ctong sampah\u201d untuk menampung keluh resah tentang mantan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saking seringnya menerima curhat tentang asmara, Abraham Rehoel Kosasih, Felicia Musidora Khorlina, dan Florencia Riswanto sampai hafal kelakuan orang yang sedang patah hati. \u201cYang paling banyak ya nggak mau makan selama beberapa hari. Atau, sering murung dan menangis sendiri,\u201d ujar Felicia. Jika orang patah hati dibiarkan begitu saja, mereka bisa berbuat yang \u201ctidak-tidak\u201d. \u201cjangan sampai mereka melukai diri sendiri,\u201d ujarnya. Berlatar belakang kondisi itu, tiga mahasiswa Universitas Ciputra tersebut menciptakan Imoveon. Itu adalah gerakan melalui social media agar orang bisa move on dari sang mantan. \u201cImoveon itu plesetan yang berarti saya move on,\u201d sahut abraham.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melalui akun di media sosial, mereka memosisikan diri sebagai psikolog handal. Ada beberapa tahap sesi yang mereka berikan saat menerima pasien curhat. Pertama, jelas Abraham, sesi mendengarkan. Saat itu pasien bisa berkeluh kesah hal apapun tentang mantan. \u201cmereka boleh bercerita apa saja yang membuat putus dan patah hati,\u201d ungkap mahasiswa jurusan psikologi tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah sesi pertama dilalui, tahap kedua adalah menggali informasi. \u201cKami menjawab keluhan mereka dengan tanya-tanya informasi,\u201d ungkap Florencia. Tahap kedua itu bertujuan membuat emosi pasien kembali tenang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>ADAKAH EVENT KHUSUS PARA MANTAN<\/p>\n<p>\u201cSupaya mereka feel better dulu,\u201d katanya. Kalau sudah berhasil melewati tahap kedua, pasien masuk ke sesi curhat terakhir. Florencia dkk mengajak ngobrol santai pasien. Obrolan itu diarahkan agar pasien yang sedang patah hati menemukan penyelesaian. \u201cBukan solusi sembarangan. Sebenarnya solusi yang terbaik itu ya muncul dari mereka sendiri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sambil mengarahkan, mereka juga menyelipkan kalimat-kalimat motivasi kepada pasien agar semangat lagi. \u201c misalnya, kami yakinkan, apa dengan nggak mau makan, pacar kalian bisa kembali atau peduli,\u201d tambah Felicia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat berkonsultasi, ada pasien yang minta bertatap muka langsung dengan mereka. Ada pula yang curhat melalui media sosial. \u201cKalau saat ini paling banyak memang masih dari teman-teman yang kami kenal sebelumnya,\u201d ungkap perempuan kelahiran Jakarta, 12 Maret 1995, itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sampai saat ini, lanjut dia, belum ada kasus yang mereka tangani mengalami kegagalan. \u201cAkhirnya mereka bisa balik lagi dengan aktivitas seperti sedia kala,\u201d kata perempuan 20 tahun itu. Kalaupun ada kasus yang berat, mereka tidak segan meminta bantuan kepada psikolog yang lebih andal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Felicia menjelaskan, mayoritas pasien adalah perempuan. Menurut mereka, perempuan memiliki tingkat sensitivitas lebih tinggi daripada laki-laki. \u201cKalau cewek ya seringnya dibawa pikiran, kalau cowok biasanya cenderung cuek, malah tidak peduli,\u201d ujarnya. \u201citu juga berdasar sumber riset yang kami baca,\u201d tambah Felicia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain menjadi \u201ctong sampah\u201d keluh kesah soal mantan, Imoveon kerap memotivasi lewat akun media sosial. \u201ckami share kalimat-kalimat motivasi lewat akun Imoveon,\u201d ungkapnya. Hal tersebut rutin mereka lakukan setiap hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam sehari, mereka mengunggah kalimat motivasi sebanyak tiga kali. Mereka berbagi \u00a0tugas dengan menciptakan tiga karakter berbeda. Abraham menjadi karakter happy (bahagia). Dengan begitu, Abraham bertugas mengunggah kalimat-kalimat bahagia. \u201cWaktunya pagi karena pagi memang saatnya harus berbahagia,\u201d ujar Abraham<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lalu, Florencia menjadi karakter wise (bijaksana). \u201citu kalimat-kalimat bijak buat penyemangat,\u201d ujar Florencia. \u201cKalimat itu kami share saat siang,\u201d tambahnya. Sementara itu, Felicia bertugas menjadikan karakter sad (sedih). \u201c nah, kalimat-kalimat galau ini yang kami unggah saat malam. Soalnya paling banyak orang galau itu ya saat malam sebelum tidur,\u201d ucap Felicia, lantas tertawa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tiga karakter tersebut disesuaikan dengan karakter pribadi masing-masing. \u201cini ceritanya Florencia itu orang paling bijak diantara kami bertiga. Kalau Abraham ini, orangnya mesti buat sekeliling bisa terus tertawa,\u201d jelas Felicia. \u201cNah kalau Felicia sendiri, orang paling sering galau,\u201d sahut Abraham dan Florencia, hampir bersamaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalimat-kalimat serta gambar yang mereka unggah diciptakan sesuai dengan karakter masing-masing. Namun, mereka juga sering mengadopsi dari sumber lain. \u201ckalau mengambil literasi lain, buku atau media sosial lain, kami pasti mencantumkan sumbernya,\u201d ujar Felicia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasar posting yang diunggah, mereka menyimpulkan bahwa waktu galau meningkat tajam. \u201cbiasanya saat sabtu-minggu, pas malam,\u201d kata Abraham. Mereka mengamati hal tersebut berdasar komentar follower (pengikut di akun media sosial). \u201cbanyak banget yang kasih komentar di posting-an kami saat akhir pekan. Isinya ya beragam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Felicia melanjutkan, kadar patah hati dalam diri seseorang terkait erat dengan memori yang dimiliki. Nah, memori itu paling banyak tersimpan dalam barang-barang yang diberikan sang mantan. \u201ckalau lihat barang mantan, pasti langsung galau lagi, ingat mantan lagi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena itu, barang pemberian mantan harus disingkirkan. \u201csaat kami solusi itu, banyak teman yang berhasil move on lebih cepat,\u201d terangnya. Karena itu, Imoveon juga mewadahi mereka yang mau menjual maupun menyumbangkan barang pemberian mantan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Caranya, mereka membantu menjual barang tersebut melalui media sosial. Meski begitu, mereka tidak sembarangan menerima barang. Ada standar yang mereka tentukan. \u201cyang pasti barang yang layak dijual lagi. Kalau sudah kotor atau jelek banget, ya tidak kami terima,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada beberapa jenis barang pemberian mantan. Antara lain elektronik, aksesori, tas, dan boneka. Dari jenis barang itu, mereka juga membedakan berdasar harga barang. \u201cada tingkat dasar harga Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu,\u201d tuturnya. \u201cyang harganya diatas Rp 1 juta itu termasuk barang mewah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hasil penjualan dibagi berdasar proporsi yang sudah disepakati. \u201ckami 25 persen, 75 persen balik ke mereka (penjual, Red),\u201d ungkap Abraham.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, ada pula pasien yang memberikan barang mantan secara cuma-cuma. \u201citu berarti mereka sumbangkan. Nanti kami lelang kalau memang ada yang berminat,\u201d ujar laki-laki kelahiran Bali, 26 Juni 1995, tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kini, mereka berencana tidak sekadar bermain di media sosial. Mereka akan mengimplementasikan konsep Imoveon dalam sebuah event. \u201cNanti ada acara yang bisa dikunjungi secara langsung,\u201d ungkapnya. \u201cKami sedang menggodok program acaranya nanti seperti apa,\u201d lanjutnya. Dalam event tersebut, rencananya setiap pengunjung bisa lebih bebas membawa barang pemberian mantan untuk dilelang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mereka berharap Imoveon menjadi komunitas lebih besar dan memiliki anggota lebih banyak. \u201ckami bersyukur pengikut akun media sosial kami terus bertambah dan semakin aktif,\u201d kata Abraham. \u201cada juga tawaran kerja sama yang kami terima dalam penyelenggaraan event ini,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Konsep Imoveon telah mendapat apresiasi dari banyak pihak. Pada November lalu, misalnya, Imoveon berhasil menjadi juara pertama di ajang yang diselenggarakan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Jawa Pos. 29 Januari 2016.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasar hasil riset, mayoritas kasus bunuh diri remaja disebabkan patah hati. Tidak ingin kasus itu terus terulang, tiga mahaiswa Universitas Ciputra (UC) menciptakan \u201ctong sampah\u201d untuk menampung keluh resah tentang mantan. &nbsp; Saking seringnya menerima curhat tentang asmara, Abraham Rehoel Kosasih, Felicia Musidora Khorlina, dan Florencia Riswanto sampai hafal kelakuan orang yang sedang patah hati&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":78828,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,454,291],"tags":[],"class_list":["post-2118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news","category-uc-news-2016","category-uc-news-januari-2016"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berdasar hasil riset, mayoritas kasus bunuh diri remaja disebabkan patah hati. Tidak ingin kasus itu terus terulang, tiga mahaiswa Universitas Ciputra (UC) menciptakan \u201ctong sampah\u201d untuk menampung keluh resah tentang mantan. &nbsp; Saking seringnya menerima curhat tentang asmara, Abraham Rehoel Kosasih, Felicia Musidora Khorlina, dan Florencia Riswanto sampai hafal kelakuan orang yang sedang patah hati....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T05:27:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-17T01:49:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/mario.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"515\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"285\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:27:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T01:49:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/\"},\"wordCount\":1001,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/mario.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News\",\"UC News 2016\",\"UC News Januari 2016\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/\",\"name\":\"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/mario.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:27:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T01:49:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/mario.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/mario.jpg\",\"width\":515,\"height\":285},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan - Library","og_description":"Berdasar hasil riset, mayoritas kasus bunuh diri remaja disebabkan patah hati. Tidak ingin kasus itu terus terulang, tiga mahaiswa Universitas Ciputra (UC) menciptakan \u201ctong sampah\u201d untuk menampung keluh resah tentang mantan. &nbsp; Saking seringnya menerima curhat tentang asmara, Abraham Rehoel Kosasih, Felicia Musidora Khorlina, dan Florencia Riswanto sampai hafal kelakuan orang yang sedang patah hati....","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T05:27:49+00:00","article_modified_time":"2025-09-17T01:49:00+00:00","og_image":[{"width":515,"height":285,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/mario.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan","datePublished":"2016-08-16T05:27:49+00:00","dateModified":"2025-09-17T01:49:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/"},"wordCount":1001,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/mario.jpg","articleSection":["UC News","UC News 2016","UC News Januari 2016"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/","name":"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/mario.jpg","datePublished":"2016-08-16T05:27:49+00:00","dateModified":"2025-09-17T01:49:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/mario.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/mario.jpg","width":515,"height":285},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tiga-mahasiswa-uc-ciptakan-imoveon-tong-sampah-untuk-menampung-keluhan-mantan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siap Layani Curhat hingga Jual Barang Hadiah Mantan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2118"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6422,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118\/revisions\/6422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}