{"id":2146,"date":"2016-08-16T12:36:03","date_gmt":"2016-08-16T05:36:03","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2146"},"modified":"2025-09-17T09:28:07","modified_gmt":"2025-09-17T02:28:07","slug":"interpretasi-indeks-kewirausahaan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/","title":{"rendered":"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global"},"content":{"rendered":"<p>Iklim kewirausahaan adalah hal fundamental yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara. Mengapa? Sebab, iklim kewirausahaan menstimulasi inovasi, menumbuhkan geliat transaksi ekonomi, dan bahkan dapat mendorong lahirnya berbagai lapangan pekerjaan. Kita dapat memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi di sebuah negara, salah satunya dengan cara melihat bagaimana negara memberi ruang kepada usaha-usaha skala mikro, kecil, dan menengah untuk tumbuh dan berkembang.<\/p>\n<p>Salah satu parameter dari kesehatan iklim wirausaha di sebuah negara adalah Indeks Kewirausahaan Global (Global Entrepreneurship Index). Indeks ini berfungsi untuk mengukur sikap masyarakat, sumber daya, dan infrastruktur yang membentuk ekosistem kewirausahaan di sebuah negara. Dengan kata lain, ini menggambarkan kesehatan ekosistem kewirausahaan di sebuah negara.<\/p>\n<p>Setiap tahun, The Global Entrepreneurship and Development Instirute mengukur Indeks Kewirausahaan Global dari total 132 negara, termasuk Indonesia, dengan mengakumulasikan performa kewirausahaan sebuah Negara, baik dalam skala nasional, maupun skala internasional. Ada 14 aspek yang diukur: internasionalisasi, pertumbuhan, penerimaan risiko, penyerapan teknologi, modal risiko, modal insani, dukungan kultural, jejaring, peluang <em>start-up<\/em>, kompetisi, keahlian <em>start-up<\/em>, inovasi produk, dan persepsi terhadap peluang.<\/p>\n<p>Bagaimana Indeks Kewirausahaan Global Indonesia tahun 2016? Cukup memprihatinkan. Di tingkat regional, Indonesia di peringkat ke 18 dari 21 negara. Di tingkat global, Indonesia menduduki ranking 103 dari 132 negara. Data ini penting untuk kita cermati bersama, mengingat tahun ini Indonesia memiliki target untuk meraih pertumbuhan ekonomi di atas 6%. Apalagi.Indonesia tergolong negara yang menuliki Indeks Kompetitif Global (Global Competitiveness Index) yang tinggi di tahun 2015, yakni peringkat 34 dari 144 negara.<\/p>\n<p>Terlepas dari rendahnya Indeks Kewirausahaan Global Indonesia di tahun 2016, ada hal yang menarik untuk dicermati. Ada dua aspek yang mendapatkan penilaian tinggi, yakni aspek persepsi terhadap peluang (0,57), dan aspek ino-vasi produk (0,39). Secara interpretatif, masyarakat Indonesia sebenarnya telah mulai memiliki sensitivitas untuk menyelesaikan permasalahan sosial dengan mengoptimalisasikan aktor-aktor kreatif yang dapat mendorong terbukanya usaha baru dan membuka lapangan pekedaan baru. Namun, kesadaran ini tidak cukup kuat sehingga mendorong masyarakat untuk tetap memilih menjadi karyawan daripada menjadi wirausahawan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wirausaha penuh ketidakpastian<\/p>\n<p>Saat Presiden Jokowi memiliki pandangan yang berbeda dengan Menteri Perhubungan dengan memberikan izin operasional kepada sebuah usaha ojek daring (<em>online<\/em>), banyak pihak yang mendukung meskipun tidak sedikit yang kontra. Salah satu alasan terbesar dukungan adalah banyak orang yang mendapatkan pekerjaan dan penghasilan layak melalui ojek daring ini. Menutup usaha ini artinya mengambil mata pencaharian dari ribuan tukang ojek. Secara semiotik, fenomena ini sebenarnya menggambarkan dua hal. <em>Pertama<\/em>, betapa kompleksnya tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha di Indonesia. <em>Kedua<\/em>, masyarakat (lagi-lagi) memilih untuk menjadi karyawan dari sebuah industri kreatif daripada menjadi pelaku industri kreatif iru sendiri.<\/p>\n<p>Kewirausahaan merupakan bidang yang penuh dengan ketidakpastian. Untuk terjun dan sukses dalam bidang ini dibutuhkan keberanian dan daya tahan terhadap situasi pasar yang penuh dengan kejutan, pola yang tidak teratur, serta bentuk-bentuk ketidakpastian yang lain. Saat pelaku <em>start-up<\/em> seperti ojek daring mulai berkembang, sebenarnya ia tampil sebagai harapan bahwa kewirausahaan masih dapat tumbuh di negara kita. Sebaliknya, kerumitan birokrasi justru menimbulkan kecemasan dan membuat masyarakat enggan untuk memulai berwirausaha sehingga lebih memilih menjadi karyawan.<\/p>\n<p>Dengan menjadi karyawan, risiko akan tereduksi. Apakah hal ini berarti bahwa masyarakat kita tidak cukup memiliki keberanian menghadapi ketidakpastian? Sayangnya, jawabannya adalah ya. Hal ini ditegaskan oleh rendahnya aspek kemampuan dalam memanajemen risiko (0,12) dalam Indeks Kewirausahaan Glo-bal tahun 2016. Bahkan aspek ini meru-pakan aspek ketiga terendah dari total 14 aspek yang diukur. Hal ini hendaknya juga dicermati oleh pemerintah. Pembangunan infrastruktur, termasuk kereta cepat, memang akan meningkatkan serapan tenaga kerja. Namun kita tidak boleh lupa untuk membenahi ekosistem kewirausahaan yang memungkinkan industri kreatif tetap dapat tumbuh. Iklim kewirausahaan yang inovatif lahir dari kreativitas. Kreativitas tidak dapat lahir di ruang yang penuh dengan tekanan. Sebaliknya, iklim yang suportif diperlukan untuk melahirkan ide kreatif dan keberanian untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Keberanian ini adalah modal untuk menerjemahkan ide kreatif menjadi sebuah langkah konkret yang menjawab permasalahan sosial. Kesuksesan sebuah usaha bukanlah bersifat vakum. Mereka hadir dengan penguasaan mendalam terha-dap konteks: mengenal permasalahan sosial secara konprehensif, mengenal karakteristik ekosistem, dan secara aktif hadir sebagai solusi.<\/p>\n<p>Semua pelaku. wirausaha, terutama skala mikro, kecil, dan menengah, mutlak mendapatkan dukungan sosial dari pemerintah. Dukungan tidak harus berupa modal finansial, tetapi yang lebih penting adalah berupaya menciptakan iklim kewirausahaan yang sehat sehingga dapat meningkatkan kreativitas dan perilaku inovasi. Iklim kewirausahaan yang suportif akan meningkatkan sensitivitas terhadap permasalahan sosial. Hal ini teramat penting untuk memastikan bahwa usaha yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Sama prinsipnya sebagaimana Presiden melakukan blusukan untuk memahami masalah dari akar rumput sehingga setiap kebijakan valid inenjawab persoalan. Sebaliknya, usaha yang dibangun dengan sporadis tanpa peinahaman ter-hadap konteks tidak akan menstimulasi kreativitas dan perilaku inovasi.<\/p>\n<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Interpretasi-Indeks-Kewirausahaan-Global.-Kontan.-3-Maret-2016.Hal_.23.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2144\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Interpretasi-Indeks-Kewirausahaan-Global.-Kontan.-3-Maret-2016.Hal_.23.jpg\" alt=\"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global. Kontan. 3 Maret 2016.Hal.23\" width=\"2127\" height=\"3259\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Iklim kewirausahaan adalah hal fundamental yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara. Mengapa? Sebab, iklim kewirausahaan menstimulasi inovasi, menumbuhkan geliat transaksi ekonomi, dan bahkan dapat mendorong lahirnya berbagai lapangan pekerjaan. Kita dapat memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi di sebuah negara, salah satunya dengan cara melihat bagaimana negara memberi ruang kepada usaha-usaha skala mikro, kecil,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":78921,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,454,293],"tags":[],"class_list":["post-2146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news","category-uc-news-2016","category-uc-news-maret-2016"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Iklim kewirausahaan adalah hal fundamental yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara. Mengapa? Sebab, iklim kewirausahaan menstimulasi inovasi, menumbuhkan geliat transaksi ekonomi, dan bahkan dapat mendorong lahirnya berbagai lapangan pekerjaan. Kita dapat memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi di sebuah negara, salah satunya dengan cara melihat bagaimana negara memberi ruang kepada usaha-usaha skala mikro, kecil,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T05:36:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-17T02:28:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/start.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"549\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"569\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:36:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T02:28:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/\"},\"wordCount\":740,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/start.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News\",\"UC News 2016\",\"UC News Maret 2016\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/\",\"name\":\"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/start.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:36:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T02:28:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/start.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/start.jpg\",\"width\":549,\"height\":569},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global - Library","og_description":"Iklim kewirausahaan adalah hal fundamental yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara. Mengapa? Sebab, iklim kewirausahaan menstimulasi inovasi, menumbuhkan geliat transaksi ekonomi, dan bahkan dapat mendorong lahirnya berbagai lapangan pekerjaan. Kita dapat memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi di sebuah negara, salah satunya dengan cara melihat bagaimana negara memberi ruang kepada usaha-usaha skala mikro, kecil,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T05:36:03+00:00","article_modified_time":"2025-09-17T02:28:07+00:00","og_image":[{"width":549,"height":569,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/start.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global","datePublished":"2016-08-16T05:36:03+00:00","dateModified":"2025-09-17T02:28:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/"},"wordCount":740,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/start.jpg","articleSection":["UC News","UC News 2016","UC News Maret 2016"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/","name":"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/start.jpg","datePublished":"2016-08-16T05:36:03+00:00","dateModified":"2025-09-17T02:28:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/start.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/start.jpg","width":549,"height":569},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2146"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2146\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6411,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2146\/revisions\/6411"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}