{"id":2148,"date":"2016-08-16T12:38:11","date_gmt":"2016-08-16T05:38:11","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2148"},"modified":"2025-09-17T09:24:55","modified_gmt":"2025-09-17T02:24:55","slug":"kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/","title":{"rendered":"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem"},"content":{"rendered":"<p>Dia lahir dari pasangan penari. Keahlian itu pulalah yang mengantarkannya menjadi abdi dalem di Puro Pakualaman. Kini Rani tetap menaridi sela-sela kesibukannya sebagai dosen Manajemen dan Komunikasi di lJniversitas Ciputra<\/p>\n<p>KESAN pertama bertemu dengan Rani, hampri semua perempuan berusia 32 tahun itu sangat teratur. Saat dia menyuguhkan secangkir teh, tangannya seperti busur panah yang ditarik ke belakang. Sikunya sempurna menghadap ke samping, Tulang bahu menuju telapak tangannya melengkung. IstIlahnya, <em>nggendeweo pinentang.<\/em><\/p>\n<p>Dalam kondisi normal, pundaknya tampak seimbang. Meminjam istilah jawa Mataraman, Rani memiliki <em>pundak nraju mas<\/em>. Datar dan lebarnya sama, Tidak miring ke kanan maupun ke kiri.<\/p>\n<p>Matanya hampir selalu sedikit terpejam. Cara duduknya pun mirip perempuan keraton. Semua serba tertata, termasuk Cara bertutur kata. Itu semua seolah sudah otomatis dan berada di Iuar kesadaran perempuan kelahiran 4 Oktober 1984 tersebut<\/p>\n<p>\u25ba Baca Dosen&#8230; Hal 35<\/p>\n<p>LUWES: Maria Satya Rani dan teman-temannya tampil pada event Tong-Tong Fair di Belanda pada 2014. Foto kiri, Rani membawakan tarian Bedhaya Tejanata di Puro Pakualaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menari meski Sedang Hamil Delapan Bulan<\/p>\n<p>DOSEN&#8230;<\/p>\n<p>Sambungan dari hal 25<\/p>\n<p>Sebab, sejak usia 9 tahun, dia menari untuk raja. Yakni, penari di Kadipaten Puro Pakualaman, Daerah Istimewa Jogjakarta. Saat ditemui <em>Jawa Pos<\/em> (9\/3) di rumahnya, kawasan Alam Hijau, Rani dengan sangat senang menunjukkan beberapa gerakan tari. Salah satunya gerakan <em>ndhegeg<\/em>. Bagian dadanya ditarik kencang ke depan. Napasnya tampak tertahan di dada dan leher. Bagian pinggul ditariknya ke belakang. Ditarik sekuat-kuatnya. Bila di lihat dari samping, badannya membentuk mirip huruf &#8220;S&#8221;.<\/p>\n<p>Dia lantas merentangkan kedua tangannya dengan siku setengah dilipat menghadap ke depan. Jemarinya seakan membentuk pertanda &#8220;oke&#8221;.<\/p>\n<p>Ujung jari jempol dan ujung jari telunjuknya saling menempel. Jari tengah, jari manis, dan jari kelingkingnya dirapatkan. Posisijari sedemikian rupa itu sebisanya dihadapkan ke belakang. &#8220;Gini loh, Mas, gerakan dasar tarinya,&#8221; ujarnya sambil bergerak perlahan.<\/p>\n<p>Meski tangan kanannya terkilir karena terjatuh dari motor beberapa hari lalu, perempuan dengan tinggi badan 156 cm tersebut masih bisa mempraktikkan tari-tarian dengan lemah gemulai. Sebab, tubuhnya telah terlatih sedemikian rupa untuk menari. Dalam kondisi apa pun, tubuhnya masih bisa bergerak indah.<\/p>\n<p>Aksi lebih &#8220;gila&#8221; dilakukan Rani pada awal 2015. Dia nekat menari dengan gerakan-gerakan yang sangat lentur meski sedang hamil delapan bulan. Sampai-sampai, yang menonton aksi itu harus berkali-kali menahan napas.<\/p>\n<p>Menari dalam kondisi hamil tua itu dilakukan saat awal dia diterima sebagai dosen di Universitas Ciputra. Perempuan berkulit kuning langsat tersebut sebenarnya menjadi staf pengajar di jurusan <em>international business and marketing communication<\/em>. Namun, karena keahliannya, dia juga mengajar mata kuliah <em>art and culture<\/em>. &#8220;Saya diminta mengisi mata kuliah itu. Soalnya, saya punya <em>skill<\/em> menari,&#8221; ujar pemilik gelar magister manajemen dari Universitas Atma Jaya itu.<\/p>\n<p>Kala itu, Rani sedang mengandung anak pertama. Dalam sebuah pertemuan kuliah <em>art and culture<\/em>, dia menunjukkan gerakan-gerakan dasar di hadapan mahasiswa. &#8220;Napasnya sampai terengah-engah. Ada janin seberat 2 kilogram di rahim saya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Setiap gerakan dia lakukan dengan sangat hati-hati. Terutama gerakan yang mengandalkan bagian perut. Mahasiswa yang menyaksikan unjuk kebolehan Rani dalam menari pun hanya bisa geleng-geleng kepala. &#8220;Eh&#8230; eh awas,&#8221; ujar Rani menirukan teriakan mahasiswanya kala itu.<\/p>\n<p>Rani menari sejak usia 6 tahun. Orang tuanya, pasangan Mardjijo dan Hermien Kusmayati, juga sama-sama penari yang mengajar di Institut Seni Indonesia di Jogjakarta. Pasangan itu mengajar-kan gerakan-gerakan dasar tari kepada Rani kecil. Mulai gerakan <em>trisik<\/em>, <em>ndhegeg<\/em>, hingga <em>lengkok cilik<\/em>. &#8220;Waktu itu, hampir setiap sore teman-teman saya nonton saya latihan,&#8221; ingatnya.<\/p>\n<p><em>Trisik<\/em> meliputi gerakan tangan mengibaskan selendang dan permainan kelentikan jari-jari tangan. <em>Ndhegeg<\/em> merupakan permainan gerakan pinggang dan perut. Keduanya adalah gerakan dasar yang kerap digunakan dalam berbagai macam tarian. Sementara itu, <em>lengkok cilik<\/em> yang berarti langkah-langkah kecil hampir selalu digunakan penari untuk menuju ke pusat atau tengah panggung.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika Ayah saya mainkan gamelan, ibu <em>nyinden<\/em>, dan saya menari-nari, rumah langsung dikerubungi tetangga,&#8221; cerita Rani tentang masa kecilnya.<\/p>\n<p>Kisah ketekunan Rani mempelajari seni tari akhirnya didengar Paku Alam X. Dia lantas diminta menari di keraton. Sejak saat itu, Rani rutin menari di Kadipaten Puro Pakualaman hingga Candi Prambanan. &#8220;Saya sering diminta untuk menari Bedhaya Tejanata. Itu adalah khas Kadipaten Puro Pakualaman,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Di Puro Pakualaman, terdapat lima tingkatan dalam menari. Mulai tingkat awal, yakni <em>jujul<\/em> bagi pemula, kemudian tingkat <em>bekel<\/em>, lurah, dan <em>ngabehi<\/em>. Yang terakhir adalah tingkat <em>wedhono<\/em>, yakni yang paling mahir dalam menampilkan tari-tarian kerajaan.<\/p>\n<p>Kenaikan jenjang itu bergantung pada penilaian para anggota keluarga raja dan masyarakat. Semakin tinggi tingkatan seorang penari, semakin dia dipercaya menjadi penari dalam setiap kegiatan keraton.<\/p>\n<p>Saat ini, Rani berada dalam tingkat <em>ndoro bei<\/em> atau <em>ngabehi<\/em>. Itu membuat Rani harus siap datang dan menari setiap kali raja memanggilnya untuk menari. Misalnya, untuk memperingati kelahiran Pakualaman XI pada April nanti. Dia harus menjalani tugas sebagai abdi dalem. Menari di hadapan keluarga raja.<\/p>\n<p>Titah dari kadipaten itu membuat Andreas Rahmawan, suaminya, tidak seutuhnya berhak atas Rani. Namun, Andreas selalu bangga kepada sang Istri.<\/p>\n<p>Bagi Rani, tari Bedhaya Tejanata sarat dengan filosofi. Perempuan penyuka teh tersebut mengungkapkan, sejak awal menari hingga usai, penari harus menghadap lantai. Itu menunjukkan watak bahwa manusia tidak boleh besar hati. Berpikir setinggi-tingginya memang boleh, tapi mata dan hati tetap membumi.<\/p>\n<p>Filosofi itu pulalah yang selalu dipegang Rani saat memutuskan Untuk mengambil kuliah di Inholland University of Applied Sciences. Dia terbang ke Belanda pada 2003 dan akhirnya meraih gelar <em>bachelor of communication<\/em>.<\/p>\n<p>Selama kuliah di Belanda, Rani tetap mengembangkan kemampuan menarinya. Itu bisa dia lakukan karena di Belanda banyak festival. Bahkan, banyak kegiatan kenegaraan yang menggunakan tari-tarian kesenian Indonesia.<\/p>\n<p>Misalnya, Tong Tong Fair yang merupakan festival terbesar di dunia untuk pergelaran kebudayaan Indonesia. Tong Tong yang berarti pasar malam diselenggarakan pemerintah Belanda sebagai tanda rindu pada Indonesia. Festival itu berisi rangkaian kegiatan kebudayaan Indonesia. Mulai pakaian, makanan, hingga tari-tarian. &#8220;Pokoknya, semua ala Indonesia,&#8221; ungkap Rani.<\/p>\n<p>Di sana, warga Belanda dan Uni Eropa kerap minum sekoteng sambil menikmati pertunjukan-pertunjukan seni. &#8220;Saya dua kali menari dalam pergelaran itu&#8221;, kata Rani.<\/p>\n<p>Dia menceritakan, menari tarian Bedhaya Tejanata di Belanda terasa sangat berbeda dengan di Indonesia. Karena harus ditampilkan bersama-sama oleh tujuh penari, Rani harus berkolaborasi dengan seniman asing. &#8220;Saya membawakan tarian nenek moyang saya bersama penari dari Jepang dan Eropa,&#8221; ujarnya sambil tersenyum.<\/p>\n<p>Dia begitu teringat tatkala tarian Bedhaya Tejanata hampir selesai dibawakan di Tong Tong Fair. Para penonton yang mayoritas orang Belanda temyata ikut menyanyi. Mereka paling suka mengulang lagu <em>Jaranan<\/em>. Apalagi ketika penari mulai meninggalkan panggu ng.<\/p>\n<p>&#8220;Jaranan, jaranan, jarane jaran teji<\/p>\n<p>Sing numpak ndoro bei<\/p>\n<p>Sing ngiring poro abdi<\/p>\n<p>Cek cek nong<\/p>\n<p>Cek cek gung<\/p>\n<p>Jaranae mlebu ning lurung,&#8221; ujar Rani menirukan teriakan penonton Tong Tong Fair 2014. (*\/c6\/fat)<\/p>\n<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Kecintaan-Maria-Satya-Rani-pada-Dunia-Tari_Dosen-Bisnis-yang-Tetap-Setia-Menjadi-Abdi-Dalem.-Jawa-Pos.22-Maret-2016.-Hal.2535.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2149\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Kecintaan-Maria-Satya-Rani-pada-Dunia-Tari_Dosen-Bisnis-yang-Tetap-Setia-Menjadi-Abdi-Dalem.-Jawa-Pos.22-Maret-2016.-Hal.2535.jpg\" alt=\"Kecintaan Maria Satya Rani pada Dunia Tari_Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem. Jawa Pos.22 Maret 2016. Hal.25,35\" width=\"2480\" height=\"3941\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dia lahir dari pasangan penari. Keahlian itu pulalah yang mengantarkannya menjadi abdi dalem di Puro Pakualaman. Kini Rani tetap menaridi sela-sela kesibukannya sebagai dosen Manajemen dan Komunikasi di lJniversitas Ciputra KESAN pertama bertemu dengan Rani, hampri semua perempuan berusia 32 tahun itu sangat teratur. Saat dia menyuguhkan secangkir teh, tangannya seperti busur panah yang ditarik&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":78912,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,454,293],"tags":[],"class_list":["post-2148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news","category-uc-news-2016","category-uc-news-maret-2016"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dia lahir dari pasangan penari. Keahlian itu pulalah yang mengantarkannya menjadi abdi dalem di Puro Pakualaman. Kini Rani tetap menaridi sela-sela kesibukannya sebagai dosen Manajemen dan Komunikasi di lJniversitas Ciputra KESAN pertama bertemu dengan Rani, hampri semua perempuan berusia 32 tahun itu sangat teratur. Saat dia menyuguhkan secangkir teh, tangannya seperti busur panah yang ditarik...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T05:38:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-17T02:24:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/nyi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"420\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:38:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T02:24:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/\"},\"wordCount\":1060,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/nyi.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News\",\"UC News 2016\",\"UC News Maret 2016\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/\",\"name\":\"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/nyi.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:38:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T02:24:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/nyi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/nyi.jpg\",\"width\":420,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem - Library","og_description":"Dia lahir dari pasangan penari. Keahlian itu pulalah yang mengantarkannya menjadi abdi dalem di Puro Pakualaman. Kini Rani tetap menaridi sela-sela kesibukannya sebagai dosen Manajemen dan Komunikasi di lJniversitas Ciputra KESAN pertama bertemu dengan Rani, hampri semua perempuan berusia 32 tahun itu sangat teratur. Saat dia menyuguhkan secangkir teh, tangannya seperti busur panah yang ditarik...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T05:38:11+00:00","article_modified_time":"2025-09-17T02:24:55+00:00","og_image":[{"width":420,"height":159,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/nyi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem","datePublished":"2016-08-16T05:38:11+00:00","dateModified":"2025-09-17T02:24:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/"},"wordCount":1060,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/nyi.jpg","articleSection":["UC News","UC News 2016","UC News Maret 2016"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/","name":"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/nyi.jpg","datePublished":"2016-08-16T05:38:11+00:00","dateModified":"2025-09-17T02:24:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/nyi.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/nyi.jpg","width":420,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kecintaan-maria-satya-rani-pada-dunia-tari_dosen-bisnis-yang-tetap-setia-menjadi-abdi-dalem\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dosen Bisnis yang Tetap Setia Menjadi Abdi Dalem"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2148"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6409,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2148\/revisions\/6409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}