{"id":2173,"date":"2016-08-16T12:49:32","date_gmt":"2016-08-16T05:49:32","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2173"},"modified":"2025-09-17T09:59:15","modified_gmt":"2025-09-17T02:59:15","slug":"kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/","title":{"rendered":"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara"},"content":{"rendered":"<p>Dilema masih menyelimuti para buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri. Mereka bingung memilih antara tetap bertahan di negeri orang atau pulang ke kampung halaman. Hal itu membuat Ong Eric Yosua tergugah untuk mengajarkan <em>entrepreneurship<\/em> melalui kelas <em>online<\/em> kepada para BMI agar mereka bisa mencari nafkah di negeri sendiri.<\/p>\n<p>EDI SUSILO<\/p>\n<p>DERING ponsel Ong Eric Yosua hampir tak pernah berhenti berbunyi. Puluhan pesan selalu memenuhi layar kaca ponselnya. Dengan cekatan, jari-jemari Eric bergerak di <em>touch screen <\/em>untuk membalas satu per satu pesan tersebut. Tentu, di seberang negeri, ada murid-murid yang dengan sabar menanti balasan pesan dari \u201csang guru\u201d.<\/p>\n<p>Ya, Eric tak sekadar berbalas pesan kangen-kangenan. Dia tengah membalas pesan murid-murid kelas <em>online<\/em> Berani untuk Maju (BUM), kelas <em>online<\/em> yang didirikannya pada Mei 2015. Di dunia maya, murid Eric sudah tersebar di berbagai negara. Mulai Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, dan tentu Indonesia. &#8220;Tahun ini (2016, Red) kami sudah membuka kelas angkatan kedua dengan jumlah murid mencapai 65 orang,&#8221; jelas Eric.<\/p>\n<p>Hampir seluruh muridnya merupakan BMI yang menyambung hidup dengan mencari nafkah di negeri lain. Profesinya beragam. Ada buruh kelapa sawit, pekerja domestik atau asisten rumah tangga, hingga penjaga lansia. Mayoritas perempuan.<\/p>\n<p>Perkenalan Eric dengan puluhan BMI itu bermula ketika dirinya lulus sarjana dari Universitas Ciputra Surabaya. &#8220;Waktu itu pihak kampus langsung menawari untuk jadi dosen,&#8221; terang pria lulusan jurusan pariwisata dan perhotelan itu namun, tawaran tersebut tak sepenuhnya diterima lelaki berusia 27 itu. Dia beralasan ingin menjadi entrepreneur. &#8220;Ternyata, kampus menerima alasan itu. Saya pun diperbolehkan menjadi dosen tanpa meninggalkan bisnis,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Setelah dua tahun mengajar, tepatnya 2012, kampus memiliki program pembelajaran entrepreneurship (kewirausahaan) bagi para BMI. \u201cWaktu itu saya termasuk orang yang ikut mengisi seminar di Malaysia dan Hongkong dengan peserta 800 BMI,\u201d ungkap lelaki berkacamata tersebut.<\/p>\n<p>Dari situ, satu per satu BMI menghubungi Eric melalui media sosial untuk sekadar tegur sapa dan bertanya tentang kewirausahaan. &#8220;Perkenalan itu mengalir saja,&#8221; ujarnya. Bahkan, di antara 5 ribu teman di akun Facebook-nya, mayoritas adalah BMI.<\/p>\n<p>Dari perbincangan di dunia maya tersebut, Eric mulai tahu kondisi BMI. &#8220;Mereka ingin pulang ke kampung halaman. Namun, kondisi ekonomi ternyata menahan mereka untuk tidak kembali,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Tak bisa pulangnya para BMI dengan berbagai alasan itulah yang mengetuk hatinya untuk melakukan sesuatu. &#8220;Dulu saya mengalami masa serupa. Dan bersyukur bisa mengatasinya,&#8221; ungkapnya. Pengalaman hidup itulah yang coba disebarkan Eric melalui kelas <em>online<\/em> agar bisa menginspirasi.<\/p>\n<p>Sejak remaja, Eric terpaksa menjalani pahitnya kehidupan yang tak pernah dia rasakan. &#8220;Waktu kecil, saya tak merasakan kesulitan ekonomi karena orang tua punya bisnis elektronik,&#8221; kenangnya.<\/p>\n<p>Namun, kondisi tersebut berubah ketika dirinya masuk SMP. &#8220;Saya masih ingat betul, krisis ekonomi yang hebat kala itu membuat harga barang elektronik anjlok,&#8221; kenang-nya. Harga DVD <em>player <\/em>yang semula Rp 500 ribu bisa terjual hanya Rp 150 ribu. &#8220;Praktis, keluarga bingung untuk memenuhi kebutuhan hidup,&#8221; ungkap lelaki yang baru memiliki satu putri itu.<\/p>\n<p>Tak ingin kesedihan terus membanjiri hatinya, sejak SMA Eric mulai berjualan. Mulai tabloid hingga kaset DVD. &#8220;Saya jual tabloid sepulang dari gereja,&#8221; jelasnya. Sementara itu, kaset DVD ditawarkan kepada kawan-kawannya. &#8220;Apa pun yang bisa jadi uang saat itu saya jual, deh,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pengalaman pertama &#8220;ngasong&#8221; itu menimbulkan tekanan mental. &#8220;Pertama, saya harus akui, malu bukan main saat itu&#8221; ungkapnya. Apalagi harus berjualan di hadapan teman-teman sekolah. \u201cTatapan Mata itu membuat saya minder sendiri sebagai anak remaja kala itu\u201d ungkapnya diiringi senyum tipis. Hasil berjualan dengan keuntungan yang tak seberapa tersebut digunakannya sebagai uang saku sekolah. &#8220;Lumayan; imbuhnya.<\/p>\n<p>Modal semangat <em>entrepreneurship<\/em> tersebut terus dia asah. Modal malu yang sempat membebani sudah dikuburnya dalam-dalam. Pada 2005, saat SMA, semangatnya untuk berwirausaha kian besar. Eric membuka <em>event organizer<\/em> (EO) di bidang perayaan ulang tahun. &#8220;Peluang itu terpikir karena curhat teman-teman. Mereka ingin merayakan ulang tahun, tetapi bingung cara merayakannya dengan <em>fun<\/em>,&#8221; terang lelaki bergolongan darah B itu.<\/p>\n<p>Pada 2008, semasa kuliah, kemampuan entrepreneurship Eric kian kukuh. Bahkan skalanya sudah taraf bisnis nasional. Dia mampu membangkitkan usaha seorang kawan yang hampir bangkrut. \u201cKawan menawarkan usaha terasi kepada saya\u201d katanya. Mendengar tawaran itu, Eric langsung jengkel. &#8220;Gila, masa kuliah sengsara begini, suruh jualan terasi,&#8221; ujarnya, lantas terkekeh. Tawaran &#8220;gila&#8221; itu baru diambil Eric beberapa bulan setelahnya. Tepatnya ketika kisah cintanya kandas di tengah jalan. &#8220;Seperti remaja umumnya, rasa galau muncul. Mau ngapa-ngapain kok nggak enak,&#8221; kenangnya. Akhirnya, tawaran untuk menjual terasi tersebut dijalankannya. Eric mulai merencanakannya dengan serius.<\/p>\n<p>Waktu itu dia memilih memasarkan ratusan kilo terasi kepada pemilik rumah makan. Tapi nahas, kebanyakan usahanya ditolak. Sebab, pesan tak pemah sampai ke pemilik. &#8220;Harus lapor satpam, lapor ke kasir, ini, itu, pokoknya banyak alasan lah,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Strategi tersebut kemudian diubah dengan langsung menyasar pemilik &#8220;Saya pura-pura kenal saja Tinggal tanya nama lengkap pemilik kepada satpam. Alhasil, saya bisa bertemu langsung,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Berkat usaha kecil itu, Eric kian lancar memasarkan terasinya. &#8220;Barang yang dianggap remeh tersebut ternyata bisa dijadikan keuntungan besar,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Pada 2011, terasi yang dipasarkan Eric bahkan sampai tembus pasar Malaysia dan Hongkong. Hal itu juga membawanya bertemu dengan para BMI di berbagai negara. &#8220;Saat seminar, saya selalumembagikan pengalaman saat suksesberdagang terasi itu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dikenal sebagai pengusaha terasi membuat namanya lebih dikenal BMI daripada pemateri lainnya. Dia dipanggil sebagai Pak Juragan Terasi.<\/p>\n<p>Saat berfokus menggarap para BMI, Eric memilih media <em>online<\/em>. Media itu tidak perlu tempat. Peserta tetap bisa terhubung meski jarak berjauhan. Media tersebut juga diminati para BMI sebagai sarana berkabar. &#8220;Mereka (BMI, Red) sangat intens menggunakan medsos seperti <em>Facebook<\/em> dan <em>WhatsApp<\/em> di sela kesibukan bekerja,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Setiap pertemuan membahas peluang membuka usaha. Siswa mendapat 24 materi tentang <em>entrepreneurship<\/em> yang terbagi menjadi beberapa tahap. Pelajaran itu mulai persiapan ide, strategi, <em>branding<\/em> produk, pemasaran, hingga melihat peluang. Siswa juga diberi saran-saran usaha terkait dengan kondisi tempat asal mereka. Sebab, tujuan utama motivasi itu adalah siap membuka usaha di kampung halaman.<\/p>\n<p>Dari segi pembelajaran, siswa hanya diberi materi sekali dalam seminggu. Hal itu ditujukan agar para BMI tetap berfokus bekerja. Selain itu, siswa wajib mengerjakan tugas yang diberikan tiap pertemuan. Tugas tersebut dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Namanya murid, pasti ada yang bandel. Tidak mengerjakan tugas. &#8220;Jangan dikira di kelas online tak ada siswa bandel,&#8221; ujar Eric, lalu terkekeh.<\/p>\n<p>Alasan mereka beragam. Mulai terlalu sibuk, takpunya kesempatan mengetik tugas, hingga jadwal lembur dari majikan. &#8220;Kalau sudah begitu, kami harus memaklumi. Toh, niat pembelajaran ini tak ingin jadi beban tambahan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Meski di tengah keterbatasan itu, Eric mengaku tetap antusias belajar bersamapara BMI. Sebab, semangat mereka luar biasa. Niat untuk pulang kampung dan membuka usaha begitu besar. Diskusi lewat media sosial sangat hidup. Antar BMI saling bertukar ide-ide usaha. Termasuk soal jenis usaha atau nama usaha. &#8220;Ada usul salon kecantikan, bemama Subur Makmur,&#8221; kata Eric, lalu tergelak.<\/p>\n<p>Sebagai guru, Eric juga menampung keluh kesah BMI. Ada yang sudah tidak betah tinggal di tempat kerja, namun terganjal kontrak. Ada yang takut pulang karena belum melunasi utang. Ada yang kena problem keluarga. Beberapa BMI curhat soal suaminya yang malas, tidak mau kerja, dan hanya menunggu kiriman upah.<\/p>\n<p>Dari cerita itu, tampak bahwa para BMI tidak hanya jadi tulang punggung keluarga. Mereka juga jadi pilar keluarga besar. Kadang seorang BMI harus menanggung hidup nenek hingga keponakan.<\/p>\n<p>Eric mengaku terus bersyukur ketika usahanya menampakkan hasil. Para murid mulai membuka usaha. &#8220;Dalam alumni angkatan pertama, sudah lima orang yang kembali ke tanah air. Sisanya masih menunggu kontrak kerja,&#8221; jelasnya. Di antara mereka, beberapa sudah membuka usaha seperti ternak lele, berdagang bakso, dan <em>online<\/em> <em>shop<\/em>.<\/p>\n<p>Misalnya, yang diungkapkan Sri Haryaningsih, salah seorang murid Eric. Sri menyampaikan, sejak awal 2016 dirinya memutuskan untuk tak hijrah kembali ke Hongkong. Perempuan asal Cirebon itu beralasan sudah sreg membuat usaha baju <em>online<\/em> yang kini laris manis.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah fokus untuk memasarkan bisnis online ini,&#8221; katanya saat dihubungi <em>Jawa<\/em> Pos melalui telepon. Bahkan, kini omzetnya melebihi penghasilan Sri dulu selama menjadi BMI.<\/p>\n<p>Berkat usaha kreatif itu, Desember 2015, Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) memberikan penghargaan kepada Eric sebagai motivator muda yang berkarya di empat negara. Penghargaan tersebut menjadi pelecut untuk tetap memberikan ide positifuntuk kemajuan bangsa. <strong>(*\/c5\/dos)<\/strong><\/p>\n<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/Kiprah-Motivator-Ong-Eric-Yosua-Ajak-Buruh-Migran-Indonesia-Pulang-Kampung_Juragan-Terasi-yang-Jadi-Guru-di-Lima-Negara.-Jawa-Pos.30-April-2016.-HAl.2943-e1489562206326.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2166\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Kiprah-Motivator-Ong-Eric-Yosua-Ajak-Buruh-Migran-Indonesia-Pulang-Kampung_Juragan-Terasi-yang-Jadi-Guru-di-Lima-Negara.-Jawa-Pos.30-April-2016.-HAl.2943.jpg\" alt=\"Kiprah Motivator Ong Eric Yosua, Ajak Buruh Migran Indonesia Pulang Kampung_Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara. Jawa Pos.30 April 2016. HAl.29,43\" width=\"1335\" height=\"2543\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dilema masih menyelimuti para buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri. Mereka bingung memilih antara tetap bertahan di negeri orang atau pulang ke kampung halaman. Hal itu membuat Ong Eric Yosua tergugah untuk mengajarkan entrepreneurship melalui kelas online kepada para BMI agar mereka bisa mencari nafkah di negeri sendiri. EDI SUSILO DERING ponsel Ong Eric&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":79015,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,454,294],"tags":[],"class_list":["post-2173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news","category-uc-news-2016","category-uc-news-april-2016"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dilema masih menyelimuti para buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri. Mereka bingung memilih antara tetap bertahan di negeri orang atau pulang ke kampung halaman. Hal itu membuat Ong Eric Yosua tergugah untuk mengajarkan entrepreneurship melalui kelas online kepada para BMI agar mereka bisa mencari nafkah di negeri sendiri. EDI SUSILO DERING ponsel Ong Eric...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T05:49:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-17T02:59:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/ji.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1117\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"596\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:49:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T02:59:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/\"},\"wordCount\":1297,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/ji.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News\",\"UC News 2016\",\"UC News April 2016\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/\",\"name\":\"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/ji.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T05:49:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T02:59:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/ji.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2016\\\/08\\\/ji.jpg\",\"width\":1117,\"height\":596},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara - Library","og_description":"Dilema masih menyelimuti para buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri. Mereka bingung memilih antara tetap bertahan di negeri orang atau pulang ke kampung halaman. Hal itu membuat Ong Eric Yosua tergugah untuk mengajarkan entrepreneurship melalui kelas online kepada para BMI agar mereka bisa mencari nafkah di negeri sendiri. EDI SUSILO DERING ponsel Ong Eric...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T05:49:32+00:00","article_modified_time":"2025-09-17T02:59:15+00:00","og_image":[{"width":1117,"height":596,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/ji.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara","datePublished":"2016-08-16T05:49:32+00:00","dateModified":"2025-09-17T02:59:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/"},"wordCount":1297,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/ji.jpg","articleSection":["UC News","UC News 2016","UC News April 2016"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/","name":"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/ji.jpg","datePublished":"2016-08-16T05:49:32+00:00","dateModified":"2025-09-17T02:59:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/ji.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2016\/08\/ji.jpg","width":1117,"height":596},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kiprah-motivator-ong-eric-yosua-ajak-buruh-migran-indonesia-pulang-kampung_juragan-terasi-yang-jadi-guru-di-lima-negara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Juragan Terasi yang Jadi Guru di Lima Negara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2173"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24006,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2173\/revisions\/24006"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}