{"id":21750,"date":"2021-01-11T12:46:36","date_gmt":"2021-01-11T05:46:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=21750"},"modified":"2021-01-15T14:02:11","modified_gmt":"2021-01-15T07:02:11","slug":"menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","title":{"rendered":"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-21751 size-extra_large\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3-1500x467.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"467\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3-1500x467.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3-300x93.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3-1030x321.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3-768x239.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3-1536x479.jpg 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3-705x220.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/Menelisik-Sejarah-Kawasan-Jalan-Sulung-10_Sempat-Dinamai-dengan-Bahasa-Belanda.-Radar-Surabaya.-17-Januari-2021.-Hal.3.jpg 1987w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/a><\/p>\n<p><em>\u201c<\/em>Jalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini,\u201d Ginanjar Elyas Saputra<\/p>\n<p>Jalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini. Contong 1, ada juga jembatan kereta api (Viaduct) dan di Jalan Johar yang berdampingan dengan Jalan Sulung terdapat jejak perkembangan keturunan Tionghoa peranakan yang menganut agama Kristen.<\/p>\n<p>Sejarahwan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chriayandi Tri Kartika menjelaskan, nama-nama jalan di kawasan tersebut dahulu menggunakan Bahasa Belanda, seperti Jalan Sulung Tengah dulu bernama Belakang <em>Polack, <\/em>Jalan Sulung Utara bernama <em>Lindesteces Weg, <\/em>sedangkan Jalan Sulung Sekolahan bernama <em>Polack Straat.<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0<\/em>&#8220;Ada nama Belandanya. Kalau Jalan Johar dulunya bernama <em>Djoharletan,&#8221; <\/em>kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.<\/p>\n<p>Saat disinggung apakah ada keterkaitan dengan Tuan Polack si saudagar kaya yang tinggal di kawasan Jalan Undaan, Chrisyandi belum bisa memastikan mengapa nama di Jalan Sulung Sekolahan dan Jalan Sulung Tengah ada embel-embel nama Polack.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau terkait Jalan Sulung apakah ada kaitan nya dengan Tuan Polack belum saya telisik lagi. Tapi kalau Jalan Johar itu ada kaitannya dengan perkembangan Tionghoa peranakan yang beragama Kristen,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Beberapa kawasan di pusat Kota Surabaya pada masa penjajahan Belanda (di sekitar Jembatan Merah) memang bernama jalan dengan Bahasa Belanda, seperti halnya Jalan Sulung. Akan tetapi setelah masa kemerdekaan Indonesia nama-nama jalan tersebut\u00a0 diganti menggunakan Bahasa Indonesia. (bersambung\/nur)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal. 3<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cJalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini,\u201d Ginanjar Elyas Saputra Jalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini. Contong 1, ada juga jembatan kereta&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21752,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4166,4167],"tags":[],"class_list":["post-21750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2021","category-uc-news-januari-2021"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cJalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini,\u201d Ginanjar Elyas Saputra Jalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini. Contong 1, ada juga jembatan kereta...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-11T05:46:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-15T07:02:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/gbb.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"609\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"417\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib\",\"datePublished\":\"2021-01-11T05:46:36+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-15T07:02:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"},\"wordCount\":253,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/01\\\/gbb.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2021\",\"UC News Januari 2021\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\",\"name\":\"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/01\\\/gbb.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-11T05:46:36+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-15T07:02:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/01\\\/gbb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/01\\\/gbb.jpg\",\"width\":609,\"height\":417},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib - Library","og_description":"\u201cJalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini,\u201d Ginanjar Elyas Saputra Jalan Sulung dahulunya sempat dinamai dengan Bahasa Belanda, namun di era tahun 1950, nama tersebut telah di ganti dengan Bahasa Indonesia hingga kini. Contong 1, ada juga jembatan kereta...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-01-11T05:46:36+00:00","article_modified_time":"2021-01-15T07:02:11+00:00","og_image":[{"width":609,"height":417,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/gbb.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib","datePublished":"2021-01-11T05:46:36+00:00","dateModified":"2021-01-15T07:02:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"wordCount":253,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/gbb.jpg","articleSection":["UC News 2021","UC News Januari 2021"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","name":"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/gbb.jpg","datePublished":"2021-01-11T05:46:36+00:00","dateModified":"2021-01-15T07:02:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/gbb.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/01\/gbb.jpg","width":609,"height":417},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-sejarah-kawasan-jalan-sulung-10_sempat-dinamai-dengan-bahasa-belanda-radar-surabaya-17-januari-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menelisik Sejarah Kawasan Jalan Sulung (10)_Sempat Dinamai dengan Bahasa Belanda. Radar Surabaya. 7 Januari 2021. Hal.3. Chrisyandi. Lib"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21750"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22155,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21750\/revisions\/22155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}