{"id":2248,"date":"2016-08-16T13:24:22","date_gmt":"2016-08-16T06:24:22","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2248"},"modified":"2025-05-01T12:37:25","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:25","slug":"bandul-penyeimbangan-belitung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/","title":{"rendered":"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-2250\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16.jpg\" alt=\"Bandul Penyeimbangan Belitung. Kompas. 16 Februari 2016. Hal.16\" width=\"974\" height=\"870\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Hari-hari Jookie Verbiansyah dihabiskan di antara pertemuan, menanam bakau,dan menghapus cat dari granit di pantai-pantai Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Semua itu kerap membuatnya dituding sebagai penghambat kemajuan. Padahal , dia justru berjuang demi masa depan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Oleh Kris Razianto Mada<\/strong><\/p>\n<p>Paling mutakhir, ayah tiga anak itu dituding tidak mendukung pengembangan pariwisata Belitung. Tudingan itu muncul karena ia menentang pembabatan bakau di satu wilayah untuk dijadikan daerah wisata.<\/p>\n<p>\u201csaya tidak menghalangi pembangunan atau geliat pariwisata yang sedang dijadikan motor baru perekonomian Belitung. Saya mendukung pariwisata berkelanjutan di Belitung,\u201d ujarnya di sela menanam bakau di tepi Sungai Pilang, Belitung, awal Februari 2016.<\/p>\n<p>Bersama puluhan pelajar dan warga, Ketua Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) itu menanam ratusan bibit bakau.penanaman di desa dukong, Tanjung Pandan, itu adalah cara Gapabel mengenalkan seluk beluk bakau kepada pelajar, \u201cBakau penting bagi ekosistem. Belitung yang daratannya terbatas. Paling pokok, (bakau) sebagai penahan ombak dan abrasi, serta habitat aneka hewan darat dan air,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Bibit Bakau di Desa Dukong itu hasil penyemaian Gapabel. Komunitas ini beranggotakan , antara lain, para pelajar dari sejumlah sekolah di Belitunng. Selain menanam bakau, mereka juga menyemai bibit bakau dan aneka tumbuhan tumbuhan lain. Apabila siap ditanam, sebagian bibit itu diberikan kepada warga. Sebagian lagi ditanam bersama oleh anggota Gapabel.<\/p>\n<p>Jookie juga mengajak anggota Gapabel untuk memeriksa tempat-tempat wisata. Di sana, mereka membersihkan bekas-bekas vandalisme. \u201csetiap pengumuman kelulusan sekolah, kami pasti ke tempat-tempat wisata. Kalau belum terjadi (Vandalisme). Paling banyak corat coret granit dengan cat ,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><strong>Menyisihkan Penghasilan<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mendanai semua kegiatan itu, Jookie dan sejumlah senior di Gapabel menyisihkan sebagian dari penghasilan masing-masing. Mereka juga sesekali mendapat sumbangan dari pengusaha pariwasata yang sadar peran lingkungan hidup untuk keberlangsungan pariwisata Belitung.<\/p>\n<p>Gapabel bekerja sama dengan sejumlah pebisnis pariwisata Belitung untuk menjaga kondisi alami suatu kawasan. Kondisi alami itu dibutuhkan sebagai penarik wisatawan. Selain itu , ada pula paket wisata menanam bakau. Dengan cara itu , pariwisata dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. \u201cOrang datang ke Belitung karena alamnya. Kerusakan alam berarti kehilangan magnet pariwisata ujarnya.<\/p>\n<p>Semua kegiatan itu dilakukan di tengah keterbatasan dana. \u201ckami tidak mau mengajukan proposal. Ada banyak peluang pendanaan kalau kami mau mengajukan proposal. Cara itu berbahaya dan berpotensi bias kepentingan . Biarlah kami mendanai kegiatan seadanya.\u201d Ungkapnya.<\/p>\n<p>Penanaman bakau dan aneka tumbuhan lain serta pembersihan bekas vandalisme adalah cara Jookie berkonstribusi untuk pariwisata. Ia yakin pariwisata bisa berjalan tanpa harus merusak lingkungan.<\/p>\n<p>Namun ia merasa masih banyak orang belum menyadari hal itu. Buktinya , pembabatan hutan, penambangan timah liar, dan perusahaan granit masih berlangsung, \u201cPantai mana bisa tetap jernih kalau bakau tergerus dan sampah berserahkan. Belitung terkenal karena pantai-pantai yang jernih dan bersih.\u201d Tuturnya.<\/p>\n<p>Keyakinan kepada pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu penyemangat Jookie untuk aktif di Gapabel. Keyakinan\u00a0 serupa membuatnya konsisten menolak perusakan bakau dan dan hutan atas nama investasi. \u201cbaru-baru ini, berhektar-hektar bakau di Penggantungan dibabat karena akan dijadikan lokas wisata terpadu. Kami sudah protes,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Protes Jookie tidak hanya kepada pengusaha yang membabat bakau demi pembangunan tempat wisata. Bersama berbagai lapisan warga Belitung, ia menggagalkan rencana penambangan timah di dasar laut Belitung.<\/p>\n<p>Penambangan itu didorong oleh sejumlah pejabat di Bangka Belitung. Lokasi penambangan terletak di dekat Tanjung Pendam, pantai terdekat dari Tanjung Pendan. Penambangan itu berkedok reklamasi untuk pembangunan wahana hiburan terpadu.<\/p>\n<p>\u201cBelitung sudah diberi anugrah alam sangat indah dan bisa dijadikan tujuan wisata behari. Buat apalagi\u00a0 mengeruk laut dan menimbun pantai dengan alasan pembuatan tempat wisata baru?\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Jookie menggalang penolakan dari berbagai penjuru. Dukungan atas gerakan itu datang dari berbagai daerah dan organisasi di Indonesia. \u201cBelitung pernah ditinggalkan timah. Kerusakan akibat tambang timah masih terlihat dan terasa sampai sekarang. Jangan sampai terulang lagi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Penambangan itu memang akhirnya batal. Setidaknya , sampai sekarang tidak lagi terdengar rencana penambangan berkedok reklamasi itu. Namun, Jookie dan rekan-rekannya tetap waspada pada kemungkinan lobi pengusaha tambang itu.<\/p>\n<p><strong>Kehilangan Pekerjaan<\/strong><\/p>\n<p>Kesadaran Jookie untuk melestarikan lingkungan tumbuh sejak kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Bandung tahun 1997 dan aktif dalam kelompok mahasiswa pecinta alam di kampus itu. Saat kembali ke Belitung, kecintaannya kepada lingkungan itu diuji oleh berbagai tantangan yang lebih nyata.<\/p>\n<p>Kegigihan pemuda itu menjaga lingkungan bukan tanpa resiko. Ia kehilangan pekerjaan sebagai pengajar di dua akademi di Belitung. Ia juga tidak diberi tugas apa pun walau masih berstatus guru di satu SMK negeri di Belitung, \u201csetiap hari, saya ke sekolah, paling tidak memenuhi kewajiban presensi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Berkali-kali ia menanyakan apa pekerjaan yang bisa dilakukan di sekolah. Namun, pertanyaan itu tak kunjung dijawab. \u201csaya bukan mau mengabaikan tanggung jawab sebagai guru dan pegawai negeri sipil. Saya sudah berusaha meminta pekerjaan\u00a0 dan jam mengajar, tetapi sampai sekarang belum diberikan,\u201d ujar pengajar bidang studi, Teknik Informatika itu.<\/p>\n<p>Ia berusaha berpikir positif dengan menyatakan ketiadaan jam mengajar merupakan dampak perubahan kurikulum. Dalam kurikulum terbaru, bidang studi Teknik Informatika dan pelajaran sejenis dihapuskan. Akibatnya guru guru bidang studi itu kehilangan\u00a0 jam mengajar yang berimbas pada tiadanya tunjangan kinerja.<\/p>\n<p>Dengan kondisi itu, wajar apabila penghasilan Jookie pas-pasan. Sejumlah pihak berkali-kali berupaya memanfaatkan itu. Mereka menawari Jookie berbagai imbalan materi. Syaratnya , ia harus berhenti memprotes perusakan hutan dan pembabatan bakau. Semua tawaran itu ditolaknya.<\/p>\n<p>Tidak mempan disuap, ia berkali-kali diancam preman. Bahkan , ada pula yang menggunakan santet. Beruntung , sejauh ini belum berdampak terhadap dirinya. \u201c saya tidak melakukan hal yang salah. Apa yang saya lakukan hanya untuk menjaga keseimbangan akan Belitung,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Jookie percaya bahwa pembangunan dan kemajuan dibutuhkan. Namun , semua itu harus diseimbangkan agar Belitung tidak rusak karena kerakusan orang-orang yang hanya berpikir mengeruk keuntungan sesaat. Ketika pembangunan sudah terlalu jauh menggangu keseimbangan alam. Jookie menjadi bandul penyeimbang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Kompas, Selasa, 16 Februari 2016<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari-hari Jookie Verbiansyah dihabiskan di antara pertemuan, menanam bakau,dan menghapus cat dari granit di pantai-pantai Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Semua itu kerap membuatnya dituding sebagai penghambat kemajuan. Padahal , dia justru berjuang demi masa depan. Oleh Kris Razianto Mada Paling mutakhir, ayah tiga anak itu dituding tidak mendukung pengembangan pariwisata Belitung. Tudingan itu muncul karena&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2250,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hari-hari Jookie Verbiansyah dihabiskan di antara pertemuan, menanam bakau,dan menghapus cat dari granit di pantai-pantai Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Semua itu kerap membuatnya dituding sebagai penghambat kemajuan. Padahal , dia justru berjuang demi masa depan. Oleh Kris Razianto Mada Paling mutakhir, ayah tiga anak itu dituding tidak mendukung pengembangan pariwisata Belitung. Tudingan itu muncul karena...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T06:24:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"272\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"463\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung\",\"datePublished\":\"2016-08-16T06:24:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/\"},\"wordCount\":914,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/\",\"name\":\"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T06:24:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg\",\"width\":272,\"height\":463},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bandul-penyeimbangan-belitung\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung - Library","og_description":"Hari-hari Jookie Verbiansyah dihabiskan di antara pertemuan, menanam bakau,dan menghapus cat dari granit di pantai-pantai Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Semua itu kerap membuatnya dituding sebagai penghambat kemajuan. Padahal , dia justru berjuang demi masa depan. Oleh Kris Razianto Mada Paling mutakhir, ayah tiga anak itu dituding tidak mendukung pengembangan pariwisata Belitung. Tudingan itu muncul karena...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T06:24:22+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:25+00:00","og_image":[{"width":272,"height":463,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung","datePublished":"2016-08-16T06:24:22+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/"},"wordCount":914,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/","name":"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg","datePublished":"2016-08-16T06:24:22+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Bandul-Penyeimbangan-Belitung.-Kompas.-16-Februari-2016.-Hal.16-e1491900136340.jpg","width":272,"height":463},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bandul-penyeimbangan-belitung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jookie Vebriansyah Bandul Penyeimbangan Belitung"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2248"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6019,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2248\/revisions\/6019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}