{"id":23127,"date":"2021-02-10T08:44:49","date_gmt":"2021-02-10T01:44:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=23127"},"modified":"2025-05-01T12:37:08","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:08","slug":"dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/","title":{"rendered":"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-23128 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10.jpg\" alt=\"\" width=\"1410\" height=\"1406\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10.jpg 1410w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10-300x300.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10-1030x1027.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10-80x80.jpg 80w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10-768x766.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10-36x36.jpg 36w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10-180x180.jpg 180w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10-705x703.jpg 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1410px) 100vw, 1410px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berawal dari kekhawatiran anak didiknya mengonsumsi camilan yang mengandung bahan berbahaya, Irayati (57) berkreasi membuat jajanan yang aman. Tak hanya dipasarkan di sekolah, olahan hasil laut Madura yang dia produksi beredar luas di penjuru Nusantara.<\/p>\n<p>Iqbal Basyari\/Agnes Swetta Pandia<\/p>\n<p>Irayati, guru di Sekolah Dasar Prancak 1 Bangkalan, mulai menggeluti usaha bidang kuliner sekitar 10 tahun silam. Ketertarikannya dengan dunia usaha berawal dari ruang usaha kesehatan sekolah atau UKS.<\/p>\n<p>\u201cSaat saya bertugas sebagai guru pendamping UKS, mayoritas siswa yang membutuhkan perawatan mengeluhkan sakit tenggorokan. Setelah saya tanya, mereka mengaku sering mengonsumsi jajanan yang dijual oleh pedagang di sekitar sekolah,\u201d kata Irayati di Bangkalan, akhir September 2020.<\/p>\n<p>Setelah ditelusuri, ternyata banyak siswa yang tidak membawa bekal makanan dari rumah. Mereka membeli jajanan di sekolah yang sebagian mengandung bahan pengawet kimia. Tentu, konsumsi makanan berpengawet kimia membahayakan kesehatan anak-anak.<\/p>\n<p>Sebagian siswa terpaksa membeli jajanan itu karena dianggap enak dan murah. Mereka tidak memiliki banyak pilihan jajanan karena memang pedagang di sekolah tidak banyak. Jajanan yang mereka lihat adalah yang mereka konsumsi.<\/p>\n<p>Irayati yang gelisah kemudian berinisiatif menyediakan jajanan yang aman tanpa bahan pengawet kimia untuk anak didiknya. Ia lalu memutar otak berkreasi membuat jajanan yang aman dan disukai oleh anak-anak.<\/p>\n<p>Perempuan kelahiran Bangkalan, 25 Februari 1963, itu melihat potensi yang ada di sekitar tempat tinggalnya di Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Dia sadar ada potensi besar dari sector kelautan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Mayoritas hasil tangkapan laut dari kawasan itu dijual tanpa diolah sehingga tidak memberikan nilai tambah bagi nelayan.<\/p>\n<p>Dia kemudian mencoba mengolah hasil laut tangkapan nelayan, seperti kepiting, teripang, ikan asin bulu ayam, dan udang. Keterampilan mengolah makanan yang pernah didapatkan ketika beberapa kali mengikuti pelatihan dipraktikkan untuk membuat jajanan bagi anak-anak.<\/p>\n<p>Tak disangka, jajanan buatannya laris manis di sekolah. Hal itu memunculkan peluang untuk meningkatkan usahanya ke level yang lebih besar. Profesinya sebagai guru yang setiap hari harus mengajar di sekolah memunculkan permasalahan, yakni terbatasnya waktu untuk memproduksi jajanan.<\/p>\n<p><strong>Berbagi ilmu<\/strong><\/p>\n<p>Jiwanya sebagai pengajar pun muncul. Irayati membagikan ilmu kepada istri nelayan di desanya. Dia ingin istri nelayan itu ikut memproduksi olahan hasil laut dari tangkapan para suami sehingga mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan. \u201cBanyak waktu dari istri nelayan dihabiskan hanya untuk menunggu suaminya pulang melaut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Irayati lalu membentuk kelompok dan membekali mereka dengan modal dan keterampilan mengolah hasil laut. Ada lima kelompok terdiri dari istri nelayan yang ikut memproduksi olahan hasil laut. Untuk memulai produksi, setiap kelompok mendapatkan pinjaman senilai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.<\/p>\n<p>\u201cSaya memberikan resep agar cita rasa makanan yang diproduksi oleh istri-istri nelayan sama seperti olahan saya sendiri,\u201d tutur peraih Juara 3 Lomba UKM Pengolahan Ikan Terbaik di Jatim pada 2017 tersebut.<\/p>\n<p>Di rumah produksi UMKM Putri Rachmi, setidaknya ada enak olahan yang dijual, yakni rengginang kepiting, <em>crispy <\/em>ikan bulu ayam, fishtuna, terasi udang, kerupuk teripang, dan ikan asin bulu ayam. Produknya dijual antara Rp 6.000 dan Rp 22.000 per bungkus dengan masa kadaluwarsa hingga 8 bulan tanpa pengawet kimia.<\/p>\n<p>Dalam memasarkan produknya, Irayati memanfaatkan jejaring toko oleh-oleh diluar Pulau Madura. Dia percaya diri dengan olahannya sehingga berani menawarkan jajanan sebagai makanan dari Madura yang dijual ke berbagai penjuru Nusantara. Dia telah bekerja sama dengan beberapa pemilik toko jajanan dan oleh-oleh, antara lain, di Batam, Jakarta, Malang, dan Makassar.<\/p>\n<p>Ternyata dagangannya laris dan cocok dengan lidah orang dari berbagai penjuru Nusantara. Omzetnya pun turut terdongkrak rata-rata sebesar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Olahan hasil laut Madura yang awalnya hanya diedarkan di sekolah kini turut mengenalkan potensi laut Madura ke berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n<p>Irayati cukup cerdik memanfaatkan jejaring untuk melebarkan sayap. Ketika menjadi UKM (usaha kecil menengah) binaan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dia beberapa kali mengikuti pameran di daerah lain. Ajang itu dimanfaatkan untuk mengenalkan produknya ke konsumen sekaligus membuka pasar lebih luas.<\/p>\n<p>Keuletannya bahkan mendorong PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) mendukung langkahnya meningkatkan potensi daerah. Dia dibantu menambah alat-alat produksi dan diajak dalam berbagai ajang pameran.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak ingin ilmu saya berhenti, beberapa kali saya diundang untuk berbagi pengalaman mengembangkan olahan dari hasil laut ke UMKM di daerah-daerah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Layaknya seorang guru, Irayati ingin agar ilmu yang dimiliki bisa dirasakan oleh lebih banyak orang. Dari produk olahan hasil laut, masyarakat dapat menikmati camilan khas Madura dan orang-orang bisa lebih sejahtera.<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 30 Januari 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berawal dari kekhawatiran anak didiknya mengonsumsi camilan yang mengandung bahan berbahaya, Irayati (57) berkreasi membuat jajanan yang aman. Tak hanya dipasarkan di sekolah, olahan hasil laut Madura yang dia produksi beredar luas di penjuru Nusantara. Iqbal Basyari\/Agnes Swetta Pandia Irayati, guru di Sekolah Dasar Prancak 1 Bangkalan, mulai menggeluti usaha bidang kuliner sekitar 10 tahun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23129,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-23127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berawal dari kekhawatiran anak didiknya mengonsumsi camilan yang mengandung bahan berbahaya, Irayati (57) berkreasi membuat jajanan yang aman. Tak hanya dipasarkan di sekolah, olahan hasil laut Madura yang dia produksi beredar luas di penjuru Nusantara. Iqbal Basyari\/Agnes Swetta Pandia Irayati, guru di Sekolah Dasar Prancak 1 Bangkalan, mulai menggeluti usaha bidang kuliner sekitar 10 tahun...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-10T01:44:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"733\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"529\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10\",\"datePublished\":\"2021-02-10T01:44:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/\"},\"wordCount\":704,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/\",\"name\":\"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-10T01:44:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg\",\"width\":733,\"height\":529},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10 - Library","og_description":"Berawal dari kekhawatiran anak didiknya mengonsumsi camilan yang mengandung bahan berbahaya, Irayati (57) berkreasi membuat jajanan yang aman. Tak hanya dipasarkan di sekolah, olahan hasil laut Madura yang dia produksi beredar luas di penjuru Nusantara. Iqbal Basyari\/Agnes Swetta Pandia Irayati, guru di Sekolah Dasar Prancak 1 Bangkalan, mulai menggeluti usaha bidang kuliner sekitar 10 tahun...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-02-10T01:44:49+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:08+00:00","og_image":[{"width":733,"height":529,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10","datePublished":"2021-02-10T01:44:49+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/"},"wordCount":704,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/","name":"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg","datePublished":"2021-02-10T01:44:49+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Dari-Madura-untuk-Nusantara.-Kompas.-30-Januari-2021.Hal_.-10gbr.jpg","width":733,"height":529},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/dari-madura-untuk-nusantara-kompas-30-januari-2021-hal-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Madura untuk Nusantara. Kompas. 30 Januari 2021.Hal. 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23127"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24273,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23127\/revisions\/24273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}