{"id":23271,"date":"2021-02-10T16:18:22","date_gmt":"2021-02-10T09:18:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=23271"},"modified":"2025-05-01T12:37:07","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:07","slug":"alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/","title":{"rendered":"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-23272 size-extra_large\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-1500x1175.png\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1175\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-1500x1175.png 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-300x235.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-1030x807.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-768x602.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-1536x1204.png 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-705x552.png 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16.png 1793w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Saat melihat anak-anak di Desa Kunyit, di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, banyak yang tidak bisa membaca dan berhitung. Alvian Wardhana (19) tergerak untuk menjadi guru les gratis. Ia mengembangkan kurikulum pendidikan dan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak.<\/p>\n<p>Denty Piawai Nastitie<\/p>\n<p>Bersama teman-temannya, Alvian mendirikan komunitas Literasi Anak Banua. Sejak pertama kali didirikan pada 2017, komunitas ini telah menjangkau 14 desa di Kalimantan Selatan. Anak-anak yang dulunya kesulitan belajar, kini mengalami kemajuan di bidang pendidikan. Kegiatan Literasi Anak Banua telah dipublikasikan dan dipromosikan ASEAN Youth Forum dalam \u201cYuwana Zine 3 Days of Activism\u201d. Program itu masuk dalam 100 nomine terbaik di dunia versi Friend for Leadership, dan telah dipublikasikan melalui State of Youth. Atas kepedulian dan komitmennya memajukan pendidikan di lingkungan tempat tinggalnya, Alvian dipilih sebagai kandidat Ashoka Young Changemaker 2021.<\/p>\n<p>\u201cSaya pernah datang ke Desa Kunyit melihat anak kelas III SD tidak bisa membaca dan memahami instruksi permainan sederhana. Ini membuat saya tertampar,\u201d katanya saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (4\/2\/2021).<\/p>\n<p>Bersama lima kawannya, Alvian membangun rumah baca dan les gratis di Desa Kunyit agar anak-anak bisa lebih cepat menyerap mata pelajaran di sekolah. Ide sederhana yang mudah dilaksanakan, ternyata tidak begitu saja berjalan mulus di lapangan. Ia harus berbenturan dengan pihak lain yang mengganggap les gratis bisa mengganggu kegiatan mereka. Alvian dianggap terlalu muda untuk menjalankan kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>Dengan tekad kuat, pemuda yang saat ini kuliah di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya, Malang, ini berusaha meyakinkan pihak-pihak terkait. Ia mendatangi orantua anak satu per satu untuk meminta dukungan.<\/p>\n<p>Orangtua yang setuju membantu Alvian mendekati kepala desa dan tokoh agama di sana. \u201cKami juga berusaha meyakinkan, di dalam Al Quran membaca <em>iqro<\/em> tidak hanya berkaitan dengan ilmu agama, tetapi ilmu pengetahuan. Akhirnya kami mendapat dukungan dari berbagai pihak,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Karakteristik anak<\/strong><\/p>\n<p>Dari awalnya hanya mendampingi satu desa, kegiatannya berkembang ke enam desa dan terakhir menjadi empat belas desa. Ia menggandeng teman-teman sekolah dan teman-teman di organisasi untuk membuka les gratis untuk anak-anak. Desa-desa yang dipilih kebanyakan berada di daerah pelosok dengan kondisi pendidikan kurang merata.<\/p>\n<p>Alvian menjelaskan, tidak semua anak mempunyai kemampuan memahami pelajaran yang sama. Apalagi anak-anak di desa menghadapi tantangan yang kian kompleks untuk belajar seperti terkait lokasi dan fasilitas belajar. Untuk itu, ketika memberikan les pelajaran, ia menyesuaikan materi pelajaran dengan kondisi dan kebutuhan anak.<\/p>\n<p>Sebelum kelas dimulai, anak-anak diminta mengikuti asesmen untuk mengetahui kemampuan mereka terhadap pelajaran, seperti Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Setelah itu, anak-anak ditanya proses pelajaran seperti apa yang mereka suka. Sebagian anak rupanya lebih mudah mempelajari materi dengan cara visual dan audio. Beberapa anak lainnya lebih mudah belajar dengan gerakan dan permainan.<\/p>\n<p>Para pengajar membagikan materi sesuai dengan kebutuhan mereka. Terhadap anak-anak yang lebih senang dengan visual dan audio, materi pelajaran diberikan dalam bentuk video atau melalui gambar dan foto. Para pengajar juga sering membuat permainan atau gerakan dengan boneka untuk anak yang lebih suka pelajaran dalam bentuk gerakan.<\/p>\n<p>Metode pengajaran seperti ini sekaligus menjawab mengapa anak-anak di pelosok kurang menguasai mata pelajaran seperti yang dibagikan di sekolah. \u201cAnak punya kemampuan yang berbeda dalam menangkap materi pelajaran. Di sekolah, kemampuan anak disamaratakan. Cara belajar juga digeneralisasi sehingga ada anak yang bisa menangkap materi, ada juga yang tidak bisa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, fasilitas serta kemampuan guru di desa dan kota juga berbeda. Ini membuat ada jurang pemisah pendidikan di sekolah-sekolah. Untuk mengatasi gap ini, Alvian berusaha menjadi teman belajar anak. Biasanya, kelas akan dimulai dengan satu kelas besar. Selanjutnya, anak dikelompokkan sesuai dengan materi dan cara belajar mereka.<\/p>\n<p>Dengan metode ini, kemampuan anak memahami mata pelajaran meningkat. Selain itu, pelajaran yang dibagikan secara berkelompok juga menumbuhkan karakter dalam kehidupan anak, seperti kerja sama, gotong royong, empati, dan kreatif.<\/p>\n<p>Alvian menceritakan, pernah ada seorang anak disabilitas yang mengalami perundungan saat belajar bersama. Para pengajar kemudia memberikan penanaman karakter kepada anak untuk mau menghargai orang lain.<\/p>\n<p>Dalam menjalani aksinya, Alvian sering menghadapi banyak kejadian tidak terduga. Ketika mengikuti upacara adat di Desa Lok Lahung, misalnya, Alvian harus menjalani shalat di tengah keramaian. Ketika itu, warga sedang mengadakan upacara religi Kaharingan atau kepercayaan tradisional suku Dayak.<\/p>\n<p>Alvian sangat terkesan saat melihat anak-anak membuat lingkaran untuk mengelilinginya sehingga ia bisa menjalani shalat dengan khusyuk. Sikap spontan anak-anak itu menunjukkan toleransi dan saling menghargai di antara manusia.<\/p>\n<p>Kepedulian Alvian pada dunia pendidikan dan anak-anak muncul atas nilai-nilai hidup yang ditanamkan orangtuanya sejak ia masih kecil. Sejak masih berusia empat tahun, Alvian sudah sering melihat orangtuanya, pasangan suami-istri Mochammad Ardiansyah dan Devi Kesumawardani, melakukan kegiatan-kegiatan sosial.<\/p>\n<p>Dari pengalaman orangtuanya, Alvian memetika pelajaran bahwa paling penting bukanlah seberapa besar langkah yang diciptakan, tetapi justru bagaimana bisa menciptakan perubahan sekecil apa pun itu. \u201cPerubahan, meskipun kecil bisa berdampak untuk orang lain,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Saat terjun dalam kegiatan organisasi dan pendidikan, Alvian sering mendapat pandangan sebelah mata mengingat usianya masih muda. Namun, ia berhasil membuktikan anak muda mempunyai empati, serta bisa turun tangan mengatasi persoalan. Kini, selain mengajar anak-anak di desa-desa, Alvian juga mengembangkan pelatihan untuk teman sebaya yang ingin berperan di lingkungan mereka.<\/p>\n<p>CEO of Ashoka Bill Drayton menjelaskan, setiap orang adalah pembuat perubahan, termasuk anak-anak dan remaja. \u201cSekalinya anak muda memiliki impian, membangun tim, dan mengubah dunia mereka, mereka akan selamanya menjadi pembuat perubahan dalam hidup.\u201d<\/p>\n<p><strong>Alvian Wardhana<\/strong><\/p>\n<p>Lahir: Banjarmasin, 24 Oktober 2001<\/p>\n<p>Pengalaman organisasi, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Founder Literasi Anak Banua (2018)<\/li>\n<li>Wakil Koordinator Bangun Bangsa Indonesia Chapter Kalimantan Selatan (2019)<\/li>\n<li>Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Pemuda Perintis Asa Tahun 2018<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penghargaan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Delegasi Terbaik Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) dari Humanitis Model United Nations (2021)<\/li>\n<li>Delegasi Terbaik World Trade Organisation (WTO) \u201cA Discussion On World Trade dari Aid For Yemen Model United Nations\u201d (2020)<\/li>\n<li>Kandidat Ashoka Young Changemaker (2020)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 6 Februari 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat melihat anak-anak di Desa Kunyit, di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, banyak yang tidak bisa membaca dan berhitung. Alvian Wardhana (19) tergerak untuk menjadi guru les gratis. Ia mengembangkan kurikulum pendidikan dan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak. Denty Piawai Nastitie Bersama teman-temannya, Alvian mendirikan komunitas Literasi Anak Banua. Sejak pertama kali&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23273,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-23271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat melihat anak-anak di Desa Kunyit, di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, banyak yang tidak bisa membaca dan berhitung. Alvian Wardhana (19) tergerak untuk menjadi guru les gratis. Ia mengembangkan kurikulum pendidikan dan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak. Denty Piawai Nastitie Bersama teman-temannya, Alvian mendirikan komunitas Literasi Anak Banua. Sejak pertama kali...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-10T09:18:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"681\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"451\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16\",\"datePublished\":\"2021-02-10T09:18:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":932,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/\",\"name\":\"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png\",\"datePublished\":\"2021-02-10T09:18:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png\",\"width\":681,\"height\":451},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16 - Library","og_description":"Saat melihat anak-anak di Desa Kunyit, di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, banyak yang tidak bisa membaca dan berhitung. Alvian Wardhana (19) tergerak untuk menjadi guru les gratis. Ia mengembangkan kurikulum pendidikan dan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak. Denty Piawai Nastitie Bersama teman-temannya, Alvian mendirikan komunitas Literasi Anak Banua. Sejak pertama kali...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-02-10T09:18:22+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:07+00:00","og_image":[{"width":681,"height":451,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16","datePublished":"2021-02-10T09:18:22+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/"},"wordCount":932,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/","name":"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png","datePublished":"2021-02-10T09:18:22+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Alvian-Wardhana_Memajukan-Pendidikan-Anak.Kompas.6-Februari-2021.Hal_.16-gbr.png","width":681,"height":451},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/alvian-wardhana_memajukan-pendidikan-anak-kompas-6-februari-2021-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23271"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24751,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23271\/revisions\/24751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23273"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}