{"id":24810,"date":"2021-04-30T10:26:48","date_gmt":"2021-04-30T03:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=24810"},"modified":"2022-11-24T10:05:34","modified_gmt":"2022-11-24T03:05:34","slug":"mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/","title":{"rendered":"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-24811 size-extra_large\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1-1500x697.png\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"697\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1-1500x697.png 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1-300x139.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1-1030x479.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1-768x357.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1-1536x714.png 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1-705x328.png 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1.png 1996w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote><p>Selain sebagai jalur untuk menyebar syiar agama, Islam, kawasan Kebon Dalem atau terkenal dengan Boto Putih dahulu juga menjadi pusat lalu lintas perdagangan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Rahmat Sudrajat<\/p>\n<p>Wartawan Radar Surabaya<\/p>\n<p>Pasalnya di kawasan tersebut terdapat sungai yang terletak di tengah jalan. Sungai tersebut menjadi lalu lintas kapal-kapal dari Eropa untuk mengirim dagangannya ke Surabaya.<\/p>\n<p>Menurut pustakawan sejarah Chrisyandi Tri Kartika, kawasan tersebut diapit oleh dua sungai. Yang sisi barat sungai Kalimas, sisi Timur sungai Kebon Dalem atau berdekatan langsung dengan Pegirian. \u201cKalau yang Kalimas itu kapal-kapal dari Eropa sedangkan dari itu untuk jalur kapal pribumi (lokal) ke Pecinan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lanjut Chrisyandi, pengaruh dagang tersebut karena di kawasan tersebut juga terdapat kawasan Kebon Dalem sehingga mengikuti perkembangan yang ada di wilayah tersebut. \u201cCenternya kan ada di Ampel tapi juga ditarik secara wilayah syiar agama juga Kebon Dalem berpengaruh juga. Jadi otomatis kapal-kapal yang bersandar juga membawa kebutuhan untuk dagang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kawasan itu menjadi ramai karena banyak kapal yang bersandar dari sungai Kalimas, termasuk orang-orang Eropa dulu banyak bermukin di kawasan tersebut sehingga suku dan etnis bercampur menjadi satu.<\/p>\n<p>Menurut Chrisyandi, tanah-tanah di masa colonial hukumnya masih berat sebelah, karena banyaknya suku etnis yang bermukim di kawasan tersebut sehingga lambat lain, warga Eropa berpindah ke arah timur. \u201cJadi mereka warga Eropa akhirnya terdesak pindah di sisi timur yakni di Pegirian dan dekat Kebon Dalem,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lanjut Chrisyandi, warga Eropa juga berpindah ke kawasan Kapasan, dan Simolawang hingga Kebon Dalem. Karena semakin banyaknya pendatang dari bangsa Arab sehingga kampung-kampung disana terkelompokkan.<\/p>\n<p>\u201cKalau melihat dari kampung disana, ada kampung Arab karena mereka awalnya menyiarkan agama Islam, dan juga berdagang lambat lain bermukim disitu,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Seiring berubahnya zaman, juga ada kawasan melayu dan kawasan menjadi strategis bagi para pedagang dan akhirnya dijadikan tempat untuk bermukim.<\/p>\n<p>Selain itu karena <em>center<\/em> (pusat) berada di Ampel maka kali jalan dikawasan tersebut memang jalan tua sehingga untuk syiar agama dahulu ada menggunakan banyak jalan untuk menuju ke arah Surabaya Utara (saat ini).<\/p>\n<p>Sumber: Radar Surabaya, 27 April 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain sebagai jalur untuk menyebar syiar agama, Islam, kawasan Kebon Dalem atau terkenal dengan Boto Putih dahulu juga menjadi pusat lalu lintas perdagangan. Rahmat Sudrajat Wartawan Radar Surabaya Pasalnya di kawasan tersebut terdapat sungai yang terletak di tengah jalan. Sungai tersebut menjadi lalu lintas kapal-kapal dari Eropa untuk mengirim dagangannya ke Surabaya. Menurut pustakawan sejarah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24812,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4166,4170],"tags":[],"class_list":["post-24810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2021","category-uc-news-april-2021"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selain sebagai jalur untuk menyebar syiar agama, Islam, kawasan Kebon Dalem atau terkenal dengan Boto Putih dahulu juga menjadi pusat lalu lintas perdagangan. Rahmat Sudrajat Wartawan Radar Surabaya Pasalnya di kawasan tersebut terdapat sungai yang terletak di tengah jalan. Sungai tersebut menjadi lalu lintas kapal-kapal dari Eropa untuk mengirim dagangannya ke Surabaya. Menurut pustakawan sejarah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-30T03:26:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-24T03:05:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"641\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"425\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB\",\"datePublished\":\"2021-04-30T03:26:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-24T03:05:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/\"},\"wordCount\":340,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/04\\\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2021\",\"UC News April 2021\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/\",\"name\":\"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/04\\\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-30T03:26:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-24T03:05:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/04\\\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/04\\\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg\",\"width\":641,\"height\":425},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library","og_description":"Selain sebagai jalur untuk menyebar syiar agama, Islam, kawasan Kebon Dalem atau terkenal dengan Boto Putih dahulu juga menjadi pusat lalu lintas perdagangan. Rahmat Sudrajat Wartawan Radar Surabaya Pasalnya di kawasan tersebut terdapat sungai yang terletak di tengah jalan. Sungai tersebut menjadi lalu lintas kapal-kapal dari Eropa untuk mengirim dagangannya ke Surabaya. Menurut pustakawan sejarah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-04-30T03:26:48+00:00","article_modified_time":"2022-11-24T03:05:34+00:00","og_image":[{"width":641,"height":425,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB","datePublished":"2021-04-30T03:26:48+00:00","dateModified":"2022-11-24T03:05:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/"},"wordCount":340,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg","articleSection":["UC News 2021","UC News April 2021"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/","name":"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg","datePublished":"2021-04-30T03:26:48+00:00","dateModified":"2022-11-24T03:05:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Mengulik-Sejarah-Kawasan-Boto-Putih-4.-Sebagai-Lalu-Lintas-Pedagang.Radar-Surabaya.27-April-2021.Hal_.3.1gbr.jpg","width":641,"height":425},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengulik-sejarah-kawasan-boto-putih-4-sebagai-lalu-lintas-pedagang-radar-surabaya-27-april-2021-hal-3\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengulik Sejarah Kawasan Boto Putih (4). Sebagai Lalu Lintas Pedagang.Radar Surabaya.27 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24810"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40411,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24810\/revisions\/40411"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}