{"id":26026,"date":"2021-06-28T13:02:31","date_gmt":"2021-06-28T06:02:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=26026"},"modified":"2025-05-01T12:55:19","modified_gmt":"2025-05-01T05:55:19","slug":"akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/","title":{"rendered":"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI&#8217;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-26027 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43.png\" alt=\"\" width=\"1414\" height=\"1033\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43.png 1414w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-300x219.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-1030x752.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-768x561.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-705x515.png 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1414px) 100vw, 1414px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Hari Gizi Nasional yang diperingati Senin lalu (25\/1) mengangkat tema Remaja Sehat Bebas Anemia.\u00a0 Sepenting apa status gizi anak muda, sehingga sampai harus menjadi perhatian utama tahun ini?\u00a0 Dan remaja mengapa rentan mengalami anemia?<\/p>\n<p>RASANYA, zaman sekarang.\u00a0 sudah jarang kita menemukan Cremaja yang kekurangan gizi.\u00a0 Terutama di kalangan mongenang ke atas di kota besar.\u00a0 Seperti di Jakarta dan Surabaya.\u00a0 Saat ini makanan berlimpah ruah dan sangat mudah didapat.\u00a0 Tinggal pesan di aplikasi delivery, makanan tinggal diantar.\u00a0 Murah dan praktis.<\/p>\n<p>Namun, karena itu, remaja saat ini mungkin mengalami kekurangan gizi. Sebab, umumnya, yang lebih banyak dikonsumsi adalah junk food atau makanan ringan.\u00a0 Tren makanan kokinian silih berganti, dan semua menggiurkan.\u00a0 Mulai dari dessert box, bomboloni, cream cheese garlic bread ala Korea, hingga yang saat ini lagi populer, corn dog.\u00a0 Alias \u200b\u200bsosis yang dibungkus tepung dan digoreng.<\/p>\n<p>&#8220;Umum, makanan-makanan tersebut tinggi garam, gula, dan lemak saja. Zat gizi lainnya nggak ada,&#8221; kata Mochamad Rizal, S.Gz, ahli gizi, dalam sesi Instagram live Hari Gizi Nasional Senin lalu.\u00a0 &#8220;Padahal, remaja membutuhkan gizi optimal agar perkembangan dan fungsi-fungsi tubuh berjalan optimal juga,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Penuhi Gizi Optimal Rizal kemudian menjelaskan makna gizi optimal.\u00a0 Simpelnya, kebutuhan gizi tercukupi.\u00a0 Tidak kurang dan tidak lebih.\u00a0 Optimal bisa dibagi menjadi dua.\u00a0 Yaitu secara kuantitas dan kualitas.\u00a0 Optimal secara kuantitas bisa dibagi lagi.\u00a0 Menjadi kuantitas fisik dan kuantitas psikis.<\/p>\n<p>Kuantitas fisik, kata Rizal, berhubungan erat dengan kebutuhan energi kita sehari-hari.\u00a0 Setiap orang dengan berat badan dan kegiatan normal, rata-rata membutuhkan 1.800 kilo kalori.\u00a0 Beda ceritanya kalau dia atlet, atau harus helakukan kegiatan fisik yang banyak.\u00a0 ebutuhan kalorinya tentu lebih besar.<\/p>\n<p>Nah, kalau kita, biasanya butuh supan sekitar 1.500 sampai 1.800,&#8221; alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga itu. Jah, kuantitas secara psikis, itu terkait dengan banyak kita sudah merasa ukup makan. Biasanya ditandai dengan perut kenyang. Menurut Rizal, lambung idak\u00a0 boleh disi full makanan., sanya 1\/3 saja yang berisi makanan. Lalu yang 1\/3 lagi air, dan sisanya adalah dara. &#8220;Jadi kalau dibilang, 80 persen kenyang aja, cukup.\u00a0 Soalnya kalau sekennyangan ngantuk,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sedangkan secara optimal, lebih simpel lagi. Jika seluruh zat gizi secara makro maupun mikro terpenuhi. Zat gizi makro berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, dan memastikan fungsi ubuh berjalan normal. Yaitu karbodrat, protein, dan mineral\u00a0 Zat gizi mikro, di sisi ain, berfungsi mencegah penyakit. Dan adi pendukung proses produksi maupun metabolisme. Yang termasuk zat aizi mikro adalah vitamin dan mineral. Mengapa gizi optimal membuat remaja sangat penting? Pertama, kata Rizal, dari segi kuantitas. Jumlah\u00a0 kalori yang tepat akan menentukan status gizi Kalau status gizi oke, maka akan berefek ke banyak hal.<\/p>\n<p>&#8220;Berat badan pas.\u00a0 Badan juga rasanya lebih berenergi.\u00a0 Efeknya, kita bisa menjalankan berbagai aktivitas dengan lancar dan segar,&#8221; tutur Rizal. &#8220;Apalagi generasi milenial ini kan banyak kegiatan.\u00a0 Kita ini menghasilkan kerja.\u00a0 Terpenuhinya kebutuhan gizi bikin kita produktif.\u00a0 Tidak mager (malas gerak, Red),&#8221; lanjut dia.<\/p>\n<p>Yang kedua, tentang kualitas. Ini sangat terkait dengan kesehatan dasar kita. Terpenuhinya zat-zat mikronutrien seperti vitamin dan mineral ternyata besar. Rizal contoh memberi zat besi. Kalau tubuh kekurangan jenis\u00a0 mineral yang satu ini, kita bakal mengalami anemia. Gejalanya, lemah, letih, lesu, daya tahan tubuh menurun.<\/p>\n<p>Kadang disertai daya konsentrasi yang monurun. &#8220;Malah dampak jangka panjangnya, kalau cewek, saat hamil dan melahirkan bisa mongalami perdarahan.\u00a0 Dampaknya, angka kematian ibu tinggi.\u00a0 Anaknya kalau lahir juga kurang sehat,&#8221; papar Rizal. &#8220;Kalau mau bicara skala yang lebih besar, anemia ini bisa mempengaruhi kualitas manusia Indonesia,&#8221; tambah penulis buku Diet Garis Lurus itu.<\/p>\n<p>Awas Diet Ketat Saat ini, ada tiga fenomena yang terjadi pada anak muda.\u00a0 Pertama, terlalu banyak disajikan sajian kekinian.\u00a0 &#8220;Lagi nugas, pesen pentol, pesen fast food. Apalagi sekolah online di rumah. Tambah kenceng ngemilnya,&#8221; kata Rizal.\u00a0 Penumpukan gula, garam, dan lemak berlebih akan memicu obesitas.\u00a0 Dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif.\u00a0 Kedua, kalau merasa kelebihan berat badan, bakal mengatasinya dengan diet ketat.\u00a0 Harapannya instan pula.\u00a0 Ingin turun 10 kg, misalnya, dalam sebulan.\u00a0 Akhirya, mencoba metode ekstrem.\u00a0 Seperti, tidak makan karbohidrat sama sekali, tidak makan gula dan garam, sampai mengonsumsi pil diet.\u00a0 Yang tidak jelas apa kandungannya.\u00a0 Hasilnya, kurang gizi lagi.<\/p>\n<p>Ada dua dampak yang mengancam pelaku diet yang tidak tepat.\u00a0 Yakni, akut dan kronis.\u00a0 Yang akut bisa langsung dirasakan dalam waktu dekat.\u00a0 Gizi tidak optimal menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain, lemas dan keram otot.\u00a0 &#8220;Tidur malem tiba-tiba kebangun jam 3 pagi, gara-gara kaki kram. Ternyata kurang kalium dan natrium,&#8221; Rizal memberi contoh.<\/p>\n<p>Efek lain yang bisa dirasakan, antara lain, dehidrasi, pusing, lapar berlebihan, serta mudah sakit karena imun turun.\u00a0 Kadang-kadang juga disertai efek samping akibat kurang serat, serta rambut rontok yang disebabkan oleh kurangnya asupan zinc dan protein.\u00a0 Untuk perempuan, ada kalanya siklus menstruasi menjadi tidak lancar.<\/p>\n<p>Sedangkan dampak kronis lebih berbahaya.\u00a0 Gizi tidak optimal, jika dibiarkan akan menyebabkan gagal ginjal, gangguan hati, dan Problem ketiga, kurang aktivitas fisik.\u00a0 Harus diakui, generasi saat ini adalah generasi rebahan.\u00a0 Internet cepat, berlimpah berlimpah, klop sudah.\u00a0 Kalau tugas atau pekerjaan kelar, yang dilakukan adalah maraton drakor atau main game online.\u00a0 Mau ke mana-mana naik kendaraan.\u00a0 Semakin sedikit lah gerak badan kita.<\/p>\n<p>Aktivitas Fisik Tugas orang tua lah yang mengawasi asupan makanan buah hati.\u00a0 Jika memang sangat suka jajan, pastikan uinbangi dengan serat berupa sayur dan semak.\u00a0 Juga protein.\u00a0 Rizal mengatakan, protein yang dibutuhkan remaja, sedilutnya dua sampai tiga potong per makan.\u00a0 Ini tidak terbatas pada daging.\u00a0 Tahu tempe pun bisa jadi sumber protein.\u00a0 Sedangkan sayur antara tiga sampai lima porsi sehari.\u00a0 &#8220;Jadi, pastikan itu tersedia di rumah,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Ingatkan juga mereka untuk melakukan aktivitas fisik.\u00a0 Sebab, meski pola makan sudah benar, tapi jika kurang gerak badan, tubuh jadi tidak bugar.\u00a0 Bugar adalah kondisi di mana kita bisa melakukan aktivitas sehari2 tanpa merasa lelah secara berlebihan.\u00a0 Nah, latihan erat dengan kebugaran.\u00a0 Olahraga membuat tubuh kita kuat dan berenergi.<\/p>\n<p>Apakah ada hubungannya dengan gizi yang optimal?\u00a0 Tentu.\u00a0 Olahraga akan membuat fungsi-fungsi tubuh berjalan lancar.\u00a0 Termasuk fungsi kardiovaskular atau jantung.\u00a0 Organ ini bortugas seluruh darah dan zat-zat gizi ke tubuh.<\/p>\n<p>&#8220;Misalnya, makanan kita sudah bagus. Sudah komplet. Mengandung serat, ada protein, dan mineral. Tapi jantung, sebagai selang untuk mengedarkan zat makanan ini mampet, ya sama aja. Zat gizi tidak terdistribusi dengan baik,&#8221; papar Rizal.\u00a0 &#8220;Nah untuk bikin selang itu berfungsi dengan baik, perlu dibantu olahraga,&#8221;\u00a0 (Retna Christa)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: DI&#8217;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Gizi Nasional yang diperingati Senin lalu (25\/1) mengangkat tema Remaja Sehat Bebas Anemia.\u00a0 Sepenting apa status gizi anak muda, sehingga sampai harus menjadi perhatian utama tahun ini?\u00a0 Dan remaja mengapa rentan mengalami anemia? RASANYA, zaman sekarang.\u00a0 sudah jarang kita menemukan Cremaja yang kekurangan gizi.\u00a0 Terutama di kalangan mongenang ke atas di kota besar.\u00a0 Seperti&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26038,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-26026","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI&#039;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI&#039;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hari Gizi Nasional yang diperingati Senin lalu (25\/1) mengangkat tema Remaja Sehat Bebas Anemia.\u00a0 Sepenting apa status gizi anak muda, sehingga sampai harus menjadi perhatian utama tahun ini?\u00a0 Dan remaja mengapa rentan mengalami anemia? RASANYA, zaman sekarang.\u00a0 sudah jarang kita menemukan Cremaja yang kekurangan gizi.\u00a0 Terutama di kalangan mongenang ke atas di kota besar.\u00a0 Seperti...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-28T06:02:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:55:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"643\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"423\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI&#8217;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43\",\"datePublished\":\"2021-06-28T06:02:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:55:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/\"},\"wordCount\":1025,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/\",\"name\":\"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI'S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg\",\"datePublished\":\"2021-06-28T06:02:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:55:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg\",\"width\":643,\"height\":423},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI&#8217;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI'S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI'S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43 - Library","og_description":"Hari Gizi Nasional yang diperingati Senin lalu (25\/1) mengangkat tema Remaja Sehat Bebas Anemia.\u00a0 Sepenting apa status gizi anak muda, sehingga sampai harus menjadi perhatian utama tahun ini?\u00a0 Dan remaja mengapa rentan mengalami anemia? RASANYA, zaman sekarang.\u00a0 sudah jarang kita menemukan Cremaja yang kekurangan gizi.\u00a0 Terutama di kalangan mongenang ke atas di kota besar.\u00a0 Seperti...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-06-28T06:02:31+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:55:19+00:00","og_image":[{"width":643,"height":423,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI&#8217;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43","datePublished":"2021-06-28T06:02:31+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:55:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/"},"wordCount":1025,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/","name":"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI'S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg","datePublished":"2021-06-28T06:02:31+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:55:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Akibat-Banyak-Nyamil-dan-Kurang-Gerak.Harian-DIS-Way.27-Januari-2021.Hal_.42-43-gbrr.jpg","width":643,"height":423},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akibat-banyak-nyamil-dan-kurang-gerak-harian-dis-way-27-januari-2021-hal-42-43\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akibat Banyak Nyamil dan Kurang Gerak.Harian DI&#8217;S Way.27 Januari 2021.Hal.42-43"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26026"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27486,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26026\/revisions\/27486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}