{"id":3321,"date":"2017-02-09T09:04:36","date_gmt":"2017-02-09T02:04:36","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=3321"},"modified":"2025-05-01T12:37:22","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:22","slug":"petani-kopi-pelestari-owa-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/","title":{"rendered":"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-3322\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16.jpg\" alt=\"Tasuri Petani Kopi Pelestari Owa Jawa. Kompas. 13 Januari 2016. Hal 16\" width=\"982\" height=\"857\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16.jpg 2362w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16-300x262.jpg 300w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16-1030x899.jpg 1030w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16-1500x1309.jpg 1500w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16-705x615.jpg 705w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-16-450x393.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 982px) 100vw, 982px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Tasuri <\/strong><\/p>\n<p>Menjelang dini hari, teriakan keras woowww, hoo, waaa atau waaooo terdengar dari dalam lebatnya hutan tropis di kawasan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Suara keras dan nyaring itu datang dari siamang, populer dikenal sebagai owa jawa atau Javan Gibbon (Hylobates moloch). Suara itu sudah puluhan tahun seperti sirene yang membangunkan warga dari tidur lelap.<\/p>\n<p>Oleh winarto herusansono<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tentu saja, siamang itu tidak tampak di tengah kegelapan malam. Namun, hewan primata yang terancam punah itu setia mengirim suaranya untuk menyapa warga kawasan Petungkriyono di daratan rendah di jantung Provinsi Jawa Tengah. \u201cDi kampung ini, warga dibangunkan bukan oleh suara kokok ayam jantan, melainkan suara siamang dari dalam hutan,\u201d kata Tasuri (48), warga Dusun Sonokembang, Desa Kayupuring.<\/p>\n<p>Tasuri adalah petani kopi yang terlibat penelitian mengenai primata, khususnya siamang. Dalam lebatnya hutan tropis di kawasan Gunung Rogo Jembangan, owa jawaw keperakan telah lama menjadikan kawasan Petungkriyono sebagai habitnya. Owa jawa itu hidup berdampingan bersama primata lain, seperti elang jawa, kukang, monyet daun, dan lutung (surili).<\/p>\n<p>Berdasarkan pendataan Kelompok Studi dan Pemerhati Primata Yogyakarta (KSPPY) serta Wildlife Reserves Singapura, hingga akhir Desember 2015, diperkirakan keberadaan owa jawa lebih kurang 30 kelompok. Satu kelompok terdiri dari dua-tiga ekor. Owa jawa mirip kera besar, berekor panjang, dan memiliki kemarihan berjalan-jalan di anatara dahan pohon (<em>bipadally) <\/em>dengan tanagn terentang. Owa memiliki wajah bulat, kedua mata tajam serta warna bulu hitam, coklat, atau abu-abu gelap. Owa memiliki lengan panjang khas dan pergelangan tangan panjang yang membantunya gerak berayun.<\/p>\n<p>Menurut Tasuri, owa jawa selalu menampakkan diri di tempat yang sama dan tidak sembarang. Selama mengamati owa jawa lebih dari sembilan tahun, Tasuri berhasil memetakan itu kini jadi pos pengamatan. Salh satu <em>spot <\/em>pengamatan itu berada di tepi jalann penghubung Dusun Sokokembang ke Kecamatan Petungkriyono.<\/p>\n<p><strong>Kesadaran<\/strong><\/p>\n<p>Pergulatan Tasuri dengan owa jawa boleh dikata terjadi kebetulan pada 2006. Kala itu, alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Arif Setiawan, kerap datang untuk meneliti owa jawa di Petungkriyono Pekalongan. Tasuri mengaku, dia banyak belajar mengenai primata dari Arif dan peniliti asing yang datang silih berganti ke Sokokembang. Mereka berasal dari Singapura, India, Thailand, Australia, Amerika Serikat, Perancis, Ceko, dan Korea Selatan.<\/p>\n<p>Saat bertemu Arif, Tasuri ketika itu masih kerap berburu burung di Hutan. Tasuri boleh disebut perambah hutan, kebiasaan yang juga dilakukan sebagian warga dari desa-desa di kawasan hutan tropis Petungkriyono. Pada 2003-2005, banyak terjadi penebangan pohon untuk diambil kayunya, seperti kayu kamper dan kayu babi. Kayu itu dijual murah kepada penadah.<\/p>\n<p>\u201cketika itu saya, masih belum punya pekerjaan tetap, jadi ikut berburu burung bersama pemburu dari luar Pekalongan. Pekerjaan berburu binatang di hutan sambil jalan kaki, layaknya dolanan alas, mebuat saya hafal peta jalan hutan daerah sini,\u201d kata Tasuri di rumahnya yang sederhana.<\/p>\n<p>Dari Arif, Tasuri baru tahu jika owa jawa itu hewan langka. Bahkan, owa jawa bisa menjadi daya tarik pemerhati primata dari seluruh penjuru benua untuk datang ke desanya. Owa telah jadi kebanggaan bagi masyarakat Petungkriyono.<\/p>\n<p>Tasuri juga kaget ketika diberi tahu peneliti dari Singapura kalau habitat owa jawa di Petungkriyono ini merupakan habitat lingkungan hutan tropis terbaik untuk pelestarian primata langka. Hutan lindung di kawasan Petungkriyono ini dikelola Perhutani.<\/p>\n<p>Di hutan ini terdapat pohon besar dan tinggi serta tajuk-tajuk pohon bersentuhan membentuk kanopi. Hutan ini punya lereng curam yang menyediakan pakan bagi primata sepanjang tahun. Hutan lindung Petungkriyono ini dinilai terbaik dari 25 lokasi hutan tempat penelitian di Indonesia.<\/p>\n<p>Itu sebabnya, Tasuri bertekad melestarikan primata. Sejak 2009, Tasuri mulai berkampanye mengajak warga lain untuk tak lagi merambah hutan. Namun, warga di Petungkriyono, juga di Kayupuring yang tinggal di hutan, kehidupan amat bergantung pada hasil hutan. Melarang tanpa solusi, tentu kurang direspons masyarakat.<\/p>\n<p>Untuk itu, Tasuri dibantu Wildlife Reserves Singapura mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya kopi. Tujuannya agar warga punya penghasilan sehingga tidak lagi menebang pohon hutan. Apalagi, potensi sekitar 3.500 hektar. Tanaman kopi liar sudah tumbuh subur di bawah tegakan pohon besar semacam kruing jawa, meranti jawa, dan pohon jati.<\/p>\n<p>Setelah melalui pendekatan ke tokoh-tokoh petani di Kayupuring, Tasuri membentuk Kelompok Tani Wiji Mertiwi Mulyo. Setiap petani mengelola tanaman kopi dan panen raya dilakukan pada Juni-Agustus. Tasuri punya lima petak lahan kopi di hutan itu seluas 2 hektar. Dari lahan itulah Tasuri kini jadi petani kopi. Hasil panen pada kisaran 2-4 kuintal. Kopi premium bisa laku Rp35.000 per kilogram, sementara kopi medium dijual ke pasar setempat Rp20.500 per kilogram.<\/p>\n<p><strong>Barista<\/strong><\/p>\n<p>Tasuri dan istrinya, Kunapah, bersama kaum perempuan desa mendirikan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nyi Parijotho. Kelompok usaha inilah yang membuat bubuk kopi Petungkriyono atau bahasa kerennya kopi Owa Jawa. Kopi hasil panen diolah dan digiling di teras rumah Tasuri yang sejak 2013 juga berfungsi sebagai Omah Kopi dan rumah inap bagi tamu-tamu asing.<\/p>\n<p>Kopi bubuk hasil olahan KUB Nyi Parijotho telah menjadi alat kampanye ampuh bagi uapaya pelestarian habitat siamang. Bubuk kopi robusta yang dikemas lebih kurang 40-50 gram itu diberi keterangan asal-usul kopi dan tentang keanekaragaman satwa primata. Kopi buatan KUB ini juga sudah mendunia setelah 2014 ikut dipamerkan di negara asal peneliti owa jawa. Daya tarik kopi owa ini tentu saja membangkitkan ekonomi petani kopi.<\/p>\n<p>Keunggulan kopi owa sempat menggoda Tasuri setelah pemodal dari Jakarta menawarkan pemesanan setengah kuintal kopi robusta perbulan. Ini menjanjikan pendapatan besar dan rutin, tetapi dengan kesepakatan petani, hal itu ditolaknya. Apabila permintaan tersebut dituruti, dikhawatirkan akan mendorong petani lain membuat pohon di kawasan hutan untuk menanam kopi.<\/p>\n<p>Sebagai tambahan penghasilan, ia rajin mengumpulkan kopi luwak dari hutan, hasilnya lumayan, bisa 3-4 kilogram setiap minggu yang kalau dijual dalam bentuk biji kopi, dari hasil kotoran luwak ini kelas medium saja Rp 100.000 per kilogram.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tasuri<\/strong><\/p>\n<p>Lahir\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Kabupaten Pekalongan, 21 Juli 1968<\/p>\n<p>Pendidikan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Kelas IV SD Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan<\/p>\n<p>Istri\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Kunapah<\/p>\n<p>Anak\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Indah Suciati, Ismiati, Isnaeni<\/p>\n<p>Pengharagaan\u00a0 : 2014 Liputan 6 Award SCTV, Pelestarian Kopi Owa<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sumber: <\/strong>Kompas, Rabu, 13 Januari 2016.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tasuri Menjelang dini hari, teriakan keras woowww, hoo, waaa atau waaooo terdengar dari dalam lebatnya hutan tropis di kawasan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Suara keras dan nyaring itu datang dari siamang, populer dikenal sebagai owa jawa atau Javan Gibbon (Hylobates moloch). Suara itu sudah puluhan tahun seperti sirene yang membangunkan warga dari tidur lelap&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tasuri Menjelang dini hari, teriakan keras woowww, hoo, waaa atau waaooo terdengar dari dalam lebatnya hutan tropis di kawasan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Suara keras dan nyaring itu datang dari siamang, populer dikenal sebagai owa jawa atau Javan Gibbon (Hylobates moloch). Suara itu sudah puluhan tahun seperti sirene yang membangunkan warga dari tidur lelap....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-09T02:04:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1081\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"753\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa\",\"datePublished\":\"2017-02-09T02:04:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/\"},\"wordCount\":940,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/\",\"name\":\"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-09T02:04:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"width\":1081,\"height\":753},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa - Library","og_description":"Tasuri Menjelang dini hari, teriakan keras woowww, hoo, waaa atau waaooo terdengar dari dalam lebatnya hutan tropis di kawasan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Suara keras dan nyaring itu datang dari siamang, populer dikenal sebagai owa jawa atau Javan Gibbon (Hylobates moloch). Suara itu sudah puluhan tahun seperti sirene yang membangunkan warga dari tidur lelap....","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-09T02:04:36+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:22+00:00","og_image":[{"width":1081,"height":753,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa","datePublished":"2017-02-09T02:04:36+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/"},"wordCount":940,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/","name":"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg","datePublished":"2017-02-09T02:04:36+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Tasuri-Petani-Kopi-Pelestari-Owa-Jawa.-Kompas.-13-Januari-2016.-Hal-161.jpg","width":1081,"height":753},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/petani-kopi-pelestari-owa-jawa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tasuri Petani Kopi, Pelestari Owa Jawa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3321"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8105,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321\/revisions\/8105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}