{"id":34242,"date":"2022-02-07T10:17:29","date_gmt":"2022-02-07T03:17:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=34242"},"modified":"2025-05-01T12:17:06","modified_gmt":"2025-05-01T05:17:06","slug":"foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/","title":{"rendered":"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-34243 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png\" alt=\"\" width=\"1033\" height=\"1996\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png 1033w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4-155x300.png 155w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4-533x1030.png 533w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4-768x1484.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4-795x1536.png 795w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4-776x1500.png 776w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Foodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4-365x705.png 365w\" sizes=\"auto, (max-width: 1033px) 100vw, 1033px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Menyerah bukan kata yang pas bagi pebisnis tangguh pada masa pandemi ini. Bagi seorang pelaku usaha ataupun mereka yang mau berusaha, masa sulit justru harus disikapi dengan menjadikannya sebagai tantangan untuk terus berinovasi, mengembangkan diri maupun bisnis.<\/p>\n<p>Perkembangan foodpreneur cukup pesat dengan menjamurnya bisnis makanan dan minuman. Hal ne dengan berjualan bubur dari rumah. ini tidak lepas dari berbagai inovasi seperti menciptakan waralaba makanan tradisional hingga makanan berbasis nabati.<\/p>\n<p>Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan, berkat inovasi tersebut dan juga kreativitas lain seperti penciptaan beragam rasa dan penjualan secara daring dengan pembayaran digital yang turut mendorong tumbuhnya bisnis ini.<\/p>\n<p>&#8220;Foodpreneur membuka peluang baru, startup baru, inovasi baru, Seperti Burgreens, itu kan baru, dia kembangkan makanan vegan. Kini tinggal apakah dia bisa bertahan dan berkembang,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Bicara strategi peningkatan bisnis, menurut Anang, banyak foodpreneur di Indonesia yang salah langkah karena hanya berpikir bagaimana cepat un tung dan mengembalikan modal. Alhasil, usahanya tidak tidak bertahan lama.<\/p>\n<p>Padahal, menurutnya, seorang foodpreneur harus ulet dan tekun menjalankan bisnisnya. Semua harus diperhitungkan dengan matang sejak awal mendirikan usaha. Mulai dari mengatur produksi, mengatur keuangan, pemasaran, dan memastikan penjualan bisa berkelanjutan serta berkembang Modal adalah urusan kedua.<\/p>\n<p>Foodpreneur, menurutnya, harus memiliki jiwa entrepreneurship. &#8220;Production, financial control, marketing and sales, itu diatur semuanya. Jangan asal, harus ulet, harus tekun,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Anang memberi contoh foodpreneur yang cakap. dalam meningkatkan bisnisnya yakni Edward Tirtanata dan James Prananto yang mendirikan brand Kopi Kenangan, Usaha kopi lokal tersebut baru-baru ini resmi menyandang gelar unikorn di bidang makanan dan minuman (F&amp;B) pertama di Asia Tenggara dengan valuasi tembus US$1 miliar. &#8220;Kopi Kenangan saja sudah mencapai unikorn. Luar biasa,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Menurut Anang, pemerintah perlu mendukung bisnis kuliner lokal. Pasalnya, konsumsi domestiknya cukup besar dan tidak tergantung pada perdagangan luar negeri. &#8220;Konsumsi domestik akan menciptakan permintaan domestik dan menciptakan orang yang mau berinvestasi. Artinya, ekonomi Indonesia bisa berputar. Kembangkan ini di dalam negeri. Jangan langsung ke mancanegara,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Satu kisah untuk tetap berjuang hadir dari seorang pilot maskapai swasta Ronald Darmadi. Pandemi Covid-19 yang menghantam sektor penerbangan membuat Ronald banting setir untuk sementara waktu menjadi pengusaha bubur<\/p>\n<p>Ronald dibantu sang istri akhirnya menjalankan usahanya yang diberi nama Bubur Boetjin. Usaha yang pada awalnya menggunakan mobil di kawasan Gading Serpong, Tangerang, itu pada Maret 2020 tersebut kini berkembang menjadi puluhan cabang.<\/p>\n<p>Perkembangan bisnis itu tidak lepas dari ide Ronald yang memanfaatkan layanan pesan antar ojek online dengan berjualan bubur dari rumah.<\/p>\n<p>Dari bisnis rumahan hingga akhirnya Ronald membangun kemitraan usaha. Penjualan bubur ini pun bisa dilakukan dari rumah atau berkonsep ghost kitchen. Kemitraan ini ternyata cukup menarik minat banyak orang hingga kini tercatat Bubur Boet jin memiliki 60 cabang di 13 kota.<\/p>\n<p>Dengan modal kemitraan tersebut, keuntungan bersih yang bisa didapat pun cukup menjanjikan. &#8220;Omzet rata-rata Rp20 juta-Rp30 juta per cabang,&#8221; papar Ronald.<\/p>\n<p>Selain sabar, ulet, dan konsisten menjaga kualitas rasa, kunci sukses Ronald adalah inovasi, bahkan dia memaksimalkan media sosial mulai dari Instagram hingga TikTok untuk meningkatkan branding. Usahanya pun sempat viral di TikTok dan akhirnya menarik minat banyak pelanggan.<\/p>\n<p>BERTAHAN DARI KRISIS<\/p>\n<p>Pengalaman pengusaha kuliner lainnya yang mampu bertahan dan melewati krisis pernah dialami pemilik restoran ayam goreng cepat saji, d&#8217;Besto Evalinda Amir dan suaminya, Setyajid. Pengusaha yang berlatarbelakang dokter hewan ini dua kali menghadapi krisis, yakni krisis moneter dan wabah flu burung. Namun, bisnis ayam goreng yang didiri kan pada 1994 itupun bertahan hingga saat ini.<\/p>\n<p>Corporate Secretary d&#8217;Besto, Wahyu Pambudi mengatakan, rintangan yang dihadapi tidaklah mudah bagi usaha yang pada awalnya disebutnya usaha gerobak bernama Ku FC yang kemudian menjadi mini resto dengan nama d&#8217;BestO ini.<\/p>\n<p>&#8220;Founder kami pada 2011 merintis brand baru. Waktu itu belum terlalu banyak, mulai 2013-2014 kami mulai buka franchise,&#8221; jelas Wahyu.<\/p>\n<p>Perlahan tetapi pasti, d&#8217;Besto kini tercatat memiliki 300 outlet yang tersebar di hampir seluruh wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Sumatra Barat dan Jambi. Dalam mengembangkan bisnis, Wahyu menilai bahwa pelaku usaha harus jeli melihat segmen pasar, misalnya masuk ke sektor-sektor yang belum terjamah. Selain berinovasi pada paket sajian menu, usaha ini juga memaksimalkan layanan digital agar bisnis berkembang.<\/p>\n<p>Wahyu menuturkan d&#8217;BestO telah bekerja sama dengan banyak layanan pesan antar online dan beragam alat pembayaran digital. &#8220;Ini membantu scale up bisnis kami, agar bisa dikenal luas dan mudah diakses customer,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Wahyu optimistis pada 2022, d&#8217;Besto bisa ekspansi dengan target dua kali lipat pembukaan outlet baru dari sebelumnya yaitu membuka lebih dari 8-15 outlet dalam sebulan.<\/p>\n<p>Co-Founder Foodizz Sarita Sutedja menyebutkan, foodpreneur perlu memerhatikan sejumlah hal untuk meningkatkan skala bisnisnya. Pertama, rencana bisnis yang memang sejak awal usaha dibangun bertujuan untuk naik kelas. Dari situ strategi dan keuangan harus sudah tergambar jelas.<\/p>\n<p>Kedua, bahan baku. Foodpreneur perlu mencari produk yang memang cocok untuk bisnis yang ingin dikembangkan, khususnya terkait dengan supl bahan baku yang mudah didapat. Ketiga, target segmen pasar yang memang besar, sehingga usaha bisa dikembangkan di banyak lokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Jika menjual steak seharga Rp300.000 tentu akan lebih sulit scale up dalam ratusan cabang di bandingkan dengan menjual steak dengan tepung harga Rp20.000,&#8221; ujar Sarita.<\/p>\n<p>Keempat, adalah membangun brand. Menurutnya, brand sangat penting karena dengan melakukan scale up bisnis, berarti pelaku usaha itu akan masuk ke banyak pasar dengan karakter yang berbeda-beda. &#8220;Penting sekali untuk diperkuat dengan brand. Ini tentu akan memberikan impact yang berbeda,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Kelima, fundamental perusahaan yaitu organisasi mampu memperkuat seluruh divisi dengan orang-orang yang memiliki kompetensi, mengadopsi teknologi, hingga membangun budaya yang kuat. Fundamental adalah kunci penting apakah seorang foodpreneur bisa melakukan scale up bisnisnya dengan cepat, tepat, dan berlanjut atau sebaliknya.<\/p>\n<p>Kemudian, satu hal lain yang juga penting adalah inovasi. Menurutnya, inovasi harus menjadi budaya perusahaan sehingga foodpreneur bisa bergerak dengan cepat atau beradaptasi dengan perubahan yang bisa datang dari internal, pesaing, pelanggan, kebijakan pemerintah, hingga masa sulit atau situasi di suatu negara.<\/p>\n<p>Selain inovasi, foodpreneur juga perlu memperbanyak kolaborasi dan mendapat dukungan tim serta pandai mengatur arus kas dengan ketat, efektif, dan efisien terutama dalam pengeluaran. &#8220;Ting galkan dulu sesuatu yang tidak produktif dan tidak memberikan kontribusi terhadap revenue perusahaan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Jangan pula tergantung pada satu sumber pen apatan bisnis, misalnya 100% mengandalkan online delivery, tetapi jalankanlah pula omnichannel seperti menerima order melalui WhatsApp hingga membangun reseller<\/p>\n<p>Peluang bisnis kuliner masih sangat menjanjikan pada 2021. Itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan Foodizz Juli-Agustus 2021. Disebutkan bahwa kuliner menjadi 3 pencarian terbesar [Top 3] di media sosial.<\/p>\n<p>Kebiasaan Makan di Akhir Bulan<\/p>\n<ul>\n<li>Dine in: 54%<\/li>\n<li>Pesan melalui aplikasi GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood):50%<\/li>\n<li>Take away dari restoran atau kafe: 45%<\/li>\n<li>Aplikasi pengiriman makanan dari restoran\/kafe: 7%<\/li>\n<li>Layanan pengiriman makanan melalui call center restoran\/kafe: 4%<\/li>\n<li>Layanan pengiriman makanan via WhatsApp restoran\/kafe: 4%<\/li>\n<li>Tidak membeli makanan dari restoran atau kafe selama 3 bulan: 25%<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara Konsumen Memesan Makanan di Luar Dine In<\/p>\n<ul>\n<li>Aplikasi pengiriman pihak ketiga: 89%<\/li>\n<li>GoFood: 61%<\/li>\n<li>GrabFood: 49%<\/li>\n<li>ShopeeFood: 22%<\/li>\n<li>Dari aplikasi restoran\/kafe: 9%<\/li>\n<li>Melalui call center restoran\/kafe: 7% \u2022 Melalui WhatsApp restoran\/kafe: 7%<\/li>\n<li>Lainnya: 6%<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hal yang Paling Banyak Dicari di Media Sosial<\/p>\n<ul>\n<li>Keluarga:53%<\/li>\n<li>Kuliner\/makanan\/restoran\/memasak: 52%<\/li>\n<li>Gaya hidup: 51%<\/li>\n<li>Olahraga: 41%<\/li>\n<li>Hobi (game\/berkebun\/dan lain-lain]: 34%<\/li>\n<li>Kecantikan: 28%<\/li>\n<li>Teknologi: 26%<\/li>\n<li>Politik: 18%<\/li>\n<li>Finansial &amp; bisnis: 12%<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara Menemukan Informasi tentang Kuliner<\/p>\n<ul>\n<li>Akun kuliner di sosial media: 54%<\/li>\n<li>Review youtuber: 41%<\/li>\n<li>Review selebgram: 25%<\/li>\n<li>Aplikasi untuk melihat restoran: 9%<\/li>\n<li>Portal berita online: 9%<\/li>\n<li>Lainnya: 14%<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lokasi Favorit Makan di Tempat (Dine In)<\/p>\n<ul>\n<li>Warung makan di pinggir jalan: 56%<\/li>\n<li>Warung tenda di pinggir jalan: 56%<\/li>\n<li>Restoran mandiri: 55%<\/li>\n<li>Kafe dekat rumah: 26%<\/li>\n<li>Restoran di dalam mal (selain pujasera\/foodcourt]: 22%<\/li>\n<li>Pujasera di dalam mal: 17%<\/li>\n<li>Pujasera di luar mal: 13%<\/li>\n<li>Kafe yang berdiri sendiri: 12%<\/li>\n<li>Kafe di dalam mal: 9%<\/li>\n<li>Lainnya: 1%<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyerah bukan kata yang pas bagi pebisnis tangguh pada masa pandemi ini. Bagi seorang pelaku usaha ataupun mereka yang mau berusaha, masa sulit justru harus disikapi dengan menjadikannya sebagai tantangan untuk terus berinovasi, mengembangkan diri maupun bisnis. Perkembangan foodpreneur cukup pesat dengan menjamurnya bisnis makanan dan minuman. Hal ne dengan berjualan bubur dari rumah. ini&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":34244,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-34242","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menyerah bukan kata yang pas bagi pebisnis tangguh pada masa pandemi ini. Bagi seorang pelaku usaha ataupun mereka yang mau berusaha, masa sulit justru harus disikapi dengan menjadikannya sebagai tantangan untuk terus berinovasi, mengembangkan diri maupun bisnis. Perkembangan foodpreneur cukup pesat dengan menjamurnya bisnis makanan dan minuman. Hal ne dengan berjualan bubur dari rumah. ini...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-07T03:17:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:17:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"364\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"270\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4\",\"datePublished\":\"2022-02-07T03:17:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:17:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/\"},\"wordCount\":1221,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/\",\"name\":\"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png\",\"datePublished\":\"2022-02-07T03:17:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:17:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png\",\"width\":364,\"height\":270},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4 - Library","og_description":"Menyerah bukan kata yang pas bagi pebisnis tangguh pada masa pandemi ini. Bagi seorang pelaku usaha ataupun mereka yang mau berusaha, masa sulit justru harus disikapi dengan menjadikannya sebagai tantangan untuk terus berinovasi, mengembangkan diri maupun bisnis. Perkembangan foodpreneur cukup pesat dengan menjamurnya bisnis makanan dan minuman. Hal ne dengan berjualan bubur dari rumah. ini...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2022-02-07T03:17:29+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:17:06+00:00","og_image":[{"width":364,"height":270,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4","datePublished":"2022-02-07T03:17:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:17:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/"},"wordCount":1221,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/","name":"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png","datePublished":"2022-02-07T03:17:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:17:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FFoodpreneur-Pantang-Kendur.-Binis-Indonesia.-23-Januari-2022.-Hal.-4.png","width":364,"height":270},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/foodpreneur-pantang-kendur-binis-indonesia-23-januari-2022-hal-4\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Foodpreneur Pantang Kendur. Binis Indonesia. 23 Januari 2022. Hal. 4"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34242"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34242\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35607,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34242\/revisions\/35607"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}