{"id":3506,"date":"2017-02-10T09:02:09","date_gmt":"2017-02-10T02:02:09","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=3506"},"modified":"2025-05-01T12:52:07","modified_gmt":"2025-05-01T05:52:07","slug":"membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/","title":{"rendered":"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3507\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4.jpg\" alt=\"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka. JawaPos.Hall 4\" width=\"469\" height=\"453\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Oleh MAULANA A. EMPITU<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong> &#8220;Kultur kampus yang egaliter diperlukan untuk munculkan ide kreatif. Berpikir kritis dan diskusi konstruktif haruslah membumi di kalangan pendidik dan mahasiswa,&#8221;<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 INDONESIA<\/strong> telah merdeka dari kolonialisme sejak 71 tahun lalu. Sejak 1945 pula, bangsa Indonesia terus berjuang mengejawantahkan kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang riset kedokteran dan biomedis.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang epidemiologi, besaran jumlah penduduk Indonesia merupakan sebuah peotensi kekayaan informasi yang tiada ternilai. Kondisi Indonesia yang beriklim tropis menjadikan jenis dan manifestasi penyakit menjadi unik dan berbeda dari belahan dunia lainnya. Panduan diagnosis dan terapi yang sebagian besar berkiblat ke negara Barat belum tentu pas untuk diterapkan di Indonesia. Fenomena tersebut tidak hanya kerap ditemui pada konteks penyakit menular, tetapi juga pada penyakit kronis yang tidak menular.<\/p>\n<p>Pertanyaannya, apakah potensi tersebut telah termanfaatkan untuk menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan riset kesehatan kita?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Perspektif Kuntitas vs Kualitas<\/strong><\/p>\n<p>Mulai 2012, Direktorat Pendidikan Tinggi mewajibkan mahasiswa jenjang sarjana dan pascasarjana untuk memublikasikan hasil penelitiannya. Pada tahun tersebut, tercatat sekitar 145.000 artikel ilmiah dipublikasikan oleh institusi tanah air. Dari sudut pandang kuantitas, angka itu sangat menggembirakan.<\/p>\n<p>Namun sayang, jumlah fenomenal tersebut belum sejalan dengan kualitas yang dihasilkan. Hanya sekitar 1.400 artikel yang terpublikasi secara internasional. Dari sekitar 7 ribu jurnal dalam negeri, hanya 16 yang terkategori sebagai jurnal internasional. Dipandang dari perspektif jumlah, kita masih kalah jauh oleh Malaysia dan Singapura.<\/p>\n<p>Minimnya publikasi internasional, khususnya di bidang kesehatan, membuat negera kita dipandang misterius secara epidemiologis. Sampai-sampai Richard Horton, editor jurnal kesehatan terkemuka <em>the Lancet,<\/em> mendediksikan sebuah tulisan editorial khusu berjudul Indonesia &#8211; <em>unravelling the mystery of a nation. <\/em>Dalam jurnal yang menjadi salah satu barometer perkembangan riset kesehatan dunia tersebut, rekam jejak Indonesia amatlah minim. Sejak 1957 hingga 2016, hanya terdapat 22 artikel yang membahas mengenai Indonesia. Sebagai pembandingan, terdapat 2.098 hasil pencarian yang berfokus pada permasalahan kesehatan di India.<\/p>\n<p><strong>Menyemarakkan Riset Kolaborasi<\/strong><\/p>\n<p>Tidak dimungkiri bahwa penelitian di bidang kedokteran klinis maupun dasar memerlukan biaya besar. Keterbatasan fasilitas dan sumber daya peneliti menjadi hambatan utama, terutama di wilayah Indonesia Timur.<\/p>\n<p>Namun, akibat kesenjangan sumber daya riset, banyak permasalahan khas lokal yang luput dari perhatian peneliti. Salah satu contohnya adalah banyaknya kasus berbagai infeksi paraasit di wilayah Indonesia Timur. Bukan sebuah rahasia bahwa terapi penyakit yang disebabkan penyakit parasit tidak banyak mengalami perubahan sejak 1960-an.<\/p>\n<p>Indoensia boleh berbanga bahwa beberapa institusi pendidikan tinggi dan lembang penelitian kesehatan tanah air cukup produktif dalam melakukan publikasi ilmiah internasional. Adanya lembaga penelitian yang produktif tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dengan menjembatani kolaborasi. Program mobilitas peneliti perlu dipromosikan demi mempercepat transfer kemampuan dan kekayaan perspektif di antara lembaga penelitian tanah air.<\/p>\n<p>Tidak hanya dalam konteks institusi, kolaborasi juga mendesak untuk dilakukan antar bidang keilmuan. Persoalan kesehatan mutakhir merupakan tantangan yang terlalu kompleks untuk dapat dijawab oleh sebuah disiplin ilmu. Paradigma yang sekarang berkembang di negara maju adalah mengintergrasikan berbagai bidang untuk melakukan pendekatan yang komprehensif dalam menjawab tantangan dunia kesehatan. Pengkavlingan ranah keilmuan dan perdebatan mengenai bidang ilmu mana yang lebih terlegitimasi dalam melakukan sebuah penelitian adalah sebuah diskusi yang tidak produktif.<\/p>\n<p><strong>Ekosistem Riset yang Dinamis<\/strong><\/p>\n<p>Kurangnya pendanaan riset merupakan masalah klasik yang harus segera diselesaikan. Namun, di luar faktor pendanaan, kapasitas dan kapabilitas sumber daya penelitian juga perlu mendapa perhatian. Tumbuhnya peneleti kompeten memerlukan lingkungan yang menghargai ide kreatif, melestarikan budaya ilmiah dinamis, dan mendukung terwujudnya sebuah inovasi.<\/p>\n<p>Tidak diragukan bahawa institusi perguruan tinggi merupakan lahan persemaian peneliti muda. Penelitian adalah salah satu fungsi utama perguruan tinggi, di samping menyelenggarakan pendidikan dan pengabdian masyarakat.<\/p>\n<p>Kultur kampus yang egaliter diperlukan untuk munculnya ide kreatif peneliti muda. Berpikir kritis dan diskusi konstruktif haruslah dan diskusi konstruktif haruslah membumi di kalangan pendidik dan mahasiswa. Budaya seperti itu idealnya terlepas dari sekat formalitas. Artinya, diskusi ilmiah tidak harus berbingkai seminar, simposium, atau acara yang serbaformal dan melibatkan seksi konsumsi, melainkan dapat berlangsung setiap saat dan di mana pun. Semasa penulis belajar di kawasan Longwood, Boston, kalangan peneliti bercanda bahwa mereka lebih sering menemukan kolaborator risetnya di saat makan siang diibanding saat mengikuti simposium.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Diperlukan proses panjang dan sebuah pemicu yang kuat untuk mencetak peneliti andal berintegritas dan menciptakan ekosistem riset kesehatan yang suportif. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan dan minimnya pendanaan. Kemerdekaan dan kedaulatan riset kesehatan harus terus kita perjuangkan. Dengan terus bersikap positif, inovatif, dan kolaboratif, akan kita saksikan kebangkitan Indonesia. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Pengajar di Fakultas Kedokteran<\/p>\n<p>Unair, alumnus research fellow di Harvard Medical School<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Opini Jawa Pos | Jumat 19 Agustus 2016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka Oleh MAULANA A. EMPITU &#8220;Kultur kampus yang egaliter diperlukan untuk munculkan ide kreatif. Berpikir kritis dan diskusi konstruktif haruslah membumi di kalangan pendidik dan mahasiswa,&#8221; \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 INDONESIA telah merdeka dari kolonialisme sejak 71 tahun lalu. Sejak 1945 pula, bangsa Indonesia terus berjuang mengejawantahkan kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3507,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka Oleh MAULANA A. EMPITU &#8220;Kultur kampus yang egaliter diperlukan untuk munculkan ide kreatif. Berpikir kritis dan diskusi konstruktif haruslah membumi di kalangan pendidik dan mahasiswa,&#8221; \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 INDONESIA telah merdeka dari kolonialisme sejak 71 tahun lalu. Sejak 1945 pula, bangsa Indonesia terus berjuang mengejawantahkan kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-10T02:02:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:52:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"352\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"372\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka\",\"datePublished\":\"2017-02-10T02:02:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:52:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/\"},\"wordCount\":728,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/\",\"name\":\"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-10T02:02:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:52:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg\",\"width\":352,\"height\":372},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka - Library","og_description":"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka Oleh MAULANA A. EMPITU &#8220;Kultur kampus yang egaliter diperlukan untuk munculkan ide kreatif. Berpikir kritis dan diskusi konstruktif haruslah membumi di kalangan pendidik dan mahasiswa,&#8221; \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 INDONESIA telah merdeka dari kolonialisme sejak 71 tahun lalu. Sejak 1945 pula, bangsa Indonesia terus berjuang mengejawantahkan kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-10T02:02:09+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:52:07+00:00","og_image":[{"width":352,"height":372,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka","datePublished":"2017-02-10T02:02:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:52:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/"},"wordCount":728,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/","name":"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg","datePublished":"2017-02-10T02:02:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:52:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Membangun-Riset-Kesehatan-yang-Merdeka.-JawaPos.Hall-4-e1491017424508.jpg","width":352,"height":372},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-riset-kesehatan-yang-merdeka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membangun Riset Kesehatan yang Merdeka"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3506"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5694,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3506\/revisions\/5694"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}