{"id":3686,"date":"2017-02-13T13:39:04","date_gmt":"2017-02-13T06:39:04","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=3686"},"modified":"2025-05-01T12:37:21","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:21","slug":"3686","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/","title":{"rendered":"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-3687\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16.jpg\" alt=\"Maju Bersama Peternak. Kompas. 28 November 2016.Hal.16\" width=\"964\" height=\"806\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16.jpg 4060w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16-300x251.jpg 300w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16-1030x862.jpg 1030w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16-1500x1255.jpg 1500w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16-705x590.jpg 705w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.16-450x377.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 964px) 100vw, 964px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Semula Itmamul Khuluq (30) hanya membantu peternak puyuh Desa Blumbang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, untuk menjual produknya. Langkah itu mendorongnya membangun perusahaan. Di tengah geliat bisnisnya, ia tetap mementingkan misi sosial untuk kemajuan bersama.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Oleh Ida Setyorini<\/strong><\/p>\n<p>Pada 2011, para peternak puyuh Desa Blumbang sedih dan kebingungan. Banyak telur puyuh yang tak terjual, bahkan sebagain sampai membusuk. Saat itu bulan Sura yang sepi acara dan kegiatan. Daya serap produksi peternakan rendah.<\/p>\n<p>Itmamul, yang bekerja di salah satu pabrik pakan ternak, prihatin. Sebagai sarjana peternakan, ia terketuk untuk membantu para peternak menjual produk. Ia bertekad memberikan seluruh harga jual kepada peternak tanpa mengambil untung sama sekali. Ini merupakan kerja sosial.<\/p>\n<p>Telur saat ini hanya dijual per dus berisi 750 butir. Kemasan besar itu jelas bukan untuk pembeli eceran. Itmamul membuat terobosan dengan menjual telur dalam kemasan kecicl, berisi 18 butir seharga Rp 5.000. Strategi ini berhasil dan semua telur dari seorang peternak terjual.<\/p>\n<p>Mendengar sukses itu, para peternak lain ikut meminta bantuan serupa. Itmamul memnuhinya dan tetap tidak menarik bayaran ataupun mengambil selisih penjualan telur. Kegiatan itu dilakukan di sela \u2013 sela rutinitas kerjanya.<\/p>\n<p>Selama beberapa bulan, Itmamul terus membantu mereka menjualkan telur puyuh. Ia tak memikirkan pengeluaran pribadi seperti tenaga, ongkos, dan bahan bakar untuk mengantar telur ke dstributor.<\/p>\n<p>\u201cLama \u2013 lama peternak dari satu desa meminta bantuan saya. Mereka percya saya mamapu menjualkan telur ternak mereka,\u201d kata Itmamul saat ditemui di rumahnya di Dusun Bongkol, Desa Pengkol, Karanggede Boyolali, Minggu (10\/11).<\/p>\n<p>Dengan pendekatan pemasaran baru, harga jual telur berangsur membaik. Penjualan telur puyuh meningkat sehingga peternak senang. Para peternak dari empat desa mempercayakan penjual telur kepada Itmamul. Pasaran meluas hingga ke Lampung dan Kalimantan.<\/p>\n<p>Saat masalah pemasaran teratasi, peternak meminta. Itmamul mencarikan pakan. Ia memenuhinya dan lagi \u2013 lagi tidak mengambil untung. Padahal, ia makin sibuk dan mengeluarakan uang serta tenaga tak sedikit. \u201cTernyata ssya tetap tidak kekurangan, ada saja rezeki walaupun kerja sosial lebih banyak,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Sempat diremehkan<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Tahun 2012, Itmamul mendirikan perusahaan yang berbasis sosial, CV Holstein Indonesia. Untuk soal pakan, Itmamu mengambil langsung dari pemasok. Ia memotong jalur distribusi. \u201cInilah yang saya ambil untuk pribadi. Saya tidak menaikan harga jual pakan kepada peternak,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Pasoka pakan datang bertumpuk \u2013 tumpuk ke rumah mertuanya. Saat itu ia belum punya rumah sendiri. belum lagi kiriman telur puyuh dari para peternak. \u201cTumpukan karung pakan dan dus telur sampai langit \u2013 langit rumah. Rumah mirip kapal pecah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sang mertua tidak ribut, tapi sebagian tetangga meremehkan kegiatan itu. Namun, Itmamul kebal dengan komentar miring karena sejak usai muda sering diremehkan.<\/p>\n<p>Ayah itmamul adalah seorang TKI di Malaysia, sementara ibunya tinggal di rumah bambu berlantai tanah di pojok desa di Lamongan, Jawa Timur. Pemuda itu terbiasa diremehkan. Omongan miring itu baru berhenti ketika Itmamul masuk Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.<\/p>\n<p>Naluri bisnis itmamul terasah sejak SMA di Yogyakarta. Dia tinggal di pesantren dengan hanya dapa makan pagi dan malam. Untuk makan siang, ia mengumpulkan kertas dan menjualnya kiloan. Lumayan, ia bisa mengumpulkan peling tidak Rp 2.500. Padahal, harga nasi kucing saat itu Rp 500 per bungkus. \u201cSaya bisa punya uang untuk makan siang seminggu, aman,\u201d kenang prai yang senang bercanda itu.<\/p>\n<p>Itmamul hanya dua tahun bekerja di perusahaan pakan ternak. Meski sebentar, dia mendapat pelajaran berarti. Salah satunya dari penyelianya, seorang pria yang berbicara tanpa basa \u2013 basi, tapi banyak menurunkan ilmu.<\/p>\n<p>\u201cDia menyuruh saya mengetes pakan dengan melihat, mendengar, meraba, membaui, dan seterusnya. Begitu pula dengan hewan ternak. Dia bilang, Tuhan menurunkan limaindera untuk dimanfaatkan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Imu itu membantu Itmamul mengelola bisnis sekarang, dari mendengar bunyi jatuh karung pakan ternak yang diturunkan dari truk, ia langsung tahu apakah pakan tersebut baik atau rusak akibat tebasan air.<\/p>\n<p>Ia juga belajar untuk menjaga kebersihan. Saat membuat pakan, pekerja harus mandi dua kali dan menghitung nilai nutrisi. Pengetahuan itu diterapkan dalam usahanya. Siapa pun yang masuk ke rumah telur atau tempat penyimpanan pakan harus melepas sepatu atau sandal serta harus mencucui tangan.<\/p>\n<p>Itmamul bahkan selalu berwudu agar bisa memperlakukan telur puyuh dengan baik. A juga tidak mau sewenang \u2013 wenang terhadap telur, seperti meletakkan sejajar kaki dan selalu menjaga omongan agar tak ada energi negatif yang terserap telur.<\/p>\n<p>\u201cMungkin mata biasa tidak melihat bedanya, tetapi mata batin pasti bisa melihat. Telur itu akan menjadi makanan manusia. Menurut distributor telur \u2013 elur dari saya berbeda dan merkea ingin terus menjadi pelanggan saya,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Maju bersama<\/strong><\/p>\n<p>Urusan pasar telur puyuh dan pakan ternak beras, Itmamul menghadapi soal lain. Sebagai peternak mengembalikan pakan yang mulai menjamur atau pakan tak tepat lagi untuk perkembangan puyuh. Ia pun mengalihkan pakan bekas itu untuk ternak lele, ayam, dan entok didekat rumahnya.<\/p>\n<p>Dia juga turut mengusahakanagar puyuh apkir tetap berdaya jual. Pernah harga puyuh apkir hanya Rp 900 per ekor dan membuat petani tak berdaya untuk membeli bibit lagi. Dia juga mengolah telur menjadi penganan yang mudah dibawa seperti rundeng.<\/p>\n<p>Itmamul kini menyusun empat kebijakanagar bisnis para peternak lebih maju. Pertama, peternak mendiri secara finansial dan membentuk mlembaga keuangan seperti koperasi yang memeberikan keadilan dan toleransi kepada peternak. Kedua, peternak harus mandiri secarapakan. Ketiga, pengolahan puyuh yang tidak produkstif. Keempat, penangana limbah yang dapat dimanfaatkan.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin mengajak para peternak maju bersama,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p><strong>ITAMUL KHULUQ<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lahir : <\/strong>Lamongan, 17 Januari 1986<\/p>\n<p><strong>Istri : <\/strong>Ferra Sekar P<\/p>\n<p><strong>Anak : <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Holstein Ifara RLA<\/li>\n<li>Holstein Muharrib RLA<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Pendidikan <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta<\/li>\n<li>Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2005 \u2013 2010)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Penghargaan : <\/strong>Peraih Danamon Social Entrepreneuer Awards (DSEA) 2016<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas.-28-November-2016.Hal_.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semula Itmamul Khuluq (30) hanya membantu peternak puyuh Desa Blumbang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, untuk menjual produknya. Langkah itu mendorongnya membangun perusahaan. Di tengah geliat bisnisnya, ia tetap mementingkan misi sosial untuk kemajuan bersama. Oleh Ida Setyorini Pada 2011, para peternak puyuh Desa Blumbang sedih dan kebingungan. Banyak telur puyuh yang tak terjual, bahkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3688,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Semula Itmamul Khuluq (30) hanya membantu peternak puyuh Desa Blumbang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, untuk menjual produknya. Langkah itu mendorongnya membangun perusahaan. Di tengah geliat bisnisnya, ia tetap mementingkan misi sosial untuk kemajuan bersama. Oleh Ida Setyorini Pada 2011, para peternak puyuh Desa Blumbang sedih dan kebingungan. Banyak telur puyuh yang tak terjual, bahkan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-13T06:39:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1181\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1455\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak\",\"datePublished\":\"2017-02-13T06:39:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/\"},\"wordCount\":880,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/\",\"name\":\"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-13T06:39:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg\",\"width\":1181,\"height\":1455},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/3686\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak - Library","og_description":"Semula Itmamul Khuluq (30) hanya membantu peternak puyuh Desa Blumbang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, untuk menjual produknya. Langkah itu mendorongnya membangun perusahaan. Di tengah geliat bisnisnya, ia tetap mementingkan misi sosial untuk kemajuan bersama. Oleh Ida Setyorini Pada 2011, para peternak puyuh Desa Blumbang sedih dan kebingungan. Banyak telur puyuh yang tak terjual, bahkan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-13T06:39:04+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:21+00:00","og_image":[{"width":1181,"height":1455,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak","datePublished":"2017-02-13T06:39:04+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/"},"wordCount":880,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/","name":"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg","datePublished":"2017-02-13T06:39:04+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maju-Bersama-Peternak.-Kompas.-28-November-2016.Hal_.161.jpg","width":1181,"height":1455},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/3686\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Itmamul Khuluq Maju bersama Peternak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3686"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9365,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3686\/revisions\/9365"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}