{"id":4029,"date":"2017-02-14T13:30:28","date_gmt":"2017-02-14T06:30:28","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=4029"},"modified":"2025-05-01T10:57:28","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:28","slug":"t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/","title":{"rendered":"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-4030\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111.jpg\" alt=\"6 Januari 2016. T.P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi_Yang Terburuk Sudah Berakhir. Jawa Pos. 6 Januari 2016.Hal.1,11\" width=\"788\" height=\"505\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111.jpg 2467w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111-300x193.jpg 300w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111-1030x661.jpg 1030w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111-1500x963.jpg 1500w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111-705x453.jpg 705w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.111-450x289.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 788px) 100vw, 788px\" \/><\/a><\/p>\n<p>T.P.\u00a0 Rchmat Tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi<\/p>\n<p>Yang Terburuk Sudah Berakhir<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Turbulenso perekonomian global\u00a0 yang merontokan harga-harga komoditas membuat perlambatan ekonomi Indonesia dalam\u00a0 4 tahun terakhir kian parah.Namun, tak perlu gundah dan gelisah. Pasaa 2016 ini, ekonomi diproyeksikan kembali bergairah.<\/p>\n<p>PROYEKSI itu muncul dari buah pemikiran dan analiss Theodore Permadi (T.P.) Rachmat yang pernah menjadi salah satu <em>chief executive officer<\/em> (CEO) tersukses di Astra Internasional. Dia kini memimpin Triputra Investindo Arya (Triputra Group). Kerjaan bisnis di sector manufaktur,pertambangan,agrobisnis, <em>dealership<\/em> motor,logistic hingga karet olahan yan dirintisnya sejak 1998.<\/p>\n<p>JawaPos berbincang dengan Rachmat sepanjang satu jam dikantor Triputra Group di Menara Kadin, Kuningan,Jakarta 17 Desember lalu.<\/p>\n<p>Sosol yang berkali-kali dinobatkan sebagai CEO terbaik di berbagai ajang penghargaan itu terus menyuarakan optimismenya meskipun ekonomi Indonesia didera pelemahan dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Rupanya, Begawan bisnis kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 15 Desember 1943, itu memang tak menyisakan satu lembarpun bagi pesimisme untuk menyusup dalam kamus hidupnya<em>. \u201cThe Worst is already over\u201d (<\/em>Yang terburuk sudah berakhir,Red).\u201d Ujarnya dengann mantap saat\u00a0 mengomentari tren perlambatan ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p>Diawal perbincangan pebisnis\u00a0 yang akrab disapa Teddy itu menguraiakan refleksi singkat perekonomian global dan Indonesia dalam bebrapa tahun terakhir. Kisahnya dimulai pada 2008, ketika krisis subprime mortagage atau kredit beresiko tinggi disektor properti Amerika Serikat (AS) menjalar cepat bagi kanker ganas yang merontokan kedigdayaan ekonomi Negri Paman Sam, lalu menular cepat melalui Instrumen pasar financial ke Eropa\u00a0 dan berbagao belaha dunia lain, \u201c ketika itu eknomi Indonesia sempat terkena demam sedikit.\u201d Kata keponakan pendiri grup Atra, William Soerydjaya, tersebut.<\/p>\n<p>Untung meriang ekonomi Indonesia segera reda karena datangnya obat dari tiongkok. Teddy menyebutkan,saat itu raksasa ekonomi Asia yang tengah bengkit tersebut tak ingin tertular krisis ekonomi global. Langkah strategus pun diambil pemerintah Tiongkok dengan mengenjot investasi besar-besaran agar terus bisa menyerap tenaga kerja. Kaarena itupun Tiongkok menjelma\u00a0 \u201c naga lapar\u201d yang menyedot\u00a0 berbagai komoditas baik pertambangan maupun perkebunan. <em>\u201citulah pemicu Commodity boom (bomming komoditas,Red).<\/em> Yang menjadi motor ekonomi Indonesia sejak 2009.\u201d Jelasnya.<\/p>\n<p>Sayang papr Teddy,<em> booming<\/em> Komoditas itu membuat Indonesa terlena. Kita tak kunjung memperbaiki struktur fundamental ekonomi. Minimnya infrastruktur serta rumitnya regulasi dan birokraso membuat pelaku usaha harus menanggung ekonomi biaya tinggi. Akibatnya, produk Indonesia\u00a0 kurag memiliki daya saing saat\u00a0 produk asing menyerbu. Imbasnya deficit neraca perdagangan kian meganga. \u201c <em>mestinya<\/em>, penerimaan pajak booming komoditas ketika itu dipakai\u00a0 untuk membangun infrastruktur. Tapi, sayangnya uang r atusan triliun justru habis untuk subsidi BBM ( bahan bakar minyak,Red) tiap tahun\u201d. Ujarnya.<\/p>\n<p>Sikap terlena itu harus dibayar mahal ketika pada 2013 pemerintah Tiongkok mengerem laju pertumbuhan ekonomi karena merasa ekonominya sudah<em> overheat <\/em>\u00a0alias terlalu panas. Strategi pertumbuhan berbasis inrfastruktur dan industri dirubah menjadi berbasis konsumsi serta jasa. Dengan demikian, permintaan komoditas dari Tiongkok merosot tajam. Buntutnya, harga komoditas seperti batu bara,tembaga,timah,,CPO,karet dan lainya anjlok.\u201d Akibatnya\u00a0 ekonomi Indonesia terus melemah\u201d.\u00a0 Kata pengusaha bersaa saudara sepupunya, Edwin Soeryadjaya. Membesarkan raksasa batu baera Adaro Energy itu.<\/p>\n<p>Lantas apa yang masih membuat\u00a0 optimis? Teddy menyebutkan, salah satu yang utama adalah reformasi structural yang dijalankan pemerintahan Jokowi-JK. Pertama, kebijakan memangkas subsidi BBM untuk dialihkan ke sector infrastruktur. Kedua, perbaikan iklim investasi melalui berbagai kebijakan ekonomi, terutama deregulasi berbagai aturan yang tak ramah pada dunia usaha. Ketiga, penetapan Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan yang memberikan\u00a0 kepastian bagi pelaku usaha. \u201c keberaniaan politik Jokowi-JK untuk mengambil kebijkan yang tidak popular, seperti menaikan harga BBM, layak diapresiasi.<\/p>\n<p>Keberanian politik seperti itu menurut Teddy, sanggat dibutuhkan. Dia mengibaratkan, struktur ekonomi Indonesia yang tengah sakit butuh obat yang harus ditelan meski pahit agar kedepan lebih sehat. Seperti pepatah berakit-rakit kehulu, berenang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.<\/p>\n<p>\u201cGood times create good policy(kondisi baik biasnaya menciptakan kebijakan buruk. Kondisi buruk biasanya menciptkan kebijakan baik,Red).\u201d Ucap dia soal kebijakan susbsidi BBM kala booming komoditas dan perlambatan ekonomi saat ini.<strong> (owi\/c11\/sof)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sumber : jawaPos , rabu 6 januari 2016<\/strong><\/p>\n<p>T.P.\u00a0 Rchmat Tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi<\/p>\n<p>Yang Terburuk Sudah Berakhir<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Turbulenso perekonomian global\u00a0 yang merontokan harga-harga komoditas membuat perlambatan ekonomi Indonesia dalam\u00a0 4 tahun terakhir kian parah.Namun, tak perlu gundah dan gelisah. Pasaa 2016 ini, ekonomi diproyeksikan kembali bergairah.<\/p>\n<p>PROYEKSI itu muncul dari buah pemikiran dan analiss Theodore Permadi (T.P.) Rachmat yang pernah menjadi salah satu <em>chief executive officer<\/em> (CEO) tersukses di Astra Internasional. Dia kini memimpin Triputra Investindo Arya (Triputra Group). Kerjaan bisnis di sector manufaktur,pertambangan,agrobisnis, <em>dealership<\/em> motor,logistic hingga karet olahan yan dirintisnya sejak 1998.<\/p>\n<p>JawaPos berbincang dengan Rachmat sepanjang satu jam dikantor Triputra Group di Menara Kadin, Kuningan,Jakarta 17 Desember lalu.<\/p>\n<p>Sosol yang berkali-kali dinobatkan sebagai CEO terbaik di berbagai ajang penghargaan itu terus menyuarakan optimismenya meskipun ekonomi Indonesia didera pelemahan dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Rupanya, Begawan bisnis kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 15 Desember 1943, itu memang tak menyisakan satu lembarpun bagi pesimisme untuk menyusup dalam kamus hidupnya<em>. \u201cThe Worst is already over\u201d (<\/em>Yang terburuk sudah berakhir,Red).\u201d Ujarnya dengann mantap saat\u00a0 mengomentari tren perlambatan ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p>Diawal perbincangan pebisnis\u00a0 yang akrab disapa Teddy itu menguraiakan refleksi singkat perekonomian global dan Indonesia dalam bebrapa tahun terakhir. Kisahnya dimulai pada 2008, ketika krisis subprime mortagage atau kredit beresiko tinggi disektor properti Amerika Serikat (AS) menjalar cepat bagi kanker ganas yang merontokan kedigdayaan ekonomi Negri Paman Sam, lalu menular cepat melalui Instrumen pasar financial ke Eropa\u00a0 dan berbagao belaha dunia lain, \u201c ketika itu eknomi Indonesia sempat terkena demam sedikit.\u201d Kata keponakan pendiri grup Atra, William Soerydjaya, tersebut.<\/p>\n<p>Untung meriang ekonomi Indonesia segera reda karena datangnya obat dari tiongkok. Teddy menyebutkan,saat itu raksasa ekonomi Asia yang tengah bengkit tersebut tak ingin tertular krisis ekonomi global. Langkah strategus pun diambil pemerintah Tiongkok dengan mengenjot investasi besar-besaran agar terus bisa menyerap tenaga kerja. Kaarena itupun Tiongkok menjelma\u00a0 \u201c naga lapar\u201d yang menyedot\u00a0 berbagai komoditas baik pertambangan maupun perkebunan. <em>\u201citulah pemicu Commodity boom (bomming komoditas,Red).<\/em> Yang menjadi motor ekonomi Indonesia sejak 2009.\u201d Jelasnya.<\/p>\n<p>Sayang papr Teddy,<em> booming<\/em> Komoditas itu membuat Indonesa terlena. Kita tak kunjung memperbaiki struktur fundamental ekonomi. Minimnya infrastruktur serta rumitnya regulasi dan birokraso membuat pelaku usaha harus menanggung ekonomi biaya tinggi. Akibatnya, produk Indonesia\u00a0 kurag memiliki daya saing saat\u00a0 produk asing menyerbu. Imbasnya deficit neraca perdagangan kian meganga. \u201c <em>mestinya<\/em>, penerimaan pajak booming komoditas ketika itu dipakai\u00a0 untuk membangun infrastruktur. Tapi, sayangnya uang r atusan triliun justru habis untuk subsidi BBM ( bahan bakar minyak,Red) tiap tahun\u201d. Ujarnya.<\/p>\n<p>Sikap terlena itu harus dibayar mahal ketika pada 2013 pemerintah Tiongkok mengerem laju pertumbuhan ekonomi karena merasa ekonominya sudah<em> overheat <\/em>\u00a0alias terlalu panas. Strategi pertumbuhan berbasis inrfastruktur dan industri dirubah menjadi berbasis konsumsi serta jasa. Dengan demikian, permintaan komoditas dari Tiongkok merosot tajam. Buntutnya, harga komoditas seperti batu bara,tembaga,timah,,CPO,karet dan lainya anjlok.\u201d Akibatnya\u00a0 ekonomi Indonesia terus melemah\u201d.\u00a0 Kata pengusaha bersaa saudara sepupunya, Edwin Soeryadjaya. Membesarkan raksasa batu baera Adaro Energy itu.<\/p>\n<p>Lantas apa yang masih membuat\u00a0 optimis? Teddy menyebutkan, salah satu yang utama adalah reformasi structural yang dijalankan pemerintahan Jokowi-JK. Pertama, kebijakan memangkas subsidi BBM untuk dialihkan ke sector infrastruktur. Kedua, perbaikan iklim investasi melalui berbagai kebijakan ekonomi, terutama deregulasi berbagai aturan yang tak ramah pada dunia usaha. Ketiga, penetapan Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan yang memberikan\u00a0 kepastian bagi pelaku usaha. \u201c keberaniaan politik Jokowi-JK untuk mengambil kebijkan yang tidak popular, seperti menaikan harga BBM, layak diapresiasi.<\/p>\n<p>Keberanian politik seperti itu menurut Teddy, sanggat dibutuhkan. Dia mengibaratkan, struktur ekonomi Indonesia yang tengah sakit butuh obat yang harus ditelan meski pahit agar kedepan lebih sehat. Seperti pepatah berakit-rakit kehulu, berenang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.<\/p>\n<p>\u201cGood times create good policy(kondisi baik biasnaya menciptakan kebijakan buruk. Kondisi buruk biasanya menciptkan kebijakan baik,Red).\u201d Ucap dia soal kebijakan susbsidi BBM kala booming komoditas dan perlambatan ekonomi saat ini.<strong> (owi\/c11\/sof)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>Sumber: Jawa Pos, Rabu 6 Januari 2016<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>T.P.\u00a0 Rchmat Tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir &nbsp; Turbulenso perekonomian global\u00a0 yang merontokan harga-harga komoditas membuat perlambatan ekonomi Indonesia dalam\u00a0 4 tahun terakhir kian parah.Namun, tak perlu gundah dan gelisah. Pasaa 2016 ini, ekonomi diproyeksikan kembali bergairah. PROYEKSI itu muncul dari buah pemikiran dan analiss Theodore Permadi (T.P.) Rachmat yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4031,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"T.P.\u00a0 Rchmat Tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir &nbsp; Turbulenso perekonomian global\u00a0 yang merontokan harga-harga komoditas membuat perlambatan ekonomi Indonesia dalam\u00a0 4 tahun terakhir kian parah.Namun, tak perlu gundah dan gelisah. Pasaa 2016 ini, ekonomi diproyeksikan kembali bergairah. PROYEKSI itu muncul dari buah pemikiran dan analiss Theodore Permadi (T.P.) Rachmat yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-14T06:30:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"984\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir\",\"datePublished\":\"2017-02-14T06:30:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/\"},\"wordCount\":1260,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/\",\"name\":\"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-14T06:30:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"width\":708,\"height\":984},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir - Library","og_description":"T.P.\u00a0 Rchmat Tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir &nbsp; Turbulenso perekonomian global\u00a0 yang merontokan harga-harga komoditas membuat perlambatan ekonomi Indonesia dalam\u00a0 4 tahun terakhir kian parah.Namun, tak perlu gundah dan gelisah. Pasaa 2016 ini, ekonomi diproyeksikan kembali bergairah. PROYEKSI itu muncul dari buah pemikiran dan analiss Theodore Permadi (T.P.) Rachmat yang...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-14T06:30:28+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:28+00:00","og_image":[{"width":708,"height":984,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir","datePublished":"2017-02-14T06:30:28+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/"},"wordCount":1260,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/","name":"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg","datePublished":"2017-02-14T06:30:28+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6-Januari-2016.-T.P.-Rachmat-tentang-Iklim-Bisnis-dan-Fondasi-Ekonomi_Yang-Terburuk-Sudah-Berakhir.-Jawa-Pos.-6-Januari-2016.Hal_.1111.jpg","width":708,"height":984},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/t-p-rachmat-kondisi-buruk-bisa-ciptakan-ciptakan-kebijakan-baik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"T. P. Rachmat tentang Iklim Bisnis dan Fondasi Ekonomi Yang Terburuk Sudah Berakhir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4029"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8228,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4029\/revisions\/8228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}