{"id":40574,"date":"2022-12-14T16:15:15","date_gmt":"2022-12-14T09:15:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=40574"},"modified":"2024-01-22T16:17:51","modified_gmt":"2024-01-22T09:17:51","slug":"kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-40575\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50.jpeg\" alt=\"\" width=\"887\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50.jpeg 887w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50-208x300.jpeg 208w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50-714x1030.jpeg 714w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50-768x1108.jpeg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50-489x705.jpeg 489w\" sizes=\"auto, (max-width: 887px) 100vw, 887px\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baru-baru ini<\/strong>, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merilis tren baru dalam industri pariwisata menyikapi adanya bencana di Cianjur dan Gunung Semeru. Namanya, shelter tourism, yang dapat memberi manfaat secara ekonomi pada situasi normal, dan menjadi tempat pengungsian sementara masa darurat bencana.<\/p><\/blockquote>\n<p>Fadjar Hutomo, Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, menyatakan, di Indonesia ada dua pilot project shelter tourism, yaitu di desa wisata Sarongge sebagai tempat pengungsian gempa Cianjur, dan Taman Langit Gu nung Banyak di Batu, Jawa Timur (Kompas.com, 2\/12).<\/p>\n<p>Sebelum gempa Cianjur, ribuan wisatawan berkemah di 200 tenda di Sarongge. Gempa terjadi ketika wisatawan sudah pulang, tenda kemudian difungsikan untuk pengungsian.<\/p>\n<p>Di sini kita melihat adanya humanisasi bisnis pariwisata, di samping potensi bisnis yang melekat pada keeksotisan alam di area shelter tourism. Kehadiran produk baru kepariwisataan ini juga menjadi bagian crisis management di bidang kepariwisataan.<\/p>\n<p>Bukan kali ini saja humanisasi diakukan oleh pelaku industri pariwisata. Pada masa pandemi lalu, Kemenparekraf bekerjasama dengan industri perhotelan memberikan tambahan 100 kamar dan transportasi bagi 200 tenaga medis RSCM.<\/p>\n<p>Dengan penambahan itu, total 295 kamar untuk 580 tenaga medis RSCM yang telah disediakan dari fasilitasi Kemenparekraf. Pengalaman industri perhotelan dalam menghadapi bencana pernah dibuktikan pelaku hotel di Bali.<\/p>\n<p>Sebelum virus korona merebak, Bali pernah mengalami keadaan darurat bencana alam erupsi Gunung Agung periode 2017 hingga 2018. PHRI Bali menyerukan, agar industri hotel khususnya, tidak mengambil keuntungan dari keadaan darurat ini.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut dibuktikan dengan memberikan harga terendah bagi tamu yang terpaksa memperpanjang waktu tinggal mereka. Dalam peradaban bangsa di dunia, hotel memiliki banyak peran penting, terlibat di dalam nya dan menjadi saksi sejarah.<\/p>\n<p>Peran hotel dalam bencana kemanusiaan mengingatkan kita akan film &#8220;Hotel Rwanda&#8221; tahun 2004. Di film itu, tampak peran hotel bagi kemanusiaan di tengah situasi konflik antara suku Hutu dan Tutsi.<\/p>\n<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana sendiri mengklasifikasi jenis bencana, yakni, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, banjir, kekeringan, angin topan, gelombang pasang, kegagalan teknologi, kebakaran, aksi teror\/sabotase, kerusuhan sosial. Kompleksitas penyebab bencana karena fenomena alam dan ulah manusia.<\/p>\n<p>Positifnya, kesadaran akan bahaya dan penanggulangan bencana kian hari semakin bertumbuh di berbagai daerah di Tanah Air. Di Jawa Timur misalnya, telah memiliki Perda Penanggulangan Bencana yang didukung dengan Pusat Informasi Bencana dan personil satu peleton yang terdiri dari 30 orang di setiap kecamatan di kabupaten\/kota.<\/p>\n<p>Scientific tourism<\/p>\n<p>Mengiringi upaya Kemenparekraf menginisiasi shelter tourism, &#8220;atraksi wisata&#8221; yang melekat di daerah rawan bencana memiliki segmen pasar minat khusus dari kalangan wisatawan ilmuwan, scientist dari ilmu alam khusus nya, yang memberi perhatian pada aspek ini.<\/p>\n<p>Bagi mereka, berwisata dengan melakukan penelitian adalah dua hal yang sama menariknya. Riset di lingkungan alam terbuka, \u0430\u0440\u0430lagi di tempat-tempat wisata eksotis, menjadi pilihan dan perhatian tersendiri.<\/p>\n<p>Sekadar menyebutkan beberapa contoh, di Jawa Timur bidang penelitian yang bahan dan obyeknya beragam serta terkait dengan mitigasi bencana (pencegahan, kesiapsiagaan, dan penyelamatan), yakni gunung berapi. Bidang penelitian yang berisiko tinggi dan membutuhkan nyali besar itu bukan berarti tidak ada yang mau dan mampu melakukannya.<\/p>\n<p>Fenomena Gunung Kelud pada tahun 2008 misalnya, mengundang minat delapan ilmuan asing untuk melihat dari dekat gunung yang berketinggian 1.731 mdpl itu (Kompas, 3\/12\/08).<\/p>\n<p>Selain itu, gunung dan gunung berapi yang berada di Jawa Timur di antaranya, Gunung Semeru \/ Mahameru (3.676 mdpl), Gunung Lawu (3.266 mdpl), Gunung Wilis (2.563 mdpl), Gunung Arjuna (3.339 mdpl), Bromo (2.392 mdpl) dan Argopuro (3.088 mdpl), Gunung Raung.<\/p>\n<p>Adapun scientific tourisme rap diistilahkan dengan know ge oriented tourism (Laing, 2010). Jenis kegiatan berwisata ini dilakukan sambil melakukan riset dan ekspedisi yang mendasarkan pada kaedah-kaedah ilmiah yang umumnya berkaitan dengan alam (nature tourism).<\/p>\n<p>Demikian juga, scientific tourism dalam kaitannya dengan initigasi bencana alam dapat dila kukan pada ilmu sosial dan humaniora. Kebudayaan masyarakat Jawa Timur yang multietnik dapat ditelaah melalui metode action research untuk mengkaji peran kearifan lokal etnik tertentu dalam mengantisipasi bencana.<\/p>\n<p>Kebudayaan Tengger misalnya, dalam upacara syukur Yadnya Kasada, berkaitan dengan relasi manusia ma dengan Sang Pencipta dan alam. Lebih dalam lagi, dengan keterlibatan langsung peneliti dalam konteks scientific tourism selain merasakan sensasi berinteraksi langsung dengan adat suku Tengger, juga menelusuri implementasi kearifan lokal dan nilai-nilai budaya Tengger dalam menjaga alam semesta dari angkara murka.<\/p>\n<p>Salah satu alasan yang cukup kuat untuk menggerakkan dan menjual produk scientific tourism di daerah rawan bencana maupun bekas bencana adalah, banyaknya potensi yang terkandung di alam, warisan sejarah dan kebudayaan, maupun perilaku masyarakat.<\/p>\n<p>Keanekaragaman hayati, obyek wisata dan budaya masyarakat menjadikan daerah rawan dan bekas bencana menarik dan berpeluang untuk dilakukan berbagai bentuk kajian.<\/p>\n<p>Maka, kehadiran shelter tourism bisa melengkapi ekosistem scientific tourism, di mana pasar wisatawan minat khusus ini dapat tinggal di area yang tidak jauh dari pusat bencana, namun dalam batas aman. Potensi bencana alam di Indonesia tidak hanya menjadi beban, tetapi juga menjadi peluang untuk mengundang semakin banyak ilmuwan dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu dari luar negeri khususnya untuk datang melakukan penelitian.<\/p>\n<p>Penelitian lintas disipliner yang dikembangkan di area rawan bencana merupakan cerminan implementasi dari scientific tourism. Dalam kaitannya dengan disaster management, kajian tersebut terkait dengan penemuan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi\u00a0yang\u00a0efektif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baru-baru ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merilis tren baru dalam industri pariwisata menyikapi adanya bencana di Cianjur dan Gunung Semeru. Namanya, shelter tourism, yang dapat memberi manfaat secara ekonomi pada situasi normal, dan menjadi tempat pengungsian sementara masa darurat bencana. Fadjar Hutomo, Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, menyatakan, di Indonesia ada dua&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40576,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4413],"tags":[],"class_list":["post-40574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-desember-2022"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Baru-baru ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merilis tren baru dalam industri pariwisata menyikapi adanya bencana di Cianjur dan Gunung Semeru. Namanya, shelter tourism, yang dapat memberi manfaat secara ekonomi pada situasi normal, dan menjadi tempat pengungsian sementara masa darurat bencana. Fadjar Hutomo, Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, menyatakan, di Indonesia ada dua...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-14T09:15:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-22T09:17:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"189\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"260\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB\",\"datePublished\":\"2022-12-14T09:15:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-22T09:17:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/\"},\"wordCount\":818,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png\",\"articleSection\":[\"UC News Desember 2022\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/\",\"name\":\"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png\",\"datePublished\":\"2022-12-14T09:15:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-22T09:17:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png\",\"width\":189,\"height\":260},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB - Library","og_description":"Baru-baru ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merilis tren baru dalam industri pariwisata menyikapi adanya bencana di Cianjur dan Gunung Semeru. Namanya, shelter tourism, yang dapat memberi manfaat secara ekonomi pada situasi normal, dan menjadi tempat pengungsian sementara masa darurat bencana. Fadjar Hutomo, Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, menyatakan, di Indonesia ada dua...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2022-12-14T09:15:15+00:00","article_modified_time":"2024-01-22T09:17:51+00:00","og_image":[{"width":189,"height":260,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB","datePublished":"2022-12-14T09:15:15+00:00","dateModified":"2024-01-22T09:17:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/"},"wordCount":818,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png","articleSection":["UC News Desember 2022"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/","name":"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png","datePublished":"2022-12-14T09:15:15+00:00","dateModified":"2024-01-22T09:17:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.50gbr.png","width":189,"height":260},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kolaborasi-shelter-dan-scientific-tourism-kontan-13-desember-2022-hal-15-dewa-gs-htb\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kolaborasi Shelter dan Scientific Tourism. Kontan. 13 Desember 2022. Hal.15. Dewa GS. HTB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40574"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40574\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46885,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40574\/revisions\/46885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}